Senior High School

Senior High School
Episode 12


__ADS_3

Hari Sabtu, Tanggal 6


Chaca P.O.V


Rumah Sakit


Saat ku buka mata ku,


ruangan berwarna putihlah yang kulihat. Saat ku gerakkan tangan ku, tiba


- tiba terasa berat. Tak kusangka ada Kenan yang sedang tidur di


sebelah ku.


"Cha kamu udah sadar"


"Ngapain kamu ada disini"


"Kemaren aku kebetulan liat kamu pingsan terus aku langsung ke sini"


"Kenan aku gak mau ketemu kamu lagi. Udah sana kamu pergi"


"Cha kamu itu salah paham Cha"


"Udah lah Ke kamu jangan dibahas lagi"


"Enggak


masalah ini harus dilurusin. Gak boleh dibiarin kesalapahaman ini


berlangsung. Dengerin aku Cha. Waktu itu aku lagi frustasi banget gara -


gara mama aku marah - marah nyuruh aku buat pindah ke Jakarta. Karena


saking frustasinya aku, aku langsung pergi ke bar"


"Ya tapi kan kamu perginya gak harus sama si upik abu itu kan"


"Cha


aku sama si upik abu itu cuma kebetulan ketemu aja. Dia kebetulan liat


aku lagi banyak masalah aja makannya dia ngikutin aku sampek ke bar.


Sebenarnya aku juga udah ngelarang dia buat ikutin aku, tapi dia bilang


takut kalau aku bakal berbuat hal yang tidak diinginkan"


Setelah mendengar penjelasan dari Kenan aku langsung memeluk dia. Aku merasa sangat lega bisa tahu apa yang sebenarnya terjadi.


"Makannya kalau orang mau jelasin itu dengerin dulu. Jangan asal kabur aja"


"Iya iya Ke aku minta maaf. Ke aku mau ke sekolah sekarang"


"Lah kamu kan masih sakit kenapa ke sekolah?"


"Aku bosen disini Kenan, aku mau ke sekolah"


"Ok ok"


Kelas 11 A


Aku hendak mengambil


baju olahraga ku di loker. Saat aku membuka loker ku tiba - tiba saja


semua isi loker ku berantakan. Buku ku tersobek - sobek, baju olahraga


ku sudah robek. Lalu ku temukan ada sebuah surat disana. Ku ambil surat


itu lalu ku masukkan kantong.


"Hei siapa yang melakukan ini semua"


"Wah siapa tuh yang berani melakukan ini pada Chaca" Kata semua orang


"Cha kamu kenapa"


"Loker ku Ke" Lalu Kenan melihat loker ku dan dia terkejut.


"Siapa yang ngelakuin ini semua woii"


Semua orang diam tidak ada yang menjawab.


"Kenapa


semua diam woi. Gue bicara sama elu pada bukan sama hantu. Kalo ditanya


itu jawab bukannya diem aja. Awas aja kalo sampek ketauan dia bakalan


hadapin kemarahan gue"


Setelah berbicara Kenan langsung menarik tangan ku dan mengajak ku pergi


Lapangan Sepak Bola


Saat semua anak kelas


sibuk berlatih cara bermain sepak bola, aku duduk di samping lapangan


tempat para penonton. Lalu ku buka surat yang ku temukan tadi. Surat itu


bersi:


Hai cantik apa kabar?


Kaget ya kamu lihat isi loker mu.


Nanti kamu akan jauh lebih kaget lagi loo...


Nanti kan saja saat itu dan aku akan membunuh mu.


Pada saat itu juga.

__ADS_1


"Ah ini hanya surat gak penting. Apa kau tau aku dulu banyak mendapat surat sepertii ini" (Batin ku)


Setelah itu aku langsung membuang surat tersebut.


"Cha"


"Ah kak Iqbal. Ada apa kak?"


"Nanti ada pertemuan untuk membahas masalah perkemahan akbar"


"Dimana pertemuannya kak?"


"Nanti pertemuannya di base camp ambalan"


"Oo ok kak"


Base Camp Ambalan


"Ok disini saya selaku ketua ambalan Arvin Iqbal"


"Dan saya selaku wakil ketua Zaviera Xaveria Chamomile"


"Terima


kasih untuk teman - teman yang sudah hadir di base camp untuk membahas


masalah perkemahan akbar. Perkemahan akbar kali ini akan diadakan selama


1 minggu. Pada 3 hari pertama kita akan berkemah di Claket, Mojokerto,


Jawa Timur. Setelah dari situ kita akan menuju Kota Malang. Di kota


Malang kita akan menghabis kan waktu selama 3 hari. Apakah ada


pertanyaan?"


"O iya kak disana nanti kita akan mendirikan tenda atau kita akan menginap di hotel?"


"Untuk


yang di Claket kita akan mendirikan tenda, sedangkan waktu kita di


Malang kita akan menginap di hotel. Untuk pembagian sie nanti akan kakak


kirimkan di grup chat. Kalau tidak ada pertanyaan lagi maka rapat kita


akhiri sampai disini dulu. Sekian terima kasih"


"Oh Cha tunggu dulu"


"Iya kak Iqbal kenapa?"


