
**menyiapkan keperluan alan**
keesokan harinya,meli menyiapkan semua keperluan Alan,dari menyiapkan air
hangat,hingga menyiapkan baju untuk ia pakai saat pergi ke kantor nanti.
setelah alan selesai mandi dan berganti baju,meli membantunya untuk memakaikan sepatu.
kemudian mereka berdua turun ke bawah untuk sarapan,meli berjalan di belakang suaminya.
"selamat pagi tuan,nona".
paman Li menyapa mereka berdua.lalu menarik kursi untuk di duduki Alan. meli duduk di samping Alan kemudian mengambilkan makanan ke piringnya. meli duduk di samping Alan, kemudian tanpa bosa basi lagi, meli langsung saja menyambar makanan yang telah tersaji di atas meja makan.
saat meli sudah siap untuk melahap hidangan itu, sekilas matanya melirik ke arah para pelayan yang memandangi nya dengan tatapan aneh.
seketika meli menjadi bingung? kenapa memandangku seperti itu? apa yang salah dengan ku? bukankah ini sudah waktunya untuk sarapan?.
kurang lebih seperti itu batinnya. kemudian pupil mata meli tertuju pada paman
Li yang sedang berdiri di sisi Alan, sorot mata pria paru baya itu seakan mengisyaratkan suatu hal. sontak meli langsung ingat dengan catatan perjanjian kemarin. astaga aku lupa...
meli yang teringat akan hal itu, langsung buru² mengambil nasi dan lauk pauk ke atas piring Alan.
"selamat makan tuan" ucapnya dengan tersenyum, berusaha menampilkan ekspresi seramah mungkin.
pembantu.
Ayah apa kau melihat ku? setelah ini aku akan
jadi kurus kering!. beberapa saat kemudian, sekretaris bay datang
dan menghampiri alan yang sedang duduk di
ruang makan.
"selamat pagi tuan,nona". sembari membungkukkan badannya memberi
hormat.
setelah selesai makan,meli mengantar suaminya keluar untuk berangkat
kerja,sebelum alan masuk ke mobilnya meli bertanya.
tuan apa nanti aku boleh pergi bek..."
"terserah".
__ADS_1
Alan menjawab perkataan meli sebelum meli
menyelesaikan ucapannya. seorang sopir membukakan pintu mobil untuk
Alan,alan pun masuk ke dalam mobilnya.
selamat jalan tuan".
meli melambaikan tangannya.
Alan merasa tidak suka dengan perkataan meli barusan.
"jangan katakan selamat jalan,ucapkan sampai jumpa".
dengan ekspresi tidak senang.
"baiklah, sampai jumpa".
meli tersenyum sembari melambaikan tangannya.
Alan menutup kaca mobilnya,kemudian mobil Alan bergerak pergi meninggalkan
kediamannya tersebut.
yes orang itu sudah pergi,aku bisa berangkat sekarang.
menghentikan langkah kakinya.
"salam nona,nona mau pergi kemana".
"aku akan keluar untuk pergi bekerja,ada apa".
"di harapkan nona meli akan pulang sebelum tuan muda sampai di rumah".
"oh,iya aku tau.aku duluan paman Li sampai
jumpa".
melambaikan tangannya sembari berlari agak
melompat² kecil. nona sangat periang.
paman Li tersenyum melihat ke arah mey yang gembira seperti habis keluar dari penjara. setelah keluar dari gerbang rumah tersebut. eh...jalan ini sepi,jangankan taksi, bahkan kendaraan lain pun tidak ada yang lewat. mey clingak clinguk melihat arah kanan kiri. sialan,kenapa tidak ada yang memberi tahuku bahwa di sini tidak ada kendaraan,kenapa si gila itu membuat rumah terpelosok seperti ini,jelas saja tidak ada yang lewat,bahkan jika ada seseorang yang lewat pasti akan heran karna melihat ada rumah di sini. mey pun terpaksa harus berjalan kaki. sedangkan Alan tersenyum sendiri saat berada di dalam mobil.
si culun itu pasti sedang berjalan kaki sekarang.
begitulah yang ia pikirkan.
__ADS_1
sekretaris bay yang melihat tuannya
tersenyum² sendiri dari kaca sepion, merasa merending dengan tingkah tuannya akhir² ini. tuan setelah bertemu dengan nona meli
kenapa sering senyum² sendiri, aku sampai merinding di buatnya.
saat di jalan,meli melepas alas kakinya dan membawanya dengan tangan.saat berjalan menelusuri jalanan,meli tidak henti² nya mengutuki alan.
pasti si gila itu sengaja memperbolehkan ku pergi karna dia tau aku akan berjalan kaki,akan ku kutuk kau jadi botak,saat berjalan kau selalu tersandung,tidak bisa makan cemilan dan saat makan mie instan tidak ada bumbunya.
meli menendang bekas botol minuman yang berserakan di jalan dengan kaki,"takk".suara botol yang tidak sengaja terpental ke pohon dan berbalik mengenai kepalanya.
"aduh sakit,apa aku harus sesial ini,sampai²
botol pun tidak suka padaku".
ia bergumam sendiri sembari mengelus² kepalanya yang sakit terkena terkena botol yang di tendangnya tadi.
meli yang sudah berjalan dari tadi merasa lelah.
au...kakiku sakit sekali,untung sudah sampai di
kota.
kemudian ia memakai alas kakinya kembali.
dan menaiki taksi.
di sepanjang jalan meli mengamati poster
gambar suaminya.
eh...itu kan gambar si gila sialan itu.
"nona,saya lihat nona terpesona dengan presdir LA grup,karena melihat ke arah layar gambar tuan Alan gervais dari tadi". kata supir itu sembari melihat meli dari dalam
spion mobilnya.
hah...terpesona katanya,apa tidak salah.aku malah ingin merobek semua poster dan
membanting layar yang ada gambar si gila itu.
"hahaha...anda pasti bercanda".
meli tertawa paksa.
'saya tidak menyalahkan nona jika anda benar² terpesona dengan presdir Alan.memang benar dia sangat menawan,selain tampan ia juga miliader muda tersukses pertama di dunia.banyak gadis yang mengantri ingin berada di sisinya sebagai istri". pengusaha? bukannya dia adalah seorang rentenir.jika mereka mau,aku bisa memberikannya secara gratis.
__ADS_1
"oh..." jawab meli singkat.