SENKO ITO RYU

SENKO ITO RYU
Episode 3 : Dasar Senko Ito Ryu


__ADS_3

Sebelum berangkat sekolah Ryu pun terus menebar senyum di depan ibunya


" Hei apa yang terjadi dengan mu apa kamu sakit ? "


" Tidak bu, kau tahu, aku sekarang memiliki seorang guru pedang "


" Eh guru pedang ! "


" Iya bu, mulai besok setelah pulang sekolah aku kan belajar denganya "


" Hati hati loh penipuan "


" Tidak bu, ini sangat nyata dia bahkan menunjukan tehnik pedang yang akan ia ajarkan kepada ku, dan itu sangat luar biasa "


" Kamu butuh uang berapa ? "


" Sensei tidak meminta bayaran untuk ku "


" Sangat mencurigakan "


" Nama guru ku pedang ku Matsunaga Ryu "


" Rasanya aku pernah mendengar nama itu tapi dimana ya ? "


" Akhirnya aku menjadi seorang murit berpedang " Yuuya


" Baguslah, kalo begitu tapi hati hati jika ada apa apa segera pergi apa kamu mengerti ? "


" Iya bu " Yuuya tersenyum simpul


Semenjak ayahnya meninggal baru kali ini, Yuuya menunjukan senyumnya yang polos tidak di paksakan seperti yang sudah sudah, sebagai seorang ibu aku harus mendukung ke inginan putra ku, walau kami tidak memiliki hubungan darah sama sekali, tapi aku bersyukur memiliki seorang anak sepertinya dan aku akan terus mengawasi putra ku satu satunya ini.


Yuuya pun mendapatkan bekal makan siangnya dari ibu yang selalu tulus merawatnya dan Yuuya pun pamit untuk bersekolah, setibanya di sekolah Yuuya sudah di hadang oleh Rin tepat di halaman sekolah.


" Nangi makan siang temani aku makan apa kamu paham ? "


" Baik Nona "


" Sekarang ayo kita ke kelas"


Di lorong sekolah Yuuya mulai mendapatkan tatapan dingin yang di arahkan keapadanya, Yuuya terus menundukan kepalanya, ia tidak sanggup untuk menatap orang orang itu. Ia juga mendengar kata kata cemoohan seperti babu, budak, sampah dan berbagai macam jenisnya tentunya mereka sambil tertawa. Di dalam kelas, Rin duduk di samping kanan Yuuya.

__ADS_1


" Yuuya " Panggil Rin


Yuuya menoleh ke arah Rin, dan ia terkejut serta gemetar. Yuuya tidak mengerti kenapa Rin menunjukan raut wajah yang sangat marah terhadapnya, sekali lagi Yuuya menundukan kepalanya. Rin hanya diam sambil menatap Yuuya sambil menahan emosinya. Seorang guru wanita memasuki kelas 1D dan ia memperkenalkan dirinya sebagai guru sekaligus walikelas 1D, guru di depan mulai meminta setiap murid untuk maju ke depan untuk perkenalan, ruangan kelas pun menjadi ramai Yuuya hanya bisa terseyum, hingga tiba giliranya.


" Nama ku Fujita Yuuya, asal SMP Heiwa, salam kenal " Yuuya dengan nada terbata bata


" Silahkan bertanya kepada Fujita "


Namun tidak ada satu orang murid pun yang ingin bertanya malah mereka saling berbisik.


" Fujita Yuuya. Semangat ya "


" Iya "


" Kembalilah ke tempat duduk mu "


Saat berjalan ia melihat ke arah Rin dan Yuuya segera menundukan kepalanya lagi


" Dasar budak gak berguna "


" Orang bodoh "


Setiap ia melalui meja teman kelasnya Yuuya mendapatkan kata kata pelan seperti itu, dan Yuuya hanya tersenyum, entah apakah ini bisa di sebut teman atau bukan, tapi Yuuya tetap diam saja,  Bell mulai berbunyi sebagai tanda istirahat.


" Iya "


Yuu mengikuti Rin kemana pun Rin melangkah sambil membawa kotak bekal makan siangnya, Rin memilih di tempat yang tidak ada orang dimana hanya mereka berdua.


