Si Miskin dan Si Kaya

Si Miskin dan Si Kaya
bab11


__ADS_3

Sewaktu di asrama banyak lelaki-lelaki tampan yang selalu menggodaku hari demi hari ada yang meminta nomor wa ku, ada yang meminta akun sosial media, instragram, Facebook dan ada juga yang sering mengajakku berfoto bersama.


Aku selalu tidak mau merespon lelaki lelaki tampan yang di asrama. Karena aku juga memikirkan perasaan Lutfi jikalau aku merespon lelaki lelaki yang di asrama.


Jikalau aku kesepian di asrama Aku selalu menelepon Lutfi yang sedang bekerja walaupun kadang dia tidak mau mengangkat telepon ku ya aku hanya bermain game saja atau membuka sosial media lainnya.


Di kampus aku mempunya teman dekat yang bernama Putri. Dia selalu mau menemaniku ke mana pun. Aku sangat senang mempunya teman baik sepertinya di asrama. Selain dia baik dia juga rajin belajar dan selalu tekun pada impiannya.


Aku tidak pernah pergi kemanapun, karena kami di asrama punya peraturan ketat, Hanya hari Minggu saja di perbolehkan holiday ataupun keluar asrama untuk jalan jalan.


Ya memang tidak ada waktu malam mingguan atau malam apapun yah meski begitu aku tidak pernah bosan atau pun mengeluh.


Riski


Riski adalah pria tampan yang selalu ingin dekat denganku, dia selalu saja ingin mencari cela untuk berusaha mendekati ku di kampus, Dia pikir aku belum punya kekasih mungkin ya hem...


Riski pernah meminta nomor whatsap ku sewaktu istirahat, kami juga sempat melakukan pembicaraan singkat.


riski : "Hay, kenalin namaku Riski aku mengambil fakultas DIII farmasi disini".


Boa : "Ya, aku boa salam kenal".


Riski : "bolehkah aku meminta whatsap mu"


boa: "ya tentu"


Semenjak dia mendapatkan whatsapku, dia sering ngechat aku dan juga sering meneleponku. Ya aku jarang mau merespon dirinya karena aku masih berfikir panjang kepada kekasih ku tercinta Luffy, banyak kenangan yang kami lalui sewaktu bersama. Mau bagaimana lagi ya aku dan Lutfi.


Saat pada hari Minggu aku teman asrama ku putri berjalan jalan ke mall ingin melihat rumah hantu. Sangat seram saat ingin masuk ke rumah hantu itu dan kami pun pergi ke lantai 3 bersama 2 temanku perempuan. yang satunya sahabatku yang bernama Putri dan yang satunya bernama Tasya.


Disaat kami sebelum memasuki rumah hantu, Kami bertiga duduk di tongkrongan lantai 3 tempat makan atau bisa di sebut juga kantin. Saat kami duduk Tasya menjadi perhatian 2 lelaki yang sedan duduk di meja tengah kantin tersebut. Karena pakaian Tasya sangat mencolok di mata pria itu, mereka pun memandangi Tasya dengan penuh hasrat dan mungkin juga dengan nafsu.


Tasya berpakaian sangat ****, dia memakai celana jeans yang sangat ketat sehingga membuat pinggulnya kelihatan montok, dia juga mengenakan pakaian kaos putih yang sangat pendek sehingga pusat dan punggung nya kelihatan. Tasya tidak insecure karena dia bangga memiliki tubuh yang sangat indah dan **** serta montok.

__ADS_1


Lelaki yang di tengah meja selalu memandanginya dengan hasrat. Kami sebagai temannya sudah mengingatkan Tasya untuk berpakaian sopan sedikit agar tidak menjadi perhatian orang orang, Tetapi Tasya tetap saja bangga dengan pakaiannya karena dia suka di perhatikan para lelaki.


Yah tentu saja 2 pria itu menghampiri meja kami dan meminta nomor whatsap Tasya .


Dengan senang hati Tasya memberikan nomor whatsap nya kepada 2 pria itu. Pada saat kami siap makan. Kamipun ingin melihat rumah hantu yang ada di lantai 2. Dan tiba tiba saja 2 pria itu berusaha mendekati kami dan juga Tasya respon ingin masuk rumah hantu bersama mereka.


