
Siap"lah kalian karena part ini mulai kehancuran dan konflik dari keluarga radit dan aisyah,mohon untuk sabar dan tenang.
hehe
yey aku upp hiHi
happy readiing
everything that happens I sincerely......
siapkan mental kalian hahaa(candaaaa)
**************
Dipagi yang cerah ini kedua manusia itu enggan untuk membuka matanya,oh ya kedua anaknya itu sedang di nenek mereka tidak dengan kedua orang tuanya.
Hingga akhirnya aisyah yang membuka matanya terlebih dahulu,ketika membuka matanya yang pertama ia lihat adalah wajah suaminya itu.Aisyah tersenyum melihat wajah tenang suaminya itu dia memegang wajah suaminya dan mengelus lebut.
Aisyah yang sudah mandi pun keluar kamar untuk menuju dapur untuk membuat sarapan untuk pagi ini,terlebih suaminya belum bangun ia akan memasak dan harus selesai ketika suaminya terbangun.
Aisyah yang tengah sibuk memasak itu sekarang sudah menyelesaikan masakannya,tetapi mengapa suaminya belum bangun juga?aisyah yang penasaran lalu ia menaiki tangga untuk menuju kamarnya,sesampainya dikamar aisyah langsung mengetuk pintu.
Tokk tokk
Dua kali ketukan tetapi tidak ada sahutan,dan aisyah memutuskan untuk masuk saja agar melihat apa yang terjadi.Hal yang pertama ia lihat adalah suaminya masih tertidur pulas selepas mengerjakan sholat subuh pagi tadi dan sekarang jam sudah menunjukan pukul delapan pagi.
Aisyah membuka gorden kamarnya agar cahaya dapat masuk dan membangunkan suaminya
"eughhh"
"mas bangun udah siang mandi juga aisyah udah buatin sarapan nanti keburu dingin ayolah mas bangun"
"baiklah sayang"
"aku akan siapkan bajumu"
"hemm"
"ya sudah aku ambil bajumu dan mas cepat masuk kamar mandi"
"iya sayang"
Setelah suaminya memasuki kamar mandi untuk membersihkan badannya aisyah segera menyiapkan baju untuk suaminya itu,setelah merasa sudah aisyah segera menaruhnya di ruang ganti dan pergi ke bawah.
Sebelum aisyah pergi ia sempat bilang ia akan menunggu di bawah,belum sempat ia memegang pintu ia berhenti karena mendengar suara notifikasi dari handphone suaminya itu.Aisyah yang penasaran segera mengambil benda pipih itu dan melihat siapa yang mengirim notifikasi ke suaminya itu.
Aisyah membuka aplikasi berwarn hijau itu dan memencet apa isi pesan tersebut,setelah membuka isi pesan tersebut aisyah kaget ia diam tak berkutik sekalipun pikirannya hancur.Entah apa yang diperbuat suaminya itu hingga tak lama aisyah meneteskan air mata,sakit?sangat,marah?ia tak marah hanya kecewa saja bagaimana dengan semua rasa cinta yang aisyah kasih apakah belum cukup?sampai-sampai ada yang mengirim pesan tetsebut?ia kecewa sangat kecewa ia nangis dalam diam,setelah merasa suaminy hampir menyelesaikan ritual mandi aisyah segera menyeka air matanya agar tidak ketahuan kalau ia habis menangis,aisyah buru-buru menaruh beda pipih itu dan memencet pesan tersebut dan mengatur bahwa pesan tersebut terbaca.
Aisyah yang sedang menuruni anak tangga hanya diam,perasaannya dan otaknya hancur memikirkan bagaimana kedepannya?aisyah baru saja merasakan bahagia tapi sekarang?sudahlah aisyah akan pikirkan nanti dan akan mencari tahu tentang siapa yang mengirim pesan tersebut ia tak mau menyangkal dan soudzon terhadap suaminya.
