
7.30
Tap
Tap
"Saya pergi kesekolah." Ucap Veirin.
"Kakak kamu belum di temukan dan kamu mau sekolah? Adik macam apa kamu ini!?" Gertak Xavier.
"Jika Kakak di posisiku mungkin dia akan melakukan hal yang sama." Jelasnya lalu melenggang pergi dari mansion itu.
Di kelas
"Baiklah, anak-anak kita kedatangan murid baru,ayo masuk perkenalkan diri." Ucap bu guru.
"Perkenalkan saya Ray."
"Saya Max."
"Saya Merco."
"Saya Ray."
"Saya Danil."
"Baiklah kalian berempat duduk di bangku kosong dekat Veirin,Veirin angkat tanganmu." Ucap bu guru lalu Veirin mengangkat tangannya.
"Kalian semua ngapain disini?" Tanya Veirin dingin.
"Mau jagain lo Vei." Ucap Danil.
"Duhh bang Nil Vei bukan anak kecil!"
"Lo masih kecil di mata gue." Jelas Danil yang mampu membuat sang empu terdiam.
Danil Dirgananta merupakan anak pertama dari keluarga Dirgananta ia tidak memiliki adik ataupun kakak. Kenapa Veirin memanggil Danil dengan sebutan 'bang' karna Danil adalah abang angkat Veirin yang begitu menyayangi nya,serta Shila(Bunda Danil) dan Pratama Dirgananta(papa Danil) sangat menyayangi Veirin layaknya anak sendiri. Namun sudah beberapa bulan Veirin belum melihat bundanya lantaran banyak kerjaan yang harus ia urus.
Di kantin
"Ck! Bang lo ga bisa jauh-jauh dari gue apa? Liat gue jadi pusat perhatian gara-gara lo!" Geram Veirin
"Ga bisa adik gue yang cantik." Jawab Danil sambil menekan kata 'Cantik'
"Ck! Ya udah,ayo kesana." Tunjuk Veirin pada sebuah meja di kantin itu.
"Max,lo pesenin makanan gih!" Titahnya.
"Oke,kalian semua mau apa?" Tanya Max pada semua orang.
"Gue mie ayam." Pesan Ray.
"Gue bakso." Pesan Merco.
"Gue Model." Pesan Ray.
"Gue Mie ayam bakso." Pesan Veirin.
"Lo waketu?" Tanya Max.
"Samain sama Vei." Pesan Danil.
"Okee,kalian semua tunggu!" Ucap Max lalu ia pergi untuk memesan makanan,tak lama setelah itu Max muncul dengan ada seorang pelayan di sampingnya dan membawakan beberapa mangkuk disana. Saat Veirin dan yang lainnya sedang makan tiba-tiba ada yang menggebrak meja mereka.
Brak!!
Meja itu tergebrak dengan sangat kuat dan menjadi sorotan para siswa siswi disana.
"Maksud lo apa!?" Bentak Veirin sambil berdiri.
"Lo yang apa-apaan! Ini meja kita kenapa lo ambil!" Sentak Lolita.
"Heh! Bapak lo yang buat?? Pakai uang bapak lo?? Enggak kan! Ingat bapak lo cuman kepala sekolah disini dan pemiliknua orang lain!" Tekan Veirin sambil menarik kerah baju Lolita.
__ADS_1
"Lo ga usah main kasar dong!" Sentak Sera (Teman Lolita).
"Cih! J4l4ng ketemu j4l4ng,cocok!" Ucap Veirin santai.
"Siapa yang lo bilang j4l4ng? Lagi interview diri sendiri kah?" Sindir Lolita
"Cihh! Gue tau lo pikir mereka berempat pacar gue kan? Hey,dia semua temen gue!"
"Temen apa temen deck!" Sindir Sera.
Plak!
1 tamparan mendarat di pipi mulus Sera.
"Maksud lo apa?" Bentak Sera tak terima.
"Ga seneng? Mau apa lo? Di keluarin? Mo gue bantu?"
"Lo? Ngeluarin gue? Ga salah? Bapak lo bukan yang punya sekolah ini!"
"Kalau punya gue gimana?" Tanya Veirin santai.
"Punya lo? Ga salah?"
"Udah Vei!" Relai Danil.
"Udah Queen,4nj1ng kalau di layani makin menjadi-jadi." Ucap Rau santai.
"Lo ngatain gue 4nj1ng?" Tanya Lolita sambil menunjuk wajah Ray.
"Ga ada yang nyindir lo,cuman kalau lo marah berarti kenyataan." Balas Veirin.
