Si Petualang

Si Petualang
Chapter 4 : Membantu Eng.


__ADS_3

Sant dan Slar berjalan menelusuri pinggiran Sungai.


Buk...


Bum...


Akhhh...


Suara Debuman dan Teriakan sampai ke telinga Slar dan Sant.


"Slar, Kita harus periksa suara suara itu." Perintah Sant sambil naik ke punggung Slar.


"Si~" Slar langsung melesat ke arah suara itu, sampai di sana terlihat Seekor Elang yang terluka parah Tampak darah bercecer di sekitarnya di depannya tampak 3 Ekor Buaya menatpnya dengan mata kelaparan.


"Hahahaha.... Hari ini kita bakal makan Elang segar." Ucap salah satu buaya.


"Kalian Buaya licik." Teriak Elang itu.


Sant yang melihat itu membisikkan sebuah rencana pada Slar, lalu ia berlari menaiki salah satu pohon.


"Bersiaplah Elang Segar hahaha." Ucap Buaya itu membuka mulut nya lebar Tapi saat akan me makan Elang itu.


Syuuut....


Sebuah Anak panah berwarna Hitam melesat lalu menancap di mulut Buaya itu.


Jleb...


Boom...


Akhhh...


"Kakak Pertama, Kau tidak apa apa?" Tanya buaya disebelahnya melihat Kakaknya berguling guling kesakitan.


"Hah... Hah.... Hah... Aku gak papa Tapi siapa yang berani menyerangku Ha!" Teriak Buaya itu.


- - -


"Hosh... Hosh... Hosh..." Bunyi deru nafas Sant tak beraturan.


"Si~" Slar menghampirinya dengan membawa seekor Burung Elang yang ia selamatkan tadi Di punggungnya.

__ADS_1


"Kau berhasil menyelamatkannya Slar."


"Si~"


"Baiklah, kalau begitu keluarkan Kain yang ada di Tato Dimensi dan bantu Aku mengobati Elang ini." Perintah Sant.


"Si~" Jawab Slar, Mereka pun saling membantu mengobati tubuh Elang itu.


Setelah selesai mengobati mereka tak sengaja Melihat Lubang dan Memutuskan menginap malam itu.


- - -


Pagi Hari menyinari Hutan yang di penuhi Sejuta Misteri tersebut.


"Jadi Bagaimana Ceritanya kau bisa terluka Olehh Buaya itu, bukankah kau bisa terbang lalu Kabur." Tanya Sant pada Elang yang menyebutkan Namanya itu Eng.


"Hahhh..... Itu bermula saat aku selesai dari pertemuan Burung Se hutan, Saat aku terbang pulang tiba tiba mataku menjadi kabur lalu gelap.


Saat terbangun aku sudah ber ada disebuah Pohon di pinggir sungai dengan badan ter ikat.


Di depanku 3 Ekor Buaya menatapku dengan mata lapar, Aku sudah berusaha kabur tapi percuma Badanku terasa sangat lemah dan tak berdaya, tapi walau Begitu Aku tetap berusaha Kabur.


Hingga Kejadian seperti yang kau Bilang itu terjadi."


"Jadi kau sudah Tau siapa yang membuat Mu seperti Itu?" Tanya Sant.


"Sudah, Yang berbuat itu adalah salah satu Perwakilan Suku Beo, mereka sengaja menuangkan racun pelemah di dalam minuman Ku, Semua itu Aku tau dari para Buaya yang ingin memakaku." Jelas Eng.


"Baiklah sebaiknya kau istirahat terlebih dahulu Hingga dirimu Sembuh Total."


"Terima Kasih Nak Sant karna telah mau membantu Ku Atas apa yang kamu Lakukan."


"Sudahlah, itu tak perlu di pikirkan lagi pula Aku hanya tak sengaja lewat tadi."


"Hahaha iya, tapi Tetap saja Terima Kasih."


"Sama sama."


- - -


Sudah 3 Hari setelah kejadian Penyelamatan Eng, Eng sudah sembul walau belum sepenuhnya Ia sudah bisa kembali terbang.

__ADS_1


"Tuan Eng, Hari Ini Aku Akan melanjutkan perjalananku." Ucap Sant.


"Ah... Kau sudah mau pergi Ya." Kata Eng.


"Baiklah kalau begitu, Maukah kau menerima Ini." Ucap Eng memberikan sebuah Botol Hijau dan Plat kayu bergambar Elang.


"Kau bisa kapan saja mengunjungi Kami dengan Plat Ini, Sedangkan Botol Ini adalah Cairan pembangkit Darah." Jelas Eng.


"Cairan Pembangkit Darah?"


"Ya, Ada Dua Tetes di Botol Ini, Kau tau Bukan Nama Hutan yang Kita tempati Ini bernama Hutan Misteri."


"Ya, Lalu?"


"Di Suku Elang Ada sebuah Cerita bahwa Tidak sepenuhnya Hewan Di Hutan Ini adalah Hewan Biasa, Konon katanya Ada beberapa Hewan yang memiliki Darah Hewan Mitos seperti Griffin, Cerberus, Phoenix atau bahkan Naga dan yang lainnya.


Bahkan Ada yang memiliki Darah Dewa, Seperti Dewa Naga, Dewa Perang atau Dewi Seperi Dewi Cinta dan yang lainnya.


Leluhurku secara Turun Temurun Mewariskan Sebuah Tumbuhan yang hanya Mengeluarkan cairan setiap 50 tahun sekali Dan itu Hanya 5 tetes.


Cairan Ini disebut Cairan Pembangkit darah karna dapat membangkitkan Darah Kunaon dari zaman Dahulu.


Bahkan Leluhurku dahulu Konon katanya Ber evolusi menjadi Phoenix setelah meminum Cairan ini, tapi sayangnya ia tak hidup lama jadi sama sekali tak memiliki Keturunan.


Tapi walau tak Memiliki darah Mitos, Cairan ini dapat memperkuat tubuh serta menajamkan Indera." Jelas Eng.


"Tapi, Bukankah ini terlalu berharga Tuan." Ucap Sant Sungkan.


"Tidak apa apa, anggap saja ini ucapan Terima Kasihku."


"Baiklah Terima Kasih Tuan."


"Lain kali berkunjunglah Ke Suku Elang, Kami juga memiliki beberapa Cabang tempat yang kau bisa Kunjungi."


"Terima Kasih Tuan, Kalau begiru Kami pergi dulu, Dah."


"Dah." Sant langsung naik Ke punggung Slar lalu melesat kedalam Hutan.


"Petualangannya masih Panjang." Gumam Eng lalu melesat Terbang ke Awan.


----------------------------------

__ADS_1


READ FOR THE FUTURE.


__ADS_2