
Kesibukan alton semakin padat menjelang ujian akhir,dari mengikuti bimbingan belajar ditempat terkenal yang dapat meluluskan masuk perguruan tinggi negeri hingga masuk ke akademi favorit ikatan dinas yang selalu jadi incaran siswa siswi jenius dan juga keinginan orang tuanya,bimbingan belajar di tempat ini cukup menjadi referensi juga untuk anak-anak yang ingin bersekolah ke luar negeri yang cukup terkenal.
Alton sendiri dalam keadaan galau dengan keinginan orang tuanya yang berharap dirinya bisa mengikuti jejak beliau untuk menjadi dokter apalagi hanya alton satu-satunya yang akan menjadi pewaris tunggal sedangkan dia sendiri belum punya pilihan sekolah mana yang akan menjadi penentu masa depannya.
Gerimis di siang ini membuat alton enggan beranjak dari perpustakaan untuk mengisi waktu kosong karena guru yang mengajar di kelasnya berhalangan hadir karena sakit hanya memberikan tugas yang sudah alton kumpulkan.
Seperti biasa perpustakaan akan ramai di kunjungi siswa siswi disaat waktu istirahat seperti siang ini yang turun hujan,dari yang sekedar ingin membaca,mengembalikan dan meminjam kembali bahkan ada yang sekedar melihat-lihat saja.
Banyak siswa yang menjadi pengunjung tetap di perpustakaan ini salah satunya ilmi yang selalu menghabiskan waktunya untuk membaca buku bahkan sesekali meminjam buku yang belum selesai dia baca untuk di lanjutkan di rumah atau buku yang menunjang tugas-tugas sekolahnya.
Kali ini ilmi tidak sendiri ditemani hilya dan beberapa teman lain yang enggan untuk pergi ke kantin,mereka sepertinya asyik melihat-lihat buku yang tertata rapi di rak buku.
Salah satu dari mereka menunjukkan gambar dalam buku yang membuat mereka sangat tertarik dari apa yang dilihatnya saat ini.
"Sisain dong buat gue satu yang seperti ini" ucap salah satu teman ilmi pada hilya.
"Gue juga mau kali" tambah yang lain yang membuat matanya berbinar tanda sangat gembira.
"Mi..coba lihat,gue suka"histeria yang lain masih dalam rasa senang.
"Ya..terlihat gagah dengan seragam yang dipakainya" ucap ilmi apa adanya sesuai yang dilihatnya tanpa bermaksud lain.
"Gue mau jadi some one dihatinya" ucap yang lain yang terdengar pengunjung perpustakaan.
"Stttt..ini perpustakaan non,bukan cafe !" seseorang mengingatkan yang membuat hilya menutup mulutnya dan menarik ilmi untuk duduk dan membaca buku yang telah diambilnya.
Mereka tidak menyadari kehadiran alton yang hanya terhalang oleh buku yang tersusun rapi di balik rak,alton sedikit mengambil kesimpulan sendiri tanpa mencari tahu kebenarannya yang sebenarnya,dia hanya yakin dengan apa yang didengarnya dari ucapan ilmi yang menyukai sosok lelaki yang berada dalam lingkungan militer.
Alton yang saat ini memiliki rasa kekaguman pada sosok ilmi seperti ingin mewujudkan impian ilmi dengan menjadikan dirinya lelaki yang saat ini ilmi idamkan.
Seperti alton mendapatkan pemecahan dari kegalauan masa depannya setelah mencuri dengar apa yang ilmi ucapkan,dan alton merasa yakin dirinya bisa mewujudkan harapan ilmi untuk jadi some one seorang ilmi yang menurut alton sangat spesial di hatinya saat ini.
Siang menjelang sore ini langit masih terlihat mendung tapi sudah tidak lagi hujan,kawan-kawan alton berkumpul di lapangan basket untuk menghabiskan waktu dengan bermain basket yang sudah menjadi kegemaran mereka.
Terlihat baju mereka basah karena keringat yang mengalir deras membasahi tubuh karena aktivitas yang mereka lakukan,tapi tidak menyurutkan semangat mereka yang terus bermain basket.
"Gue haus..gue ke kantin dulu" abi mengundurkan diri dari permainan yang langsung meninggalkan lapangan basket.
