
PoV Shaquita.
Aku adalah pencuri Andal, jika aku tak bisa mencuri anak mu maka jangan panggil aku Shaquita.
Kau harus sembuh bi Raqima, hanya untuk melihat ku dan anak mu bersatu. Sekuat apapun kau berusaha , Kenzo hanya akan mencintaiku saja.
Zuwena bukanlah rintangan, tapi jembatanku untuk menyembuhkan mu. Akan ku pastikan dia mau membantu ku menyembuhkan mu dari semua penyakit yang selama ini mengganggu mu. Termasuk penyakit hati yang selalu membuatmu memberikan ku tatapan Hostile.
Mengubah makanan mu menjadi makanan yang memiliki Evokasi yang tinggi bukanlah hal yang sulit meski bumbu yang di perbolehkan hanya minyak dan garam.
Maaf yah kelinci, mungkin kalian harus pindah ke alam lain lebih awal karena kemungkinan kamu akan ku ubah menjadi sate Thaichan dan akan ku suguhkan pada wanita cerewet itu.
Maafkan aku Fusing man, ikan Lele yang kita besarkan sama-sama sebentar lagi akan ku ubah menjadi pecel lele.
Kamu sangat suka terbang yah Ken, itu sebabnya banyak sekali kincir angin yang kau buat di sini. Kandang ayam estetik bersayap ini sangat keren.
Setiap aku lelah dan bosan obatnya hanya duduk sebentar di halaman rumah seperti ini.
"Aku ini adalah Fussionman, suatu hari aku akan membawamu terbang dengan layanganku dan mamaku tidak akan menghina mu lagi Sha, " kata Kenzo.
Aku selalu mengingat wajah Kenzo yang menggemaskan. Sejak kecil dia selalu baik pada ku. Meski bi Raqima tidak menyukai kami yang selalu bermain bersama.
"Aku anak yang berbakti dan nurut sama mama, tapi manusia tidak ada yang sempurna. Biarlah untuk hal yang satu ini Ken menjadi anak yang durhaka. Shaquita itu lucu mamah, Kalau saja Tuhan memberikan dia sebagai adiknya Ken. Mungkin Ken akan bebas bermain dengannya tanpa harus di cap sebagai anak durhaka, " keluh Kenzo pada ibunya saat masih kecil dulu.
Aku ingat betul perjuangan Ken untuk selalu menemani ku, tapi bi Raqima tak pernah bosan menghalangi kami.
Dan kolam ikan koi ini adalah saksi bisu cinta Ken kepada ku. Dia selalu membantuku membersihkan kolam ini.
"Ken untuk apa kamu repot-repon nyikat kolam ikan koi ini,? " tanya ku.
"Biar kolamnya selalu bersih, aku tahu kamu sering duduk di sini dan menangis. Biar ku bersihkan agar kamu bisa menangis dengan tenang, jangan ganggu hari libur ku,! " ucap Ken.
__ADS_1
"Oh, jadi di hari libur Aquaman adalah kerja sampingan membersihkan kolam ikan yah. Sekalian saja kamu masuk ke aquascape ku dan tolong sikat semua bagian sampai bersih yah,! " pinta ku.
"Diam kau, bicara seperti itu hanya akan membuat hatiku tercuri lagi oleh mu, " gombalnya.
"Pussing mann,!! " teriak ku.
"Salah, kau selalu salah bahkan tentang perasaan mu, kau salah mengartikannya. Sebenarnya kau mencintaiku kan,? " ucap Kenzo.
"Sudahlah, kau menyebalkan, " kataku.
Aku duduk sambil mengayunkan kaki ku yang tergantung sambil mendengarkan ocehan Kenzo yang tanpa henti.
Jika di perhatikan, wajahnya memang tampan.
Dan tunggu saat aku memperlihatkan caraku menangkap ikan tanpa alat dalam waktu kurang dari satu menit tanpa menyakiti ikan itu.
"Hei.. Hei.. Kucing kecil, mau di apain itu ikannya.? " tanya Kenzo.
"Maksud ku bagaimana bisa gadis cantik seperti dirimu bersikap seperti kucing mencuri ikan, ayo ajari aku bagaimana caranya,! " ucap Kenzo.
