
Laura ini tidak sesederhana seperti kelihatannya. Tetapi satu hal yang aku tahu, dia juga ahli dalam membunuh.
Dikarenakan ayah dari anak ini memiliki musuh yang sangat banyak. Ia memberikan pelayan ini kepadaku untuk berjaga- jaga jika ada musuh yang mengincar nyawa anak ini.
Sepertinya anak ini sebelum aku rasuki sangat jarang berbicara kepada pelayan ini, maupun teman dan anggota keluarganya. Sungguh sangat disayangkan sekali.
"Tidak... Apakah Ayahanda ada?."
"Tuan sedang menunggu Tuan muda di ruang makan"
"Jadi begitu, kau pergi duluan saja dan katakan kepada ayah untuk tidak mengkhawatirkan ku. Aku akan pergi mandi terlebih dahulu."
"Apakah Tuan muda perlu bantuan, aku bisa menggosokkan tubuh tuan muda jika Tuan muda menginginkannya."
Menggosokkannya? [Aku mulai membembayangkan hal fantasi yang ada di pikiranku]
Tidak-Tidak! Aku harus tetap berfikir jernih.
"Kau tidak perlu itu, aku bisa sendiri"
"Baiklah, saya permisi." (Pergi meninggalkan ruang kamar)
Baiklah, untuk sekarang mandi dan pergi makan.
Aku mulai melepaskan pakaianku.
Tetapi ada satu yang membuatku terkejut.
Aku melihat kedua jariku.
"Cincin ini!"
Ya- Kenapa Cincin yang diberikan Altina ikut terbawa kesini?
Aku mulai melepaskannya dengan paksa dengan berkali- kali.
"Apa-apaan ini! Tidak bisa lepas"
__ADS_1
"Kenapa juga cincin ini ikut terbawa kemari."
_ _ _ _ _ _ _ _ _ _
Dalam Kamar Mandi.
"Cincin ini tidak bisa lepas dari jariku, sepertinya ada yang salah dengan cincin ini, apakah kau bisa memeriksanya System?"
[Menjawab pertanyaan Host: Untuk saat ini System' tidak bisa mengedintifikasi bahan dan kekuatan dari cincin ini, diperlukan Upgrade System' ke versi selanjutnya untuk mengetahuinya]
"Yang benar saja, System pun tidak tahu tentang cincin ini. Tetapi, apakah ada satu petunjuk yang bisa dijelaskan System?"
[System' tidak yakin, tetapi sepertinya ada aura kehidupan didalam cincin yang dipakai Host itu]
"Apa! Aura kehidupan?"
"Apa mungkin akan muncul monster dari dalam cincin ini atau sesuatu yang lain?"
"Sudah kuduga cincin ini memang aneh, aku harus bisa melepaskannya." (Aku mulai mencoba melepaskan cincin itu dengan paksa sekali lagi).
"Masih tidak bisa lepas! Sialan kau cincin Asu! Cepat lepaslah! Lepaslah! Lepaslah!"
Sesuatu yang aneh muncul dari dari dalam cincin itu.
"Apa itu?"
Sedikit demi sedikit kekuatan sihirku tersedot.
"Apa ini? Cincin ini terus menyerap energi sihirku."
"Arghh... Lepaskan! Berhenti menyedot kekuatan sihirku dasar kau cincin J4Lang!"
"Lepaskan Cincin Asu!"
Ini tidak mungkin! Cincin ini bahkan menyerap 15% MP ku dan sampai sekarang terus menyerapnya.
"Lepaskan Cincin Sialan! Mau sampai kapan kau menyedot MP ku? Sampai aku kehilangan semua MP ku lalu mati gitu? Tidak akan kubiarkan dasar keparat!"
__ADS_1
Anjirr lah, Cincin ini sudah menyerap 30% dari energi sihirku, sepertinya ia akan menyerapnya walaupun aku mati sekalipun.
Eh...?
Sepertinya Cincin ini berhenti.
Kenapa dia tiba tiba berhenti.
Bodo amatlah yang penting aku selamat.
"Kukira cincin ini akan menyedot ku hingga aku kering sampai mati, ternyata tidak, syukurlah."
Kekuatan cincin ini benar-benar misterius, aku tidak bisa menebaknya.
Aku akan meneliti bahan dari cincin ini, Pokoknya aku harus bisa melepaskan cincin sialan ini.
Dia menyerap 40% kekuatan sihirku, itu terlalu banyak bukan?
Ahhh... aku lupa jika kekuatanku sudah disegel,. jadi ini masih terlalu lemah, bagaimanapun caranya aku akan mencari jalan keluar dari masalah ini.
"Tuan muda"
*Tok-Tok-Tok* (Suara ketukan pintu)
Suara itu dari luar kamarku, pasti Laura.
"Sebentar, aku akan bersiap- siap dulu"
Untuk mandinya aku sudahi dulu, sekarang pergi mengambil handuk dan pakaian.
"Apakah anda yakin tidak perlu bantuan?"
"Tentu saja, untuk sekarang aku tidak membutuhkannya."
Mandi sudah, Memakai pakaian sudah dengan rapi, sekarang, tinggal pergi menemui Ayah dan Ibu di ruang makan.
aku mulai membukakan pintu ruang kamarku, disitu terdapat Laura yang sedang berdiri sembari menungguku.
__ADS_1
*Klak* Suara pintu
"Baiklah, Ayo kita pergi"