
Di rumah Arin.
Pak Adam sedang bersantai di teras belakang rumah nya. Di temani secangkir kopi dan kue buatan sang istri. Memandang hijau nya dedaunan yang bergantungan dan indah nya warna warni bunga yang bermekaran.
Ma, malam ini Pak Nandra akan kerumah kita. Seperti nya ada hal serius yang akan di bicarakan, kata Pak Adam kepada istri nya.
Mama pun akhir nya mendekat dan duduk disebelah suaminya.
" Ada masalah apa ya Pak?" ucap Mama dengan rasa penasaran.
"Mungkin masalah dengan anak kita Ma, anak bungsu kita itu" ucap Pak Adam dengan nada rendah.
"Memang nya Arin kenapa Pak?" bukan kah hubungannya dengan Raka baik baik saja? Mama Arin sepertinya gelisah.
Nanti Mama akan tau sendiri. Sudah masak yang enak, nanti kita ajak mereka makan malam di rumah kita, ucap Pak Adam.
" Baiklah , sesuai permintaan bapak". Kata Mama dan bergegas menuju dapur untuk memasak.
Sementara dilantai dua tepatnya kamar Arin.
Dia sedang membersihkan dan menata ulang kamar nan indah bernuansa pink. Khas kamar cewek sekali. Setelah dirasa semuanya beres, direbahkan tubuh nya kesofa.
Diambil hp yang terletak di nakas dekat sofa. " Yah ternyata mati", pantas saja gak ada bunyi, gumam Arin dalam hati.
Kemudian Arin menghidupkan hp nya. Dan setelah hidup banyak notifikasi masuk. Salah satu nya chat dari kekasih tercinta nya. Siapa lagi kalau bukan Raka Pratama.
Dibuka pesan dari Raka.
Cowok es 💟
Yank, nanti malam Mas mau ke rumah. Ada yang ingin Mas sampaikan , tentang hubungan kita dan keputusan Mas untuk kuliah ke luar Negri.
Dibaca dengan teliti pesan yang dikirim Raka.
" Loh bukan nya Mas Raka mau kuliah di sini saja, kenapa sekarang jadi berubah ke luar negri?" desis Arin.
Bukan kah itu jauh sekali, dan jurusan yang diambil nya pun gak tanggung - tanggung, Fakultas Kedokteran. Itu kan membutuhkan waktu yang lama bisa 7 tahunan bisa lebih.
" Ada apa sebenar nya ?" ucap Arin pelan dengan wajah penuh tanda tanya.
Kita baru saja memulai suatu hubungan , tapi ini malah mau di tinggal jauh.
Arin harap Mas Raka cuma bergurau saja.
Untuk lebih pasti nya , mungkin Arin telpon saja sekarang.
Arin langsung menekan tombol telpon dan panggilan pun tersambung.
"Assalamu allaikum Mas" sapa Arin dengan lembut.
" Waalaikum salam sayang " balas Raka tak kalah lembut nya. Tumben nelpon duluan , kenapa?. Pasti kangen ya ?. Kebiasaan Raka yang selalu menggoda Arin.
" Hemm jangan kepedean ya Mas", Arin cuma mau tanya maksut chat Mas ini apa?.
Baru kemarin lo Mas bilang ke Arin mau kuliah di sini saja. Kenapa sekarang jadi pindah kuliah ke luar Negri ? tankepedea dengan ketus.
"Dengar dulu penjelasan Mas ya." Mas tau ini berat untuk kita berdua, tapi Mas juga tidak ingin mengecewakan Ayah. Mas harap sayang mau ngerti dengan keadaan ini. Dan akan selalu mendukung Mas , jelas Raka.
"Tapi kuliah di sana kan jauh Mas , belum waktu nya lama pula" , rengek Arin.
"Sayang , Mas tau dan paham perasaanmu". Semua ini juga sulit untuk Mas, tapi untuk kali ini mohon dimengerti sayang. Nanti setiap libur semester sebisa mungkin Mas usahakan untuk pulang, Ucap Raka dengan lembut.
" Yaudah terserah Mas saja , jika itu yang terbaik buat Mas," ucap Arin dengan suara bergetar.
" Bukan untuk Mas sayang , tapi untuk masa depan Kita". Karena nanti aku dan kamu akan menjadi kita. Sudah jangan sedih, nanti cantik nya hilang. Hibur Raka karena mendengar suara Arin yang memendam kesedihan.
