
Naina dan Sumitra sedang di dapur
"Bu aku mau tanya mengenai penyakit Karan, kalau boleh tau sejak kapan Karan mengidap penyakit itu?"
"Sudah lama Naina, mungkin sejak Karan masih kecil, kemudian semua kebutuhan Karan semua Sandya yang urus"
"Memangnya kenapa nak?
"Tidak apa apa bu, aku cuma penasaran aja dengan penyakitnya"
Kemudian Naina pergi ke kamar Karan dan mengecek isi lemarinya dan ternyata dikunci oleh Karan. Naina pun mengurungkan niatnya untuk mengecek barang barang Karan.
Tetapi Naina melihat Karan membawa gitar ke luar rumah, Naina pun mengikuti Karan, ia ingin mengetahui apa yang di lakukan oleh seorang Karan Chauhan.
Naina terkejut karena Karan berhenti di bawah pohon besar serta ada anak anak dengan alat musik yang sederhana dia terkagum bagaimana Karan terlihat bahagia hanya karena mengajari anak kecil bermain alat musik "Ternyata dia juga bisa tertawa?" batin Naina, dia pun memutuskan untuk pulang ke rumah.
Sesampainya dirumah…
Naina bersikap seperti biasa, dia berfikir "kenapa dia tidak menunjukkan bakatnya di depan keluarganya?". Dia hanya memendam bakat Karan, dia pun memutuskan untuk mencuci pakaian Karan. Setelah Naina selesai mencuci dia pun menjemur pakaiannya, ternyata Karan pulang dan marah besar pada Naina karena dia telah memegang bahkan sampai mencuci bajunya.
"Apa yang sedang kau lakukan?!"
"Aku sedang mencuci pakaian kita"
"Kenapa kau berani mencuci bajuku?!"
"Sekalian tuan Karan Singh Chauhan!"
__ADS_1
"Cepat letakan itu!, nanti kau bisa tertular!"
"Tidak akan!, aku sudah mencucinya dan tidak terjadi apa apa padaku!, jadi kau tenang saja"
"Kenapa kau sangat keras kepala?!, cepat ikut denganku!, ini harus di oles dengan salep"
"Aku bilang tidak papa, berarti tidak apa apa"
Karan tidak menghiraukan perkataan Naina, dia menarik tangan Naina sampai di kamar mereka, Karan mengambil kotak p3k.
"Sekarang kau duduk dulu disitu!, jangan kemana mana!"
"Baiklah"
"Kamu ini!, berapa kali aku bilang padamu untuk tidak menyentuh barang barangku. Masih aja sentuh sampai di cuci pula bajuku"
ucap Karan sambil mengoleskan salep di tangan Naina
"Hmm Karan, aku mau tanya sama kamu, tadi kamu habis kemana?, pergi bawa gitar"
Karan terkejut dengan pertanyaan Naina, dia pun berhenti mengoles salep
"Jangan coba coba untuk mengusik kebiasaan yang telah aku lakukan!, lakukan saja pekerjaanmu!, satu hal lagi jangan menyentuh barang barangku lagi!"
"Baiklah"
Karan pun pergi meninggalkan Naina di kamar, Naina pun pergi ke dapur untuk membantu Sumitra.
__ADS_1
Disisi lain Kunal sedang mengadakan pertemuan yang sangat romantis…
"Apa semua ini Kunal ?"
"Gimana kamu suka dengan kejutanku?"
Meghna hanya diam dia ingat bahwa dia disini untuk membalaskan dendam untuk penghinaan yang dilakukan ayah mertua
"Kenapa?, kau tidak suka dengan kejutanku?" ucap Kunal sambil menepuk punggung Meghna yang sempat melamun
"Hmm, suka, ada acara apa nih kau buat kejutan?"
"Memang apa salahnya membuat kejutan seperti ini?"
"Yah…tidak salah sih" ucap Meghna sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal
"Aku hanya ingin membuat istri tercintaku tersenyum, ayo sekarang duduk dan makan makanan yang telah aku siapkan"
"Kau yang membuat ini semua?"
"Hmm bukan sih, aku pesen makanan di hp biar cepat, ini semua makanan kesukaanmu meghna"
"Terima kasih Kunal"
"Sama sama, sudah dimakan makanannya, nanti dingin"
"Baiklah"
__ADS_1
Mereka pun menghabiskan malam romantis tanpa ada kendala apa pun.
^^^Bersambung…^^^