Si Miskin dan Si Kaya

Si Miskin dan Si Kaya
bab13


__ADS_3

Lutfi meneleponku saat mereka ingin melakukan penyerangan, Dia mengatakan ingin berperang bersama pasukan raider.


Lutfi berpamitan dengan ku untuk melakukan penyerangan dan memetakan kepadaku untuk berpamitan dan saat itu dia mengatakan.


"Dek jikalau aku tidak pulang berarti Allah telah memanggilku, karena kami mempunyai prinsip lebih baik mati di Medan pelatihan dari pada gagal di Medan perang."


Komandan Habib


Kami ingin melakukan penyerangan terhadap pasukan pemberontak yang di pimpin oleh letkol Habib dia yang menjadi komando di satuan tim raider yang akan dia pimpin.


Di tengah malam kami berkumpul di komando i oleh Letkol habib, Kami berjumlah 10 orang pasukan raider.


Letkol habib memberikan strategi penyerangan dengan jumlah tim satu regu 4 orang dan juga letkol dan 2 lainnya berjumlah 3 orang.


Di tengah malam kami masuk ke dalam hutan dengan tim regu yang sudah di rencanakan.


Aku memimpin 3 orang pasukan dan regu yang satunya di pimpin oleh Ucok dan tim yang beregu 3 orang di pimpin oleh Letkol habib.


kami pun berjalan ke hutan dan kami pun pelan pelan mengendap untuk menyatukan oleh alam agr terlihat samar oleh alam.


Aku memimpin pasukan yang berjumlah 4 orang ikut dengan ku menggunakan senjata ak-47 MK naik ke atas hutan untuk menembaki musuh dengan borbardir.


Saat perlahan kami memasuki hutan terlihat sangat seram dan juga gelap kami tidak ada rasa takut karena kamu juga sudah di latih mental dan fisik.


Saat kami naik ke atas gunung kami melihat ada asap di atas dan juga kami merasakan bahwasannya itu tempat musuh sedang beristirahat. kami pun dengan cepat memborbardir musuh tersebut. dengan berpencar untuk mengepung musuh kami berpencar menjadi satu satu orang dengan jarak 1 meter agar agak terlihat jauh.


Saat aku memasuki Hutan itu aku memberikan isyarat bahwasannya tidak ada orang yang tersisa hanya lah bekas api Bakaran sisa dari bekas orang beristirahat.


Kami pun tidak jadi menembak musuh karena musuh tidak ada dan juga kami melihat bekas api tersebut apakah musuh masih berada dekat dengan jarak tersebut ataupun sudah jauh.


Secepatnya kami menelusuri musuh dan mengabari komandan menggunakan Ht untuk berkomunikasi untuk melakukan pengepungan.


Saat kami mengendap-endap kami pun melihat pasukan pemberontak yang bersembunyi.


Secepatnya kami mengabari komandan dan mereka pun segera menyergap para pemberontak.


Bom........ Duar..... (Suara Bom di lempar)


Para pemberontak pun kocar-kacir dan ada yang terkena dampak dari yang di lempar oleh pasukan kami dan terjadinya baku tembak yang sangat dahsyat di Hutan terlarang itu.


dor... dor.. dor.. dor.. dor.. (suara tembakan)


Tembakan demi tembakan di lancarkan


kami pun ikut menyerang dan bersiaga tembakan dari sisi manapun.

__ADS_1


Dan tiba tiba saja tembakan tidak tau dari mana asalnya menembus dada salah satu rekan ku yang yang bernama Praka Dani.


Ctus... (Suara peluru sniper)


Aaahhhh (suara teriakan Praka Dani)


Dani pun tertembak tepat di dadanya dan gugur di Medan perang, saat itu yang terdekat dengannya hanyalah Praka Ilham. Saat Praka Dani tertembak, Praka Ilham sempat menghampirinya dan menarik Praka Dani ke tempat perlindungan di balik pohon yang tidak dapat di bidik oleh sniper musuh.


Dan pada saat-saat terakhir Praka Dani gugur dia mengatakan kepada Praka Ilham.


"Selesaikan misi nya jangan hiraukan aku. Lebih baik gagal di medan latihan dari pada gagal di Medan pertempuran" ucap Praka Dani."


Baik la ucap Praka Ilham dan memberikan Hormat Terakhir kepada Praka Dani.


KOMANDO........