Setelah menuruni anak tangga dan sekarang ia telah sampai di dapur ia segera menyiapkan makanan yang sempat ia masak tadi,untuk sarapannya dan suaminya.
Tiba-tiba ada seseorang yang memeluk aisyah dari belakang sontak aisyah kaget karena ia sedang melamun.
"kamu kenapa sayang,ada masalah?"tanya radit suami aisyah
"oh-h tidak apa -apa mas aku baik-baik saja"jawab aisyah sedikit gugup
"sudahlah ayo makan keburu dingin nanti tidak enak"suruh aisyah
"masakan kamu pasti enak sayang"
__ADS_1
"sudahlah mas makan saja simpan gombalan basimu itu"
"kau kenapa?"
"tidak usah banyak bicara,makanlah!"
"baiklah,sepertinya istriku sedang datang tamu"
Aisyah yang mendengar suaminya itu hanya menatapnya saja tidak membalas,bagaimana bisa ia percaya pada ucapan suaminya itu?selama ini semua kepercayaannya sudah ia kasih kepada suaminya?tapi sekarang?ah sudahlah aku cape memikirkan semuanya,rumah tangga yang hampir sudah 7tahun itu apakah akan kandas begitu saja?
Setelah selesai acara makan aisyah segera membereskan semuanya dan pergi untuk belanja bulanan karena stok makanannya sudah habis.
"mas antarkan aku ke supermarket untuk membeli makanan untuk kita karena stoknya sudah habis"ucap aisyah
"baiklah sayang mau kapan sekarang?sebentar mas ambil kunci mobilnya"kata radit seraya bangun dan ke atas
Setelah menunggu akhirnya radit turun dengan membawa kunci mobilnya dan segeralah mereka berangkat.
Tibanya di supermarket aisyah segera memilih apa yang habis dan ia sekalian membeli berbagai macam snack untuk cemilannya.
Aisyah yang sedari tadi mencari suaminya,karena sedari tadi suaminya itu ijin pergi ke toilet tapi entah kenapa sampai sekarang belum juga kembali.
Aisyah yang mutar-mutar mencari suaminya itu pun pada akhirnya ia menemukan suaminya,akan tetapi suaminya itu tengah mengobrol dengan wanita yang terlihat asing di mata aisyah.Aisyah yang penasaran segera mendekati suaminya dan"mas ini siapa?"tanya aisyah kepada suaminya,radit yang melihat sedikit terkejut akan kehadiran istrinya itu tapi sebelum akhirnya radit menjawab wanita tersebut berkata"perkenalkan aku dewi cinta pertama radit dan akan menjadi istrinya"ucap wanita itu yang bernama dewi dengan santainya mengucapkan akan menjadi istri dari suaminya.
degg
Hah?apah istri?cinta pertama?apa lagi ini ya allah apakah wanita ini yang sudah mengirim pesan pagi tadi kepada suaminya?bagaimana mungkin ucap hatinya dan menatap suami dengan kecewa.
Setelah semua diam aisyah bersuara lagi dan mengulurkan tangannya "perkenalkan aku aisyah putri altama panggil saja aisyah aku adik dari radit"ucap bohong aisyah sontak radit menatap aisyah dengan kecewa ia kira aisyah akan jujur bahwa ia lah suaminya,tapi apa ia mengaku bahwa ia lah adikku.
"wah kau adik dari radit yah aku baru tau,setauku radit tak memiliki seorang adik"ucap dewi perempuan yang mengaku akan menjadi istri radit itu
"baiklah ayo,"yang langsung menggandeng tangan aisyah untuk menjauh dari perempuan itu
Sebelum aisyah pergi ia sudah pamit kepada perempuan yang mengaku akan menjadi istri suaminya itu,ia seberusaha mungkin untuk bersikap tenang agar semuanya tak curiga akan hal sakit yang ia rasakan sekarang.Cukup,CUKUP ia saja yang merasakan sakitnya.
