SI RUBAH KECILKU

SI RUBAH KECILKU
3. Alexander vs Karina


__ADS_3

*H****appy reading guys 😍


Semoga kalian suka dengan ceritanya ❣️


*****


MQ Group***


Karina telah sampai di gedung MQ Group. dia pun langsung memasuki ruangan itu dan bertemu denga resepsionis.


"permisi mbk, ruangan CEO di lantai berapa"


"maaf sebelumnya, apakah itu sudah ada janji"


"tidak ada"


"kalau begitu ibu tidak bisa menemui CEO kami. silahkan ibu buat janji terlebih dahulu"


gua udah nyampe sini masa GK bertemu dengan CEO nya. apa yang harus gua lakukan, hmmm apa gua bilang aja yah gua calon istri CEO nya, tapi gimana kalau CEO mereka udah menikah dan ternyata kakek-kakek tua Bangka bisa di cap pelakor gua yang hanya menginginkan harta si tua Bangka aja. idihhh


... ogah gua mah, harta gua masih cukup hidupin gua sampe mati. batin Karina sambil bergedik ngeri.


"ibu bisa segera pergi, datang lah kembali jika sudah buat janji" ucap resepsionis dengan judes.


bodoh amat lah itu cara satu-satunya agar gua gak diusir dari sini. maaf kan aku tuhan, harus berbohong. batin Karina


"oh yah? apakah calon istri harus buat janji dulu untuk bertemu calon suaminya?" jawab Karina dengan penekanan agar resepsionis itu percaya.


"jadi ibu calon istri pak Alexander. kami tkdak tau jika pak Alexander sudah mempunyai calon istri"


"kalau kamu tidak percaya silahkan saja hubungi bos kamu itu. tapi jangan salah kan saya kalau kamu dipecat"


kalau gua dipecat nanti mau makan apa, dan sudah dipastikan kalau aku keluar dari sini tidak akan ada perusahaan yang menerima gua, dan lagi gua GK punya uang buat hidup sehari-hari. batin resepsionis dengan wajah yang mulai gemetaran


"maaf kan saya ibu. saya tidak tau sama sekali jika pak Alexander sudah mempunyai calon istri. mohon jangan pecat saya Bu. nanti kalau saya dipecat saya tidak tau harus makan apa ibu dan orang tua saya di kampung pasti akan sedih mendengar nya" ucap resepsionis dengan memohon.


hahaha ternyata MQ Group mempunyai karyawan yang mudah dibodoh-bodohi. untung saja si bos MQ Group belum mempunyai pasangan ini adalah keberuntungan buat gua bisa masuk dengan mudah. tapi gua penasaran dengan bos MQ Group ini. ini adalah perusahaan no 1 otomatis dia kaya raya tetapi kenapa belum menikah. batin karina


"baiklah. sekarang tunjukkan dimana ruangann CEO kalian. karna saya baru pertama kali kesini. ada hal penting yang harus saya bicarakan dengan calon suami saya tercinta itu dan tidak bisa menunggu ini urgent" ucap Karina dengan semangat


"silahkan ibu Nanik lift kusus yang ada disebelah kanan. lalu ibu ke lantai 52 nanti disitu hanya ada dua ruangan. ibu bisa keruangan yang tepat berada di depan lift tersebut Bu, di depan ruangan nanti ada sekertaris bapak Alexander" penjelasan resepsionis


"baiklah terimakasih, dan selamat bekerja" ucap Karina dengan senyum manis nya dan di anggukan kepala oleh resepsionis nya.

__ADS_1


*ternyata calon pak Alexander sangat cantik dan juga sopan pantas saja pak Alexander tidak tertarik dengan wanita-wanita yang tebar pesona dengan nya" batin resepsionis


Ruang kerja Alexander Marquez


ini pasti ruangannya karna ini saja yang berhadapan dengan lift dan itu ada meja. kayaknya itu meja sekretaris tapi dimana sekertaris nya. ah bodoh amat lah langsung masuk aja gua. nunggu sekertaris kelamaan. batin Karina*


tok..tok..tok...


"masuk"


Karina pun memegang hendle pintu.


ceklek...


di dalam ruangan ada Michael yang siap melaporkan tentang informasi perempuan yang Alexander temui di bar. tapi belum sempat bicara sudah ada yang memasuki ruangan itu. sehingga Michael tidak melanjutkan perkataannya dan berbalik melihat siapa yang datang. dan betapa terkejutnya Michael melihat Karina sudah didepannya. itu lah perempuan yang akan dia laporan identitas kepada Alexander tapi perempuan itu sudah berada didepan matanya.


