Shaquita Merindukan Musuh

Shaquita Merindukan Musuh
Bab 2. Sesuatu di Group Sebelah


__ADS_3

Shaquita terduduk lesu melihat kebencian ibunya Kenzo padanya. Entah mengapa selama satu tahun terahir dia merasa sedih jika ibunya Kenzo melarangnya untuk tersenyum pada anaknya.


Padahal sebelumnya Shaquita selalu berusaha menghindar. Tidak ingin persahabatannya berakhir hanya karena perasaan konyol yang selalu di ungkapkannya. Kenzo menamai perasaan itu dengan nama Cinta.


Bahkan pria ini dengan percaya diri menyebut dirinya sebagai Fusionman sambil mengotak ngatik kandang ayam yang di buatnya untuk ayam-ayam Shaquita saat itu.


Shaquita tersenyum sendiri saat melihat kincir angin yang indah terpasang di atas kandang ayam, di pinggir kolam lele dan di setiap sudut halaman rumahnya. Kenzo selalu berusaha membuat Shaquita bahagia meski tanpa di minta.


"Dasar Fusionman bodoh,!!" umpat Shaquita sambil masuk ke dalam rumahnya. Kakek dan Nenek Shaquita sedang makan saat itu.


"Sha ayo makan dulu nak, Nenek buatkan omlet telur dan jamur kesukaan mu," ucap sang Nenek.


"Ya Nek," jawab Shaquita.


Dia melahap sarapannya dengan cepat lalu bergegas berangkat ke kantor. Di perjalanan Shaquita selalu mendapatkan tatapan yang mencemooh dari sebagian orang. Baginya sudah menjadi hal biasa , tapi tetap saja hatinya terasa sedih.


"Eh eh orangnya datang sudah diam,!" bisik seorang wanita paruh baya.


"Ya kalau dia marah bisa susah nanti kalau kita butuh pinjaman lagi," sahut temannya dengan nada pelan namun masih terdengar.


"Cantik sih , tapi sayang dia anak di luar nikah," ungkap wanita lain.


"Sssstttt... Sudah diamlah..!" bisik wanita paruh baya itu.


Shaquita hanya bisa menahan kekesalan di hatinya sambil bergegas menuju pinggir jalan dimana Eva sudah menunggu dengan motornya.


Shaquita terus menggerutu dalam hati, "Dasar ibu-ibu tetangga komplek memang kejam kalau sudah menyebar gosip seperti itu, entah apa yang mereka bicarakan yang jelas mereka membicarakan aku, Kalau lagi butuh saja mereka baik. Jadi gak cairnya, atuh Sha tolonginlah lagi butuh uang banget, sha atuh , sha atuh... Dasarr ibu- ibu komplek,,!" tanpa sadar Shaquita terus saja memajukan bibirnya di depan Eva.


"Cemberut aja , udah sih jangan di pikirin. Ibu-ibu komplek lagi yah.?" tanya Eva.


"Iya ,!" jawab Shaquita sambil menghentakan kakinya.


"Sudah ayo naik , nanti kita telat," bujuk Eva.


Mereka pun berangkat ke kantor bersama tanpa satu patah katapun seperti biasanya.


Sesampainya di kantor, mereka langsung di sibukkan dengan banyak pekerjaan. Sampai siang hari ponsel Shaquita terus berdering. Nama Kenzo tertulis di layar panggilan.

__ADS_1


"Sha nanti temenin aku yah ke restoran Egaliter," ucap Kenzo di sebrang sana.


"Ngapain,?" Tanya Shaquita.


"Ketemua sama Zuwena," celetuknya.


"Siapa sih,? Calon istri kamu yah,? Pergi aja sendiri superman,!!" jawab Shaquita dengan kesal.


"Fusionman ,!" ralatnya


"Sama aja," jawab Shaquita.


"Ayolah sha,?" Kenzo memohon.


"Gak, makasih,!!" Shaquita menutup sambungan telponnya secara sepihak.


Shaquita merasa kesal sampai akhir hari. Sampai - sampai semua temannya merasa kalau dia sedang PMS.


Saat pulang Eva tak berani berkata sepatah kata pun sampai Shaquita turun dari motornya di depan gang.


Sesampainya di rumah Shaquita melihat Kenzo membopong bi Raqima.


Tubuh bi Raqima yang kurus terlihat sangat lemah. Ada kesedihan di mata Kenzo yang membuat Shaquita tidak tahan . Ingin rasanya Shaquita membantu Kenzo , tapi bi Raqima sangat sulit di dekati.


