Seorang Anak Yang Mempertahankan Harga Diri Seorang Ibu

Seorang Anak Yang Mempertahankan Harga Diri Seorang Ibu
episode 3


__ADS_3

empat hari menuju hari pertunangan keluarga Chauhan menyiapkan apartemen di kota untuk keluarga Sarda, Vans Singh Chauhan tidak ingin rekan bisnis dan kerabat jauh menghina dirinya karena mendapat menantu dari keluarga desa


keesokan harinya keluarga Sarda sampai di apartemen tersebut, Sarda di sambut dengan cara keluarga terhormat


disisi lain Vans yang sudah tidak ingin melihat penyambutan Sarda masuk kedalam kamar, dia mulai merencanakan untuk mengina Sarda, dia menyuruh Sandya untuk ikut membantunya


"aku ingin kamu membeli cincin pertunangan yang sangat mahal dan keluarga Sarda harus memakai cincin pertunangan dari kita!" ucapnya


"baik kak" jawab Sandya


Sarda pun mulai merancang pertunangan Meghna dan menyuruh Naina ikut mendekor dengan Karan


"kau harus ikut mendekor untuk acara tunangan kakakmu Naina bersama dengan Karan" ucapnya


"Bu…masa mendekor sama Karan, manusia yang aneh itu mau mendekor bersamaku?, itu pasti sangat merepotkan" jawabnya


"kau kan belum mencobanya kenapa sudah mengeluh dulu?, pokoknya kamu harus mendekornya bersama Karan." paksa Sarda


"huff…baiklah kalau itu mau ibu aku akan melaksanakan tugas ini semaksimal mungkin


keesokan harinya Naina mulai merencanakan untuk acara pertunangan kakaknya itu dimulai dari tempat serta hiasannya

__ADS_1


"bagaimana dengan tempat ini Karan?" tanya Naina


"tidak bagus." jawab Karan


"kau ini gimana sih ditanya dari tadi jawabannya nggak bagus semua.." ucap Naina dengan nada kesal


"habisnya seleramu biasa-biasa saja.." ledek Karan


"ya sudah kalau gitu kamu yang pilih tempatnya!!! aku akan setuju apapun yang kamu pilih." kata Naina


akhirnya Karan yang memilih tempat untuk acar pertunangan Meghna, Naina membeli perlengkapan untuk mendekor ruangan


"baguslah kalau gitu"


"tumben sekali kau tidak protes pada apa yang aku lakukan, biasanya kau sudah mengomeli ku karena seleraku terlalu buruk di matamu.." ledek Naina


"sudah…kita hias saja ruangan ini”


"baik tuan payung" ledek Naina sambir tertawa


mereka berdua dapat bekerjasama dengan baik untuk mendekor ruangan yang akan digunakan kakaknya untuk pertunangan.

__ADS_1


awalnya Naina yang belum terbiasa dengan sikap Karan yang terus membawa payungnya setiap keluar ruangan, seakan tubuhnya akan terbakar apabila terkena sinar matahari


malam harinya Sandya mengunjungi kamar sarda untuk memberikan cincin pertunangan Kunal dan Meghna


"bu Sarda tradisi keluarga Chauhan yang menggunakan cincin dari pihak Chauhan, jadi saya kesini untuk memberikan cincin pertunangan serta pakaian untuk Meghna" ucapnya


"tapi saya sudah membelinya Bu Sandya"


"pokoknya kau harus menerima ini, ini yang diberikan kakakku Vans pada putrimu itu, aku tidak ingin Kunal dipermalukan karena cincin nya tidak semahal keluarganya, masa kamu mau memberikan cincin tidak berharga pada Kunal?" sindir Sandya


"hmmm…baiklah untuk kebaikan calon menantuku aku akan menerimanya" jawab Sarda


ternyata percakapan tersebut terdengar oleh Meghna, ia pun mengepalkan tangannya keluarga Chauhan itu sudah membuat ibuku menangis dan sekarang ia menghina ibu secara tidak langsung bahwa pilihan ibuku sangat kampungan, dia akan membuat keluarga Chauhan merasa malu pada acara pertunangan nanti. liat saja pembalasanku Vans Singh Chauhan!


Sandya menemui Vans kalau dia sudah memberikan baju serta cincin pertunangan yang sangat mahal


"aku sudah menyerahkan baju dan cincin pada Sarda"


"bagus. Kita harus menyadarkan posisinya yang terlalu rendah bagi keluarga Chauhan" ucap Vans dengan senyum kemenangan karena sudah membuat Sarda tidak berkutik.


^^^Bersambung…^^^

__ADS_1


__ADS_2