Senior High School

Senior High School
Episode 17


__ADS_3

Lapangan Basket


Setelah mendengar


perdebatan tadi aku langsung menuju ke lapangan basket, karena aku akan


bernyanyi disana. Ku kira yang akan menjadi mc saat aku tampil adalah


Devan tapi ternyata itu adalah Chaca. Aku sempat merasa sedih karena


tidak ada Devan, tapi aku buru - buru menghapus kesedihan ku dan mulai


bernyanyi.


"Nah orang yang akan bernyanyi selanjutnya dewi musik dari SMA Nusa Bangsa. Mari kita sambut Rosie"


Setelah nama ku dipanggil aku pun bergegas menuju ke panggung dan langsung menyanyikan lagu.


Sound : Selir Hati cover by Feby Putri


Aku cinta kamu


Tapi kamu tak cinta aku


Ku tak pernah tahu apa salahku


Hingga kamu tak suka aku


Tak mau aku


"Devan maaf, aku udah nyakitin kamu. Tuhan aku berharap Devan mendapat yang lebih baik dari aku" (Batin ku)


Mungkin di matamu


Aku tak pantas untukmu


Tapi tak mengapa


Aku sadari kekuranganku ini


Aku rela oh aku rela


Bila aku hanya menjadi


Selir hatimu untuk selamanya


Oh aku rela ku rela


Aku bernyanyi sambil


melihat Devan. Tiba - tiba ada seorang perempuan yang mencium pipi


Devan. Dia tampak tidak melawan sama sekali malahan dia terlihat sangat


senang dengan kedatangan gadis itu.


Tes. Tes. Tes. Tak kusangka air


mataku jatuh membasahi pipi ku, aku pun segera menghapus air mata itu


dan melanjutkan bernyanyi. Setelah selesai bernyanyi Chaca langsung


menghampiriku.


"Lu gak apa - apa?"


"Iya gue gak apa - apa"


"Lu masih sanggup nyanyi satu lagu lagi?"


"Iya gue sanggup"


"Beneran? Udah lu nyanyi sama gue aja"


"Ok"


Akhirnya kami berdua naik ke panggung dan menyapa para penonton lalu menyanyikan lagu.


Sound : Garis Terdepan by Fiersa Besari


(Chaca part)


Bilur makin terhampar dalam rangkuman asa


Kalimat hilang makna, logika tak berdaya


Di tepian nestapa, hasrat terbungkam sunyi


Entah aku pengecut, entah kau tidak peka


(All)


Ku mendambakanmu mendambakankuBila kau butuh telinga tuk mendengar


Bahu tuk bersandar, raga tuk berlindung


Pasti kau temukanku di garis terdepan


Bertepuk dengan sebelah tangan


(Rosie part)


Kau membuatku yakin, malaikat tak selalu bersayap


Biar saja menanti tanpa batas, tanpa balas


Tetap menjelma cahaya di angkasa


Yang sulit tertampik dan sukar tergapai


(All)


Ku mendambakanmu mendambakankuBila kau butuh telinga tuk mendengar


Bahu tuk bersandar, raga tuk berlindung


Akulah orang yang selalu ada untukmu


Meski hanya sebatas teman

__ADS_1


Setelah selesai


bernyanyi aku kemudian langsung menuju ke toilet. Di sana aku mengangis


dengan sangat keras. Karena suara yang dari panggung sangat keras


menyebabkan orang lain tidak dapat mendengarkan suara ku yang sedang


bernyanyi. Saat aku hendak keluar dari toilet tiba - tiba pintu toilet


terkunci.


"Tolong. Tolong. Siapa pun di luar sana tolong aku"


Karena


ketakukan aku berteriak sangat kencang tapi tidak ada yang mendengarkan


ku. Lalu ku lihat di lantai ada sebuah surat berwarna merah. Ku buka


surat tersebut.


Hai Rosie sang dewi musik.


Apa kabar kamu?


Aku sungguh membenci mu.


Kamu telah merebut Devan dari ku.


Devan orang yang ku cintai sejak dulu, tapi kau merebutnya.


Sekarang nikmatilah permainan yang telah kubuat.


Ini hanyalah permulaan Ros.


Kau sekarang boleh saja bersenang - senang dengan Devan ku.


Tapi ajal mu sebentar lagi akan tiba.


Aku sendiri yang akan mencabik - cabik wajah cantik mu itu.


Dan aku akan membuat mu tidak akan bisa bernyanyi lagi bahkan berbicara saja tidak bisa.


Kau tunggu saja saat itu.


Kau sekarang boleh saja bersenang - senang dengan Devan ku


"Ahhh"


Setelah


membaca itu aku menjadi semakin ketakukan, aku kemudian terjatuh ke


lantai,kaki ku lemas dan tidak bertenaga. Lalu tiba - tiba ada orang


datang.


"Apakah di dalam ada orang? Apakah kamu tidak apa - apa?"


"Tolong. Tolong aku, aku tidak bisa keluar dari sini"


"Baiklah tunggu aku, aku akan mendobrak pintu ini"


"Rosie. Ya ampun Ros kamu gak apa - apa?"


"Allen?"


