
Sepulang sekolah Yuuya membantu ibunya berjualan di distrik pertokoan
" Ibu, aku pulang " Yuuya sambil melepas alamaternya
" Udah sana, kamu ganti baju dulu " Ibu
Ibunya menyambut Yuuya dengan penuh senyuman, di areal distrik pertokoan Yuuya dan Ibunya dikenal sebagai orang yang ramah, bahkan banyak orang orang yang memperlakukan mereka dengan sangat baik, namun kadang ada pelanggan yang bertingkah kasar kepada mereka. Yuuya segera mengganti bajunya dan membantu ibunya di toko.
" Bagaimana sekolah mu ? "
" Sangat menyenangkan " Yuuya tersenyum
" Oh iya, kamu jangan teralu banyak belaja dan membantu ibu sekali kali kamu bermain dengan teman teman mu "
" Iya bu "
" Bagaimana dengan teman mu si Riku "
" Dia masuk sma yang berbeda bu "
" Kamu masih sering berhubungan dengannya bukan "
" Tentu bu "
Yuuya hanya membalas dengan jawaban yang singkat, ibu tidak pernah tahu bahwa nama teman yang di sebutkan itu adalah teman fiksi, Yuuya menutupi segala sesuatu kejadian yang ada di sekolahnya apa yang ia terima dari teman temanya, ibunya tidak akan pernah melihat bekas lebam di tubuh Yuuya karna semuanya tertutupi oleh bajunya, tubuhnya sering di jadikan samsak oleh Rin, ia di perlakukan dengan sangat kejam oleh wanita keji tersebut, padahal dulu waktu di taman kanak kanak, serta SD, Rin adalah orang yang selalu melindungi Yuuya namun setelah kejadian COM, Rin berubah drastis dan mulai membuli Yuuya.
DI waktu senggangnya Yuuya menghabiskan waktu dengan belajar tehnik pedang di internet dan membaca forum yang membahas tentang COM, ia juga rajin berolahraga dengan lari saat pagi hari, kecuali ia mendapatkan siksaan fisik ia tidak dapat berolah raga dan ia kadang tidak bisa masuk sekolah beberapa hari dengan alasan sakit demam.
Pagi itu Yuuya berlatih di taman yang jarang di kunjungi orang orang, Yuuya mengayunkan pedang kayunya gerakan dasar dalam berlatih ilmu pedang, ia ayun trus menerus hingga tanganya kepalan.
" Kuda kuda mu, dan tebasan mu sangat luar biasa " tegur seorang yang berpakaian compang camping
" Tuan jangan menilai ku terlalu tinggi " ujar Yuuya dengan nada ramah
Gelandangan tadi kira kira berumur sekitar lima puluan ke atas, ia duduk memperhatikan Yuuya.
" Anak muda, aku memang sudah tua, tapi mata ku ini tidak dapat di bohongi "
Yuuya pun menghentikan ayunan pedangnya
__ADS_1
" Tuan bisa saja " Yuuya tersenyum
" Dari gerakan mu, kamu memiliki keyakinan pada pedang mu, setiap ayunan pedang mu sangat tajam seolah olah kau sedang menebas sesuatu "
" .......... " Yuuya pun duduk di samping gelandangan tersebut
" Aku sudah lama hidup sendiri, anak dan istri ku mati akibat COM, sekarang aku tinggal di taman ini, tapi sebelum aku mati .... "
" Saya turut berduka cita atas ke hilangan anda tuan "
" Terimakasih, kamu anak muda yang ramah, tapi "
" Tapi ?? "
" Apa kamu tertarik mempelajari tehnik pedang Senko Ito Ryu "
" Eh... " Yuuya terkejut
Perkataan orang tua ini, apakah ini cara penipuan jenis baru dan ia pasti meminta ku aneh aneh
" Dari reaksi mu sepertinya kamu tidak mempercayai ku "
" Maaf "
" Namun aku tidak memiliki sihir "
" SIhir ? apa kau tahu sejarah berpedang apakah saat itu sudah ada sihir seperti jaman sekarang ini ? "
Yuuya menggelengkan kepalanya
" Berdirilah anak muda "
Gelandangan tadi mengambil sebilah ranting pohon kecil, dan Ia mulai berjalan ke tengah lapangan
" Tunggu apa lagi anak muda ? "
" Baik "
Karena rasa penasaran dan ketertarikan akan tehnik pedang Senko Ito Ryu atau bisa di artikan Aliran Pedang Rajutan Kilat. Yuuya mulai membentuk kuda kudanya dalam posisi bertahan dengan pedang katana kayu miliknya.
__ADS_1
" Orang tua tadi pun membuka kuda kudanya, dari pengamatan Yuuya, kuda kuda orang tua di hadapanya tidak rendah tidak pula seimbang, tidak juga tinggi, ini kuda kuda yang sangat aneh "
" Tehnik pedang Senko Ito Ryu memiliki gaya berpedang yang unik dari seluruh tehniknya memiliki gerakan yang berbeda, dan terdapat 20 tehnik rahasianya, tapi aku akan menggunakan tehnik pedang pertama Shensi sesuai dengan arti namanya yaitu tusukan dan ini termasuk urutan pertama dari tehnik rahasianya "
" Baik tuan "
Orang tua tadi pun menyeringai dan Yuuyu terkejut orang tua itu bergerak dengan sangat cepat tanpa ia sadari ranting kayu tadi sudah berada di tubuhnya tepat pada jantung Yuuya berada.
" Jika ini pedang sesungguhnya kau sudah mati "
Yuuya pun terjatuh ke tanah sambil memandangi orang tua yang berdiri di hadapanya. Orang tua tadi mengulurkan tanganya, dan Yuuya meraih uluran tangan tersebut.
" Jadi bagaimana ? "
Kedua mata Yuuya membesar dan ia pun sangat mengagumi orang tua tersebut. tapi raut wajahnya yang murung berubah menjadi sedih.
" Kenapa anak muda ? "
" Aku tidak memiliki uang yang banyak untuk di berikan kepada anda "
Orang tua tadi pun tertawa terbahak bahak
" Maaf "
" AKu tidak membutuhkan uang mu, cukup kau menerima ku sebagai guru mu, lalu bunuhlah setiap COM yang kamu temui, ayunkan pedang mu untuk orang orang yang kamu cintai, dan untuk diri mu sendiri "
" Sungguh ? "
" Tentu, mulai besok datanganlah saat senja kita akan berlatih "
Yuuya segera membungkukan badanya dengan mengucapkan terimakasih
" Bisakah saya tau nama anda Sensei ? "
" Nama ku, Matsunaga Ryu "
" Sensei maukah anda mengajarkan saya tehnik pedang Senko Ito Ryu tersebut "
" Kamu sudah aku terima sebagai murit ku satu satunya yang akan mewarisi tehnik pedang ku ini "
__ADS_1
" Terimakasih sensei "
Yuuya pun meninggalkan Sensei Ryu dan ia kembali ke rumah dengan hati berbunga bunga, ia tidak menyangka akan mendapatkan guru seperti Matsunaga Ryu sensei, Yuuya bertekat akan menjadi murit yang akan menerima seluruh tehnik pedangnya.