" Jadi kapan Mas berangkat nya ?" tanya Arin.
" Masih 1 bulan lagi sayang " jawab Raka.
Nanti malam Mas mau kerumah , dandan yang cantik dan berikan Mas mu ini senyuman nan manis. Jangan perlihatkan kesedihan di depan Mas, jelas Raka.
" Gula kali manis!!" gak usah pakai acara ngegombal, Arin masih belum terima keputusan Mas ini.
" Ya sudah Mas , Arin mau jalan dulu ".. ucap Arin.
" Jalan kemana sayang kok Mas gak di ajak ?" tanya Raka.
" Jalan ke mall cari cowok !!" , Mas mau ikut ? ucap Arin dengan dingin.
" Hahahah " di mall yang ada tuh orang jualan sayang, bukan biro jodoh, kata Raka disertai gelak tawa nya.
" Terserah !".
__ADS_1
" Ya sudah Mas , Arin tutup telpon nya."
" Iya sayang , I love you " ucap Raka.
" Tau ah " kata Arin yang masih ngambek.
Raka menghempasnya napas nya. Sayang maafkan Mas, desis nya didalam hati. Raka terlihat sedih tapi mau bagaimana lagi?.
Sementara Arin.
" Huff baru saja jadian , sudah di tinggal pergi" tau gitu Arin gak akan balas cinta mu Mas.
" Sebel .. sebel.. sebel " dipukul nya bantalan sofa yang berada dipangkuan nya.
Tak terasa jatuh air mata nya membasahi pipi
mulus nya. Kenapa sih Mas kuliah di luar negri?.
Tok.. tok.. tok..
Suara ketukan pintu dari luar membuyarkan isak tangis nya.
" Sayang , boleh Mama masuk?" ucap Mama dengan sedikit berteriak.
" Masuk saja Ma " ucap Arin dengan suara sendu.
Mama kemudian masuk ke dalam kamar Arin.
Dan mendapati muka sembab sang anak kesayangan.
" Loh - loh kenapa anak Mama yang cantik ini menangis ?".
" Hemm.. cerita sama Mama " pinta nya dengan memeluk Arin.
Ma, Raka mau lanjut kuliah ke luar Negri ucap Arin dengan isak tangis nya.
Lho , bagus dong sayang. Bisa kuliah di sana , gak mudah lo kuliah di luar Negri sayang. Harus pintar dan memiliki uang yang cukup jelas sang Mama.
Tapi Ma , Arin kan baru saja jadian sama Raka terus di tinggal pergi gitu saja. Arin gak mau Ma , ucap Arin manja.
" Sayang , dengerin Mama " Raka ke luar Negri kan kuliah , menimba ilmu, untuk siapa?. Untuk masa depan kalian. Apalagi jurusan yang diambil pasti gak main - main.
" Fakultas Kedokteran Ma" ucap Arin.
" Nah itu , prospek kerja yang bagus nanti nya". Berarti Raka sudah mempertimbangkan matang - matang. Raka itu serius sama kamu Nak. Nanti malam Raka dan keluarga nya mau kesini.
" Ah Mama , godain Arin terus " , celoteh Arin.
Dengan tersenyum malu - malu.
" Gitu dong senyum " , makin cantik deh anak Mama, kata Mama dengan membelai rambut Arin.
Ayo ikut Mama ,
Arin pun beranjak dari duduk nya dan mengikuti langkah Mama ke dapur.
Mama masak apaan ? tanya Arin.
Masak makanan kesukaan kamu , ucap Mama.
Wah Arin jadi laper, Ucap nya dengan memegangi perut.
" Makan dulu , baru bikin kue kesukaan Raka " ucap Mama.
" Siap Ma " kata Arin dengan memberi hormat.
Jam sudah menunjukkan pukul 4 sore. Semua hidangan telah selesai dikerjakan Mama dan Arin.
Ma ada yang kelupaan , ucap Arin.
" Apa itu sayang ?" tanya Mama.
Arin belum buat juas jeruk kesukaan Raka , ucap nya dengan antusias.
Ya sudah segera bikin dan masukkan kulkas , biar dingin - dingin , sedingin hati nya anak Mama saat ini, ucap Mama dengan senyum - senyum mengejek.
Ma... Ma... teriak Arin.
###########################
Raka dan keluarga sudah melajukan mobil nya menuju ke rumah Pak Adam.