" Aku sangat membenci mu Yuuya " Rin


Hari ini Rin tidak menyiksa Yuuya, tapi kata kata dari teman masa kecil itu sangat menyakitkan lebih dari siksaan fisik yang di berikan Rin selama ini kepada Yuuya. Takahasi Rin Penerus dari tehnik pedang Nito Ito Ryu dari ayahnya dan juga menguasai tehnik pedang clasik dari ibunya dengan aliran pedang Haru No Yugure, tehnik pedang ini berfokus pada serangan tanpa adanya tehnik bertahan, Rin mendapatkan gelar jenius karna iya berhasil menggabungkan tehnik pedang Nito dan Haru No Yugure. Dari tadi Yuuya dan Rin hanya memakan bekal milik mereka tanpa berbicara sepatah kata pun, hingga ke heningan ini di pecahkan dengan suara Rin.


" Sampai kapan kamu seperti ini ? "


" Maaf... "


" Dari dulu kamu selalu berkata Maaf apa otak mu itu kosong ? "


" Maaf.. "


" Sikap mu inilah yang membuat ku sangat membenci mu "

__ADS_1


" Aku hanya budak dari Rin jadi aku akan melakukan apapun ke inginan Rin kecuali menggunakan pedang karna aku tidak bisa berpedang "


" Jangan pernah menyapa ku lagi ! "


" .....  "


Rin berdiri dan langsung menampar wajah Yuuya, dengan tatapan marah namun di balik itu semua Yuuya dapat melihat ke sedihan di balik raut wajah Rin.


Sepulang sekolah Yuuya segera menuju taman tempat ia berjanji dengan gurunya, dan ia melihat gurunya duudk dengan santai di bawah pohon yang sangat rindang.


" Sensei ! " Ryu dengan nada semangat


" Anak muda duduklah disini "


" Baik, Sensei "


" Dengar Yuuya, kita akan memulai dengan dasar dari tehnik pedang ini, aku akan memberikan pelajaran tiga tehnik dasar dalam tehnik Senko, yaitu Raiton Atau Petir, Inazuma, dan Kagayaku. dan sebelum itu aku akan menjelaskan kepada mu tentang Senko Ito Ryu "


" Iya sensei "


" Tehnik pedang Senko Ito Ryu termasuk tehnik clasik dimana setiap tehnik Clasik di ciptakan untuk membunuh, dalam gaya berpedang Senko terbagi dengan kata Menerima, Menahan, dan Mengembalikan serangan, tiga itu sangat penting sebelum kita masuk dalam tehnik dasar Raiton, Inazuma, dan Kagayaku, selain itu setiap gerakan aliran pedang Senko ada dua untuk satu lawan satu dan satu lawan banyak musuh, itulah Senko Ito Ryu dengan mengandalkan kecepatan di atas segala galanya, dengan kekuatan sihir mu aku rasa kamu bisa menggunakan sihir dasar bukan "


" Jika sihir dasaraku bisa sensei "


" Itu sudah cukup, lalu berdirilah dan tiru kuda kuda ku "


Yuuya pun mengikuti gurunya dan kuda kuda ini adalah pelajaran utama dari berpedang yang di sebut Kamae atau kuda kuda.


" Seperti ini sensei ?" tanya Yuuya


" Masih belum sempurna dan aku akan membetulkanya "


Ryu mulai membetulkan kuda kuda Yuuya, dan sikap postur tubuhnya dalam membuka kuda kuda


" Sekarang hitung selama 10 detik dalam posisi Kamae lalu berdiri tegak dan Kamae lagi lalu bertahan selama sepuluh detik lalu ulangi "


" baik Guru "


Setiap Yuuya mendapatkan kesalahan dalam kuda kuda, Yuuya pun mendapat hukuman dengan sabetan dari ranting pohon ke tubuhnya, lalu di benarkan oleh Ryu sebagai gurunya, Yuuya terus melakukan sampai gurunya meminta ia berhenti, lampu taman mulai menyala bertanda sebentar lagi matahari terbenam, dan Yuuya terus melakukan belajar dasar dari tehnik pedang yang di ajarkan Ryu. Ryu sendiri melatih Yuuya dengan sangat keras karena dasar juga dalam menggenggam sebuah katana adalah disiplin.


" Atur pernafasan mu jangan lengah, anggap saja kamu di kelilingi oleh musuh mu yang siap membunuh mu saat kau terlihat lemah "

__ADS_1


" Iya sensei ! " jawab tegas Yuuya


Baju yang ia gunakan penuh akan keringat, Ryu terus melatih Yuuya tanpa istirahat hingga tubuh Yuuya benar benar mengingat dasar dari tehnik pedang Senko yaitu kuda kuda atau di sebut Kamae. Dalam hatinya Ryu kagum dengan Yuuya dengan cepat tubuh Yuuya mulai mengingat posisi Kamae, dan disini Ryu tidak salah memilih seorang penerus dari tehnik pedang Senko Ito Ryu.


__ADS_2