
**masih diposisi yang sama**
hahaha...lelucon apa ini,dia kan iblis, tidak pantas sekali dia di sebut seorang pangeran. batinnya tertawa.
"lalu kenapa dia tidak tinggal di sana".
orang tua tuan muda mengasingkan tuan muda di kota ini nona,karna tuan muda mempunyai seorang kakak,ia tidak ingin mereka berdua merebutkan tahta".
"lalu".
mey merasa sangat penasaran dengan cerita tersebut.
"lalu tuan muda pergi ke kota ini,nyonya menyuruh saya dan paman Li untuk menjaga tuan muda alan.tuan muda mengatakan pada kami bahwa ia akan membuat kerajaannya sendiri dan tidak ingin berebut tahta dengan kakaknya,tuan muda adalah orang yang sangat cerdas,hingga akhirnya dengan usahanya yang gigih,ia bisa mewujudkan impiannya menjadi seorang miliader muda yang sukses".
eh...jadi itu alasan kenapa rumah ini di bentuk seperti sebuah kastil kerajaan yang mewah, dengan semua pelayan yang selalu tunduk akan perintahnya,sampai² saat pulang bekerja ia selalu di sambut seolah² seperti seorang raja.
"apakah dia juga berprofesi sebagai rentenir bibik Li?".
"nona lucu,tidak mungkin tuan muda adalah seorang rentenir".
sembari tertawa kecil.
hahaha...pertanyaan apa itu,kenapa aku selalu mengira dia adalah seorang rentenir.
**malam harinya**
17:37
←
malam harinya...
sehabis mandi,Alan menggosok rambutnya yang basah dengan handuk kecil sembari mendekat ke arah meli yang sedang berdiri mematung di depan pintu.
"jika hanya aku yang berada si sisimu,kau tidak perlu memakai kacamata dan mengepang rambutmu lagi".
kata alan sembari melepas kacamata yang di
kenakan meli.
meli hanya terdiam dan menundukan
kepalanya ke bawah.
__ADS_1
kemudian alan melepas kepangan rambut meli dan merapikannya dengan tangannya. meli menatap wajah alan.
"apa yang dia lakukan,kenapa sikapnya jadi
sangat lembut padaku,apa saat mandi otaknya tercuci dengan sabun.atau setelah ini dia akan mengolok²ku karna riasan wajahku tadi siang".
"siapa namamu".
tanya alan.
yang benar saja,sudah beberapa hari aku menjadi istrinya dia masih tidak tau namaku.
"meli aisya".
"jelek sekali,benar² jelek,lebih baik namamu di ganti markonah".
"apa".
jawab meli spontan.
benarkan,tidak mungkin dia bersikap baik padaku.ujung²nya dia pasti mengejekku lagi.
"hahaha...tidak,aku hanya pecanda".
Alan tersenyum sembari mengosak ngasik rambut meli dengan lembut.
kemudian Alan duduk di atas ranjangnya,meli masih saja mematung di depan pintu sembari melihat ke arah Alan.
"apa yang kau lakukan di situ,apa kau latihan jadi patung.kemari,duduk di sampingku". sembari menepuk ranjang di sisinya. mey berjalan mendekat,kemudian duduk!
apa yang orang aneh ini lakukan.
"pijat kepalaku".
"baik tuan".
kemudian meli memijat kepala alan pelan². "aku suamimu,seharusnya kau memanggilku sayang,atau suamiku sayang,atau suamiku tercinta,bisa juga pujaan hatiku.kau tinggal memilih,kau mau memanggilku dengan panggilan apa yang sudah ku sebutkan tadi".
panggilan macam apa itu,membuatku ingin mutah pelangi.kau lebih cocok di panggil iblis dasar gila.batinnya
"bisakah aku memanggilmu dengan nama saja"
Alan menatap ke arah meli dengan pandangan tidak suka.
Alan meraih kepala meli dengan
tanganya,membuat wajah meli menunduk ke bawah dan membuat bibir meli bersentuhan dengan bibirnya,kemudian Alan mencium bibir meli dengan lembut.sehingga membuat meli terkejut dengan apa yang Alan lakukan padanya. Alan melepaskan ciuman tersebut. meli langsung mengusap mulutnya dengan kedua tangannya.
itu ciuman pertamaku dasar sialan,tidak rela sekali aku memberikan ciuman pertamaku pada si gila ini.
gumamnya kesal.
__ADS_1
"jika kau tidak memilih panggilan yang ku katakan tadi, aku akan melakukan hal itu lagi padamu".
"eh tidak,aku..aku akan memilih yang...yang". sembari berfikir.
"terlalu lama,aku akan memilihkannya untukmu,panggil aku dengan sebutan suamiku
tersayang".
sembari tersenyum licik.
"ta..tapi".
"tidak ada tapi² an,panggil aku dengan kata yang ku ucapkan tadi".
"ba...baik suamiku tersayang". suara mey terbata² mengucapkan kalimat tersebut.
hoekk...menjijikkan,dia benar² membuatku mutah pelangi setelah memanggilnya dengan sebutan itu.
Alan tersenyum bangga dengan kata² yang di buatnya barusan untuk meli.
"di mana ponsel mu".
tanya alan.
aku tidak punya ponsel".
sembari tertawa kecil.
"kau hidup di jaman apa,apa kau fikir ini masih
jaman batu".
"aku memang benar² tidak punya".
dengan raut wajah lesu.
bagaimana aku bisa punya ponsel,ponselku rusak di banting ibu tiriku bulan lalu,aku juga tidak punya uang untuk membeli yang baru lagi.
"beli yang baru".
Alan memejamkan matanya,sembari meliyang dari tadi masih memijat kepala Alan. "emm...suamiku sayang, bolehkah besok aku pergi bekerja".
"untuk apa bekerja,apa kartu kredit yang ku berikan untukmu itu kurang".
membuka pejaman matanya.
"tidak,bukan begitu.aku hanya ingin mendapatkan penghasilan sendiri".
Alan berfikir sejenak.
"terserah kau saja".
__ADS_1
kemudian memejamkan matanya kembali.
ok thanks jangan lupa vote like share dan komen 👍😀🥰