SI TOMBOY PENAKLUK

SI TOMBOY PENAKLUK
sedih


__ADS_3

Michael yang datang ke ruangan para pembantu dan melihat ruangan tv


segera ia telfon bawahnya untuk memasang cctv besok memasang cctv dekat tv adalah ide yang bagus Karena bi Ina sudah tidak akan kerja lagi membuat Michael cemas akan adanya persaingan para pelayan itu


tok tok tok...


"siapaaa"...


"ini Michael"..


"looh ngapain den michael kesini tumben" ...


"cepat apus air mata Kalian". .


Rian pun membukakan pintu


cekleeekkk


karena kamar pembantu berdampingan dengan kamar lainya otomatis terdengar suara Michael kesempatan bi leha the gang menguping


Ira dan juga Rita yang ketiduran pun terbangun Karena suara ketukan pintu


"hemmm ada den michael ke tempat kita ayo liat ritaa"..


"heemm"..


sambil menahan kantuk semua para pelayan keluar mendengar suara Michael dikamar bi Ina yang terbuka


"hemmm ngapain Michael kekamar bi Ina ayo liat".. bi nur


_ _ _


"bi Ina nenek Rian saya mohon pikirkan lagi keputusan kalian''..


"gaak den bibi sudah yakin'..tersenyum


"nak Michael nenek berterima kasih yaah Atas kebaikan nak Michael selama ini''..


diruangan itu terasa pengap Karna AC nya mati


"panas banget AC nya gak dinyalain". . Michael merasa kepanasan


"nenek ga biasa pake AC den heeee"..


"Rian pun keluar dan memergoki para pelayan lain yang sudah pada berdiri di tembok samping kamarnya"..


"hayoooo mo pada ngintip yaa"..


"eeehh ada neng riaan" .bi Maryam mencoba baik


"hemm mau ngapain mo dengerin obrolan kita ayo sini dengerin baik-baik"..


Michael pun keluar


menepuk pundak Rian


"biar Kaka yang bicara pada mereka semua".. eeemm para pelayan dirumah ini yang muda ataupun yang sudah tua, whatever


Kalian ikut saya keruang sana"..


mereka digiring ke ruangan santay para pelayan yang biasa


"kalian duduk dulu disini"..


sontak para pembantu itu bingung ada apa mereka takut ada yanh berbuat salah seketika wajah BI leha pucat


"bi Ina ikut saya Rian juga, nenek tinggal dulu disini nenek saya nyalakan AC sedikit aja yah biar tida pengap gak dingin ko".. Michael menyalakan AC dengan Drajat terendah


Michael terus menggandeng tangan Rian dan Bu Ina menghadap yabg lain


mereka duduk di karpet dan BI Ina disuruh duduk diatas kursi Rian dia pengen berdiri dan memandangi wajah-wajah orang yang tida menyukai nenek dyn ibunya


"hemmm saya minta kalian memperkenalkan nama masing-masing".. Rian


di mulai dari ira Rita dan seterusnya

__ADS_1


Rian dengan tajam memandangi satu persatu


jelas Michael tau penyebabnya


rian mengepal kan 2 tangan nya


Michael yang menyuruh Rian agar rilex


"heeemm kenapa alasan saya mengumpulkan kalian semua disini"..


"tidak tau denn".. kompak mereka


"karena saya akan memberi Taukan kabar entah itu menyenangkan bagi kalian ataupun menyedihkan"..


mereka semua tertunduk


" hemmm bi Ina yang selama lebih dari 20 tahun kerja ditempat saya dia akan berhenti bekerja"..


sontak wajah mereka kaget gak percaya raut wajah itu Rian amati siapa yang sedih siapa yang senang ada gerakan meremas tangan temanya dia bi leha melirik yang di sampingnya tersenyum tapi segera dipelototi oleh Susi dan berbisik jangan perlihatkan muka senang bi begitulah kiranya


"bi Ina kenapa mo berhentii"..Ira dengan matanya yabg berkaca-kaca


"bi Ira marah sama kami"..Rita


bi Ina orang yang baik dan tida pernah marah itu pun tersenyum


'bi Ina sudah terlalu tua untuk kerja jadi bibi berhenti" . . itulah alasan bi ina


Rita dan Ira yg paling syok mereka menangis dan merangkul bi Ina yang duduk di kursi Rian pun tersenyum ada yang sangat menyayangi ibunya


"bi Ina cuma sayang sama Ira dan Rita"..mewek Ovi Yati


"kalian gak mau peluk ibuku buat terakhir kali".. Rian


semua langsung bangun dan menghampiri bi Ina ada yang pura-pura sedih ada yang tanpa expresi, menurut Rian Susi sangat pintar akting


"ciihhh munafik"..! gerutu Rian


semua bergilir memeluk bi Ina pun sama-sama menangis


mereka pun diam tapi masih ada suara sesenggukan Ira yang lemas seperti kehilangan ibunya saja


"emm kak lebih baik Ira dibawa ke kamar aja kasian".. bisik


"tunggu sebentar"


"okee kalian sudah tau ini malam perpisahan dengan BI Ina besok dia pulang Bersama neneknya, saya harap Kalian saling memaafkan jangan ada rasa benci atau iri sekalipun kepada bi Ina, dia sungguh bekerja dirumah saya dengan ikhlas tanpa mengharapkan imbalan sedikitpun, keluarga saya bisa menilai orang bekerja di rumah ini jadi jangan berpikir keluarga saya menganak emas kan bi Ina sama sekali tida benar, jadi setelah bi Ina tida kerja lagi saya harap Kalian bekerja dengan benar dan tanpa saling sikut, harus ikhlas jangan ada keributan, tugas Kalian masih seperti biasa,


"kak jangan bilang kalo aku mo kerja disini dan tinggal disini".. bisik rian


"hemmm''.. mengangguk


"ciih wanita ular bisik-bisik batin leha


"saya pastikan setelah kepergian bi Ina saya bisa mendekati den Michael ataupun Marcel batin Susi"..


