Senior High School

Senior High School
Episode 9


__ADS_3

Hari Kamis, Tanggal 4


Nora P.O.V


Sound : All I Want by Kodaline


All I want is nothing more


To hear you knocking at my door


'Cause if I could see your face once more


I could die as a happy man I'm sure


When you said your last goodbye


I died a little bit inside


I lay in tears in bed all night


Alone without you by my side


But If you loved me


Why did you leave me


Take my body


Take my body


All I want is


All I need is


To find somebody


I'll find somebody


Ooh oh


Ooh oh


Ooh oh


Ooh oh


"All I Want is. Hmm hmm. I'Ii find somebody"


"Nora cepat berangkat sekolah"


"Iya ma, bentar lagi pakek baju"


Nama gue Almas Syifa Nora. Orang - orang biasa panggil gue Nora. Gue ada di kelas 11 C.


"Nora inget kata - kata


papa kamu jangan buat masalah. Pokoknya mulai sekarang sampai nanti hari


pemilihan nama papa harus bersih dari segala hal. Kamu mengerti kan?"


"Iya pa. Kalau gitu Nora pergi dulu"


"Iya


papa lupa, mulai hari ini cobalah berteman dengan anak yang bernama


Chaca. Dia anaknya Gubernur Devano. Cobalah untuk tidak membuat masalah


dengan nya. Apa kamu mengerti?"


"Iya pa"


"Ya sudah kamu cepat ke sekolah"


Ya begitulah kehidupan


ku. Dulu aku jauh lebih bebas dari sekarang. Dulu aku bisa bergaul


dengan siapapun, namun sekarang aku hanya diperbolehkan bergaul dengan


para anak konglomerat. Ini sungguh membuatku merasa tidak nyaman. Para


anak konglomerat hanya bisa membanggakan barang yang didapatkan dari


kerja keras orang tua nya.


Aku sungguh muak dengan keluarga ku. Mama


& papa membuat ku merasa selalu mengenakan topeng setiap hari. Aku


tidak bisa menunjukkan bagaimana perasaan ku yang sesungguhnya. Aku


hanya bisa menunjukkan senyum palsu ku dihadapan semua orang.


Parkiran sekolah


Aku memarkirkan mobil ku di parkiran sekolah. Setelah itu aku menuju kelas, namun tiba - tiba seseorang memanggil ku.


"Nora tunggu sebentar nak"


"Oh pak Anton. Ada apa pak?"


"Itu soal lomba olahraga"


"Iya pak kenapa?"


"Itu bisa tidak kamu tidak mengikuti lombanya"


"Loh kenapa pak?"

__ADS_1


"Itu


soalnya Ari sudah sembuh dari cedera nya. Jadi dia akan bermain untuk


lomba olahraga" Seketika hatiku terasa sangat sakit sekali.


"Oo begitu pak. Baiklah pak"


"Wah terima kasih ya Nora. Kamu baik sekali"


Aku pun berlalu menuju kelas. Tiba - tiba saja air mana ku menetes.


"Nora kamu harus kuat. Kamu harus bersikap baik di depan orang lain"


Kelas 11 C


"Anak - anak ayo cepat duduk semuanya"


"Iya pak"


"Nah bapak disini akan mengumumkan bahwa sekolah kita akan mengadakan perkemahan akbar"


"Wah asik tu pak. Kapan tanggal nya pak"


"Soal tanggal masih belum ditentukan. Untuk biaya bisa dikumpulkan pada ketua kelas kita yaitu Nora. Bisa kan Nora?"


"Iya baik pak"


"Wah ketua kelas kita emang terr the best dah. Ya kan Van?"


"Iye iye serah lu deh Bri"


Kantin


Di kantin sudah ada Chaca dan teman - temannya.


"Aku harus segera mendekati Chaca dan menjadikannya teman baik ku" (batin Nora"


"Hai Cha. Gue boleh kan duduk di sini?"


Chaca hanya diam dan melihat ku saja. Ku beranikan diri untuk berbicara lagi dengannya.


"Hai Cha kenalin gue Nora. Gue dari kelas 11 C. Gue satu kelas sama Devan"


"Terus?"


"Gue boleh ga berteman sama elu?"


"Ngapain lu mau berteman sama gue?"


"Ya ga kenapa - kenapa si. Cuma menurut ku kamu itu keren"


"Keren? Dasar ga jelas" Kemudian Chaca meninggalkan kantin.


"Sialan


si Chaca. Sombong banget si elu. Kalo bukan karena bokap lu yang


juga kan. Gitu aja udah sombong"


Kelas 11 C


"Eh Nor gue mau minta bantuan sesuatu boleh ga Nor?"


"Iya apaan Van?"