"Jangan pake lama !!" teriak evan pada abi yang hanya memberikan tanda dengan tangannya.
Sesuai permintaan evan tidak lama abi sudah hadir dilapangan dengan setengah berlari membawakan beberapa botol minuman yang di belinya dari kantin untuk dibagikan pada kawannya.
Sesaat permainan terhenti dengan kedatangan abi yang menyodorkan minuman pada mereka yang benar-benar kehausan.
"Busyet..seger bener !" ucap erlan yang menghabiskan minuman sekali teguk.
"Ga..salah tuh" canda evan yang membuat mereka tertawa bersama.
"Bocor kali botolnya?" alton ikut menambahkan dengan bersandar di pagar lapangan.
Begitu pula yanga lain merebahkan diri di lapangan basket tanpa berpikir kotor masih dengan kondisi badan berkeringat.
"Sepertinya gue akan tetap mengikuti permintaan ortu untuk mengambil jurusan bisnis" surya mengawali perbincangan seputar study masa depan.
"Serius loe ga akan nyesel?" evan bertanya pada surya yang menghela napas panjang.
"Ya..gimana lagi hanya gue yang bisa mewujudkan keinginan ortu"kawan-kawan surya bisa mengerti sebab hanya surya anak lelaki dalam keluarga surya selebihnya anak perempuan yang dimiliki keluarga surya.
"Kalau loe?"tanya erlan pada alton yang hanya diam menjadi pendengar.
"Al kan anak mami pasti pasti mendengarkan apa kata maminya" canda evan pada alton.
"Sebenarnya gue juga punya keinginan sendiri untuk masa depan gue" ujar alton yang terlihat serius kali ini dimata kawan-kawannya.
"Serius anak mami?" surya tidak percaya dengan apa yang baru saja alton diucapkan.
"Bukan hanya serius bahkan lebih dari seribu rius !" ucapan alton membuat kawan-kawannya makin tidak percaya sebab selama ini alton sangat mendengar tiap ucapan orang tuanya.
"Memang loe mau ambil jurusan apa bro?"tanya abi yang serius mendengarkan.
"Gue mau masuk akabri"kawan-kawan alton sangat terkejut mendengar apa yang baru saja alton ucapan sebab selama ini baru pertama kalinya alton berbicara tentang militer.
__ADS_1
"Gila loe..Ga salah loe?"ucap evan yang masih belum bisa percaya.
"Gue ga main-main..memang gue salah gitu masuk akabri" alton ingin kawan-kawannya memberikan penilaian tentang pilihannya.
"Ga..ada yang salah hanya saja kita semua tahu siapa loe dan bagaimana keluarga loe?" erlan seperti menjelaskan pada alton.
"Ingat bro ortu loe hanya punya loe"abi menambahkan dengan menepuk pundak alton.
"Gue tahu tapi dengan masuk akabri gue bisa mengejar masa depan gue" ucapan alton membuat banyak pertanyaan dalam benak kawan-kawannya.
"Maksud loe?"surya di buat penasaran dengan apa yang alton ucapakan.
"Gue ga percaya jangan-jangan keinginan loe karena seseorang"evan seperti bisa membaca pikiran alton yang langsung membetulkan posisi duduknya.
"Memang kenapa bila karena seseorang?" ucap alton pada evan yang terdengar serius.
"Ga..apa-apa cuma sangat disayangkan saja loe lebih memilih orang yang belum loe kenal betul dengan mengorbankan harapan ortu loe" surya memang terkenal paling dewasa secara pemikiran maklum saja dia anak lelaki pertama dari keluarganya yang harus menjadi pelindung untuk saudara perempuannya dan keluarganya.
"Kalau boleh gue menambahkan belum tentu juga dia tahu perasaan loe sama dia di terima sebab gue tahu loe baru suka doang belum jadi some one untuk seseorang itu benarkan?!"evan sedikit menyelidik yang sedikit banyak tahu siapa alton untuk soal rasa.
"Coba loe pertimbangan dulu..jangan sampai menyesal dengan mewujudkan harapan seseorang tapi menyakiti orang yang lebih dulu menyayangi loe al" surya kembali mengingatkan alton.
