
Seakan tuhan berpihak pada alton di dorong oleh rasa penasaran dari pesona yang di tinggalkan ilmi yang berbeda dari kebanyakan siswi di sekolahnya menurut alton.
Siang ini semua siswa yang terpilih mewakili sekolah untuk mengikuti lomba sains berkumpul di laboratorium sesuai perintah mr kenzien dia bukan saja sebagai guru tapi juga pembimbing dalam lomba sains kali ini,dia sangat banyak pengalaman dalam hal ini sebab dia juga sama seperti siswa siswinya pernah menjadi salah satu kandidat yang selalu mengikuti lomba sains antar negara namun pada jamannya,waktu dulu dirinya menjadi pelajar.
Banyak ilmu yang mr kenzein bagi pada siswanya sesuai pengamannya dulu ditambah perkembangan sains sekarang yang semakin modern,satu yangp asti dia top banget dalam sains yang membuat kagum muridnya.
Alton yang sejak awal sudah penasaran dengan pertemuan pertama dengan cewek yang belum dikenalnya bahkan tidak tahu juga siapa namanya,terlihat rasa gugup yang alton rasakan dan ini bukan hal yang biasanya dia rasa bahkan tidak pernah di alaminya selama ini dan membuat panas dingin yang tubuhnya rasakan.
Alton merasa dirinya baik-baik saja tapi kenapa tiba-tiba tangannya berkeringat dan merasa dingin disaat ilmi masuk kedalam laboratorium dengan beberapa cewek seusianya,alton tidak mengenal satupun di antara mereka yang berarti dia adik kelasnya,alton semakin tidak mengerti dengan apa yang dirasaknnya saat ini.
Alton memperhatikan tiap gerak gerik cewek yang sedikit banyak mulai menarik perhatiannya sepertinya seseorang memintanya benar saja,alton sengaja mendengar semua apa yang terucap dari seseorang itu.
"Mi,sini.."pinta cewek yang mengenalnya meminta cewek yang belum alton untuk duduk disebelah dirinya.
Sebagai balasan cewek tersenyum simpul tampa menampak giginya tapi terlihat sangat manis membuat alton semakin dibuat penasaran,sepertinya alton lebih fokus pada cewek yang belum.dikenalnya dari pada penjelasan mr kenzein yang sangat serius sebab waktu tidak bisa diam akan tetap bergerak walaupun perlahan tapi pasti dalam persiapan lomba sains kali ini.
Mr kenzein meminta pada siswanya apa yang menjadi kendala saat ini,ilmi tidak satu kelompok dengan alton dapat diartikan dia berbeda proyek sains yang akan di uji di jerman nanti.
Terlihat ilmi sangat dominan menjelaskan apa keunggulan dan kekurangan proyeknya membuat mr kenzein tidak henti-hentinya memuji ilmi yang hanya diam mendengarkan tanpa merasa dirinya paling dominan saat ini,wajahnya terlihat santai tidak terlihat kesombongan di wajahnya hanya sesekali tertunduk seperti malu.
Mr kenzein memastikan pertengahan bulan depan kontingen dari sekolah akan bertolak ke jerman dan meminta lebih fokus lagi untuk proyek yang sudah sangat baik menurut beliau mungkin hanya tinggal melengkapi sedikit kekurangan agar lebih sempurna itu permintaan mr kenzein sebelum menghentikan penjelasannya.
Dan mr kenzein tidak lupa pada semua siswa siswi untuk saling berkenalan terlebih dulu sebab baru saat ini kandidat yang akan mengikuti lomba di kumpulkan bersama,selama ini mr kenzein tidak pernah mempertemukan mereka bersama biasanya mereka menghadap mr satu tim dalam satu proyek.
Wajar bila mereka semua tidak saling mengenal hanya sekedar tahu untuk adik kelas itupun hanya dengan seseorang seperti alton yang sering jadi buah bibir karena keusilannya,terlihat rasa sungkan dari siswa siswi yang masih adik kelas yang memperkenalkan diri pada kakak kelas termasuk akan satu cewek yang jadi fokus alton.
Alton seperti memahami ada rasa sungkan yang dirasakan cewek yang berada di depannya saat ini untuk memperkenalkan diri,pada akhirnya alton sebagai lelaki lebih dulu memperkenalkan diri siapa dirinya walaupun dengan rasa yang tidak menentu yang alton rasakan.
"Alton kelas Xii ipa 1" ada rasa gugup yang alton rasakan saat menyebutkan identitas dirinya,dengan senyum ramahnya alton mengulurkan tangannya tanda perkenalan.
"Ilmi kelas Xi ipa 1" terdengar tegas tapi lembuta disertai senyum simpul tanpa uluran tangan dia hanya menangkupkan tangannya di dada.
