
Sebelum pulang latihan saat itu, Ryu berpesan kepada Yuuya agar ia tidak mempermalukan diri sendiri karena sekarang ia adalah pewaris dari tehnik pedang Senko Ito Ryu, dan sekarang di sekolah seperti biasa Yuuya datang ke sekolah.
" hari ini ada test untuk menyeleksi siswa dan siswi untuk unit pertahanan daerah " Yuuya
Ia pun berjalan menuju kelasnya setibanya di lorong ternyata Rin ada disana.
" budak " panggil Rin
Yuuya tidak menghiraukan suara yang memanggilnya budak.
" BUDAK ! " Rin
Suara itu semakin keras, namun Yuuya tetap tidak menghiraukan asal suara tersebut, dan ia pun duduk di bangku kelasnya, Rin bersama teman temanya menghampiri Yuuya.
" Budak kamu tidak mendengar suara tuan mu ? " Rin
" Aku bukan budak nama ku Yuuya " Yuuya sambil tersenyum
Namun raut wajah Rin terlihat sangat marah sekali, Yuuya tahu Rin sangat kesal namun ia sudah tidak perduli lagi.
Guru pun masuk ke dalam kelas percapakan dengan Rin pun terhenti, dengan wajah cemberut Rin duduk di bangkunya. Guru mulai menjelaskan untuk test hari ini, Setiap tehnik bertarung akan di test melawan satu lawan satu siswa dan siswi di sekolah ini berdasarkan tingkatnya, dan Yuuya sangat senang mendengar hal tersebut, jika terpilih maka ada ke untungan tersendiri. Pertama ia akan mendapatkan perlakuan khusus di kantin sekolah, dan wewenang dalam memanfaatkan seluruh fasilitas sekolah dan daerah dalam menunjang latihanya hingga ia nanti masuk akademi militer.
Senjata untuk team pemburu COM juga di lengkapi dengan racun khusus untuk membunuh COM , namun jika terkena manusia itu tidak berbahaya. Satu eprsatu murid di minta ke depan untuk mengambil nomer undian dan seleksi pertama akan di lakukan untuk siswa dan siswi tahun pertama terlebih dahulu, setelah selesai, para penguji sudah menunggu di lapangan dan seluruh siswa dan siswi menonton serta menunggu giliran mereka. Sebuah layar besar menunjukan wajah dan nomer peserta yang akan bertanding untuk melewati test ini, setiap sekolah hanya di ambil dua puluh siswa dan siswi saja tidak lebih dan tidak kurang.
Mereka menggunakan berbagai macam senjata dan tehnik bertempur bahkan ada yang menggunakan senjata moderen, namun senjata moderen tidak begitu effective dalam pertarungan jarak dekat, ada pula yang menggunakan panah, nagita, tonpa, dan ada banyak jenisnya. Yang menarik adalah orang yang menggunakan ilmu beladiri tangan kosong yang hanya di lengkapi sarung tangan khusus. Yuuya terus memperhatikan pertarungan yang ada di hadapanya, sekarang sudah tengah hari biasanya ini akan memakan waktu hingga tengah malam.
Waktu pertempuran tidak terbatas sampai salah satu di antaranya menyerah atau di hentikan oleh pengawas ujian, mereka memiliki gaya bertarung yang unik ada pula yang sama. hari semakin sore jam sudah menunjukan pukul 03:00 sore, pada layar besar mulai di acak siapakah siswa atau siswi yang akan bertarung, dan disana terpampang wajah Yuuya dan Rin. Semua orang bersorak dan mengolok olok Yuuya. Mereka tahu Yuuya hanyalah orang lemah itu yang ada di pikiran mereka.
" Kau akan membayarnya sialan " Rin penuh rasa kesal
" Mohon kerjasamanya " Yuuya
__ADS_1
" Cih " Rin
Mereka pun di minta untuk bersiap, dan Yuuya mencabut pedangnya, Rin yang menggunakan senjatanya.
" Aku Takahasi Rin dengan tehnik Nito Ito Ryu, bersumpah bertarung secara sportive "Rin dengan nada tegas
Semua orang pun bersorak dan bertepuk tangan, mereka menantikan ke mahiran dari Rin dan ia juga membawa pedangnya yang masih ada di pinggang, hal tersebut sah sah saja, karena tehnik pedang Nito Ito Ryu memiliki dua senjata yang dapat digunakan.
" Tapi kali ini aku akan menggunakan pedang katana ku saja " Rin meletakan tombaknya di sisi arena
Kini giliran Yuuya memperkenalkan diri
" Aku Fujita Yuuya, dengan tehnik Senko Ito Ryu "
Semua orang terdiam dan tertawa karena tidak pernah mendengar nama tehnik pedang tersebut, namun berbeda dengan team penguji mereka mengetahui itu adalah tehnik pedang kuno dan seorang yang menggunakan tehnik tersebut sudah pensiun karena cedera parah. Mereka menganggap Yuuya mungkin saja pewaris dari tehnik pedang yang menakutkan tersebut.