Shaquita masuk ke dalam rumah Dan membersihkan diri kemudian dia membuka laptop dan tenggelam dalam dunia maya.


Lalu dia melihat sesuatu di group sebelah.


"apa ini sembuh diabetes tanpa obat, ? Ah mungkin ujung-ujungnya jualan juga ini," pikir Shaquita.


Tapi Shaquita berfikir dia harus tau cara - caranya, siapa tau ini bisa berguna untuk bi Raqima. Ibu dari temannya itu memang tidak menyukai Shaquita sejak kecil, tapi Shaquita melakukan ini hanya untuk Kenzo.


Oleh karenanya dia sering memperhatikan kondisi ibunya Kenzo itu. Sebenarnya Bi Raqima sudah sangat sering keluar masuk rumah sakit untuk oprasi benjolan di tubuhnya. Tapi benjolan itu selalu kambuh. Sehingga membuat Kenzo merasa sedih.


Setelah satu jam tenggelam di dunia maya, Shaquita berjalan keluar menuju rumah Kenzo untuk menghabiskan rasa penasarannya.


Shaquita berdiri di tepi kolam lele dan menatap pintu rumah Kenzo dengan gelisah. Ia ingin tahu apa yang terjadi tapi tak berani mendekati rumah itu. Shaquita hanya menunggu Kenzo keluar rumah setelah dia mengirim pesan.

__ADS_1


Tak lama kemudian Kenzo keluar dari rumahnya dengan wajah kacau.


"Bagaimana keadaan ibumu Ken,? " Shaquita melontarkan pertanyaan yang sedari tadi mengganggunya.


"Saat ini ibuku sangat kesulitan berjalan Sha, bahkan dokter sudah menganjurkan untuk suntik insulin setiap mau makan, " jawab Kenzo dengan wajah berkaca-kaca.


"Kamu harus sabar Ken, ibumu sangat membutuhkan mu," ucap Shaquita.


"Ibu ku bilang dia lelah, apalagi sekarang harus di suntik, rasanya pegal-pegal," ucap Kenzo gemetar.


Kenzo berlalu begitu saja meninggalkan Shaquita dan kembali masuk ke rumahnya.


"Aku tidak tega melihat Kenzo seperti ini. Bantu jangan yah,? Tapi Bi Raqima sudah sering menghinaku dan memojokkan ku. Seharusnya aku bahagia bahkan jika dia meninggal sekalipun. ....... Tidak... Tidak.. Aku harus membantunya, hanya demi kemanusiaan. Aku sedih tidak punya ayah dan ibu. Jangan sampai sahabat ku kehilangan ibunya. Dia hanya punya Bi Raqima di dunia ini." batin Shaquita.


Tanpa di sadari Shaquita merasa sangat stress memikirkan semuanya. Kemudian seperti biasa dia duduk di dekat kolam ikan koi.


"Aku pusing ikan, rasanya aku mau makan sama ikan bakar hari ini, " gerutunya.


Shaquita mulai mencoba menangkap satu ikan tapi terlepas lagi. Itu sudah cukup untuk membuat Shaquita tertawa dan melupakan stressnya.


Karena kesalahan ibunya di masa lalu, Shaquita hanya memiliki beberapa teman saja. Entah sampai kapan dia harus di hukum atas dosa yang tidak pernah ia perbuat.


Bahkan sesekali Shaquita membenci, tapi entah siapa yang dia benci.


"Ayo Sha,! " ucap Kenzo yang tiba-tiba menyembul di hadapan Shaquita.


"Assyaitoonirizim,!" Shaquita melotot ke wajah Kenzo.


"Apa sih kaget,? Kamu lupa mau nemenin aku ke restoran Egaliter,? " tanya Kenzo kesal.


"Pergi aja sendiri, aku males jadi kutu, hisshhh..! " dengusnya.


"Ayolah Sha, aku juga males ketemu Zuwena, tapi aku gak mau jadi anak durhaka,! " ucap Kenzo.


"Bener kamu Ken, apalagi kalau ini keinginan terahir ibu kamu, kamu pasti nyesel kalau gak nurut, " ucap Shaquita.


"Whaaat,? Sembarangan kamu yah, awas kamu,! " teriak Kenzo yang melihat Shaquita berlari ke dalam rumah nenek kakeknya.

__ADS_1


Dengan langkah gontai Kenzo mengekor dari belakang karena tidak salah lagi, menunggu Shaquita berdandan akan sangat membosankan.


Terima kasih sudah mampir, silahkan like jika suka agar author semangat. dan abaikan saja jika tidak suka.


__ADS_2