Alton tidak kecewa tapi memahami maksud yang ilmi tunjukkan pada dirinya,ada kesan yang sangat dalam dari perkenalan ini dalam benak alton.
Tidak lama waktu istirahat pun tiba,seperti biasa alton berkumpul bersama gengnya di kantin sekolah tempat favorit mereka berkumpul.
"Gimana persiapan lomba bro?" tanya abi yang sebenarnya kecewa tidak bisa lolos sebagai kandidat.
"Ya..gitu deh" dengan menghela napas alton membalas pertanyaan abi.
"Gitu..gimana maksud loe?" rasa penasaran evan ikut bertanya.
"Ya..gitu siap berangkat dua minggu kedepan" jawab alton yang seperti enggan banyak bicara kali ini.
"Gimana sih loe..seperti tidak semangat,kenapa loe?" surya banyak bertanya pada alton sebab tidak seperti biasanya dia terlihat tidak bergairah.
"He..he memang terlihat seperti itu yah" alton dengan tertawa disertai nyengir kuda yang di tunjukkan pada kawan-kawannya menjawab seenaknya.
"Ga..seperti itu,ga lucu lagi al !"ujar erlan dengan tampang muka jeleknya di tunjukkan pada alton.
"Kayaknya dia kesambet setan laboratorium deh..ayo kita ruqiyah"pinta abi dengan gaya seperti orang membacakan do'a di kepala alton dan alton membalasnya dengan gaya orang kesurupan kejang-kejang gitu.
Kawan yang lain hanya bisa ikut memberikan ucapan "amin...amin..amiin" dengan tawa yang mereka tahan selama abi masih memegang kepala alton.
"Kenapa kita jadi sama gilanya yah..!" ucap surya yang membuat tawa keluar dari mulut mereka semua membuat kantin berisik.
"Lagian gue ga kenapa-kenapa loe bilang kesurupan" protes alton yang menghabiskan minuman milik abi.
"Bakal sepi ini sekolah selama loe pergi" canda evan dengan menepuk pundak alton.
"Loe..mau gantiin juga boleh" alton menjawab dengan tersenyum.
__ADS_1
"Gue mikir dua kali untuk gantiin loe untuk yang satu ini al"surya menggelengkan kepalanya tanda tidak sanggup.
"Gue bisa di hapus dari kartu keluarga kalau sampai gantiin loe al" erlan ikut menambahkan.
"Van..gimana sih rasanya jatuh cinta?" tanya alton tiba-tiba merubah topik pembahasan.
"Cie..cie cewek mana yang loe taksir?" goda abi dengan menatap wajah alton serius seakan tidak percaya dengan apa yang di dengarnya.
"Rasanya dunia leo happy dan pengen dekat terus sama tuh cewek,pokoknya loe pengen perfect didepan cewek itu" evan menjelaskan pertanyaan alton.
"Loe ngerasain seperti itu ga?" tanya surya yang sebenarnya ingin menggoda alton.
"Eem..gimana yah,ga tahu gue bingung jelasinnya ke loe" dengan muka memerah alton membalas yang dapat diartikan alton malu.
"Jujur aja al,kenapa harus malu" pinta evan yang sudah bisa jatuh cinta bahkan sudah sering putus sambung.
"Gue harus gimana ngomongnya,gue sendiri ga ngerti dengan yang gue rasain" dengan malu alton tidak bisa menjelaskan yang dia rasakan saat ini.
Belum selesai kawan-kawan alton membombardir apa yang di rasakan alton waktu istirahat sudah harus berakhir dengan perasaan menggantung mereka harus berpisah ke dalam kelas masing-masing.
Bel masuk terdengar membuat semua siswa berhamburan masuk kedalam kelas,termasuk alton yang sepertinya tidak bergairah untuk menerima pelajaran kali ini.
Seperti sejalan dengan pemikiran alton ada ide gila yang akan membuat dirinya tidak akan di ijinkan mengikuti pelajaran kali ini.
Alton melihat salah satu siswi membawa obat gosok serupa jaksel dan dengan santai dia meminta pada kawannya.
"Boleh gue minta?" pinta alton dan pemilik menyetujui permintaan alton.
Kali ini alton ingin membuat usil pada kawan lelakinya yang baru saja berulang tahun,ide gila alton mengoleskan balsem pada tempat duduk kawan lelakinya itu.
Kawan yang lain tahu tapi sorot mata alton seperti memerintah semuanya untuk diam dan mereka setuju mengikuti ulah usil alton.
Awalnya berjalan bisa saja sampai dengan mr renaldi selesai memberikan penjelasan di papa tulis tapi lama-lama rasa panas yang dirasakan kawan lelaki alton semakin menjadi dan dengan suara lantang dia berteriak "Auw..auw panas,panas mr mohon ijin kebelakang"dengan berjingkrak dia menahan panas pada pantatnya dan tawa kawan satu kelasnya di berikan pada dirinya.
