Serpihan Rindu

Serpihan Rindu
KEPUTUSAN


__ADS_3

"Kalau menurut ayah sih.. bagus tuh".. sudah ada ikatan diantara kalian.. ucap ayah.


" Kalau menurut bunda..".. sama dengan pendapat ayah.. ucap nya seraya tersenyum.


Oh iya nak.. jadi gimana masalah masa depan mu?.. tanya Ayah.


Hmm... Raka memilih untuk kuliah saja yah. Raka mau ambil fakultas kedokteran yah. Tapi masih bingung mau kuliah nya dimana?.. jelas Raka.


Sebenar nya ayah ingin kau kuliah di luar negeri. Rata rata di sana pendidikan nya lebih maju... begitu nasehat ayah.


Yah.. jauh nya keluar negeri. Di sini saja banyak kampus ternama yah. Dosen dosen yang berkualitas pula, ngapain harus keluar negeri?.. jelas Raka.


Terserah kalau begitu nak, tapi ayah lebih suka jika kau kuliah di luar negeri.. tegas ayah.


Raka hanya diam tanpa menjawab pertanyaan ayah nya. Dan dia beranjak menuju lantai 2 masuk ke dalam kamar nya.


Di saat seperti ini aku harus bagaimana??.. itu lah yang sedang Raka pikirkan. Di satu sisi dia tidak ingin mengecewakan ayah nya. Di sisi lain dia tidak ingin jauh dari kekasih nya.


Cita dan cinta memang penting dalam kehidupan ini. Dan aku yakin Arin juga akan mendukung ku nanti nya. Biarlah cinta ini terus mengalir dengan sendiri nya. Walau sebenar nya begitu berat jika harus meninggalkan dia. Walau pergi ku ini untuk sebuah cita cita dan masa depan kami.


Raka merebah kan tubuh nya di atas kasur.


Dengan kebimbangan dalam pikiran nya. Menimbang semua sebab akibat untuk keputusan yang akan diambil nya.


Diambil benda pipih smart phone dan di buka galeri galeri album nya. Banyak jepretan foto Arin yang diambil nya secara diam diam.


"Cantik".. gumam nya dalam hati. Terima kasih kau telah memberikan warna dalam hidup ku. Memberi sentuhan indah di usia remaja ku. Walau sebentar lagi jarak akan memisahkan kita, tapi aku percaya akan setiamu.


"Ah ... lebih baik aku mandi air hangat, supaya pikiranku kembali fres"... gumam nya dalam hati.


Selesai mandi Raka membaringkan tubuh nya di sofa. Di tatap nya langi langit kamar nya. Pikiran nya melayang entah kemana. Hingga terlelap menjemput mimpi indah di kesunyian malam.


Pagi hari....


Plap... mata Raka mulai terbuka. Di lirik nya jam di atas nakas sudah menunjuk kan pukul 05.00 pagi.


Jadi aku ketiduran di sofa ini.. gumam nya.


Lebih baik aku mandi dan melaksanakan sholat subuh terlebih dahulu.


Selesai sholat Raka mengambil hp dan mencari cari info tentang perkuliahan di luar Negeri. Sepertinya disini lebih bagus deh.


Dia menjatuhkan pilihan untuk kuliah di Paris.


Semoga saja ini pilihan yang tepat.. desis nya dalam hati.


Tak menunggu waktu lama, Raka turun menuju lantai bawah untuk menemui kedua orang tua nya.


"Bun.. Ayah di mana?".. tanya Raka karena melihat sekililing tidak mendapati ayah nya.


" Ayah sedang joging di seputaran komplek sayang, ada apa?"... tanya balik bunda.


" Raka sudah memutuskan bun,.. Raka mengikuti saran ayah untuk kuliah di luar negeri saja." Tentang Arin semoga saja nanti dia bisa mengerti.. ucap nya sedikit menahan kesedihan.


Bunda mendekati Raka dengan tangan nya memegang pipi anak kesayangan nya.


Insya allah Arin akan mengerti sayang, bunda lihat Arin juga mencintai kamu. Pasti dia akan mendukung cita cita kamu. Nanti bunda sama ayah akan membicarakan pertunangan kalian.


Biar nanti kalau kamu sudah berangkat kuliah disana merasa tenang.


Perkataan bunda membuat Raka senang.

__ADS_1


"Makasih " ya bunda, sudah mendukung semua kemauan Raka. Raka sayang sama bunda.. ucap nya dengan memeluk bunda tersayang.


Oh ya... anterin bunda ke supermarket mau beli sesuatu buat di bawa kerumah Arin nanti malam.


"Siap bunda".. ucap Raka dengan tersenyum menampilkan deretan gigi putih nya.


Tapi tunggu ayahmu pulang dulu.. kata bunda.


" Iya bun ".. sambil menunggu ayah, Raka ke taman belakang dulu ya bun. Panggil Rak jika ayah sudah kembali.


" Baik nak".. sahut bunda.


10 menit kemudian ayah sudah sampai di rumah.