"Adik mau kemana" ucap pria itu


"Kami ingin melihat rumah hantu bang" ucap Tasya


"Bolehkah kami ikut melihat bersama Sam dengan kalian", Ucap pria itu kepada Tasya.


"Dengan senang hati boleh bang", ucap Tasya .


Kami pun berjalan ke lantai 2 menuju rumah hantu itu. Dan kami masuk dengan jumlah 4 orang. Kami membeli tiket seharga 20.000 ribu. Dan saat kami masuk ada pemandu jalannya.


Kami pun masuk dan di pandu oleh pemandu jalan. Saat kami masuk 2 pria tampan itu mendekati Tasya dan bergandengan. sangat seram sekali di dalam.


Dan dalam kesempatan kecil pria tampan itu memeluk Tasya dan satu lagi ingin memeluk ku tapi aku langsung menolaknya.


Mereka ingin mengambil kesempatan dalam kesempitan namun aku tidak mau kepada mereka.


Aku selalu mengingat Lutfi di benakku dan jika ada yang menggangguku pasti aku mengabarkan nya kepada Lutfi.


Setelah siap Holiday kami pun pulang ke asrama, kami melihat Tasya sangat gembira berkenalan dengan 2 pria tampan yang kami temui di mall tadi.


Kami melihat Tasya Vidio call dengan pria itu dia sangat gembira, ya aku sama putri seperti biasa kami hanya belajar seperti biasa menjalani hari hari kami.


setiap Minggu kami anak anak yang ada di asrama di bolehkan untuk keluar asrama untuk liburan atau pun refreshing.


Di asrama aku selalu giat belajar dan aku juga sering di dekati oleh Riski dia memang tampan si, tapi lebih tampan Lutfi yang sudah menjadi seorang prajurit dan juga Lutfi gagah


Mengikuti pergaulan

__ADS_1


Lama waktu berlalu aku melihat Tasya mengenakan perhiasan perhiasan mewah, tidak tau dari mana asal nya tapi akhir akhir ini Tasya sering keluar malam Minggu walaupun di larang oleh peraturan asrama dia tetap saja keluar.


Aku juga ingin mengetahui dari mana dia mendapat kan uang dan dapat membeli perhiasan perhiasan mewah serta alat make up nya juga lengkap.


Aku bertanya kepada Tasya dan sekalian mengajaknya mengobrol.


"Tasya gimana hubungan kamu dengan kenalan kamu yang di mall kemarin?"


Ucapku kepada Tasya


"Kami sudah jadian 2 bulan yang lalu boa." ucap Tasya kepadaku


"Wow ... cepat sekali kamu jadian dengannya semudah itu kah?" Aku bertanya kepada Tasya.


" Ya, Boa dia sangat baik dan juga dia sangat perhatian kepadaku." ucap Tasya.


"oh begitu ya saya, Sekarang kamu sudah mulai mewah ya Tasya dan perhiasaan kamu juga sudah banyak kamu beli dari mana sangat indah aku liat."


"Oh ini yah Boa ini dari teman teman nya Pacarku saat aku di ajak jalan jalan shoping dan karoke, aku di beli kan perhiasan perhiasan ini. Teman teman pacarku sangat la baik baik Boa." ucap Tasya


"Apakah pacarmu tidak marah kamu jalan jalan dengan teman nya."


"Jikalau dia tau pasti dia marah boa, jangan la sampai tau yang penting main nya cantik." ucap Tasya kepadaku.


"Astaga Kamu selingkuh yah Tasya?" ucapku


"Tidak selingkuh boa tapi hanya teman yah sekedar memanfaatkan keadaan aja, Jikalau kamu mau atau bosan di asrama kamu boleh kok ikut aku." ucap Tasya kepadaku


"Tidak Tasya kamu lanjut saja aku hanya pengen bercerita denganmu." ucapku kepada Tasya


"Jika kamu bosan ikut saja dengan ku ya boa." ucap boa kepadaku


Aku pun langsung pergi ke kamar dan tidur.

__ADS_1


__ADS_2