Setelah membayar semua belanjaannya aisyah segera menuju mobilnya dan tiba-tiba.
Ada seorang wanita yang memanggil suaminya itu yang tak lain wanita yang mengaku tadi.Aisyah yang melihatnya menghela nafas pasrah,wanita itu semakin mendekat kearahnya.
"haii aku boleh numpang ga?antarkan aku kerumahku disini sudah tak ada angkutan umum,jadi aku tak tahu harus bagaimana ponselku punya mati."ucap dewi
Radit menatap istrinya dan aisyah mengerti dan ia mengangguk sebagai jawabannya,Radit menghela nafas kasar.Ia sudah cape akan semua yang tetjadi hari ini mulai dari ada yang mengirim pesan dan sekarang ia di kejutkan dengan datangnya cinta pertamanya.
"baiklah ayo masuk"suruh radit yang sudah jalan dan memasuki mobilnya
Aisyah dan dewi mengangguk sebagai jawabannya
Aisyah yang baru saja membuka pintu mobil langsung di rebut oleh dewi dan dewilah yang duduk disebelah suaminya itu,sedangkan ia duduk dibelakang sendiri,radit yang melihat dari spion menatap sedih kearah istrinya itu.
Disepanjang perjalanan hanya dewi dan radit yang berbicara sedari tadi ia hanya menonton saja.Ada rasa sesak di hatinya melihat cinta pertama suaminya kembali,tapi aisyah harus kuat harus ikhlas apapun yang terjadi kedepannya.
Setelah sampai di rumah dewi,dewi menawarkan untuk masuk dulu Aisyah yang tidak enak menolak akhirnya memilih mampir sebentar.
"silahkan duduk aku buatkan minum sebentar"kata dewi yang langsung ke dapur
Tiba-tiba ada wanita paruh baya yang umurnya sekitar empat puluh itu berjalan mendekatinya,Dan bertanya"ada tamu toh"tanyanya
Aisyah menjawab"iyah bu"dengan senyum manisnya
"udah minum toh?"
__ADS_1
"sedang dibikinkan bu"
"baiklah"
Tak lama dewi kembali membawa minuman untuk aisyah dan radit suaminya.
"silahkan diminum"
Aisyah segera meminumnya begitupun dengan radit setelah meminum nya wanita paruh baya yang tak lin adalah ibu dewi itu berkata.
"eh ndo ini siapa laki-lakinya terlihat sopan,baik dan ganteng?"
"ini bu hehe cinta pertama dewi mungkin bakalan jadi suami dewi"jawab tanpa malu dewi
degg
Astagfirullah ya allah apa lagi ini,dia mengaku akan menjadi istri suamiku,dia tak mengetahui kalau aku ini istrinya?baiklah aku akan mengikhlaskan apa pun yang terjadi kedepannya.batinnya menangis meratapi rumah tangganya.
"wah bagus toh ndo"
"tapi di samping ini wanita siapa ndo?"
Belum sempat radit ingin menjawab aisyah memegang tangannya yang mengisyaratkan untuk diam.
"saya adiknya bu aisyah"
"oh adiknya toh"
"eh nak kapan kamu akan menikahkan anak saya?"
belum sempat radit menjawab aisyah sudah lebih dulu menjawab"secepatnya bu,kami permisi sudah malam"ucap aisyah lembut
"baiklah hati-hati"
Bersambunggg
**************
DEWI BIBIT-BIBIT PELAKOR YA HAHAHA
HAIII KESEL GA?
AKU SI KESEL HEHE
GIMANA GREGET GA?
ADA YANG MAU DISAMPAIKAN SAMA
DEWI
RADIT
IBU DEWI
AISYAH?
VOTE COMENT YU
TINGGALIN JEJAK KALIAN HEHE
MAAF KALAU ADA TYPO HEHE
__ADS_1