"Joging nya sampai mana yah?".. tanya bunda sambil memberikan segelas air putih kepada ayah.


" Sampai pos depan saja bun".. kan sudah lama ayah gak olah raga ni, jadi gak usah terlalu jauh.. jawab ayah.


Oh.. iya, tadi Raka nyariin ayah. Sekarang dia ada di taman belakang. Samperin saja yah, nanti bunda nyusul bawakan kue kesukaan Raka.


" Iya bun ".. kata ayah dan langsung menuju taman belakang.


Tampak Raka sedang memandangi bunga bunga yang bermekaran. Dengan warna warni yang indah nan cantik.


" Pagi anak ayah"... sapa ayah


" Pagi juga yah "... tumben sekali masih pagi sudah menghilang.. kata Raka menggoda ayah nya.


" Ayah baru saja joging nak ".. biar tetap awet muda. Ayah kan gak mau kalah sama kamu.. ucap nya dengan tertawa.


Begitupun juga Raka, tertawa mendengar argumen ayah nya.


" Ayah masih ganteng kok "... 11 12 sama Raka.. puji nya.


"Raka akan mengikuti saran ayah untuk kuliah di luar negeri"... ucap Raka dengan serius.


" Serius nak ?"... tanya ayah.


" Apakah Raka terlihat main main yah?"...


" Nah ini baru anak Ayah"..


Nanti ayah akan hubungi teman ayah yang ada disana. Biar semua nya di persiapkan jadi lebih mudah nanti nya. Paris kan nak?..


" Iya yah "... ucap Raka.


Yah, tadi bunda bilang nanti malam mau kerumah Arin. Bagaimana menurut ayah?..


Tunggu dulu bunda mu nak, bentar lagi pasti datang bergabung disini.. jelas ayah.


Nah tu.. yang di tunggu akhir nya datang juga.. tunjuk ayah pada bunda.


" Ni.. bunda bawakan kue kesukaan kamu.. bolu marmer..".. dengan jus jeruk nya.


" Wah bunda tau saja kalau Raka sudah lapar "... ucap nya seraya meneguk jus jeruk dan menyambar satu potong kue.


Ini lo bun.. anak kita sudah gak sabar mau tunangan sama putri nya pak adam.. ucap ayah.


Ya mungkin itu lebih baik yah dari pada nanti waktu kuliah disana Raka kepikiran yang disini terus. Kan jadi gak konsen nanti kuliah nya.. jelas bunda.


" Baiklah jika itu alasan nya".. ayah setuju saja.

__ADS_1


" Nak.. apakah keputusanmu sudah bulat, sudah yakin ingin bersama Arin?".. tanya ayah dengan wajah serius kepada Raka.


" Raka yakin dan serius yah".. jawab nya tegas.


" Baiklah... malam ini kita kesana"..


" Bunda, persiapkan apa saja yang mau di bawa"... pinta ayah.


Raka, bantu bundamu... tunjuk ayah.


Ayah akan menghubungi pak Adam dulu supaya tidak panik saat kita datang.


" Baik yah "... ucap Raka bahagia.


" Ayo bun, tadi bilang nya mau ke supermarket?"... kata Raka.


"Iya.. bunda siap siap dulu ya sayang".. gak lama kok 10 menit.. kat bunda bergegas masuk ke dalam rumah.


Setelah bunda siap..


" Ayo... " ucap bunda.


Raka yang sedang melamun pun jadi terkaget dengan suara bunda.


" Ah.. iya bun "..


Dan mereka masuk ke mobil dengan tujuan ke supermarket yang memakan waktu sekitar 30 menit. Jalanan begitu padat karena hari minggu. Hari yang di gunakan keluarga untuk mencari hiburan di tengah himpitan pekerjaan yang menguras pikiran.


Akhir nya sampai di supermarket.


Bunda berjalan masuk sedangkan Raka mengekor di belakang nya.


Lumayan banyak yang di beli untuk di bawa ke rumah Arin. Terlihat ada buah buahan, kue dan minuman.


Sudah semua bun?.. tanya Raka.


Seperti nya sudah nak,. hari ini kan kita bertamu dulu kerumah Arin sekaligus membicarakan masalah pertunangan.


Nanti kalau sudah semua nya setuju baru kita mencari cincin dan yang lain nya.. jelas bunda.


Bunda dan Raka pun akhir nya pulang kerumah.


Setelah barang belanjaan di bawa masuk semua, Raka meminta izin untuk naik ke kamar nya.


Dan saat sampai di dalam kamar...


Raka mengeluarkan hp dari saku celana nya.


Di cari no telpon kekasih nya dan di pencet nya tombol telpon.


" Nomer yang anda tuju sedang tidak aktif ".


Tumben nomer nya tidak aktif. Aku kirim pesan saja kalau begitu.. gumam Raka.


Cintaku 💗


Yank.. nanti malam mas mau kerumah. Ada yang ingin mas sampaikan tentang hubungan kita dan keputusan mas untuk kuliah keluar negri.


############################


**BERSAMBUNG......

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN NYA**..


__ADS_2