Alton sudah tahu apa konsekwensinya bila membuat usil tapi kali ini dia merasa senang bisa bebas di luar kelas sesuai keinginan hatinya saat ini yang tidak ingin belajar didalam kelas.
Dia berjalan di koridor kelas yang hening karena waktu siswa dalam keadaan belajar,tapi ada hal yang menarik perhatiannya saat melewati ruangan mushola sekolah,ada mahluk manis yang baru saja menyelesaikan sholat dan berniat keluar dari ruangan itu.
"Astagfirullah..kakak" ucapnya terlihat kaget dengan tangan memegang dada.
"Maaf bila membuat mu terkejut" kali ini alton berusaha santai walaupun dengan jantung yang berdetak kencang.
"Ya,tidak apa..kakak kenapa berada di luar kelas?" tanyanya dengan suara tegas seperti biasa tapi terdengar lembut di telinga alton.
"Biasalah.." tanpa malu alton mengakui perbuatannya yang merugikan orang lain.
"Oh..maaf saya permisi,mari kakak assalamualaikum" ucap ilmi lirih seperti mengerti kenapa saat ini alton ada di luar dan berpamitan meninggalkan alton yang merasa kali ini malu pada dirinya karena ucapan ilmi seakan dirinya tidak baik dimata ilmi.
Alton seperti mendapatkan teguran langsung dari ilmi yang sepertinya tidak menyukai tidakkan yang alton lakukan walaupun tanpa memberikan penjelasan salah atau benar,dan alton teringat ucapan evan bila kita menyukai seseorang kita ingin terlihat perfect di mata seseorang itu ternyata benar adanya.
Alton memilih masuk kedalam ruangan perpustakaan dan dia menghabiskan waktunya dengan membaca buku yang menarik perhatiannya dan tanpa disadari abi masuk dan menyapanya.
"Kenapa loe di sini?" tanya abi yang kebetulan di minta salah satu guru untuk mengambil beberapa buku.
"Kepo..!" balas alton dengan suara sedikit keras.
Abi tahu alton kena hukuman dan muncul ide jail abi yang sebenarnya ingin menggoda alton,abi meminta kertas pada petugas perpustakaan beserta lem.
Abi menulis kalimat konyol yang alton tidak akan tahu kalau dirinya akan kena batunya kali ini oleh kawan dekatnya yang tahu alton saat ini lagi kasmaran pada seseorang.
"Gue..duluan bro" ucap abi yang memeluk alton sebagai salam yang biasanya mereka lakukan tapi tidak hanya peluk yang abi lakukan dia menempelkan kertas yang tertulis awas lagi sensi sebab lagi jatuh cinta.
__ADS_1
Abi tidak berhenti tersenyum seorang diri mengingat apa yang dia lakukan dan apa yang akan terjadi masih terbayang di benak abi.
Setelah beberapa saat keusilan abi mulai terlihat hasilnya mulai dari pengunjung perpustakaan yang senyum-senyum setelah membaca tulisan di punggung alton dan berlanjut sepanjang lorong sekolah.
Banyak siswi yang merasa besar kepala seakan dirinya yang jadi incaran alton,sebaliknya alton merasa tidak nyaman dan berpikir ini gila sebab mereka dengan percaya diri berucap "serius loe suka gue al !",alton hanya bisa mengusap mukanya ini sudah di luar akal sehatnya pikir alton tanpa mencari tahu ada apa.
Tidak terkecuali kawan-kawan dekat alton yang sengaja tidak menyudahi keusilan ini,mereka hany bisa tersenyum dan pura-pura tidak tahu yang paling senang kawan-kawan satu kelasnya seakan puas terbayarkan berharap alton merasakan hal yang sama seperti mereka yang pasti rasa malu.
Begitupun dengan guru-guru seakan senang ada yang berani membuat alton dalam kesulitan walaupun ingin menjelaskan ada sesuatu di balik punggung alton tapi bolehlah sesekali alton yang jadi korban pikir guru-guru yang terlihat tersenyum senang,tapi tidak dengan alton yang bingung dengan prilaku gurunya pada dirinya yang tidak seperti biasanya.
Sepertinya alton harus ada seseorang yang menyadarkan tindakannya selama ini salah dan mungkin hanya seorang berpengaruh yang bisa membuatnya sadar,bisa jadi ilmi orang yang tepat itu,rencana tuhan itu indah dan datang di waktu yang tepat.
Alton kembali di pertemukan di satu ruangan yang sama dengan ilmi dalam suasana yang berbeda tapi membuat alton menyadari dirinya telah melakukan kekeliruan yang pastinya melukai hati seseorang walaupun niatnya tidak untuk menyakiti hanya keusialan semata.
"Awas lagi sensi sebab lagi jatuh cinta" ucap ilmi yang sebenarnya hanya iseng membaca tulisan di balik punggung alton.
