Si Petualang

Si Petualang
Chapter 2 : Bertemu Slar


__ADS_3

Setelah agak jau dari tempat tadi Sant langsung jatuh terduduk.


"Apa aku harus melakukan yang dikatakan ular tadi?" Tanya Sant dalam hati.


"Huh.... yang penting sekarang aku pergi ke sungai dulu buat ngisi air." Ucapnya lalu beranjak kedalan hutan.


- - -


Byuuur...


"Hahhh.... Segarnya." Teriak Sant.


Sant pun mengeringkan badannya lalu mengisi air minum. Tiba tiba ia teringat kata kata ular tadi.


"Ada di pinggir sungai ya? Tapi dimana?" Gumamnya bingung. Tiba tiba matanya terhenti tepat pada sebuah lubang di Akar pohon besar.


"Jangan jangan di situ!" Katanya sambil beranjak mendekat kelubang itu, saat ia melihat kedalam ia hanya melihat kegelapan saja.


"Mmm....Halo." Teriaknya dilubang itu. Tak ada jawaban. Tiba tiba kakinya terpeleset sehingga ia meluncur kedalam lubang itu.


"Aaaaa...." Teriaknya. Ia terus meluncur hingga.


Brugg...


"Aduh, duh, Sakit banget." Katanya sambil mengusap usap pantatnya.

__ADS_1


"Eh, Aku dimana?." bingungnya. Sant pun melihat ke sekitar dan mendapati dirinya berada pada sebuah ruangan besar, ruangan itu bercahaya dari beberapa permata didinding ruangan.


Tiba tiba matanya Fokus pada sebuah Telur besar ditengah ruangan.


"Eh Telur Apa itu? Apakah telur ular tadi?" Bingungnya sambil mendekati telur itu.


Sant Mendekat Ketelur itu hingga terlihatlah sebuah kata di dinding telur itu.


"SLAR? Apakah induk ular itu ingin memberikan anaknya nama itu?" Ia pun memegang Telur itu dan


Kreek...


Telur itu retak.


"Ups... Apakah aku memecahkannya." Kata Sant sambil berjalan Mundur.


Telur itu pecah sempurna memperlihatkan se ekor ular warna putih Hitam panjang.


"Si~" Ucap ular itu Sambil menatap Sant yang sedang mematung, ular itu pun mendekati Sant lalu menjilatinya serta merebahkan badannya.


"Huh...." Sant menghembuskan nafas panjang.


"Ok Sekarang sesuai kemauan ibumu kunamai kau Slar ya." Kata Sant.


"Si~ Si~" Ucap ular itu senang sambil menjilat jilat Sant.

__ADS_1


"Hahaha... Sudah sudah geli tau." Tawa Sant. Santpun memeluk Slar sambil memejamkan matanya Slar pun membalas pelukan itu sambil memejamkan matanya juga.


"Ok, kita akan disini 1 hari lagi sambil mengambil apa saja yang ditinggalkan ibumu disini." Ucap Sant di angguki Slar.


Sant pun mengambil sebuah kain yang ada diruangan itu lalau mengikatnnya ke badan Slar.


"Ikuti Aku." ucap Sant lalu berjalan menuju permata yang bercahaya didinding. Sant pun menarik permata itu hingga lepas lalu memasukannya ke dalam kain yang diikatkan di tubuh slar, begitu juga permata yang lainnya.


"Hah...hah.." Nafas Sant terputus putus setelah mengambil permata ter akhir.


Slar tiba tiba berjalan menuju pecahan cangkang nya lalu menyingkirkan cangkang cangkang itu dengan ekornya.


Ia mulai menggali tanah menggunakan ekornya, Sant yang melihat itu bingung. Ia berjalan mendekati Slar.


"Kau sedang apa Slar?" Tanya Sant.


"Si~" Balas Slar masih tetap menggali tanah, Sant yang melihat itu hanya mengangkat bahu lalu duduk meminum air yang tadi di ambilnya dari sungai.


Setelah beberapa menit akhirnya Slar berhenti menggali ia menjulurkan kepalanya lalu menarik sebuah buntalan kain dari tanah.


Sant yang melihat itu terkejut lalu mendekati Buntalan itu, Ia pun membukanya, alangkah terkejutnya saat membuka buntalan tersebut ada beberapa daging awet sebuah botol minum dan yang membuatnya paling terkejut adalah Tato bunga.


Ia tahu Tato ini, Tato itu adalaha semacam ruang penyimpanan dimensi, Di sarangnya pun hanya raja yang punya tato ini.


"Slar kau Hebat!!!" Pekik Sant sambil melompat lompat, melihat Sant senag Slar juga senang dan ikut melompat lompat.

__ADS_1


----------------------------------------


READ FOR THE FUTURE


__ADS_2