Seorang Anak Yang Mempertahankan Harga Diri Seorang Ibu

Seorang Anak Yang Mempertahankan Harga Diri Seorang Ibu
episode 7


__ADS_3

setelah makan malam selesai Naina meminta izin untuk membawa makanan ke kamar Karan


di kamar Karan…


"Karan…ini makananmu"


"Aku kan sudah bilang kau jangan mengurusku!"


"Kalau kau tidak mau, aku masuk secara paksa!"


(tidak ada jawaban dari karan)


Naina pun masuk tanpa seizin Karan, karena Karan tidak menjawab apapun


"Kenapa kau peduli padaku?"


"Karena aku adalah istrimu, aku tau kalau kau tak menerimaku tetapi aku menerimamu sebagai suamiku,jadi aku akan mengurus semua kebutuhanmu"


tidak ada respon lagi dari Karan, Naina hanya menaruh makanan di atas meja untuk Karan makan, dia pura-pura keluar agar Karan mau memakannya


"Aku nggak mau kau sampai tertular penyakitku…semua menjauhiku kecuali bibi Sandya dan aku tidak butuh belas kasihan darimu…" batin Karan


beberapa saat kemudian…


"Nah kan makanannya sudah habis, katanya tadi tidak lapar…"


"Tutup mulutmu dan bawa keluar makanan yang telah ku habiskan!"


"Baik tuan aneh…hahahaha"


"Dasar perempuan gila"


mereka selalu punya panggilan yang sangat aneh, maklum baru pengantin baru jadi punya panggilan yang baru pula


di sisi lain Meghna masih memikirkan cara untuk membalaskan dendam ibunya pada Vans dan Sandya, pertama aku harus bekerja di perusahan Chauhan Corp untuk itu aku harus menemui kakek untuk memasukanku perusahan tersebut

__ADS_1


"Kakek aku punya satu permintaan"


"Apa itu meghna?"


"Apakah aku boleh bekerja di perusahaan milik keluarga Chauhan?"


"Tentu saja boleh, kau kan sekarang menantu keluarga Chauhan pasti boleh"


"Tapi aku takut ayah mertua akan marah padaku…"


"Masalah itu biar kakek yang urus"


"Terima kasih kakek" ucap Meghna sambil memeluk sang kakek


"Kau tunggu saja pembalasanku ayah mertua dan juga bibi" batin Meghna


Meghna pun pergi ke dapur untuk memasak makan siang di sana ternyata ada Naina


"Kau sedang apa di sini Naina?"


"Sedang memasak dong kak"


"Iya dong kak kan aku memasak untuk suami teranehku"


"Kau ini…panggil suamimu dengan hormat jangan asal panggil begitu"


"Hehehe…"


"Oh iya kak nanti malam kita telephon ibu yuk…"


"Boleh sudah lama kita nggak ketemu sama ibu"


beberapa saat kemudian ibu mertua mereka datang


"Wahhh…menantuku sangat rajin ya?"

__ADS_1


"Iya dong bu kita sebagai menantu keluarga Chauhan harus disiplin serta mengurus keluarga"


"Bagus ibu suka sekali kalian bertanggung jawab" kata ibu Sumitra sambil memeluk Meghna dan Naina


"Sudah mari kita sajikan makanan ini, semua orang sudah menunggu kecuali Karan"


"Apakah Karan tidak makan bersama kita lagi?"


"Tidak nak, nanti kamu bawakan saja ke kamar Karan"


"Baik bu saya akan membawa makanan Karan"


semua keluarga sudah makan siang, Naina pun membawa makanan yang telah dimasaknya ke kamar Karan


"Ckck bagaimana mau sembuh makan saja harus di bawa ke kamarnya, aku jadi penasaran apakah separah itukah penyakit Karan…nanti aku akan menyelidiki penyakit Karan"


sesampainya dikamar Karan…


"Karan ini aku membawa makan siang kamu"


(…)


tidak ada jawaban dari Karan seperti biasanya, Naina pun masuk ke dalam kamar Karan, ternyata Karan sedang tidur, Naina pun membangunkan Karan


"Karan bangun!"


"Hoam, apa sih wanita menyebalkan!"


"Ini aku bawakan makan siangmu, makan dulu setelah itu lanjut tidurmu!"


"Dan jangan memanggilku wanita menyebalkan!, dasar pria aneh!"


"Kamu juga!, berganti memanggilku pria aneh!"


"Sudah! sudah!, makan dulu aku akan membantu ibu di dapur"

__ADS_1


Naina pun meninggalkan Karan dengan makanan yang telah ia siapkan, setelah mereka menikah pekerjaan mereka hanya di dapur saja, mereka ikut membantu ibu membantu mereka serta mengurus rumah baru mereka.


^^^Bersambung…^^^


__ADS_2