Sesaat alton tersanjung seperti ilmi mengerti apa yang ada dalam hatinya kalau dirinya mulai mengagumi dirinya.
"Ko..tahu" ucap alton yang langsung membalikkan badan menghadap ilmi dengan rasa percaya diri.
"Maaf itu.." ilmi menunjuk punggung alton,yang membuat alton mulai menyadari dirinya terlampau percaya diri.
"Apa?" tanya alton yang merasa besar kepala ilmi mengetahui apa yang dia rasakan saat ini.
"Maaf.." ilmi mengambil kertas di balik punggung alton dan alton malu bukan kepalang dengan muka memerah didepan ilmi.
"Maafkan ucapan saya" masih dengan rasa malu alton berucap maaf pada ilmi,rasanya ingin menarik kembali semua tindakannya yang terlampau percaya diri.
"Bukan dengan saya kakak meminta maaf tapi pada orang-orang yang telah kakak usilin selama ini,maaf sebelumnya bukan niat saya mengurui tapi hanya berniat mengingatkan kakak saja" ilmi dengan sopan sedikit memberikan penjelasan pada alton.
Ternyata ada kesalah pahaman dalam hal ini,alton meminta maaf karena terlalu percaya diri menyatakan kalau dirinya mulai menyukai- ilmi,sebaliknya ilmi mengartikan alton meminta maaf karena tindakannya selama ini pada orang-orang yang pernah menjadi korban keusilannya.
Walaupun ada kesalah pahaman alton bisa mengartikan kalau dirinya telah menerima akibat dari kesalahannya.
Alton merasa sangat malu pada ilmi,ada rasa penyesalan pada diri alton yang hanya bisa diam tertunduk lesu dengan penyesalan yang dalam,mengapa disaat dirinya ingin mengenal siapa ilmi dirinya harus menerima akibat dari perbuatannya selama ini.
"Belum terlambat kalau kakak ingin memperbaiki apa yang selama ini kakak lakukan " ucapan ilmi kembali menjadi penyesalan terbesar dalam hidupnya.
"Eem..pakah saya pantas di benci?" tanya alton yang bingung harus memanggil apa pada ilmi.
"Tidak ada yang berhak membenci seseorang dengan segala yang telah dilakukannya sebab pasti punya alasan sendiri sebagai bentuk pertanggungjawaban terutama pada dirinya sendiri " kembali alton di buat kagum dengan cara berpikir ilmi tidak seperti anak seusianya.
"Panggil saya ilmi" pinta ilmi dengan sopan.
"Bisakah kita berteman?" pinta alton pada ilmi.
"Bukankah selama ini kita berteman?" saut ilmi bingung dengan permintaan alton.
"Oh..iya" sepertinya alton tidak bisa berpikir dengan baik kali ini.
Apa yang ilmi ucapkan semuanya dibenarkan oleh hati kecil alton yang selama ini sudah banyak melukai banyak orang tanpa sadar walaupun di lain waktu tidak malu dirinya meminta maaf akan perbuatannya,tapi tetap saja setiap perbuatan ada konsekuensinya baik untuk dirinya maupun orang lain.
Alton semakin mengagumi pribadi ilmi yang tidak seperti cewek yang selama ini ada di kelasnya bahkan cewek-cewek satu angkatannya.
Tidak lama ilmi berpamitan lebih dulu meninggal alton yang makin ingin lebih mengenal pribadi ilmi bahkan berharap ilmi menjadi orang spesialnya.
Dan alton bertekad ingin jadi seseorang yang lebih baik kedepannya terutama dalam bersikap dan ingin meninggalkan imej selama ini yang terkenal usil.
Alton seakan malu pada dirinya bila dirinya tidak berubah sebab dia berharap ilmi bangga pada dirinya karena hal yang positif bukan dengan keusilan yang selama ini dia banyak di kenal di sekolahnya.
Sebenarnya alton menilai terlalu berlebihan dirinya karena terlalu di butakan oleh keinginan untuk mengenal ilmi lebih dekat,mungkin akan di maklumi oleh kawan dekatnya yang sangat mengenal pribadinya.
__ADS_1
Perubahan untuk lebih jadi pribadi lebih baik lagi sebenarnya mendapatkan dukungan dari kawan dekatnya hanya saja akan ada sesuatu yang hilang pada awalnya,tapi untuk hal yang lebih baik memang akan terasa aneh tapi lambat laun akan jadi hal biasa kawan dekat alton terus memberikan semangat pada alton.
Tapi bagaimana dengan perjuangan alton untuk bisa mendapatkan hati ilmi yang terkenal santun dan taat akan tuhan di tambah memiliki kepandaian yang bisa di anggap remeh bahkan bisa di bilang salah satu yang terbaik diangkatnya.