
Semir angin menerpa dedaunan menambah sejuk suasana siang di sekolah alton yang sedang bersuka cita setelah menerima pengumuman dari pihak kampus dimana dirinya diterima tanpa harus bersusah payah menempuh ujian masuk lewat tes,alton melaluinya dengan jalur prestasi sekolah di dukung dengan kemampuannya dalam ajang bela diri di tambah prestasi bermain basket semakin mempermudah jalannya untuk di terima di kampus favorit incaran semua siswa yang mempunyai keinginan melanjutkan study.
Tapi tidak hanya alton yang lulus seleksi begitupun dengan kawan-kawan dekatnya pun sama di terima hanya saja mereka berbeda jurusan dengan dirinya tapi masih satu kampus hal ini menambahkan suka cita mereka yang akan tetap bisa berkumpul bersama.
Mereka akan tetap bersama walaupun tidak akan sama seperti masa di sma tapi masih bisa untuk sesekali bertemu disela kesibukan study yang akan mereka jalani.
Nama-nama mereka yang lulus masuk perguruan tinggi favorit terpajang di papan pengumuman yang bersanding dengan mading sekolah yang baru saja dipasang.
Nama-nama mereka saat ini jadi buah bibir seisi sekolah maklumlah mereka cowok-cowok keren dan sebaris nama lain yang sama-sama populer di sekolah tidak hanya pandai tapi juga memiliki paras yang mengagumkan yang menambah nilai plus yang dimiliki mereka.
Pada akhirnya ilmi juga mengetahui kalau alton diterima disalah satu perguruan tinggi favorit dengan jurusan yang terbilang favorit sebab banyak peminatnya dalam jurusan ini.
Ilmi bisa mengerti alton dapat diterima di kampus itu sebab semua tahu siapa dirinya yang memiliki kepandaian dan segudang prestasi,tidak sedikit cewek-cewek yang membahas alton saat ini tapi tidak dengan ilmi baginya siapa juga dirinya hanya sebatas mengenalnya tidak lebih.
"Gue tambah kagum deh sama kak alton" ujar salah satu teman sekelas ilmi yang masih asik bergosip di kelas dengan beberapa temannya yang sama-sama menjadi pengagum rahasia geng alton.
"Kak evan juga ih bikin gemes" ujar yang lain mengagumi sosok evan yang memang tampan.
"Pokoknya mereka semua perfect"ucap yang lain dengan rasa senang.
Ilmi hanya bisa menahan senyum dengan segudang pertanyaan dalam pikirannya sebegitu mengaguminya mereka pada kawan-kawan alton yang sebenarnya tidak mereka kenal secara pribadi,hanya jadi pengagum rahasia yang menilai mereka sempurna tanpa ada cela.
Ilmi bukan gadis yang suka ikut campur urusan orang apalagi dengan urusan lawan jenis bukan haknya melibatkan diri sebab itu sudah bersifat pribadi menurut ilmi yang memilih pendengar.
"Tapi gue denger-denger kak alton lagi jatuh cinta sama seseorang..gue patah hati deh"ungkap yang lain dengan muka putus asa dan juga kecewa sebagai pengagum.
"Tapi bagi gue cukup mengagumi dari jauh sudah cukup siapapun orangnya bagi gue tidak penting yang penting kakak alton ku sayang" ucapnya dengan tangan seperti memeluk dan tawa mereka terdengar.
Ilmi mendapatkan panggilan alam mau tidak mau harus meninggalkan kelas yang masih ramai bergosip seputar geng alton yang masih ramai menjadi buah bibir di sekolah.
"Mi..mau kemana?"tanya hilya yang baru menyadari ilmi sudah berada didepan pintu.
Ilmi menjawab tapi tidak terdengar suara dari tiap kata yang terucap dari bibirnya,hilya cukup mengerti dari baris kata yang ilmi ucapkan sebab suara ilmi tidak akan terdengar juga oleh hilya karena kelas ramai dengan suara gosip dan candaan dari yang lain saat ini.
