Si Gadis Dingin_

Si Gadis Dingin_
Malam harinya


__ADS_3

"Bangkeee loe!,gw mau belajar nembak Bukan nembak kek gitu bangsatt".Kesalnya.


______


"La terus??" Tanya Axel.


Syara semakin kesal entah karna kebegoan nya atau apalah itu.


"Udah lah gw mau belajar ama yg lain aja!."Ucap Syara Ketus dan pergi dari Axel dan menghampiri salah seorang pria yg sedang latihan menembak.


"Hay!."Sapa Syara.


"Eh, Hay juga!."Balas Sapa pria Tersebut sambil mendongkakkan wajah kearah Syara.


"Cantiknya."Batin pria tersebut yg bisa dibilang cuma selisih 3 tahun darinya.


"Bisa ngajarin gw menembak gk?."Ucap Syara sambil menunjukkan sebuah pistol kearahnya.


"Bisa kok!."Ucap pria tersebut sambil tersenyum tipis kearah syara.


" boleh kenalan dulu gk biar akrab aja gitu hehe."Ucap Pria tersebut Cecengesan.


"Gw Syara!."Ucapnya.


"Gw Ronald!."Ucap pria yg bernama Ronald.


"Salken!."Ucap Ronald.


"Too."Balas Syara.


"Oh ya ngomong2 kyaknya loe masih muda emang umur loe berapa?."Tanya Syara.


"21."Jawab Ronald.


"What tapi klo dilihat loe itu masih muda banget loh!."Ucap Syara.


"Haha bisa aja loe!."Ucap Ronald Malu karna dipuji oleh Syara.


"Jadi gk nih kita belajar menembaknya?."Tanya Ronald pada Syara.

__ADS_1


"Jadi dong!."Jawab Syara.


Syara pun memulai belajar menembaknya bersama dgn Ronald.


Saat dipertengahan Ronald mengajari Syara menembak.


Ronald memegang tangan Syara agar tepat sasaran menembak target.


Syara mendongkakkan Wajahnya.Sontak mata mereka berdua pun bertemu.


"Kalau dilihat dari dekat Ronald ganteng juga!."Batin Syara yg masih menatap kearah Ronald.


"Bahkan dari dekat lebih Cantik!."Batin Ronald.


Tanpa mereka sadari ada seseorang yg tak sengaja lewat dan melihat Syara dan Ronald sedang bertatapan.


Ya dia adalah Axel yg tak sengaja lewat dan melihat mereka berdua.


"Ekhemmm..."Dehemnya.


Sontak Syara dan Ronald langsung memalingkan wajah kearah lain.


"Gk papa!,Gk sengaja lewat doang dan ngeliat loe berdua!." Ucapnya sambil melirik kearah mereka berdua.


"Ehh!,Kita gk ngapa2 in kok!."Ucap Syara menjelaskan.


"Emang gw peduli!!."Ucap Axel.


"Bener juga ya dia bukan siapa2 gw ngapain repot2 jelasin!,lagian dia juga ngak peduli." Batin Syara.


''Ohh!,klo gitu loe pergi aja deh gw masih mau lanjutin latian!."Ucap Syara sewot.


"Kgak usah sewot kali bambank!."Ucap Axel ngegas dan pergi dari mereka berdua.


”Huh si Axel ganggu aja!,Kan gw masih mau tatap2 an ama Syara lebih lama!!.”Batin Ronald.


"Kita lanjutin aja deh latiannya!."Ucap Syara yg membuat Ronald tersadar akan lamunannya.


"Eh iya iya!."Ucap Ronald terkaget karna Syara.

__ADS_1


Mereka berdua pun melanjutkan latian menembaknya yg tadi sempat terhenti.


.


.


.


Skip malam pun tiba....


Seperti yg direncanakan kania tadi pagi,dia akan merebut kembali urutan mafia pertama yg diambil oleh geng mafia The king Cobra.


"Gimana Semuanya sudah siap!?."Ucap kania pada anak buahnya.


"Siapp!."Ucap mereka serentak.


"Good!."Ucap Kania.


"Ron!."Panggil Kania.


"Iya ada apa boss!."Ucap Ronald dan menghampiri ke Kania.


"Panggil gw Quen!."Ucap Kania dingin.


"Siap Bos!,Eh maksudnya Quen!."Ucap Ronald.


"Berapa senjata kita buat Melawan Markas The King Cobra?." Ucap Kania dingin.


"Kita cuma membawa Katana 137,double Stik 325 ,Snieper 259 buah dan membawa Bom granat 23 buah!." jawab Ronald.


"Hemm jadi sisa senjata di markas?."Tanya kania datar.


"Klo sisa senjata kita di markas!?."Tanya Kania datar.


"Klo sisa senjata kita di markas 573 Katana, 683 Double stik, 385 Snieper, dan 59 bom granat!." Jawab Ronald.


"Ohh!."Jawab Kania singkat.


"Anjerrr gw ngomong panjang x lebar cuma dibalas oh doang!."Batin Ronald.

__ADS_1


__ADS_2