" Lebih baik kau menyerah saja Yuuya " Rin dengan nada merendahkan Yuuya
" Aku akan jawab semuanya dengan pedang ku " Yuuya serius
" Begitu pula dengan ku Rin " Yuuya
Pengawas seleksi menyatakan pertandingan di mulai dan Rin langsung menyerang Yuuya tanpa memberikan Yuuya kesempatan, Yuuya terdesak dengan serangan bertubi tubi dari Rin.
" Bodoh ahahaha " Rin sambil tertawa
Dan ia pun menendang perut Yuuya dengan keras hingga Yuuya terjatuh, Yuuya langsung berdiri karena ia tidak ingin dikalahkan oleh Rin, Ayunan pedang Rin terlihat seolah olah dirinya sedang menari, dan terus menyerang Yuuya dengan tanpa ampun, Yuuya berkali kali mendapat serangan telak dari Rin, tinjuan dan pukulan dari gagang pedang milik Rin, pengalaman Rin dalam latihan sudah di asah dari kecil sedangkan Yuuya barusaja jadi itu wajar, pengawas pun ke hilangan harapanya untuk melihat tehnik milik Yuuya benar atau tidaknya.
Rin berhenti dan mundur melihat Yuuya tiarap kesakitan.
" Apa kau menyerah ? " tanya Rin
__ADS_1
" Tidak akan " Yuuya
Rin kembali dan langsung menendang Yuuya
" Menyerahlah ! " Rin
Yuuya pun bangkit di bantu dengan pedangnya, dan Rin hendak melakukan serangan terakhir
" Jika seperti itu maka aku akan akhiri " Rin mulai membuat jarak
Yuuya segera memasang kuda kuda dari tehnik pedang senko, dan Rin tertawa sinis karena kuda kuda tersebut sangat aneh dan lemah. Yuuya menarik nafasnya dalam dalam dan ia membuka matanya tatapan Yuuya berubah. ia mengangkat pedangnya hingga ke garis matanya.
" Itu.... auranya berubah " gumam Rin
Dengan mengatur pernafasanya, Rin segera menyerang Yuuya, namun serangan Rin pertama kali di tangkis oleh Yuuya, dan pertahanan Rin terbuka sangat lebar namun dari posisi tersebut Yuuya tidak akan bisa memberikan serangan balik, namun yang mengejutkan Yuuya menarik tubuhnya ke bawah dan menabrak Rin dengan punggungnya hingga Rin mudur. RIn tidak mau kalah ia kembali menyerang Yuuya, dan Yuuya memberikan mengembalikan serangan Rin.
" Pergerakannya terlihat lambat " gumam Yuuya
berkali kali serangan Rin di kembalikan Yuuya, dan Rin menjaga jarak dan merubah sikapnya Rin bersiap mengeluarkan tehnik pedangnya untuk menjatuhkan Yuuya, dan Yuuya kembali ke sikap awalnya. Sekali lagi Rin membuka serangan, saat hendak mendekat tiba tiba Yuuya mengincar leher Rin, dengan refleknya Rin segera menangkis dengan pedangnya, dan suara benturan antara besi sangat kuat.
" Raiton ! " Yuuya
kedua kalinya Yuuya menggunakan tehnik Reiton dan mengincar leher Rin lagi, dan Rin berhasil menebak setelah berhasil menangkis dengan cepat Yuuya memberikan serangan lagi.
" Inazuma ! " Yuuya
Rin terkena tebasan yang sangat kuat hingga, dari mulutnya keluar cairan namun ia berhasil bertahan, saat menggenggam erat pedangnya agar tidak jatuh Rin melihat Yuuya sudah ada di depan matanya.
" Kagayaku ! " Yuuya
Sentuhan terakhir tepat tusukan pada pelindung jantung milik Rin dan Rin terpental ke belakang serta terjatuh ke tanah dengan keras. semua pengawas yang tadi gegang begitu juga para guru dan semua penonton disana menyaksikan tehnik milik Yuuya. Rin pun masih bangkit dengan tubuh gemetar. Tiga tehnik rahasia beruntun milik Yuuya tadi dengan keyakinan Rin dapat menebaknya, namun baru saja di mulai lagi tehnik pedang Senko pertama Raiton malah mengincar tempat lain dan serangan Yuuya menjadi sangat sulit di prediksi. Berkali kali Rin mendapatkan serangan keras dan telak dari Yuuya, dan sudah di pastikan Yuuya memang pewaris dari pedang kilat yang mengerikan itu.namun karena stamina Yuuya masih belum cukup dan panasnya terik matahari Yuuya malah pingsan sedangkan Rin masih bisa berdiri walau ia harus bertumpu berat tubuhnya pada pedangnya.
__ADS_1
" Dia sudah berubah " ujar Rin yang kemudian jatuh pingsan juga
Pengawas tadi piun memberikan penilaian tinggi terhadap Yuuya jika pertarungan sungguhan tadi serangan milik Yuuya sudah membuat Rin mati, dan team medis juga melaporkan bahwa keduanya mengalami cedera parah tapi yang paling parah adalah Rin, untung saja ada pelindung jantung tersebut jika tidak pedang tumpul milik Yuuya akan menembus jantung Rin dan sudah dapat di pastikan ia mati.