
**mood buruk**
meli duduk sendiri di ruang makan dengan batinya yang masih mengutuki alan dari tadi. paman Li menghampiri meli yang terlihat sangat kesal.
"selamat siang nona".
paman Li menyapa meli sembari membungkukkan badanya.
'iya,siang juga paman.paman Li tidak perlu menyapaku setiap kali bertemu,apa lagi membungkukan badan.lagi pula paman lebih tua dari ku,dan juga aku bukan nyonya
kalian, aku hanya pelayan baru di sini". sepertinya nona meli sedang dalam keadaan mood buruk.
"nona,apa nona mau saya ambilkan makanan ringan".
apa di sini ada".
"tentu nona".
paman Li melangkah pergi mengambil makanan ringan di ruangan sebelah dapur.
aku ikut paman".
meli mengikuti paman Li di
belakangnya.paman Li membuka pintu,meli
masuk ke dalam ruangan tersebut.meli
tertegun setelah melihat ruangan itu.
ya tuhan,ini rumah atau supermarket.ada begitu banyak makanan ringan di sini,kenapa aku baru tau di dalam rumah ini ada surga makanan.
meli mengambil keranjang dan memasukkan makanan ringan sebanyak mungkin ke dalam
__ADS_1
nya.
meli mencari permen dari tadi tapi tidak
ketemu.
"eh...kenapa tidak ada permen di sini".
gumamnya merasa kecewa. meli kembali ke ruang makan dengan membawa keranjang makanannya kemudian ia duduk dan menuangkan semua makannya hingga penuh di atas meja makan,meli memakan makanan tersebut dengan lahap. sekretaris bay menghampiri meli lalumenyapanya.
siang nona".
bey berdiri di depan meli.
"iya,duduklah ada apa". masih dalam keadaan mengunyah makanannya.
bay duduk di depan mey kemudian memberikan kartu kredit tanpa batas itu
apa ini".
meli mengambil kartu yang di berikan sekretaris bay padanya.
"itu kartu kredit tanpa batas nona,anda bisa membeli apapun dengan kartu tersebut".
"eh...benarkah,bisakah aku membeli
rumah,hotel, apartemen atau mobil mewah dengan kartu ini".
bay menatap ke arah meli dengan tatapan
tidak suka.
"nona sudah menjadi nyonya besar di sini, sebaiknya nona menggunakannya dengan
__ADS_1
bijak,bisa saja tuan alan akan meminta pertanggung jawaban atas barang yang anda beli".
meli tertawa kecil.
"hahaha...tenang saja sekretaris bay, aku hanya percanda.aku akan menggunakannya sebijak mungkin".
melanjutkan memakan makanan ringannya. hah...mana berani aku membeli barang² seperti itu,gila apa.mungkin saja setelah aku menggunakannya, dia menyuruhku untuk mengembalikan uangnya.
"baiklah nona,kalau begitu saya permisi dulu". bay berdiri,membungkukan badannya kemudian pergi.
**cemilan**
beberapa saat kemudian,Alan menghampiri meli yang sedang duduk di meja makan dan masih menyantap makanan ringanya.
apa²an ini,meja makan ku jadi kotor,dan makanan ringan sebanyak ini,kau merampok semua cemilanku yah".
dengan tatapan wajah tidak suka.
"eh...tidak tuan,saya akan membersihkannya".
'buang semua sampah ini".
Alan duduk,kemudian memakan cemilan yang masih tersisa di meja makan tersebut sembari melihat meli yang sedang menyapu,mengepel,mengelap meja dan membuang semua sampah makananya tadi. dasar pelit,aku hanya makan sedikit tidak mungkin juga akan habis.lihat cara dia duduk dan memakan makananan sisa yang ku ambil tadi,senang sekali dia melihatku menderita. "besok lagi jangan memakan maknan ini terlalu banyak,ini tidak baik untuk kesehatan". eh...kenapa aku seperti sedang perhatian dengannya.
baik tuan".
cih...kau bicara seperti itu karna kau tidak rela makananmu itu aku makan kan.
kemudian alan beranjak pergi dari tempat duduknya.
dia menghabiskan semua makanan cemilanku yang ku ambil tadi,hiks..hiks..cemilan.
meli merenungi cemilannya yang habis karna di makan Alan.
__ADS_1