"Hai.."sapa alton yang kebetulan keluar dari dalam toilet cowok.
"Kak..maaf saya"ilmi lebih memilih panggilan alam dari pada sapaan dari alton yang ditinggalkan ilmi masuk kedalam toilet.
Alton tidak bisa berbuat apa-apa hanya bisa menahan rasa kecewa yang alton rasakan sebab semakin sedikit waktu untuk lebih dekat dengan ilmi ditambah kesibukan dirinya yang sudah dekat dengan ujian akhir.
Tapi alton tidak putus asa dia masih berdiri di depan pintu toilet menunggu ilmi yang masih berada di dalam toilet,dan bertapa terkejutnya ilmi saat keluar dari toilet didapati alton masih berada di depan pintu utama toilet.
"Kakak..!"teriak ilmi yang terkejut melihat alton masih berdiri didepan pintu toilet cewek.
"Kenapa kakak masih disini,menunggu siapa?"ilmi bertanya pada alton ingin tahu.
"Menunggu kamu" jawab alton dengan apa adanya.
"Saya?"dengan menunjuk dirinya ilmi bertanya pada alton dengan rasa tidak percaya.
"Ya..kamu siapa lagi"alton merasa di buat grogi harus memulai dari mana.
"Ada perlu apa ya kakak?" ilmi to the poin pada alton tanpa basa basi tapi alton bisa mengerti dari apa yang ilmi sampaikan.
"Tidak perlu apa-apa hanya ingin melihat kamu lebih dekat saja" ungkapan kata yang terucap dari alton membuat ilmi bertanya balik pada alton.
"Maaf kakak saya ga bisa mengerti dari pernyataan yang kakak ucapkan?"ilmi hanya menyampaikan ketidak pahaman dirinya tanpa masuk lain.
"Kakak mengagumi kamu"alton dengan malu menyatakan apa yang sebenarnya dia rasakan.
"Maaf kak,sepertinya kakak salah orang deh" balas ilmi yang tidak nyaman dengan pernyataan alton saat ini.
"Ko kamu bisa bilang saya salah orang?"alton berbalik bertanya pada ilmi yang merasa tidak nyaman di situasi ini.
Dua pasang mata menatap dengan rasa penasaran pada ilmi dan alton yang masih berdiri di depan pintu utama toilet,sepertinya keduanya menerka-nerka ada hubungan apa ilmi dengan sang bintang sekolah.
__ADS_1
"Iya kakak salah orang maaf yah kakak saya harus kembali masuk kelas" ilmi meninggalkan alton yang merasa kecewa karena tidak bisa menjelaskan dengan jelas perasaan yang ada didalam hatinya.
Sepanjang lorong kelas yang di lalui ilmi untuk kembali masuk kedalam kelas,ilmi diliputi rasa tidak nyaman sebab menurutnya sedikit banyak ucapan yang keluar dari mulutnya telah melukai perasaan alton.
Di dalam kelas yang masih terdengar candaan dan obrolan santai untuk menghabiskan waktu istirahat,tetapi tidak membuat seorang ilmi ikut menikmati suasana kelas saat ini dia masih dengan kondisi yang sama mengingat ucapan alton yang tidak pantas di berikan pada dirinya yang tidak memiliki kelebihan apapun.
Tanda bel masuk membuat seisi kelas kembali ke tempat duduknya masing-masing dengan kelas dalam keadaan suasana sunyi hanya terdengar langkah kaki guru yang akan menuju ruangan kelas untuk memberikan ilmu pada muridnya.
Tingkat kedisiplinan sekolah ini memang cukup diacungi jempol terutama siswa siswanya dalam belajar,sepertinya tidak ada kata malas di sekolah ini,pantas saja sekolah ini menjadi sekolah favorit dengan persaingan kepandaian siswanya di atas rata-rata.