Sejak tadi senyum selalu mengembang di wajah Raka. Ayah dan Bunda melihat nya dengan bahagia.
__ADS_1
Percakapan didalam mobil.
" Anak Bunda ganteng sekali ya" puji bunda.
" Ayah nya saja ganteng Bun , apalagi anak nya kata Ayah.
" Ayah mah gak mau kalah sama Anak " kata Bunda.
Ayah , Bunda kok jadi beradu kata Raka.
Yah, anak kita sudah dewasa ya, buktinya hari ini kita sudah mau melamar pujaan hati nya kata Bunda.
Iya bun , tak terasa waktu begitu cepat berlalu lanjut Ayah.
Karena keasyikan ngobrol , tak terasa sudah sampai di depan rumah Arin.
Sudah sampak Yah , ucap Raka.
Ayo Bun kita turun , pinta Ayah.
Biar Raka yang bawa bingkisan nya , kata Raka.
" Baiklah nak " Bunda sama Ayah kedalam ya.
"Assalamu allaikum" ucap Pak Nandra dan Istri nya.
" Waalaikum salam " terdengar suara dari dalam rumah.
"Oh sudah datang rupa nya yang ditunggu - tunggu" mari masuk sapa ramah Mama Arin.
Kedua orang tua Raka masuk dan dilanjut Raka mengekor di belakang dengan membawa bingkisan.
" Loh kok repot - repot segala bawa bingkisan Jeng , ucap Mama Arin.
" Bingkisan perkenalan ini Jeng " ucap Bunda Raka.
Tak lama muncul Pak Adam dan Arin.
Kedua nya bersalaman dengan orang tua Raka.
Arin menyalami Bunda dan mencium punggung tangan nya. Tambah cantik saja anak Bunda, ucap nya seraya mencium Arin.
Kejadian itu tak lepas dari tatapan Raka , yang merasa senang dengan kedekatan Bunda dengan Arin.
" Sudah ni kangen - kangen nya Bun ?" ucap Pak Nandra.
" Bunda dan Arin hanya tersenyum mendengar nya ".
Pak Adam , kedatangan kami sekeluarga pada malam hari ini, yang pertama untuk bersilaturahmi. Dan yang kedua , saya selaku Ayah dari Raka ingin meminta putri Pak Adam untuk menjadi menantu kami atau menjadi istri Raka.
Mungkin ini terkesan terlalu cepat , mengingat sebentar lagi Raka akan melanjutkan sekolah ke luar Negri.
" Jadi kami meminta sebelum keberangkatan Raka , sudah ada ikatan antara Raka dan nak Arin " . Walaupun itu hanya sebatas tunangan, jelas Pak Nandra tegas.
" Gimana sayang ?" tanya Pak Adam kepada Putri semata wayang nya.
Arin memandang Pak Adam dengan tatapan sendu.
Kami selaku orang tua Arin menerima niat baik dari nak Raka. Tapi semua keputusan ada ditangan putri kami , kata Pak Adam dengan menatap Arin.
Semua orang memandang ke Arin. Termasuk juga Raka. Raka menatap Arin dengan tatapan memohon.
" Sebenar nya Arin merasa berat kalau harus di tinggal ke luar Negri " tapi jika semua ini demi masa depan, Arin sudah ikhlas ucap nya.
Dan untuk masalah pertunangan .., Arin tidak melanjutkan kalimat nya. Arin menatap Mama nya.
Sang Mama yang duduk di dekat nya mengenggam tangan nya seolah memberi kekuatan.
Bismillah semoga keputusan yang aku ambil tidak salah.. gumam nya dalam hati.
" Arin menerima nya " ucap nya dengan suara pelan dan sedikit menunduk karena malu.
Jujur antara bahagia dan sedih bercampur menjadi satu.
" Alhamdulillah " ucap semua yang ada di ruang tamu.
Terlihat rona bahagia di wajah Raka dan kedua orang tua nya. Begitu juga Pak Adam dan istrinya.
Raka memandang Arin dan tatapan mata mereka bertemu. Begitu besar hasrat yang tersirat untuk memiliki mu. Dan hari ini kau menerima lamaranku. Terima kasih sayang , gumam Raka dari dalam hati.
" Aku mencintaimu Mas " dan sebenar nya aku tak ingin jauh darimu walau hanya sedetik saja.. gumam Arin.
@@@@@@@@@@@@@@@@@
__ADS_1
**BERSAMBUNG
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN**