
Aku mulai memegang gagang pintu rumah dan membukanya.
"Aku pulang."
"Ohh... selamat datang Reiji, Aku sudah menyiapkan makan malam, jadi segeralah mandi habis itu turun untuk makan."
Yang berbicara itu ibu tiriku, dia berumur 32 tahun, walaupun seperti itu dia tidak cukup tua, aku melihatnya seperti gadis berusia 20 tahunan. Walaupun memiliki tubuh yang menggoda tapi itu tetaplah ibuku, aku harus bersikap layaknya ibu dan anak.
"Nii- san Selamat datang"
Dan dia adalah adik ku, dia selalu mempunyai kebiasaan memegang boneka di tangannya, selalu memegangnya dimanapun dan kapanpun itu, dia sekarang berumur 13 tahun, dia juga adik tiriku dan sudah memasuki sekolah menengah pertama, Mempunyai tubuh yang kecil dan ramping, dan ukuran dada yang kecil, hmm.... Aku mulai melihat tubuh bagian dadanya, sepertinya itu mulai tumbuh dengan sangat cepat.
*Ahemmm* Suara batuk.
Sepertinya adikku menyadarinya aku melihat kedua dadanya.
"Nii-san! Bisakah kau berhenti menatap kedua dadaku, Kau sangat mes*m Nii-san!"
"Tidak, tidak, aku tidak melihatnya, aku hanya melihat boneka kucing yang berada di tanganmu."
Aku berbohong kepada adik ku, dengan mencari alasan lain.
" iyakah? Tapi wajahmu tidak menunjukan seperti itu"
"Kau salah sangka, Benar aku tidak melihatnya, serius."
"Terserahlah."
"Sudah, sudah kalian berdua, Jangan bertengkar!"
__ADS_1
Fwuhhh... ibuku menyelamatkanku, Terimakasih ibu kataku dalam hatiku.
"Reiji, sekarang pergilah mandi, kalau tidak makanannya akan cepat dingin."
"Baik ibu."
Aku segera pergi berjalan ke menuju kamarku untuk mengambil Handuk.
Kamarku berada di atas bersebelahan dengan kamar adik ku. sedangkan kamar ibuku berada di bawah, untuk kamar mandi juga berada di bawah.
_ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _
Di dalam Kamar mandi.
Aku mulai memasuki Bak yang berisi air panas, dan berendam di situ.
"Fwuhhh, leganya, akhirnya kehidupan biasa biasaku akan dimulai dari awal lagi, dengan tidak adanya Altina, aku bebas melakukan apapun."
"Tapi sepertinya Altina menyegel ku dengan kekuatan yang tidak ku ketahui, System' Apakah ada cara untuk melepaskan segel itu?"
[Menjawab pertanyaan Host] [Kekuatan Tuan Pengguna saat ini sedang di tekan dan disegel oleh kekuatan yang tidak diketahui oleh system'] [System' sedang memeriksa segel itu]
[MEMERIKSA]
[Saat ini, untuk melepaskan segel itu, System' mempunyai dua cara, yang pertama, Host bisa menggunakan Point Host untuk menukarkannya dengan Ramuan yang bisa menghilangkan segel, tetapi itu tidak bekerja dengan banyak, 1 Ramuan dihargai dengan 1000 Poin untuk menghilangkannya hanya 0.01% dari kekuatan segel itu sendiri]
"Apa?! Hanya 0.01%? cuman segitu, Harganya juga mahal sekali, mana mungkin aku menghabiskan banyak Point sebanyak itu untuk hal yang tidak pasti!"
"Lalu cara yang kedua apa System'?"
[Untuk cara yang kedua, Host Bisa meminta orang yang menyegel kekuatan Host agar melepaskan segel tersebut]
"Apa kau gila System', menyuruhku untuk memasuki kandang naga, sudah tau Altina orangnya seperti itu, mana mungkin aku memilih pilihan itu!"
__ADS_1
"Kedua pilihan ini tidak ada yang bagus, Aku harus memikirkan cara lain untuk melepaskan segel ini."
Setelah mandi Selesai, Aku segera pergi ke kamar dan menggunakan pakaianku, setelah itu pergi menuruni tangga berjalan ke ruang makan.
"Reiji cepat kesini duduk di samping Momo!."
Ibuku berkata kepadaku, aku segera duduk di kursi meja makan yang bersebelahan dengan adik ku.
"Nii- san sekarang menjadi aneh, tidak seperti biasanya kau seperti itu?"
"Ehh... iyakah? Aneh seperti apa? perasaan aku sama seperti biasa, tidak ada yang berubah dariku."
"Kau selalu murung setelah pulang sekolah, tapi sekarang kau berbeda, dan juga, kau bertambah mes*m."
"Mana ada, mungkin itu hanya perasaanmu saja."
"Tidak, aku serius, tapi..... Aku lebih menyukai Nii- san yang sekarang."
Mendengar perkataan adik ku, sepertinya aku memikirkan tentang permasalahan sekolahku, yang membuatku trauma menjadi pendiam, dan penyendiri. aku termenung dalam pikiranku
"Reiji kamu kenapa? Apakah terjadi masalah lagi di sekolahmu?"
ibuku berbicara kepadaku, membuatku kembali mendapatkan kesadaran.
"Tidak ibu, tidak terjadi masalah apa- apa, aku hanya mengantuk saja."
"Kalau begitu sehabis selesai makan, cepatlah kembali ke kamarmu dan segera tidur!."
"Baik, ibu."
Perjalanan ini sungguh membuatku kelelahan dan menjadi mengantuk, rasa kantuk ku tidak bisa tertahankan, lebih baik segera tidur.
makan malam telah selesai, dengan rasa kantuk ini, saya berjalan menuju kamarku, dalam perjalanan menuju tangga, aku menengok ke arah kanan, sepertinya aku melihat ibuku mengeluarkan cahaya dari tangannya, tetapi itu tidaklah mungkin terjadi, pikirku. Sehabis itu aku berjalan menuju kamar dan segera tertidur dengan pulas.
__ADS_1
Selamat Malam.