"ok kalian masih mau kerja disini atau ada yang mau berhenti juga"..


"ss ssaya mo berhenti den".. Ira


"haaaah kenapa"..? Rian kaget


"jujur saya tida sanggup kerja tanpa bimbingan Bu Ina selama 2 tahun disini saya banyak bergantung sama bi Ina sepertinya saya tida bisa melanjutkan lagi saya takut kerjaan saya tida benar''...


"iraa kamu pasti bisa ndu jangan menyerah pikirkan orang tua mu dikampung"..


ira tak kuasa menahan gejolak hatinya


"iya gue tau lu Ra manja sama ibu gue lu yakin mo berhenti kerja"...


"iyaaa saya yakin". .


"tapi nanti kamu dikampung kerja apa''...


"iraa kalo kamu berhenti aku sama siapa doong" mewek Rita

__ADS_1


haduuhh Rian dan Michael menepuk jidatnya yang pusing melihat orang nangis lagi


"Ira lebih baik kamu pikirin lagi sekarang kamu masuk kamar Rita juga Buu temenin mereka ngobrol-ngobrol siapa tau mereka tenang"..


"hemm ya udah bi Ina permisi den ayo Ira Rita


semuanya kalo saya punya salah saya minta maaf"..ucap bi Ina


Yati yang cengeng pun mewek menengok bi ina berjalan masuk kamar Ira dan Rita


"eeh kamu Yati udah jangan nangis Mulu gue cubit nih pesek tambah pesek nanti hkhhhkkl"..! goda Rian


"heeeee Rian jahat bi Ina jangan pulang huhuhu" . .


"udah kan enak biar Kalian ga saling iri lagi ibu ku disini cuma buat kalian tidak nyaman kan ibu aku kan anak emas yahh"... sindiran rian


"gaak kata siapa Ovi ga pernah tu bilang itu"...


"emmm den kalo udah kelar boleh kita kembali istirahat"....


Rian berbisik sepertinya besok baru dilanjut lagi karena takut Ira dengan Rita pulang atau blom pasti mereka berdua akan mengubah jadwal kerja mengubah tugas pelayan


"ya sudah kalian kembali istirahat"...


"terima kasih den kita istirahat dulu terima kasih atas semuanya" ..Susi tersenyum manis


"cih sok manis".. batin Rian


Rian pun digandeng tangan oleh Michael keluar dari ruangan itu


susi yang melihat geram


"cepaattt kita ke kamar saya udah gak tahan pengen teriak"..! leha


Yati dan Ovi memilih kekamar Ira bergabung


sementara bi nur dan Maryam ke kamarnya


dan 3 orang ini bersorak gembira dikamar sampai loncat-loncat di kasur dan tertawa bareng


dikamar bi nur


"yam gue nyesel selama ini kita ke hasut omongin si leha itu si Ina ternyata malah pulang kampung kata si leha peot itu Ina bakalan menguasai semuanya"..


"iya betapa bodohnya kita siapa orang pertama yang baik menyambut kita datang kesini ya bi Ina, tapi dengan mudahnya kita terhasut setan itu"..!


"besok kita harus minta maaf ke Bi Ina sebelum mereka pulang"..


Maryam yang melamun sangat cemas bila nanti leha akan menjadi penerus bi Ina, bi Ina walaupun kepala pelayan tpi dia tidak se mena-mena dan sok mengatur


***"


dikamar leha


"bagus lah kita gak usah bersusah payah menyingkirkan mereka mereka sadar diri pulang kampung''..Teresa


"ini berita bagus buat non Karin ".


lalu leha mengirim pesan lewat WA tentang berhenti kerjanya bi Ina dan keluarganya akan pulang besok hari, leha tida tau kalo Rian gak ikut bukan cuma leha, seluruh pelayan mengira semuanya pulang


"tapi apakah bener mereka pulang jangan-jangan cuma dipindahin tempat"..Susi


"susii jangan merusak momen bahagia ini yang penting Ina dah berhenti kerja dan dipastikan saya yg menggantikan posisinya PD


Teresa yang ga suka dgn kata-kata leha pun tersenyum sinis tanpa disadari leha yang sibuk membalas chat ny dgn Karin


***


dikamar Ira


"bi Ina boleh kita gabung yahh tapi jangan pada nangis dong''..!


melihat Ira memeluk bi Ina erat dan masih menangis, Rita sudah reda dari tangisnya,


"ayo semua peluk bibi heee"..

__ADS_1


mereka ngobrol sampai larut dan tertidur 1 ranjang 4 orang tapi muat ko heee kata author


__ADS_2