
Selamat membaca
Setelah membersihkan dan mengobati luka Brayen, mereka berdua langsung meninggalkan restoran tersebut untuk mengunjungi tuan Delano di kantornya.
"Ayo....., kita ke kantor deddy saja, deddy sudah selesai dengan metingnya" ajak Key dan mereka langsung meninggalkan restoran.
Sesampainya mereka di depan mobil, Key menghentikan Brayen yang ingin duduk di kursi kemudi, ia meminta Brayen untuk tidak menyetir karena tangannya masih terluka.
"Brayen....., biar aku yang menyetir, tangan mu baru saja terluka" Key lalu menyodorkan tangannya untuk meminta kunci mobil Brayen.
"aku tidak apa-apa, luka kecil seperti ini tak akan membuat ku merasa sakit." jawab Brayen dan kembali ingin duduk di kursi kemudi, tapi Key langsung menahan tangan Brayen dan merebut paksa kunci mobil Brayen.
"kalau aku bilang tidak boleh ya itu berarti tidak boleh Brayen" kata Key dan berlalu masuk dan duduk di kursi kemudi mobil, sedangkan Brayen hanya mengalah saja dan duduk di samping kemudi.
__ADS_1
Key menjalankan mobil sports Brayen dengan kecepatan di atas rata-rata, pikirannya masih saja melayang-layang memikirkan Alex, bibirnya memang mengatakan baik-baik saja dan akan menerima keputusan Alex, tapi hati tetaplah hati, rasa sakit yang di rasakan jauh berbeda dengan rasa sakit yang di rasakan saat tertembak atau terkena sayatan belati, jika hati yang merasa tersakiti, sakitnya seperti menggerogoti hidup dan juga jiwa mu, tak ada rasa yang bisa di rasakan selain kekecewaan dan juga hilangnya kepercayaan.
"keyna....." panggilan Brayen membuat Key sadar dari lamunanya.
"ah..... Ia..., ada apa Bray...???." tanya Key sedikit terkejut.
"kau melamun kan apa...???, apa sekarang kau sedang bercanda dengan nyawa kita berdua...???." tanya Brayen sedikit meninggikan suaranya.
"tapikan kita baik-baik saja Bray....!!! Aku tak mungkin membuat kita mati konyol." jawab Key dan kembali melakukan mobilnya.
Hanya membutuhkan sekitar 20 menit saja untuk Key dan Brayen sampai di kantor cabang tuan Delano, mereka berdua langsung masuk untuk memberi kejutan untuk tuan Delano.
.......
__ADS_1
Di dalam ruangan tuan Delano, tuan Neil sedang memberikan laporan tentang keluarganya Stuart malfoy yang membeberkan tentang acara pertunangan tuan muda Alex.
"Neil....., apa kau yakin dengan informasi itu... ???." tanya tuan Delano yang sedikit ragu dengan informasi yang baru di dengarnya itu.
"aku sangat yakin tuan, bahkan mereka sudah melakukan konferensi pers saat memberitakan berita pertunangan tuan muda Alex." jawab Neil dengan yakin, tapi ekspresinya seperti sedang menahan amarah saat melaporkan masalah itu.
"bagaimana dengan putri ku...??? Apa dia baik-baik saja...???." tanya tuan Delano, ia sangat khawatir dengan kondisi anak gadisnya itu, tuan Delano sangat mengenal anaknya, ia tau persis jika Key sangat mencintai Alex.
"nona muda saat ini...." suara Neil terhenti saat pintu ruang kerja tuan Delano terbuka bersamaan dengan suara Key yang memanggil tuan Delano.
"deddy......., i miss you...." suara key yang sedikit teriak.
"key......, kenapa tidak memberitahu deddy jika kau kesini...???" tuan Delano langsung memeluk putrinya itu dengan erat, rasa khawatir dan juga kekecewaannya terhadap keluarga Malfoy sedikit berkurang dengan melihat keadaan putrinya baik-baik saja.
__ADS_1