Sepenggal Perjalanan Hidup Seorang Barista

Sepenggal Perjalanan Hidup Seorang Barista
bab 15..nasib doni si toa masjid


__ADS_3

Doni diam tak ada kata yang mampu dia ucapkan hanya bengong seperti anak kodok di gendong maknya..Sampai akhirnya ayah citra angkat bicara "sebagai seorang ayah tentu saya sangat berterima kasih sudah sudi menjaga dan menyayangi anak saya, tapi saya juga minta maaf sebesar besarnya karena citra sudah saya jodohkan dengan nak putra dari kecil, papa nak putra adalah sahabat saya, jadi maaf ya nak doni dan minta tolong mulai sekarang jangan cari citra lagi, karena bulan depan citra akan menikah dengan putra dan akan ke singapura ikut suaminya "\=\="insyaallah pak, saya lepaskan citra dengan ikhlas, mungkin memang bukan jodoh saya, saya hanya berpesan kepada citra dan putra, jaga baik baik kepercayaan masing masing pasangan, jangan nodai kesetiaan, semoga menjadi keluarga sakinah mawaadah waarahmah"..sambil menahan sesak di dada ..

__ADS_1


"tentu don,aku akan jaga istri ku baik baik, siapa tak bangga punya istri cantik dan pandai, terimakasih sudah jaga dia buatku, dan juga ku mohon jangan pernah cari dia lagi karena dia sudah jadi milikku"..dengan angkuh dan sombongnya putra berucap .."wakakaka..tenang saja put aku yak akan rebut istri orang, aku bukan pebinor, tenang saja aku masih ada iman"...jawab doni.."baguslah nak don, kalau begitu aku ijin pamit beserta citra, mohon maaf jika ada salah ya nak don".."salah pak anda salah besar,datang datang merebut kekasih😭"dalam hati doni.."ya pak silahkan, manusia memang tempatnya salah dan khilaf..saya pun mohon maaf tidak bisa mengantar di depan pintu"..

__ADS_1


Citra yang dari tadi diam saja tanpa ada kata kata pergi sambil nwngok ke belakang melihat doni yang menahan sedih, rasa bersalah pun menghampirinya saat akan kembali tangannya di tarik oleh calon suaminya, sambil menggeleng kan kepala.. selamat tinggal bang doni ku sayang batinnya sambil menangis

__ADS_1


Mungkin dengan aku sendiri dulu di sini aku bisa jadi lebih tenang..batin doni..dia di sana hingga larut malam , pulang dengan jalan kaki sejauh 10 km dari rumahnya

__ADS_1


__ADS_2