Setelah lamanya guru membagi ilmu pada siswanya kini tiba waktunya istirahat untuk membuat rileks otak mereka dengan mengisi nutrisi atau sekedar menikmati aksi beberapa siswa bermain basket di tengah lapangan.
Beberapa siswi yang satu angkatan dengan alton sengaja mencari ilmi yang kebetulan akan ke kantor dengan membawa beberapa buku yang akan diserahkan pada guru.
"Stop!!" perintah siswi yang terbilang cantik yang satu angkatan yang ilmi tahu.
Ilmi menuruti permintaan siswi itu tanpa memberikan pertanyaan apa lagi melawannya hanya diam pasrah.
"Ada hubungan apa kamu dengan alton?!"tanyanya dengan judes dan langsung tanpa basa basi.
"Hubungan apa..saya tidak punya hubungan dengan siapapun kak"balas ilmi tanpa ragu.
"Lantas apa yang kamu lakukan dengan alton didepan toilet tadi?"masih dengan raut wajah yang sama bertanya pada ilmi.
"Tidak ada apapun kak..coba saja kakak tanya sama kak alton,kalau kakak tidak percaya"ilmi bukan ingin membela diri tapi memang tidak ada hubungan apapun dirinya dengan alton.
"Bukankah alton bermaksud ingin lebih dekat dengan kamu ?!!"sepertinya rasa kesal sudah mulai dirasakan oleh siswa cantik ini pada ilmi yang terlihat tenang tanpa ada rasa takut padanya yang menghampiri ilmi tidak sendiri tapi dengan beberapa rekannya.
"Mana pantas kak saya dengan kak alton"ilmi yang selalu rendah hati menjelaskan siapa dirinya tanpa ragu.
"Syukur kalau kamu sadar siapa dirimu,terus apa yang alton bicarakan dengan kamu di depan toilet saat itu?!!"si cantik semakin penasaran pada ilmi yang didekati alton saat itu.
"Oh..soal itu kakak alton hanya bertanya soal buku saja tidak lebih kak"ilmi berusaha menjelaskan dan berharap kakak kelasnya mengerti setelah mendengarkan penjelasannya.
"Kamu tahu siapa alton?"tanyanya pada ilmi yang hanya menggelengkan kepalanya.
"Sekarang kamu sudah tahu jadi jauhi alton ok..!"pintanya pada ilmi yang terlihat mengerti walaupun dalam diam.
"Jangan diam saja kamu pahamkan dengan permintaannya !!"ucap teman si cantik pada ilmi yang mengangguk tanda mengerti.
"Pokoknya saya ga mau lihat lagi kamu bicara dengan alton !!" ucap si cantik dengan menepuk pundak ilmi sebelum meninggalkan ilmi.
Rekan si cantik sengaja menjatuhkan beberapa buku dari tangan ilmi sebelum pergi meninggalkan ilmi dan membuat ilmi memungut beberapa buku yang jatuh dengan rasa sedih diperlukan tidak nyaman hanya karena seorang alton dalam pikiran ilmi.
"Terimakasih kak" ucap ilmi pada seseorang lelaki yang tanpa ilmi sadari memberikan bantuan pada ilmi tanpa bertanya terlebih dahulu pada ilmi.
"Sama-sama maafkan mereka yah.."balasnya dan meminta pada ilmi untuk memaafkan perbuatan si cantik dan rekannya.
Ilmi tahu siapa yang memberikan bantuan padanya dia adalah salah satu kawan dekat alton lebih tepatnya evan tapi ilmi tidak mau merasa tahu banyak siapa mereka semua.
Tidak ada basa basi ilmi lebih memilih meninggalkan evan setelah berterimakasih padanya kembali melanjutkan ke kantor,ini bukan hal yang biasa bagi evan yang di buat penasaran oleh ilmi yang manis.
Evan yang dikenal playboy sepertinya ingin mencari tahu siapa ilmi,yang sebenarnya alton juga memiliki rasa yang sama hanya saja dia tidak terbuka pada kawan dekatnya hingga saat ini.