KOMANDO.......


KOMANDO.......


(Teriakan Praka Dani dan menghembuskan nafas terakhirnya)


"Lapor komandan Dani gugur di Medan pertempuran" ucap Ilham kepada komandan.


"Siap komandan" ucap Praka ilham.


"Semua unit dengarkan baik baik, Musuh kita ada seorang sniper dan pemberontak lainnya berkisaran 7 orang mohon di perhatikan lebih baik lagi jangan sampai penyamaran mu terlihat oleh sniper musuh, Jika kamu tidak menyamar dengan alam kamu Bisa saja tertembak. Pasukan kita telah gugur 1 orang waspada dan dekati musuh, cepat, sigap dan berantas mereka." ucap komandan.


"siap komandan perintah di laksanakan." Ucap semua anggota.


Kami pun melihat pemberontak itu bersembunyi, langsung saja kami menembaki nya dengan sigap.


dor.. dor.. dor.. (suara tembakan pasukan).


dor... dor.. dor.. (pemberontak membalas).


dorrrdordoorrrrr (Suara tembakan bombardir pasukan)


dor dor dor (pemberontak membalas)


Komandan dengan cepat melemparkan bom asap agar membutakan pandangan musuh.


Duar... Bom..!! (Suara granat yang di lempar komandan)


Beberapa pasukan musuh terkena granat yang di lempar oleh komandan.

__ADS_1


Serang...!!!!!!!! ucap komandan..


dor.. dor.. dor.. dor... dor..


dor... dor.. dor.. dor.. dor...


dor.. dor... dor.. dor.. dorr..


Kami pun memborbardir tembakan ke pasukan musuh. beberapa musuh terkena tembakan tersebut. Dan Tersisa 2 orang yang lari menuju ke atas hutan dengan keadaan tertembak.


Dengan cepat komandan memberikan perintah untuk mengejar pasukan pemberontak, dan juga pasukan kami sebagian bersiaga membidik dan menjaga pasukan penyerang selagi para komandan berjalan 3 di antaranya menjaga bagian belakang untuk bersiaga tembakan. 2 orang bersiaga di bagian kiri dan 2 di bagian kanan sementara itu komandan maju dan di dampingi salah satu anggota.


Kami dengan cepat mengejar pasukan pemberontak itu. tentu saja saat kami mengejarnya komandan singgah di tempat para musuh yang gugur dan pada saat itu komandan langsung mengecek tempat itu apakah ada yang selamat di pasukan pemberontak itu.


pada saat komandan mengecek ada salah seorang musuh yang masih bisa bernafas dengan keadaan sekarat. Tentu saja dengan cepat komandan menyeretnya ke tempat yang lebih gelap dan susah di jangkau sniper musuh.


"Siaga" ucap komandan


"siap" ucap anggota


kami pun bersiaga menjaga komandan yang pada saat itu dia sedang mengintrogasi pasukan musuh.


"Siapa pemimpin mu" ucap habib.


"aku tidak akan mengatakannya." ucap musuh


Dengan keji komandan habib mengambil pisaunya dan mengiris tubuhnya yang terkena tembakan itu.


srek.. (Suara irisan tubuh yang di lakukan Habib)


Aaahhhh (Teriakan pasukan musuh yang di interogasi)


"sekali lagi dimana pemimpinku dan berapa sisa pasukan kalian" ucap habib sambil mengurus tubuh pasukan pemberontak itu.


"Pemimpinku adalah seorang sniper yang berjarak 6 kilo dari sini, Dialah pemimpin kami dan hanya dia la seorang sniper yang berjaga di kejauhan serta jumlah pasukan yang selamat hanya tinggal 2 orang lagi itupun mengalami cedera ringan dampak dari bom kalian Dasar KEPARAT.." ucap pasukan pemberontak itu karena tidak tahan dengan penyiksaan yang di lakukan oleh Habib.


"Bagus kau sudah buka mulut ini Hadiah buatmu." ucap komandan Habib.


langsung saja komandan mengisi amunisi peluru nya yang sudah banyak terbuang dan mengokang kembali senjatanya.


kcek cek.. (Suara senjata di kokang)


"Selamat jalan" Ucap komandan Habib kepada pasukan pemberontak yang sudah di interogasinya


Dorr (Tembakan tepat di kepala pasukan pemberontak itu).

__ADS_1


__ADS_2