"Dahlah,yuk cabut."
Di sisi lain
"Hikss.. lepasin gue." Berontak seorang gadis yang tak lain adalah Devina.
"Hikss... Gue salah apa!? Lepasin gue!"
"Lo siapa sih? Berani main culikan! Kalau berani hadapi orang tua gue!"
"Jangan banyak bicara atau gue p3rk0s4 lo!" Ancam Seorang Pria.
"L--lo ga usah macem-macem!" Gugup Devina. Ia takut apa yang dikatakan pria itu menjadi kenyataan.
"Saya apakan dia Tuan?" Tanya pria tadi pada bosnya.
~
"Baik bos."
"Hey! Lepaskan aku!"
Pria tadi membuka ikatan tali yang ada di badan Devina lalu ia menggendong Devina dan menjatuhkannya di atas kasur. Lalu ia mulai melepas jasnya dan kemejanya,lalu ia men1n1d1h Devina dan mengukungnya.
"Hiksss.gue mohon jangan."
"Hiks hiks!"
Dan setelahnya hanya dia dan Devina yang tahu.
Di tempat Veirin
"Abang." Panggil Veirin
"Hm?" Dehem Danil.
"Gimana keadaan Kak Devina?" Tanya Veirin karna ia khawatir kalau terjadi sesuatu pada Devina. Memang ya Veirin yang meminta untuk menculik Devina agar Xavier dan Wilona cemas,tapi ia tidak meminta para bodyguard nya yang di sana untuk menyiksa/menyakitinya.
"Baik!" Jawab Danil dengan dingin.
"Bang,Vei kangen Bunda." Rengen Veirin.
__ADS_1
"Mau kerumah? Udah lama kamu ga kerumah." Tawar Danil.
"Mmm,boleh."
"Ya udah gue sama yang lain pamit ya Queen,Waketu." Pamit Max
"Iya."
Di rumah Dirgananta
"Bundaaaaaaaaaaaaa Veiiiiiiiiii pulanggggggggggggggg." Teriak Veirin dengan suaranya yang lumayan cempreng.
Tak lama kemudian seorang wanita paruh baya dan laki-laki paruh baya turun dari tangga dan tersenyum melihat Veirin.
"Stss,ga baik sayang teriak-teriak." Jelas wanita laruh baya itu yang tak lain adalah Shila Dirgananta (Bunda Danil).
"Hehe maaf ya bun." Cengengesan Veirin.
"Papa!" Antusias Veirin lalu memeluk lelaki itu.
"Udah lama ga kesini,kemana aja Vei?" Tanya lelaki itu yang tak lain adalah Pratama Dirgananta (papa Danil).
"Vei sibuk sekolah pa." Jelas Vei.
"Sayang kenala tanganmu banyak lebam nak?" Tanya Shila.
"Dia siksa sama Keluarga Carlson bun." Jelas Danil.
"Apa! Kurang 4j4r sekali dia nya,berani menyiksa Putri papa!" Ucap Pratama dengan menaikkan 2 nokta suaranya.
"Udah pah,Vei baru dateng kok malah marah-marah."
19.00
"Vei,Nginap disini ya? Udah lama banget lo Vei ga disini."pinta Shila.
"Iya Bun."
"Vei,jika kamu mau tinggalkanlah Marga 'Carlson' dan masuklah dalam Marga 'Dirgananta' kamu akan bahagia Vei,tanpa siksaan apapun." Ucap Pratama serius.
"Kamu akan mengganti namamu menjadi Veirin Shakila Dirgananta,lupakan keluarga Carlson dan berbahagia lah disini." Ajak Shila menyakinkan.
"Vei mau aja bun,cuman Vei ga mau kalau tiap hari harus debat sama si Abang rese!"
"Nanti bunda cukurin rambutnya kalau xia macam-macam sama kamu!"
"Dih! Bun bun kek berani aja!"
"Ohh,minta buktikan?"
"E--enggak kok bun bencanda doang." Ucap Danil cengengesan.
"Dan satu lagi! Vei mau balas dendam juga sama mereka!"
"Papa bakalan bantu kamu! Papa akan dapatkan perusahaan Xavier group dan menjadikannya milikmu!" Tegas Pratama.
"Bunda akan dukung kamu sayang!"
"Abang?"
"Abang liatin aja Dek!"
Hahahahahhaha
Gelak tawa memenuhi ruangan keluarga itu.
Di sisi lain
Hiks hiks
"Bagaimana ini? G--gue udah ga suci lagi." Tangis seorang gadis
Next?
__ADS_1