
Malam semakin larut,arif sudah selesai dengan pekerjaannya dia menuju tempat parkir. pak sofyan sang juru parkir menyapa arif..
"sudah selesai mas arif pekerjaannya?langsung pulang atau mampir dulu??" tanya pak sofyan.
"iya pak,sudah selesai..mau mampir sebentar ketemu teman pak..pak sofyan sendiri lekas pulang ya, sudah malam tak baik bagi kesehatan orang berumur" jawab arif .
"injeh mas, ini mau pulang hati hati di jalan ya mas"pesan pak sofyan.
sambil mengangguk arif menaiki motornya, melaju menuju ke tempat di mana sudah di tunggu kawan kawannya..Sesampainya di sana tempat itu sudah ramai orang, arif di sambut rei..
"gimana rif??sudah siap? " tanya rei.
"insyaallah siap, kalau ada apa apa hubungi keluargaku ya!"pesan arif.
"ngomong apa?kamu akan baik baik saja, aku yakin itu!" bantah rei.
"ya kan cuma berpesan,wkwkwkwk...ini aku titip tas ku, minta arul bawakan..." sambil serahkan tas nya..
"mmm...baiklah aku pun nitip juga" menerima tas arif dan berikan ke arul.
"rul, nitip tas kami ya.." ucap rei.
"siap bang bro.. aman" sambil menerima tas mereka.
Masing masing sudah bersiap di atas motor masing masing,.dengan juri juga sudah bersiap di garis start..arif ,rei , dan kawan kawan nya pun ..menggeber geber motot mereka masing masing..ngruueeng..ngruueeng...ngruueeng...aba aba di bunyikan juri...
__ADS_1
"tiga........dua........satu..gooooo" sambil naikkan bendera start.
ngruueeng.......melaju mereka dengan kencang..berlap lap mereka lewati dengan sukses, semua berjalan dengan lancar..arif ada di posisi ke 5 dari 30 peserta..rei di posisi 10..sampai lap terakhir arif merasa ada yang tidak beres, dia merasa ada yang mengikuti nya ,dan benar saja saat di tikungan motor arif di tendang peserta lain, entah peserta dari mana, arif kehilangan kendali, dan
bruaakkk,...jedassshh....brukkkk...brukkkk...
arif menabrak trototar, motornya terbang dan jatuh..hancur...arif sendiri jatuh terpental, tubuhnya terhempas ke trotoar dan terbentur trotoar, hening....arif tak bangun...sampai rei tiba di tikungan itu dan melihat arif tak berdaya, dia kaget berhenti hampiri arif..
"rif...rif...rif...bangun kau tak apa apa rif?..rif..ayolah jangan buat khawatir!!"..tapi percuma yang di panggil tak membuka mata.
rei menyetop kawan kawannya, minta tolong bawa arif ke rumah sakit. mereka sama sama bawa arif. Rei bingung harus bagaimana, sedang kan tak berani kasih tau keluarga arif..dia ingat arul, dia yang bawa tas arif..
"rul, bawa tas arif ke rumah sakit sekarang, penting" rei menelepon arul.
"ada apa bos,kenapa di rumah sakit?..aku tunggu kalian di tempat biasa ini!."jawab arul.
"siap bos..tunggu sebentar ya"..sambil bergegas berangkat ke rumah sakit.
"edy, yanto, dan fandi...kalian balik ke tempat tadi...urus motor arif...jangan sampai polisi lihat ya.." pinta rei
"siap bang, tenang saja..kami segera ke sana" jawab fandi.
Sementara arif masih di ugd..dokter masih lakukan tindakan..5 menit kemudian arul datang dan segera memberikan tas arif dan rei tadi..rei pun segera mencari hape arif, mencari kontak..Dan di temukan nomer terakhir yang di hubungi arif adalah doni. Dengan terpaksa dan kumpulkan keberanian dia menelepon doni..
tut..tut...tut..
__ADS_1
📴"hallo assalamualaikum rif, maaf tadi aku tidur dan bale ku silent, ada apa?"jawab doni
📴"waalaikumussallam bang, ini rei hape arif aku yang pegang"jawab rei
📴"lalu di mana arif, jangan bilang terjadi sesuatu dengannya". tanya doni
📴"nanti saja bang ceritanya, aku mau kabari arif di rumah sakit putra harapan ada di ugd, aku belum kasih kabar keluarga nya..bisakah bang doni ke sini?" tanya rei
📴"innalillahi...apa yang terjadi?..baiklah aku segera ke sana" sambil menutup telepon.
Berangkat ke rumah sakit,tapi sebelumnya doni menjemput dewi di rumahnya..tanpa memberi kabar kalau arif kecelakaan.
Bersamaan dengan telepon di tutup keluarlah dokter dari ruangan igd, menghampiri rei..
"apa ada keluarga pasien dengan nama arif?"
"ya dok, saya keluarganya,, bagaimana keadaaan abang saya dok?"jawab rei
"pasien saat ini kritis, perlu tindakan operasi..bagian tangan atas, bahu dan pinggul nya patah karena benturan keras..dan bagian wajah di rahang pun retak..pasien mengalami sesak napas..kami butuh persetujuan dari keluarga dekat, misal istri atau orang tua pasien.."terang dokter
DEG...DEG..DEG...DUAR...shock ...
rei pun kaget mendengar keadaaan kawannya tersebut diam beberapa saat sambil terduduk..
"mas..mas...bagaimana?kami perlu persetujuan secepatnya..mengingat kondisi pasien" jelas dokter.
__ADS_1
"eh...ya..dok..maaf, adik dan istrinya masih di jalan dok, mereka segera kemari.