
Keluarga Fujita memiliki serang penerus bernama Fujita Yuuya ia adalah anak laki laki yang tidak memiliki kemampuan lebih seperti anak laki laki dari keluarga lain, fatanya keluarga Fujita bukanlah keluarga yang mengharusnya menjadi seorang pendekar pedang, mereka hanyalah keluarga yang menjual minuman keras yaitu sake. Semenjak serangan pertama Yuuya ke hilangan ayahnya, di rumah ia hanya tinggal dengan ibu tirinya yang sangat menyayangi Yuuya, ibunya membanting tulang untuk memenuhi tanggung jawabnya sebagai orang tua.
Hari ini adalah upacara penerimaan siswa baru di Sekolah SMA Fumi di ferfectur Fusimi.Yuuya yang tidak memiliki kemampuan berpedang, serta ekonomi yang pas pasan, Yuuya tidak mampu membeli senjata katana atau pedang panjang untuk melindungi dirinya serta untuk pelajaran di sekolah, untuk itu Yuuya membuat sendiri pedangnya dari kayu cemara.
" Aku duduk di barisan belakang, enaknya mereka memiliki perlengkapan yang bagus, di bungkus dengan kain terbaik " Bisik Yuya dalam hatinya
Di depan kepala sekolah SMA Fumi sedang berpidato, sekali kali para siswa dan siswi memberikan tepuk tangan, pidato yang cukup panjang, bagi Yuuya kehidupan SMA nya akan ia isi dengan bekerja paruh waktu, ia tidak mungkin menjadi seorang pemburu untuk menghasilkan uang. Satu satunya yang terlintas dalam kepalanya hanya menjadi pekerja paruh waktu di toko, dan pastinya Yuuya mempersiapkan diri untuk di bully karena ia adalah orang yang tidak memiliki kemampuan dalam seni beladiri ataupun dengan menggunakan sihir. Sihir miliknya sangatlah lemah tidak seperti yang lain.
JIka boleh jujur Yuuya sangat menginginkan ilmu beladiri yang bisa ia kuasai, setidaknya untuk melindungi diri sendiri, ia juga sadar mungkin ia bukanlah orang yang terpilih memiliki kemampuan seperti orang - orang di sekitarnya, Sekolah ini sekolah yang menekankan nilai kemampuan material art dan sihir di atas segala galanya karena system sosial saat ini seperti itu, Yuuya bisa masuk ke SMA Fumi karna ia memiliki nilai akademik di atas rata rata itulah salah satu ke mampuan yang ia miliki, setidaknya dapat membuat ibu tirinya tersenyum itu sudah cukup bagi Yuuya.
Pidato dari kepala sekolah berakhir di lanjutkan dengan pengumuman, waktunya untuk berkeliling lingkungan sekolah, dan para senior dari berbagai macam club mulai berburu untuk mencari anggota baru dari tahun pertama.
" Ayo bergabung dengan club Kami !"
Para senior menggunakan berbagai macam kata kata yang mereka susun untuk menarik anggota baru di club mereka, seragam jalur akademi dan prestasi material art dan magic memiliki seragam tersendiri, bagi dirinya yang menggunakan seragam putih polos dengan logo akademik di lengan baju kirinya, tidak ada seorang senior pun yang merekrutnya untuk bergabung dengan club mereka, bahkan tatapan mereka sekolah olah melihat sesuatu yang sangat menjijikan, tapi itulah ke benaran di jaman ini.
__ADS_1
" Yuuya ! " Sakamoto Rin
" Rin.... "
Tubuh Yuya tiba tiba gemetar dan mengeluarkan keringat dingin, hal yang tidak pernah ia harapkan dan sosok Rin ini cerminan dari mimpi buruk Yuuya, wanita yang sering membulinya dan mempermalukanya, bagi Rin Yuuya adalah peliharannya dia meletakan urutan piramida sosial bahwa Yuuya ini berada di tingkat paling bawah.
" Sudah berani memanggil nama ku ? " tanya Rin dengan nada angkuh
" Nona..." Yuuya dengan nada gemetar
" Iya... "
" Iya apa ? " tanya Rin
" Iya, saya berharap juga seperti itu " Yuuya dengan senyum yang di paksakan.
__ADS_1
Yuuya pun menundukan kepalanya dan mengikuti kemana pun Rin berjalan, ia tidak berani sekalipun mengangkat kepalanya setelah pada akhir percakapan mereka Yuuya mendapat tatapan dingin dari Rin.
" Aku haus " Rin
" Baik nona " Yuuya langsung merespon
Ia pun berlari mencari mesin penjual minuman, ternyata neraka Yuuya baru saja di mulai, sementara itu Rin menceritakan ke teman teman barunya bahwa Yuuya itu adalah budaknya, Rin banyak membicarakan soal Yuuya bagaimana saat ia di smp. kata kata cemoohan buat Yuuya pun terlontar dari mulut teman teman Rin. Dengan nafas tersengal sengal Yuuya datang menghampiri Rin.
" Nona ini minuman anda " Yuuya
" Bagus, nah sekarang tinggalkan aku sendirian " pinta Rin
" Iya Nona "
Yuuya kembali mengelilingi sekolah, dan ia melihat seorang perempuan gemuk dengan logo yang sama pada lengan kananya, dan ia juga mendapatkan perlakuan yang sama dengan Yuuya, dan ia menyaksikan dimana ia di permalukan oleh temanya dan gadis itu menunjukan senyum yang dipaksakan seperti senyuman Yuuya.
__ADS_1
" Lebih baik aku mencari jalan yang lain " gumam Yuuya