
"Di kantor "
"Tuan gilang bagaimana keadaan tangan tuan"tanya anna
"nih tunjuk gilang "
"apa ada yang bisa ku bantu tuan? "
"ini kata gilang menunjuk map di depannya"
"bisa kah kau membuka lembaran kertasnya biar aku tanda tangani "
"tentu bisa tuan"
"han, apa kau pernah merasa jijik dekat dengan ku"
"maksud nya tuan gilang apa "
"aku malah merasa berterima kasih pada tuan dan kak bram yang telah banyak membantu kak aiyra"
"liat tangan tuan aja jadi terluka"tunjuk anna
"benarkah han,kau tak jijik melihat kelakuan ku"
"bukan nya kau pernah melihat ku membawa wanita di ruangan ini dan di hotel"
"iya, terus aku harus apa"
"itu kan urusan tuan, aku bukan keluarga tuan yang bisa melarang dan memarahi tuan gilang"
mendengar kalau anna tidak perduli padanya gilang sedikit kesal
"jadi kau tidak perduli kalau aku jadi laki laki jahat"
"apa tidak ada sedikitpun rasa pedulimu pada ku han"
"aku rasa tuan lebih tau mana yang baik dan tidak untuk tuan lakukan"
"tapi saranku,mending tuan sekarang merubah sifat gonta ganti wanita buat si entong tuan
"kasian kan nanti istri tuan, kalau si entong tuan menularkan penyakit"
jadi saran ku mulailah memikirkan keseriusan dalam berhubungan dengan wanita"
"Apa kamu pikir aku laki laki gampangan yang suka celap celup sana sini han"
"Aku hanya pernah satu kali melakukan kesalahan itu han"
"Hahaha tuan tuan yang namanya kesalahan itu gak mungkin trus trus di ulang tau"
"kalau di ulang ulang namanya kebiasaan tuan gilang Ardana"
"iya lah terserah kamu mau percaya atau tidak han"
"Tuan sekali lagi saya minta tolong bisa gak"sambil natap mata gilang
"dalam hati gilang" ya ampun honey tatapan mata mu membuat jantung ku berdetak kuat
"han, tolong jaga tatapan mata mu"gilang sudah tidak kuat....
"ini saya mau ngomong serius tuan"
"saya mohon jangan panggil nama saya han, han, han tuan"
"pangil anna aja kalau mau di singkat"
__ADS_1
"nanti di kira orang yang dengar nama saya hantu tuannnnnn"
"Hahaha han han"
"gilang meletak kan pulpen nya dan mencubit pelan pipi rihanna"
"kalau saya panggil kamu rihanna atau anna berarti saya gak kreatif dong"
"gak perlu kreatif buat mangil nama saya tuan"
"siapa bilang gak perlu"
"kamu itu sekertaris saya yang bisa bertahan"
"dan kamu han, bisa buat ruangan ini berwarna"
"emang saya cat apa "
"Bisa buat warna"kesal anna
"kring, kring, kring"ter tulis diblayar hp gilang
"Grandpa "
gilang mengerutkan keningnya
"ada apa orang tua ini menelfon"dalam hati gilang
"Ada apa "kata gilang ketus
"gilang ini grandpa"kata kakeknya
"aku tau "
"aku sibuk, dan gak ada banyak waktu buat mendengar kisah mu "marah gilang
"gilang,maafkan grandpa gilang"
"grandpa bersumpah masalah papa, dan kakak mu grandpa tidak tau gilang"
"mana mungkin grandpa melakukan itu pada anak dan cucu grandpa gilang"
"hahaha eh tua bangka"kesal gilang
"Aku bukan seperti papa ku ,yang bisa kau bohongi"
"Aku tidak buta dan tuli tuan jeson yang pura pura baik"
"mungkin saat usia ku masih 14 tahun ,aku hanya tau wanita ****** itu yang membunuh kakak ku dan yang menyebabkan papa ku meninggal "
"Tapi, kau tau saat usia ku 17 tahun aku malah tau kenyataan yang lebih mengerikan"
"Apa kau tau kalau bukan karena orang tua om bram mungkin saat itu aku sudah membunuh kalian berdua"
"manusian terkejam di muka bumi"marah gilang menghamburkan map map di depan nya
"tuan gilang"kata anna melotot melihat tangan gilang berdarah lagi
"gilang, wanita itu sudah mendekati ajal nya gilang"
"kuharap kau tak menyesal gilang"kata grandpa
"Wah.."hahahaaaa ketawa gilang seperti kesetannan"
"kenapa tua bangka apa kau juga mau menyusul"
__ADS_1
"silakan kalian pergi, aku tidak akan peduli, ".
"Dan asal kau tau, sampai aku mati pun tidak akan mau melihat wanita ****** dan pembunuh itu"
"prang"gilang membanting hp nya ke dinding dan membal ke badan anna
"Aww"anna mencoba tenang
"gilang yang seperti kesetanan, membanting dan memukul meja"
"dia lupa kalau di dalam ruangan nya ada anna"
"Anna yang sudah tidak tahan melihat kelakuan gilang melukai dirinya sendiri dengan memukul meja dengan tangannya yang terluka sehingga banyak mengeluarkan darah"
"berhenti, gilang"marah anna
"Gilang, hentikan"anna mencoba memanggil lagi
"dug"akhirnya anna memukul tengku gilang agar pingsan
"anna menelpon bram dan memberi tau kan kejadian gilang"
"Baik lah aku akan ke sana anna"
[saat ini bram ada di rumah anna ya. Buat melihat keadaan aiyra]
"setengah jam kemudian"
"apa yang terjadi pada gilang anna"tanya bram
"tiba tiba gilang marah dengan seseorang yang berada di telpon kak"
"bram menghembuskan nafasnya"dia tau siapa yang menelpon gilang karena mama nya tadi memberitahukan kalau tantenya atau mama gilang sedang sekarat
"kak apakah luka kak gilang baik baik saja"
"yah... kau lihatkan tangan nya baru ku jahit 4 jahitan"
"sepertinya dia tidak bisa mengunakan tangan kirinya dulu anna"
"kalau di paksakannya bisa terbuka lagi jahitan nya dan, takutnya infeksi anna"
"Anna bisakah aku meminta tolong padamu "
"Bisa kak, tentu bisa"kata anna yakin
"sampai lukanya kering mau kah kau menjaganya dulu anna"
"Hanya kamu yang bisa membuat gilang nyaman"
"nyaman, setau ku kami selalu bertengkar kak"
"Anna kau tau, gilang tidak pernah dekat dengan wanita"
"Dia sangat membenci wanita"
"wanita hanya untuk kesenangan nya saja"
"Tapi dengan kamu dia nyaman, dia bisa berintraksi dengan mu anna"
"Emm.. baik lah kak"
"karena kakak dan gilang juga pernah menolong kakak ku, maka aku akan membantu nya sampai lukanya sembuh"
"Terimakasih anna"
__ADS_1