Alton kambali dalam kebimbangan dalam menentukan masa depannya dan batinnya kembali mempertimbangkan mana yang harus menjadi prioritasnya yang menurut dirinya sulit.
"Apa salahnya loe didiskusikan dulu dengan ortu loe,kalau pun harus memenuhi keinginan loe tapi tidak menyakiti hati ortu loe terlau dalam al" erlan juga tidak mau kalah ikut menambahkan.
"Ingat loe harapan ortu loe cuma ada dipundak loe seorang"kembali abi menambahkan dan kawan-kawan alton cukup mengenal dirinya dan keluarganya.
Alton bersyukur memiliki kawan-kawan yang baik dan sangat mengenal siapa dirinya serta keluarganya dan sangat memahami keinginan dari alton,hanya saja keinginan kawan-kawan alton tidak ingin alton menyakiti dan harapan orang tua alton yang berharap menjadi penerus keduanya dalam urusan masa depan.
"Terimakasih yang bro sudah memberikan masukan buat gue" alton merangkul surya dengan tangannya.
"Gue ga.."ujar abi yang langsung berpelukan bersama yang membuat tawa bersama.
Kebersamaan ini membuat mereka tidak merasa sendiri salah satunya alton yang anak semata wayang yang tidak memiliki teman untuk berbagi dan alton bersyukur memiliki mereka yang selalu ada untuk dirinya kapanpun siap saat di butuhkan.
Sore menjelang malam nampak kemerahan lembayung senja menunjukkan warnanya begitu cerah,alton berserta kawan-kawannya meninggalkan gedung sekolah untuk menuju rumah masing-masing.
"Siap..gue duluan by"surya lebih dulu membalas dan siap meninggalkan gedung sekolah di susul dengan yang lain dari belakang.
Setiba dirumah alton disambut oleh asisten rumah yang terbilang paling di hormati yang sudah seperti mama bagi alton yang dipanggil ibu oleh alton sedangkan yang lain alton panggil mba karena usia mereka lebih muda dari pada yang dipanggil ibu oleh alton.
"Mau di buatkan minum apa mas?" tanya asisten pada alton ramah.
"Terimakasih bu..saya mandi dulu"balas alton ramah dan langsung menuju kamar miliknya yang tertata rapi dan wangi.
Alton memilih menghabiskan waktunya di kamar tanpa mengetahui kedatangan orang yang di hormatinya dari tempat kerjanya.
"Mba..mas al sudah pulang?" tanya mama alton pada asistennya yang kebetulan menyiapkan makan malam.
"Sudah bu sepertinya mas al dikamar" asisten rumah menjelaskan pada nyonya rumah yang baru saja masuk kedalam rumah.
"Ya sudah terimakasih mba"balas mama alton yang langsung masuk kedalam kamar untuk membersihkan diri.
Menjelang adzan magrib keluarga kecil alton berkumpul di tempat sholat yang selalu jadi rutinitas menjelang malam untuk sholat bersama dan di lanjutkan makan malam bersama.
Tidak ada pembahasan apapun dari mereka sampai selesai makan malam dan saat bersantai di ruang keluarga mereka saling berbagi cerita seputar keseharian mereka.
"Terimakasih mba" ucap mama alton pada asistennya yang membawakan makan ringan.
"Sama-sama bu..selamat dinikmati"ucap asisten rumah dengan tersenyum sopan dan meninggalkan memilik rumah menikmati apa yang telah di sungguhkan olehnya.
"Gimana sudah ada pengumuman dari sekolah siapa saja yang lulus masuk perguruan tinggi negeri?" tanya papa pada alton yang duduk bersandar di pundak mamanya manja.
"Belum"alton menjawab singkat tanpa penjelasan lainnya.
"Rencana mas mau tes dimana lagi?" tanya mamanya ingin tahu.
"Bolehkan al memilih sekolah lain pah?" pertanyaan alton membuat mamanya menatap alton serius.
"Sekolah apa yang mas maksud?" tanya papa alton masih tidak percaya dengan permintaan alton.
__ADS_1
"Al ingin masuk akabri pah" alton langsung mengutarakan keinginannya tanpa basa basi pada kedua orangtuanya.