"Besok


hari senin kita sudah mulai untuk perisapan. Dan kamu selaku anggota


osis dan anggota ambalan kakak mohon untuk sebisa mungkin menyelesaikan


rapat dengan anak osis dengan hasil yang memuaskan"


Drt. Drt. Drt. Tiba - tiba hp ku berbunyi, lalu ku lihat ada pesan dari Kenan.


Kenan : "Cha nanti pulang sekolah tunggu aku di parkiran sekolah"


Chaca : "Males ngapain nunggu kamu"


Kenan : "Udah tungguin aku aja di sana"


Chaca : "Gak mau ah kalo gak jelas alasannya"


Kenan : "Iya - iya aku kasi tau nanti ayo nonton film di bioskop"


Chaca : "Oo ok"


Bioskop


"Cha kamu mau nonton film apa"


"Terserah kamu Ken"


"Ya udah kita nonton film horor. Kamu tunggu dulu disini aku mau beli tiket dulu"


"Ok"


Drt. Drt. Drt. Saat aku sedang menunggu Kenan tiba - tiba Devan mengirimi ku pesan.


Devan : "Cha lu dimana?"


Chaca : "Kenapa Van lu cariin gue? Lu udah gak marah lagi sama gue?"


Devan : "Lu lagi dimana woii"


Chaca : "Gue lagi di bioskop di mall XX"


Devan : "Gue juga lagi ada di mall XX. Lu bisa gak bantuin gue"


Chaca : "Bantuin apaan?"


Devan : "Sekarang lu ke parkiran mall dulu deh temuin gue"


Chaca : "Ok gue otw ke sana"


Parkiran Mall


"Van, Devan lu dimana, gue udah ada disini nih"


Setelah


lama aku berteriak dan menunggu Devan, akhirnya dia datang. Lalu tiba -


tiba ada mobil merah yang melaju kencang dari arah belakang Devan.


"Devan awass"

__ADS_1


Aku menarik Devan hingga aku dan dia terjatuh di lantai. Lengan ku mengenai sebuah tiang parkiran.


"Akhh"


"Cha lu gak apa - apa?"


"Iya gue gak apa - apa kok"


"Lu jadi orang terlalu polos atau bego sih. Udah tau keadaan kayak gitu tapi malah selamatin orang lain"


"Yee dasar lu jadi orang gak tau terima kasih"


Setelah mengatakan itu akhirnya suasana menjadi canggung.


"Btw makasih ya Cha dan juga Maaf"


"Hmm"


Aku


menjawab pertanyaan Devan dengan singkat. Lalu aku berdiri dan melihat


sebuah surat merah sama persis yang ku terima tadi pagi.


"Cha lu beneran gak kenapa - kenapa? Coba sini gue lihat tangan lu"


"Akh sakit tau"


"Ayo ke rumah sakit"


"Udah gak usah"


"Lu itu patah tulang bego. Udah gak usah protes. Lu tunggu gue disini gue ambil mobil dulu"


Saat Devan pergi, aku mengambil surat merah itu.


"Sepertinya orang yang ada di dalam mobil itu tadi menjatuhkan ini" (Batin ku)


Ku buka surat itu.


Hai sayang apa kabar?


Kok kamu ngabaikan surat ku tadi sih.


Aku kan jadi sedih.


Lain kali kamu gak boleh abaikan surat ku yah.


Nanti aku marah lagi loh.


Dan akhirnya kamu harus melihat orang - orang yang kamu sayangi meninggal satu persatu.


Itu tadi cuma percobaan lo sayang.


Kamu jangan kaget dulu ya.


Nanti bakalan ada yang lebih seru lagi loo


"Jadi orang itu tadi bukannya gak sengaja hampir nabrak Devan tapi dia emang sengaja mau nabrak Devan?"


Setelah itu Devan tiba dengan mobilnya.


Rumah sakit


"Dok gimana keadaan adik saya?"


"Adik anda tidak apa - apa kok hanya patah tulang ringan"


"Kalau begitu terima kasih dok"


"Kalau begitu saya  pamit dulu"


"Van, gue mau tanya sesuatu"


"Apaan. Udah deh mending lu tidur dulu"


"Lu tadi di Mall sama siapa?"


"Gue sama si Shasi"


"Si anak reguler?"


"Iya kenapa?"


"Lu tadi sms gue?"


"Enggak tuh, kenapa emang"


"Lah ini apaan?" Kutunjukkan sms itu pada Devan.


"Lah gue gak pernah tu sms lu terus nyuruh lu dateng ke parkiran mall"


"Lah gimana ceritanya gue nerima sms dari lu, kalau lu gak sms"


"Bentar


- bentar\, tadi pas gue lagi makan sama si Shasi gue ke toilet terus hp


gue tinggalin di meja makan. Apa dia yang sms yaa?"


"Terus abis itu lu ngapain ke parkiran?"


"Gue disuruh si Shasi buat ambil bahan buat kelompok, katanya dia lupa gak bawa terus ketinggalan di mobil. Kenapa si emang"


"Enggak gak kenapa - kenapa"


"Btw tadi Kenan cariin lu, terus gue bilang kalau lu lagi di rumah sakit"


"Ok"


Cerita Berlanju...


 

__ADS_1


 


__ADS_2