"Kau harus Fokus pada satu ikan, maka bukan menangkap tapi ikannyalah yang ingin di tangkap,! " jelas ku.
"Dasar kucing kecil,! " rutuk Kenzo.
Saat itu setelah beberapa jam membersihkan kolam ikan, aku mengajak Kenzo makan ikan bakar. Aku terus melihat jam karena setelah tengah hari Bi Raqima akan pulang dari arisan dan menghina ku lagi.
Aku sudah sangat muak mendengar hinaanya dan sudah cukup. Bi Raqima harus berubah. Jika tidak, aku akan membuat Kenzo membencinya dan meninggalkannya.
Author Pov.
SHaquita terus tenggelam dalam lamunannya. Di hari libur ini tak ada rencana apapun. Ia sangat merindukan Kenzo yang saat ini selalu sibuk dengan urusan bisnis orang tua angkatnya.
__ADS_1
"Ehemm, jangan di pikirkan Sha. Orang -orang memang selalu menghina mu karena kesalahan ibu mu. Kau tidak salah Sha,! " ucap Zuwena yang tiba-tiba saja sudah berada di dekat Shaquita dan melihatnya menangis.
"Maksud kamu apa Zue,? " tanya Shaquita heran.
"Jadi kamu belum tahu Sha,? Semua orang di kampung sudah tahu kalau kamu adalah anak di luar nikah, kamu juga membawa sial karena di hari kelahiranmu kedua orang tua mu meninggal karena kecelakaan. Beruntung Kamu masih bisa selamat karena kamu tidak ikut dalam kecelakaan, itu menunjukan bahwa kamu bersih dan tidak berdosa. Tidak seperti yang di katakan orang-orang, " ucap Zuwena.
"Anggaplah mereka benar, aku tidak bermasalah tentang hal itu. Dan sekarang apa yang kau lakukan,? Kau di minta merawat bi Raqima, kau ini calon menantu atau calon pembantu,? " ucap Shaquita sambil mengap - mengap menahan amarah. Ia tak terima jika ada yang bicara buruk tentang kedua orang tuanya.
Seketika wajah Zuwena berubah menjadi merah padam. Dia juga merasa Kenzo sangat dingin jika bicara dengannya dan berubah menjadi ramah jika bicara dengan Shaquita.
"Tunggu Zue, jangan marah. Begini saja, biar aku membantu mu mengurus ibunya Kenzo. Aku punya cara agar dia bisa sembuh dalam dua bulan saja. Kau tidak perlu menyuntiknya lagi, Setelah itu kau bisa menikah dengan Kenzo dan ibunya tidak akan menghina ku lagi,! " pinta Shaquita.
"Bagaimana caranya,? Bukankah diabetes tidak bisa di sembuhkan.? " tanya Zuwena.
"Sekarang bisa, kau hanya harus melakukan apa yang aku katakan.! " jawab Shaquita.
"Baiklah, terserah kau. Lagipula aku lelah jika harus terus seperti ini,! " ujar Zuwena.
Zuwena berlalu meninggalkan Shaquita sendiri. Sementara Air mata Shaquita tak mau berhenti keluar.
"Itu sebabnya orang-orang tidak menyukaiku, Bi Raqima juga sangat membenciku. apakah benar aku anak di luar nikah.? pada siapa aku harus bertanya.? " jerit Shaquita dalam hati.
Shaquita menangis sejadi-jadinya. ingin rasanya untuk tidak mempercayai kata-kata Zuwena.
Tapi semua menjadi masuk akal mengingat kebencian Bi Raqima yang tak pernah surut walau sebentar saja.
Shaquita mulai merasa ragu pada dirinya sendiri. Tapi kali ini dia lebih bersemangat untuk mencuri Kenzo dari ibunya. Bi Raqima akan merasa sangat buruk jika dia berhasil menikahi anaknya.
"Tunggu saja bi Raqima, merebut Kenzo semudah mencuri anak kucing dari ibunya. Aku akan bersatu dengan Kenzo dan tak butuh waktu lama Membuat dia membenci dirimu. " tekadnya.
#Thank yah, jangan lupa Like jika suka. abaikan jika tidak suka.
__ADS_1