"Itu kan nanti gue ada rapat osis, gue mau izin"


"O gitu ok"


"Makasi Nor"


Saat aku akan akan keluar kelas, tiba - tiba aku terpeleset. Lalu Devan menangkap ku dengan cepat.


Deg. Deg. Deg. Itulah yang kurasakan sekarang.


"Eh Van makasi ya (dengan muka memerah)"


"Iya Nor sama - sama (dengan senyum)"


Lapangan Futsal


Saat ini adalah waktunya


untuk kelas 11 C olahraga. Kami menuju lapangan futsal. Saat aku sudah


sampai di lapangan futsal aku melihat Devan sedang bermain futsal. Di


tempat duduk penonton terlihat ada seorang perempuan yang sedang duduk,


dia seperti orang yang sedang menunggu kekasihnya selesai bermain


futsal. Cihh dasar cewek jalang. Dari jauh nampak Devan sedang


menghampiri Rosie yang sedang menunggunya. Karena rasa kepo ku yang


sangat besar akhirnya ku dekati mereka dan aku mendengar beberapa


pembicaraan mereka.


"Ros nanti Istirahat ayo kita ke kantin bareng"


"Ok Van"


"Nanti aku jemput kamu ke kelas mu. Ok?"


"Iya iya


Karena merasa muak dengan kedekatan mereka berdua akhirnya aku mendatangi mereka.

__ADS_1


"Van bisa bantuin aku gak?"


"Bantuin apaan Nor?"


"Itu


aku disuruh sama pak Jarot untuk mengumpulkan hasil laporan praktikum


kimia. Kamu bisa gak bantuin aku bawa hasil laporannya anak - anak ke


Pak Jarot, soalnya laporannya banyak banget Van. Aku gak kuat bawa


hehehe"


"Oh gitu ok aku bantuin kamu. Tapi nanti aja bisa gak. Soalnya aku masih mau ngomong sama Rosie"


"Dih dasar cewek genit" (Batin ku)


"Aduh kayak nya gak bisa deh Van harus sekarang"


"Oh gitu ok bentar ya. Ros aku mau bantuin Nora dulu ya. Aku permisi dulu"


"Ok Van"


Ruang Guru


"Pak Jarot ini pak hasil laporan praktikumnya"


"Wah Nora makasih ya. Kamu emang baik banget Nora, pantesan cocok jadi ketua kelas"


"Ah bapak bisa aja"


"Devan makasih juga ya"


"Iya pak"


"Kamu sama Nora emang pasangan yang cocok"


Seketika suasana menjadi diam dan canggung. Akhirya kami meninggalkan ruangan guru.


"Van"


"Iya apa Nor?"


"Van aku mau ngomong sama kamu"


"Iya ngomong apa Nor?"


"Van sebenrnya aku tuhh..."


"Devan oi kakak gue yang ganteng" Tiba - tiba Chaca datang.


"Apaan si lu anak kampet"


"Van gue nanti mau nebeng bareng sama lu"


"Lah mobil lu kenapa?"


Mereka asyik mengobrol sambil berjalan, sehingga melupakan aku yang ada di belakang mereka.


Kantin


Saat aku di kantin, di sana aku melihat Devan, Rosie, dan juga Sashi sedang asyik mengobrol.


"Ngapain tu si Shasi ada di sana? Dia kok akrab banget si sama si Devan. Jangan - jangan dia suka sama di Devan"


Setetelah


Devan dan Rosie pergi dan yang tersisa disana adalah Shasi. Aku


kemudian menghampirinya dan menarik nya ke kamar mandi. Ku kunci pintu


kamar mandi itu. Lalu aku mulai berbicara dengannya.


"Woi lu ngapain deketin Devan? Mau cari perhatian lu sama si Devan hah?"


"Enggak Nor, tadi aku cuma kebetulan ketemu aja sama Devan"


"Lu suka kan sama Devan"


Shasi hanya terdiam saja.


"Woi lu berani ya gak jawab pertanyaan gue"


Plak. Ku tampar pipinya Shasi.


"Ahh. Ampun Nor"


"Lu suka kan sama Devan. Cepet jawab"


"Iya Nor"


"Kurang ajar beraninya lu suka sama orang yang gue sukai"


Kujambak rambutnya Shasi.


"Ampun Nor"


"Ampun?


Ok gue bakal ampunin lu. Dengan syarat lu harus jauhin Devan. Ngaca


dong lu, lu pikir lu siapa hah? Lu gak pantes sama Devan"


Setelah itu aku meninggalkannya dalam keadaan masih menangis, tapi aku tidak peduli dengan dia.


Cerita Berlanjut...


 

__ADS_1


 


__ADS_2