"tuan muda, lihat lah siapa yang datang"


Alexander pun mengangkat wajahnya. dan experesi yang sama ditunjukkan Alexander.


Karina pun begitu kedua nya saling bertatapan yang tidak bisa di artikan lagi.


"loh" secara bersamaan


"sedang apa anda di kantor saya. apakah anda menyesal tidak mengambil uang yang saya berikan" desis Alexander


ya Tuhan apa dosa gua harus bertemu laki-laki angkuh ini. mana tadi gua bilang gua calon istri nya lagi. dihh amit-amit deh. kakak kenapa kamu GK bilang kalau CEO nya dia. pasti aku tidak akan datang ke kandang macan ini. batin Karina


"kami tuli, bisu"


Karina menelan ludahnya dan menarik nafas panjang.


"mohon maaf bapak CEO yang terhormat saya kesini untuk membicara kan pekerjaan. apakah saya bisa duduk terlebih dahulu pak"


"pekerjaan apa?" tanya Alexander dengan menyipitkan matanya


"seharusnya bapak menanyakan nama saya dan tujuan saya kesini sebelum bapak memaki saya. apakah ini yang ditunjukkan CEO perusahaan nomor 1 yang tidak mempunyai sopan santun"


Michael yang mendengar kan itu membelalakkan matanya, bahkan selama dia bekerja dengan Alexander tidak ada satu orang pun yang mengatakan seperti itu kepadanya.


"berani sekali anda" jawab Alexander dengan mata yang siap menerkam


"saya dan bapak sama-sama makan nasi, sama-sama berpijak di bumi. lalu buat apa saya takut. saya pun tidak membutuhkan uang bapak, kalau bukan pekerjaan saya tidak akan mungkin menginjakkan kaki saya di ruangan bapak ini" jawab Karina dengan santai

__ADS_1


Alexander yang mendengar jawaban Karina menjadi sangat marah.


"saya tidak ingin bekerja sama dengan anda" pungkas Alexander dengan tatapan mematikan


"baiklah jika bapak tidak mau bekerjasama denga saya tidak masalah tapi bapak tidak boleh membicarakan orang yang tidak ada dihadapan bapak. terlebih lagi bapak tidak kenal dengan dia" jawab Karina dengan tegas


Alexander memandang Michael mencari penjelasan.


"tuan muda ini adalah nona Karina Chander pemilik Chander Group"


Alexander pun tersenyum sinis. dibalik senyuman itu tersirat makna yang tak bisa di artikan.


"jadi anda pemimpin yang tidak bertanggung jawab itu"


"saya minta maaf kepada bapak MQ Group karna tadi saya tidak dapat hadir karna saya ada halangan yang tida bisa di tinggalkan"


"belum bekerjasama saja anda sudah seperti itu, bagaimana saya bisa mempercayai anda"


"itu terserah bapak mau percaya dengan perusahaan kami atau tidak. itu buka urusan saya. saya kesini ingin meminta maaf secara langsung jika sudah menyinggung bapak"


"tidak akan semuda itu"


"maksud bapak apa?" tanya Karina dengan bingung


"saya pastikan akan menghancurkan anda tanpa sisa"


"wah luar biasa, saya sudah beretikat baik untuk meminta maaf kepada anda tapi ini kah perlakuan anda"


"Anda pikir anda sedang bicara dengan siapa"


"kenapa anda merasa tersaingi dengan Perusahaan saya sehingga anda mau menghancurkan perusahaan ku"


"tersaingi bahkan perusahaan tidak sebanding dengan perusahaan saya"


"ternyata CEO MQ Group yang merupakan perusahaan nomor 1 se Asia mempunyai pemimpin yang angkuh dan juga tidak punya sopan santun"


"kamu" tunjuk Alexander dengan kesal tidak habis pikir dengan ucapan Karina


"baiklah saya sudah selesai meminta maaf, sekarang saya permisi karna saya tidak ingin berlama-lama di kandang macan ini" ucap Karina sambil berlangkah keluar.


"berhenti"


tapi tidak dipedulikan Karina.

__ADS_1


Karina malah mempercepat langkah nya untuk meninggalkan perusahaan itu.


__ADS_2