"Untuk apa semua ini yang papa rintis dari bawah al !"tidak ada kemarahan yang papa alton tumpukan pada putranya hanya menjelaskan yang sebenarnya.
"Maafkan al pah..tapi al juga punya keinginan yang sesuai yang al mau" begitupun alton hanya ingin menyuarakan keinginannya.
"Kalau saja anak papa bukan hanya al mungkin akan papa kasih al kebebasan tapi..papa mohon al hanya kamu satu-satunya harapan papa" papa alton tertunduk sepertinya merasakan beban berat dalam pikirannya.
"Mas bisakan menuruti keinginan papa?" pinta mama alton yang kali ini ikut bicara.
"Ingat al semua ini untuk mu..kami akan menua siapa lagi akan meneruskan semua ini yang dengan susah payah papa perjuangkan hanya al harapan satu-satunya papa" papa alton seperti mengeluarkan isi hatinya dengan suara sedikit menahan amarah karena kecewa pada putranya.
Mama alton yang tidak lagi bisa melihat situasi ini dengan tenang mulai terlihat kesedihan dan tanpa terasa air matanya jatuh menetes,dipikirannya terbayang putranya akan menjalani hari-hari yang jauh dari keluarga dengan medan berat yang harus di hadapinya dalam tugas yang tidak ringan harus dijalani tanpa bisa menolak.
Alton yang selama ini tidak pernah menyakiti hati kedua orangtuanya baik dari ucap sampai tingkah lakunya baik dirumah maupun di luar rumah selalu baik yang orang tuanya tahu mungkin ada kenakalan kecil masih terbilang wajar namanya juga anak lelaki tapi kali ini alton membuat kecewa dari pernyataan yang disampaikannya bisa jadi ini hanya sekedar keinginnya saja tapi bagi kedua orang tua alton ini tidak biasanya putranya melakukan hal seperti ini.
Alton tahu pernyataan dirinya membuat kecewa orang tuanya tapi dirinya hanya ingin mengungkapkan isi hati dan jalan pikirnya walaupun pada pelaksanaannya alton harus menerima kenyataan papa dan mamanya harus terluka.
Alton sangat bersalah melihat mamanya sampai menangis karena pernyataannya yang sangat bertolak belakang dengan harapan keduanya dan kembali membuat alton dalam persimpangan jalan yang harus memilih sebab kedua-duanya pilihan sulit yang harus alton pilih karena kedua-duanya orang yang alton istimewakan dalam hidup alton,walaupun alton tidak bisa pungkiri salah satu diantara pilihannya adalah seseorang yang baru alton kenal yang mulai menghiasi hari-harinya.
"Papa mohon pertimbangkan kembali ini semua demi kebaikan al di masa depan termasuk masa depan kami berdua ada di tanganmu al !!"kali ini papa alton berucap tegas pada putra semata wayangnya tanpa main-main.
"Papa mama maafkan al bila ucapan al telah melukai hati papa mama,akan al pertimbangan sekali lagi maafkan al"alton mencium mamanya yang masih terlihat sedih dan alton mencium tangan papanya juga memeluknya.
"Papa berharap keputusan al berpihak pada kami dan kami tunggu keputusan itu secepatnya" papa alton menepuk pundak alton seperti menaruh harapan pada putranya begitu pun dengan alton yang sebenarnya tidak ingin kedua orang tersayang kecewa karena keputusan dirinya.
Setiap orangtuanya pasti punya harapan akan anaknya memiliki masa depan yang cerah bahkan lebih baik dengan dirinya dengan harapan tidak merasakan ketidak nyamanan dalam hidup bila perlu apapun telah disiapkan untuk keperluan hidup anaknya seperti itulah orangtua dalam mengungkapkan rasa sayangnya pada anaknya.
Mungkin terlihat berlebihan yang terlihat tapi memang seperti itu realitanya apa yang orang tua punya akan di berikan pada penerusnya tanpa berpikir bagaimana perjuangannya dulu untuk meraih semua yang telah mereka butuhkan demi kehidupan yang lebih baik kedepannya bagi penerusnya.
Kini alton termenung seorang diri di taman belakang ditemani lampu taman yang tidak begitu terang tapi bisa membuat taman terlihat keindahannya.