Dan benar saja tanpa ba bi bu evan langsung membahas siapa cewek yang batu saja bertemu dengannya pada kawan dekatnya yang saat ini berkumpul di kantin.
"Bi..gila bener cewek yang baru gue temui manis bener tapi sayang cuek abis bikin gue penasaran"evan langsung menjelaskan apa yang dirasakannya saat ini.
"Woi..woi kesurupan setan mana nih datang-datang langsung bahas cewek !"tegur abi yang masih menikmati segelas jus.
"Bukan setan dan gue ga kesurupan tapi ada mahluk manis di sekolah kita..itu loh yang pernah di bantu alton saat di kantin..ih dia manis bener dari dekat" ucapan evan membuat alton teringat akan ilmi yang memang manis.
"Kamu ketemu dimana?"alton langsung terpancing dan bertanya pada evan.
"He..he di dekat kantor sepertinya dia habis di interogasi clara cs"evan menjelaskan sesuai apa yang dilihatnya.
__ADS_1
"Serius..loe?"tanya abi yang siapapun tahu siapa clara yang cantik dan beberapa rekannya di sekolah ini.
Alton memilih meninggalkan kawannya tanpa berpamitan dan membuat kawannya bingung ada apa dengan alton yang tidak biasa.
Sepertinya alton mulai cemburu pada evan yang akan mendekati ilmi yang selama ini didekatinya,sangat terlihat wajah kesal alton yang menahan marah masuk kedalam toilet dan menutup pintu toilet kasar.
Alton meninju dinding toilet dengan keras berulang kali membuat tangannya terluka terlihat darah keluar dari kulitnya yang terluka tapi alton tidak menyudahi tindakannya, seandainya saja lelaki itu bukan evan teman dekatnya dia akan langsung memberikan bogem mentahnya pada wajah tampan evan tapi dia masih sadar betul arti sebuah persahabatan diatas segalanya buat alton.
Bel tanda masuk sudah berbunyi tapi alton masih berada didalam toilet masih dengan tangan berlumuran darah baginya luka di tangannya ini tidak sakit tapi lebih sakit penghianatan persahabatan jika hal itu sampai terjadi.
Alton keluar dari toilet setelah membersihkan darah dari tangannya yang masih saja terus mengalir dan tanpa di duga untuk kedua kalinya alton yang terluka bertemu ilmi yang kebetulan kembali dari kantor.
"Kakak..kenapa?"terlihat wajah khawatir ilmi yang alton lihat.
"Ga..kenapa-kanapa"alton masih bisa tersenyum di hadapan ilmi yang terlihat khawatir padanya.
"Kita ke klinik sekolah yah" pinta ilmi pada alton yang hanya bisa menuruti permintaan ilmi.
Ilmi kembali memberikan saputangan miliknya untuk memberikan pertolongan pertamanya pada luka di tangan alton.
Setibanya di klinik seorang perawat dan dokter membantu memberikan pertolongan pada alton yang terlihat kuat manahan perih dari lukanya yang di berikan obat oleh dokter yang terus saja menggodanya.
"Kalau luka hati ga harus melukai tangan mu al" goda dokter pada alton yang sepertinya tahu dari luka di tangan alton.
"Dokter bisa aja" balas alton yang meringis menahan perih.
"Gue..pernah muda al"ujar dokter pada alton yang membuat ilmi tidak paham.
"Ini..?"dokter menunjuk ilmi yang membuat ilmi makin tidak paham tapi berbeda dengan alton yang di buat salah tingkah.
"Apa sih dok..kepo deh"balas alton yang membuat perawat ikut tersenyum.
"Udah selesai jagoan harus gentle jangan cemen ok..!"ujar dokter pada alton yang makin malu di depan ilmi yang masih setia menemani alton diklinik sekolah.
"Terimakasih dok.."ucap alton yang ditepuk oleh dokter dan berbisik sebelum meninggalkan klinik.
