Sepenggal Perjalanan Hidup Seorang Barista

Sepenggal Perjalanan Hidup Seorang Barista
bab 16..sama sama pasrah


__ADS_3

Setelah berjalan puluhan kilo meter doni sampai di rumahnya,adzan subuh pun menggema langkah gontai mengiringi nya memasuki rumahnya. ceklek...di buka pintu rumahnya begitu masuk dia langsung menuju kamar mandi, mandi , dan wudlu. Doni melaksankan sholat subuh sambil berdoa bercerita kepada sang pencipta, memohon ampunan atas dosa dosanya. mencari hidayah di balik semua jalan hidupnya..Sampai kemudian dia tertidur dalam sujudnya..


Di lain tempat , arif beserta keluarganya liburan ke surabaya, dia teringat dengan doni, bagaimana rencana doni..berhasil atau tidak?..arif segera menelepon doni..

__ADS_1


tilulit..tilulit..tilulit...tilulit...tak di jawab.."apa masih tidur ya doni?" arif bergumam. "ada apa abi,kenapa risau?"tanya dewi. "aku coba hubungi doni mi,tapi tak terjawab apa mungkin masih tidur?". ." Mungkin. masih istirahat abi,nanti pasti di balas"...dewi coba tenangkan suaminya..


Sudah 3 jam tak ada balasan telpon ataupun pesan dari doni,arif semakin khawatir.." umi..aku telpon doni lagi ya, aku khawatir".. "ya abi silahkan aku yakin semua baik baik saja abi"ucap dewi....."semoga mi". lalu arif coba hubungi kembali doni..namun hape nya tak aktif, arif semakin khawatir. . akhirnya dia bilang ke istrinya untuk pulang duluan,khawatir dengan doni karena tak ada kabar dari kemarin.

__ADS_1


Dengan terpaksa doni duduk di bantu arif untuk bersandar di tempat tidur, lalu mulai bercerita "Rif, apa begini rasanya di khianati?". "khianati siapa?"tanya arif . "kau tau rif,saat aku sudah menyiapkan segalanya dia datang dengan membawa ayah dan calon suaminya, dia putuskan tali sillaturahmi kami secara sepihak, tanpa ada aba aba".keluh kesah doni


"siapa don?citra kah?"tanya arif. "ya,siapa lagi..". "yaa salam don..sabar don mungkin memang bukan jodohmu tapi jangan sampai seperti aku ya, lepas kendali..".arif mencoba tenangkan doni "tak lah rif, aku sudah tau tak kan aku berbuat begitu aku akan pergi saja rif lanjutkan pendidikan ku ke luar negeri membawa luka hati ini , mencoba lupakan yang terjadi, aku akan fokus kuliah di jepang ". "pergilah don jika itu bisa membuat mu tenang, aku dukung kamu, jangan lupa ibadah jika sudah di sana, jadikan agama kita sebagai pegangan dan pedoman". "ya rif insyaallah aku jalankan pesanmu , aku akan fokus ke pendidikan ku"

__ADS_1


setelah panjang mengobrol arif ingat sesuatu. "o ya don,sudah makan? apa yang sakit?". "bagaimana mau makan bedug, aku aja baru bangun, itu pun kau yang ganggu aku". "yaa salam toa, sudah sakit masih saja bisa olok orang, mau makan apa? biar aku pesankan go food?".tawar arif ke doni karena sama sama belum makan. " kalau ada hati saja dug, hati cewek yang masih murni..wkwkwk". " dasar toa sempruulll"sambil pukul kepala doni. "aduh, sakit tau" "soookkoorr makanya jawab yang betul"jengkel arif. "apa sajalah yang penting bisa di makan , nasi campur atau nasi rendang boleh juga..heheheh". "kamu sakit atau kelaparan toa, ada ada saja"..."kan nanya ya aku jawab". "don nanti malam aku turun balapan lagi, aku minta doa ya ,dewi masih di surabaya dia tak kan tau ". "kamu masih saja ikuti balapan rif? sudah tau nyawa taruhan nya, masih saja di jalani""doni mengomel. "mak mak mulai ngomel, kau tau don aku tak bisa begitu saja keluar dari klub itu, kami terikat perjanjian dan jika mau keluar aku harus bayar kompensasi,tak semudah yang kita bayangkan don,maka aku hanya bisa pasrah". "sabar ya rif, kita serahkan semua masalah kita sama alloh, dia tau yang terbaik buat hambanya"..ucap doni mnemangati arif. mereka berdua memang saudara juga sahabat ,susah senang di jalani bersama ...


__ADS_2