
"Baiklah, Tato ini Ku tempel pada mu saja ya Slar." Ucap Sant.
"Si~ Si~." Angguk Slar. Sant pun memasang Tato itu pada leher Slar agar tak dapat terlihat.
Setelah itu Thalhah langsung memasukkan semua Permata dan Barang barang ysng ia temukan di sana kecuali Satu benda yaitu Sebuah Busur.
Sant kebingungan, Pasalnya Panah ini tak bisa dimasukkan kedalam Tato Dimesi tapi Busur ini tak bisa masuk, Ia juga tak menemukan anak panah di sekitarnya dan yang psling Aneh, Busur itu Sangat kecil cocok untuk se ukuran Sant.
Karna Penasaran Sant mencoba menarik Tali busur itu, Secara Tiba tiba sekumpulan Energy Berwarna Merah terkumpul saat Menarik Tali Busur itu menciptakan Sebuah Anak panah.
Sant Pun membidik salah Satu Dinding di Situ dan...
Sssff...
Anak panah itu langsut melesat kearah Dinding itu tapi sama Sekali Tak menancap melaikan lsngdung tembus hingga hanya kelihatan Lubang Kecil yang Sangat dalam.
Sant pun menarik Busur Lagi dan Kali Ini Anak panah yang keluar berwarna Hijau.
Sssff...
Anak Panah kali ini benar benar menancap.
1 Detik
2 Detik
3 Detik
Ccsss...
Anak Panah itu mencair dan memakan apa saja yang terkena cairannya hingga menciptakan sebuah lubang besar.
"Sebernya ada berapa macam sih Anak panah dari busur aneh Ini." Batin Sant.
Sant menarik Tali Busur lagi dan Kali Ini Anak panah yang terbentuk berwarna Biru.
Sssff....
Anak panah itu menancap pas di Dinding, Setelah beberaps detik tak terjadi perubahan sama Sekali.
__ADS_1
"Mungkin Ini yang Anak panah biasa nya." Gumamnya.
"Baiklah untuk yang ter akhir Kali."
Sant Menarik Anak Panahnya untuk yang ter akhir Kali nya, Kali Ini Anak panah yang terbentuk berwarna Hitam Pekat.
Ssff...
Anak panah itu menancap di tembok
1 Detik
2 Detik
3 Det-
BOOM...
Anak panah itu meledak mengirim serpihan serpihan tanah berterbangan.
"Uhuuk... Uhuk.. Ini memang Busur yang Aneh." Ucap Sant lalu menyarungkannys di punggung.
Hijau : Racun Bahaya.
Merah : Penembus Segala.
Hitam : Peledak Dahsyat.
Biru : Biasa (Mungkin)
Stelah Semua itu Ia lihat Slar ternyata ia telah tidur tanpa terganggu sama sekali.
Sant pun meminum Air dibotol yang Slalu ia bawa, lalu berjalan menuju Slar dan Merebahkan diri di atas Tubuh Ular Hitam Putih itu.
"Hooaam.... Selamat Tidur Slar."
- - -
"Hoaaam... Pagi Slar." Uap Sant.
__ADS_1
"Si~ Si~" Ucap Slar masih menjilati tubuh Sant.
"Hei hei hei, Sudah Ok, Aku sudah bangun tak perlu menjilati lagi."
"Si~ Si~"
"Hahaha Sepertinya kau sangat bersemangat ya Slar."
"Si~ Si~ Si~" Jawab Slar bersemangat.
"Ok... Ok kita Siapkan dulu barang barangnya dan ruangan ini lalu kita Berangkat.
"Si~"
Sant pun Membersihkan Ruangan Itu sebersih bersihnya, setelah 1 jam mem bersihkan ruangan itu dibantu oleh Slar Akhirnya Ia selesai dibersihkan.
"Kau Siap Slar." Ucap Sant Naik ke atas punggung Slar.
"Si~" Jawab Slar bersemangat.
"Kalau begitu AYO!"
Slar langsung melesat meninggalkan Ruangan itu mengikuti Goa hingga terlihat setitik Cahaya tempat jalan Keluar.
Setelah keluar Sant menyuruh Slar berhenti, Ia menghirup nafas dengan perlahan lalu berjalan mengambil Tas yang ia Simpati di pinggir Sungai.
Tak lupa ia Minta Kepada Slar Untuk menutup Lubang ke Arah ruangan menggunakan Batu Besar.
Setelah Semua Siap, Sant Naik lagi Ke punggung Slar lalu memejamkan matanya.
"Mungkin Ini takdirku, penuh teka teki yang bahkan tak bisa ku tebak." Batinnya.
"Ok AYO MULAI BERPETUALANG."
"SI~"
-----------------------------------------------------------
READ FOR THE FUTURE
__ADS_1