"Jangan sia-siakan manfaatkan sebaik mungkin waktu sebelum meninggalkan dirinya berikan kepastian padanya ok..!" bisikan dokter membuat alton merasa diberikan semangat untuk bangkit.
Dalam perjalan menuju kelas alton meminta pada ilmi untuk bertemu di perpustakaan sepulang sekolah nanti yang membuat ilmi banyak pertanyaan dalam pikirannya apa permintaan dari alton untuk dirinya bertemu sepulang sekolah nanti di perpustakaan.
Permintaan alton tidak bisa ilmi tolak sebab alton dengan sangat memohon pada ilmi yang membuat ilmi tidak ingin melukai alton dari penolakannya.
Akhirnya keduanya berpisah hanya alton masih memandang saputangan milik ilmi yang sudah berubah warna karena noda darah miliknya,terbayang wajah khawatir ilmi yang melihat luka di tangannya yang membuat dirinya yakin ilmi mempunyai rasa yang sama dengan dirinya saling menyukai hanya saja ilmi tidak seperti dirinya lebih menunjukkan rasa suka itu sedangkan ilmi lebih menyembunyikan rasa itu dengan sikapnya yang tertutup.
Beberapa teman sekelas alton di buat penasaran dengan luka yang terbungkus ditangan alton yang sebenarnya buat sendiri oleh alton karena rasa kesal pada dirinya sendiri yang belum bisa mengutarakan isi hatinya pada seseorang,sebab ini untuk pertama kalinya alton terluka sebab semua tahu alton jail rapuh tidak pernah sampai melukai orang lain.
Pada akhirnya bisa terjawab karena pertanyaan yang guru utarakan pada alton yang menjelaskan dengan berbohong pada guru yang menurut dirinya cukup dirinya yang tahu untuk alasan luka dia buat.
"Kenapa dengan tangan mu al?"tanya guru yang mempersilahkan alton masuk kedalam kelas.
"Tidak sengaja tersangkut pagar taman bu" jawaban alton cukup masuk akal pikir guru sebab pagar berduri itu sengaja dipasang untuk menghalau pencuri yang sudah beberapa kali masuk ke dalam sekolah melalui taman,walaupun pada akhirnya pencuri itu gagal masuk karena penjagaan sekolah ini cukup ketat ditambah cctv yang banyak dipasang disetiap sudut sekolah.
"Kalian kali cukup istirahat di halaman sekolah saja tidak usah ke taman kalau membuat kalian terluka"permintaan bu guru di sanggupi siswa.
Alton masih belum bisa melupakan momen bersama ilmi di klinik sekolah tadi baginya kehadiran ilmi segalanya untuk dirinya apalagi ilmi dengan sukarela menemaninya bahkan ilmi yang memintanya dirinya di obati di klinik.
Rasa khawatir yang ilmi miliki sudah sedikit menyakinkan hatinya tidak bertepuk sebelah tangan bahkan alton yakin ilmi memiliki rasa yang sama sebesar dirinya menyukainya.
"Al..bila luka itu tidak membuat kamu nyaman dalam belajar sebaiknya kamu pulang saja ibu ijinkan"bukan alton tidak memperhatikan guru tapi alton masih belum ingin beranjak dari ingatannya pada ilmi yang masih bermain di benaknya.
"Tidak bu saya masih bisa mengikuti pelajaran ibu" jawab alton dengan ramah.
"Saya aja bu yang mengantikan alton"ujar salah satu siswa yang sebenarnya hanya iseng saja.
"Itu maunya kamu"balas guru membuat kelas ramai karena sorak sorai membalas ucapan siswa iseng itu "hu...hu".
__ADS_1
Bagaimana usaha alton untuk mengungkapkan perasaannya pada ilmi yang belum lama di kenalnya dan bagaimana dengan ilmi sendiri akankah bisa menerima pernyataan rasa dari seorang alton.