"Jangan melamun mas" tegur satpam rumah alton yang kebetulan berkeliling memeriksa tiap sudut rumah.
"Enggak pak.." balas alton dengan pikiran masih galau belum bisa menentukan arah.
"Masih muda mas masih banyak yang bisa dilakukan" pak satpam masih belum meninggalkan alton.
"Bapak bisa aja"balas alton dengan tersenyum.
"Apa sih yang membuat mas melamun kalau bapak boleh tahu?" pak satpam mendekat ke alton yang duduk santai.
Alton memang dekat dengan semua penghuni rumahnya tanpa terkecuali bapak yang satu ini yang bertugas sebagai penjaga rumahnya memang dia tidak sendiri ada beberapa orang lagi yang bertugas menjaga rumah besar orang tua alton.
Alton menceritakan apa yang sedang dialaminya dalam menentukan pilihan yang menurut alton kedua-duanya berat bila harus memilih tapi tidak bisa juga di korbankan karena semuanya untuk masa depannya.
Setelah menceritakan duduk persoalan yang alton hadapi saat ini bapak satpam yang terbilang sudah banyak makan asam garam kehidupan memberikan masukkan pada alton yang membuat alton cukup kagum pada sosok penjaga rumahnya.
"Kenapa tidak keduanya mas jalani saja walaupun tidak mungkin bersamaan waktunya"masukkan dari lelaki paruh baya ini masuk akal pikir alton yang terbilang masih sangat muda yang harus semua memakai bahasa logika.
"Kenapa tidak terpikirkan oleh ku yah..pak" terlihat wajah bahagia alton yang membuat pak satpam tahu anak pemilik rumah dirinya berkerja tidak lagi muram.
"Bisa jadi mas terlalu fokus pada hal tertentu jadi mas tidak bisa berpikir baik sebagai bahan pertimbangan" ujar pak satpam dengan tidak bertujuan untuk alton mengikuti saran darinya.
"He..he bener juga sih" alton tersenyum membuat satpam rumahnya ikut tersenyum.
Tidak lama keduanya meninggalkan taman belakang,alton memilih langsung masuk kedalam kamarnya dan merebahkan tubuhnya diatas kasur empuk miliknya dengan pandangan mata menatap langit-langit kamarnya.
Terbayang paras manis ilmi yang tidak pernah menunjukkan sikap berlebihan sebagai perempuan tapi lebih menunjukkan sikap mandiri dan tidak mau bergantung pada orang lain dan selalu mau membantu tanpa ada maksud lain.
Alton tersenyum sendiri yang menurut dirinya ilmi adalah gadis pertama yang menarik hatinya padahal banyak gadis di sekolahnya tidak kalah cantik dan modis tapi tidak membuat hatinya tertarik sedikitpun,bagi alton mereka terlihat biasa saja seperti gadis kebanyakan yang dinilai cantik hanya itu saja tidak lebih.
Alton juga sadar dirinya seperti bukan dirinya setelah melihat ilmi ada sesuatu yang harus dirinya lakukan berharap ilmi dekat dengan dirinya dan nyaman bersamanya.
Satu lagi yang alton rasakan pada dirinya banyak berubah ingin jadi pribadi yang lebih baik terutama dimata ilmi,bahkan alton tidak jail lagi seperti dirinya sebelum mengenal ilmi.
Dahsyatnya cinta bisa merubah seseorang secepatnya membalikkan telapak tangan tanpa ada permintaan bisa langsung terwujud dan kini tidak terdengar lagi suara keras memanggil nama dirinya akibat ulah usilnya
Memang seperti ada yang hilang diawal-awal perubahan alton tapi lambat laun sudah terbiasa seiring berjalannya waktu bahkan alton sudah tidak lagi meninggalkan kelas seperti dahulu.
Perubahan pada diri alton cukup dirasakan terutama kawan satu kelasnya dan guru-guru tapi mereka hanya berpikir alton berubah karena alasan akan memasuki ujian dan ingin lebih fokus untuk belajar tidak ada yang tahu alton saat ini jatuh cinta pada seorang ilmi begitupun dengan kawan-kawan dekatnya hanya tahu alton menaruh hati pada seseorang tanpa tahu siapa seseorang itu.
__ADS_1