Allen Frey. Teman baik


Devan, mempunyai kulit eksotis, memiliki badan yang tinggi, anggota klub


basket adalah keunggulannya. Dia adalah anak kepala sekolah. Dia berada


di kelas 11 D. Aku dan dia sudah kenal sejak SMP. Dulu aku dan dia


begitu dekat dan akrab, tetapi karena dia menyukai ku sejak lama, dan


akhirnya dia mengungkapkan perasaanya tapi aku tak bisa menerima


perasaanya karena kita adalah teman. Setelah kejadian itu dia mulai


menjauh dari ku. Dan akhirnya kita dipertemukan di SMA ini, semenjak di


SMA hubungan kita sudah mulai membaik.


"Ros kamu kok bisa kekunci di sini sih?"


"Al aku mau pulang sekarang"


"Kamu gak apa kan? Mukak kamu pucet banget loh Ros"


"Gak apa. Aku mau pulang"


"Ok aku anterin kamu ya"


Chaca P.O.V.


Bandara, Pukul 15.00


Saat ini semua murid SMA


Nusa Bangsa sedang menunggu jadwal penerbangan untuk menuju Kota


Surabaya, karena kita akan mengadakan kemah akbar.


"Van jadwal penerbangan kita jam berapa?"


"Jam 16.00"


"Semua murid udah pada kumpul?"


"Kayak nya ada yang belum datang deh"


Saat aku berbicara pada Devan aku merasa ada orang yang sedang memperhatikan ku.


"Woi lu diajak ngomong malah bengong"


"Ya udah gue mau cek ke depan dulu"

__ADS_1


Saat aku berlari menuju ke depan pintu masuk bandara, tiba - tiba ada orang yang menabarak ku.


"Ahk. Maaf kan saya apakah anda tidak apa - apa?"


Orang tersebut tidak menjawab dan langsung pergi.


"Dasar


orang aneh, udah tau nabrak orang malah gak minta maaf giliran gue yang


minta maaf malah gak digubris dasar gak pernah diajarin sopan santun


apa. Udah pakaianya serba hitam pakek masker, pakek topi lagi udah kayak


penjahat" (Keluh ku pada orang itu)


Tempat Check In


Setelah semua murid sudah berkumpul, semua murid diarahkan untuk check in.


"Loh


dek ini kenapa ada murid yang belum check in? Ini seharusnya jumlah


penumpang yang akan menaiki maskapai ini adalah 600 orang, tapi hanya


590 saja yang sudah check in"


"Ah begitu baik saya akan mengurusnya"


"15 menit lagi pesawat akan take off, diharapkan semua penumpang harus sudah check in"


Saat


petugas itu mengatakan hal tersebut aku mulai merasa bahwa ada orang


yang sedang mengawasi ku. Aku melihat ke kana, kiri, dan belakang ku.


Kuperhatikan setiap orang untuk melihat siapa orang yang sedari tadi


mengawasiku.


"Dek apakah kamu mendengarkan ku? Kenapa kamu melamun saat aku berbicara"


"Ah maaf kan saya, saya akan segera mencari mereka"


Pada saat aku hendak pergi, tiba - tiba ada orang datang. Mereka adalah Bu Mawar, Bu Clariss, dan upik abu


"Ah Chaca maaf kan ibu dan juga bu Mawar karena kita berdua telat"


"Iya maaf kan saya juga"


"Ya sudah kalau begitu kalian langsung masuk saja, saya mau mencari yang lainnya yang belum datang"


Di Depan Kamar Mandi


Saat aku sedang mencari


aku melihat Veronica yang keluar dari kamar mandi dan di luar kamar


mandi sudah ada Revo yang menunggunya.


"Sejak kapan mereka menjadi sangat dekat begini?" (Batin ku)


Setelah itu aku langsung menghampiri mereka berdua, tapi saat aku akan menghampiri mereka tiba - tiba seseorang menabrak ku.


"Akh sakit"


"Maaf Cha"


"Mili? Kenapa kamu baru sampai?"


"Iya tadi jalannya macet"


Dia datang dalam keadaan terburu - buru dan tangannya berdarah.


"Tangan mu?"


"Ah ini tidak apa - apa. Aku mau pergi dulu ya"


"Oo ok"


Drt. Drt. Drt. Tiba - tiba ada panggilan masuk di hp ku.


"Halo kenapa Van?"


"Semuanya udah lengkap nih, tinggal lu aja"


"Oh ok gue mau balik dulu"


"Eh bentar ada anak yang belum dateng"


"Siapa?"


"Sabiya Taraka, kelas 11 E. Tolong lu cariin deh"


"Tara?"


"Iyee"


"Ok gue cari dia dulu"


Kamar Mandi


Saat aku memasuki kamar mandi di sana sudah terlihat Tara yang sudah terbaring lemas.


"Taraa"


"Eh elu Cha"


"Tar lu kenapa"


"Gue gak kenapa - kenapa kok"


"Gak kenapa - kenapa gimana leher lu aja udah berdarah"


"Gue beneran gak apa Cha. Udah ayo kita pergi"


Cerita Berlanjut...

__ADS_1


 


 


__ADS_2