SI TOMBOY PENAKLUK

SI TOMBOY PENAKLUK
Rian melamar kerja


__ADS_3

Esok hari


semua sudah terbangun, omah Wulan Michael pak malik dan bu rina kecuali Marcell mereka sedang sarapan Karna kalo ada omah jam 8 harus ada di meja makan dan sarapan


"loh Marcell belom bangun apa dia dah tau mamah datang"...Malik


"ekhmm sudah tau"...omah


"Marcell dari semalam mengunci kamarnya michael panggil-panggil ga dijawab ga tau kenapa sama tu anak"...


"Rian Kemana".. Bu Rina


"sama mih Rian juga lagi dikamar dari semalam ga mau Nemuin Michael"..


"ko aneh sekali"..Bu Rina


"ekhemmm sudahlah jangan bahas mereka sarapan ny dihabiskan dulu''..omah


Malik tau gelagat mamahnya


"maah.. mamah tau apa yang terjadi sebenarnya kenapa Marcel dan Rian mengurung diri dikamar"..


"pih kalo Rian itu masalahnya sama michael .. dia ngambek Karena michael kerja seharian ninggalin dia"..


"haaa Michael Rian ga akan seperti itu nak"... Bu Rina tersenyum


"semua gara-gara Wulan mas mba Kell"...wulan pura-pura sedih


"lohh kenapa? ada apa?".. Malik


"Wulan ga usah diteruskan"..omah


"ka wulan apa yang terjadi ceritakan lah"...


Wulan merajuk ke mamahnya seakan memohon bantuannya untuk ngomong


"hemmm baiklah mamah yang akan bicara disini meluruskan dan mengambil keputusan masalah ini"..


"apa mah jangan bikin Malik takut"..


"jdi begini"..


omah menceritakan kejadian Wulan dan Rian didapur dan omahnya menampar Marcel Karna kurang ajar menghina wulan omah memutuskan agar Rian segera keluar dari rumah dan tinggal di mana aja terserah asal jangan serumah dan Malik anaknya Karna setiap Wulan datang pasti ribut


tentu saja Bu Rina gak terima, dan michael pak Malik hanya diam dia bingung dia tida bisa membantah mamahnya yang sangat dihormati nya itu pak Malik dilema dia sakit hati wlopun dia marah tapi gak pernah menampar anak²nya omah berkilah Karna keberadaan Rian rumah jadi kacau gak pernah tentram dan mengungkit kejadian pembantu ditusuk padahal Rian waktu itu gak ada, tapi mengaitkan dengan keberadaan Rian yang membuat rumah jadi gak nyaman, meja makan yang dekat dari kamar Rian pun mendengar semua pembicaraan mereka,


Rian merasa bersalah dengan Marcel Karna marcel membela nya sampai dia ditampar omahnya Rian bergegas mandi dan siap-siap pergi membawa barangnya yang hanya beberapa pakaian saja


saat mereka saling adu argument padahal sudah selesai sarapan Rian keluar dari kamar membawa ransel digendongnya dan memakai pakaian rapih


semua mata tertuju ke Rian ada yang senang melihat Rian akan pergi


"kamu mo kemana riaan"...Bu Rina


"mo nyari kerjaan mi pi omah Rian berangkat dulu"..( Salim ) kalo Rian ada salah maafin berlalu pergi


rian tida memperdulikan Michael dan Wulan

__ADS_1


"nggak nggak riann".. ! michael mengejarnya dan Rian pun berlari dan meminta ervand satpam muda anaknya pak Ali mengantarnya menggunakan motor


"buruuaaann ini darurat"...! teriak Rian


"mo kemana sih Rian... tapi itu den Michael kesini"..


Rian yang sudah duduk di jok belakang dan ervand menyalakan motor tapi tangan Rian ditarik Michael buat turun


"km mau kemana"..! Dengan nafas sesak


"please ka aku mohon biarkan aku pergi Karna percuma saja aku berada dirumah itu aku cuma menimbulkan keributan saja" ..


"ini gimana jadi jalan gak''...ervand


"ervand kalo kamu jalan kamu tida bisa balik kesini lagi"..menatap tajam


ervand turun dari motornya Karna kunci diambil Michael


"kamu anggap apa aku haaahhh! kamu mau mempermainkan aku enak banget kamu maen pergi pergi"!.. mata berkaca-kaca


Imron menyuruh Ervan kembali ke post jangan mengganggu Michael dan Rian yang sedang ribut


"ka hubungan kita itu ga bakalan bertahan lama.. jadi dari pada nanti lama-lama kita sama-sama sakit lebih baik udahan ajah".. Rian pun tak kuasa menahan matanya yang sudah memerah


Bu Rina dan pak Malik melihat dari ujung sana michael dan Rian saling tarik dan cekcok mereka sedih Bu Rina pun menangis omahnya datang Bersama Wulan


"apa hubungan mereka Rina"..?


"mahh .. Michael mencintai Rian"..Malik


"apaaahhhhh".. !! omah dan wulan kaget


"maah jangan marahin mereka"..Rina


"mamah ga akan memarahi mereka"...


"mas apa bener Michael menyukai rian kenapa bisa"..


benar-benar wanita brengs** sudah membuat anak mas ku menyukainya apa menariknya wanita itu cihh batin wulan


"Wulan.. cinta itu gy bisa ditebak kapan datangnya.. Michael Baru pertama kali jatuh cinta tapi harus mangalami seperti ini"..Malik sedih


"benar-benar perusak anak itu Malik bawa Michael kesini biarkan anak itu pergi"..


"tap tapi mah... gimana nanti Michael pasti akan terpuruk"..


"dia pasti akan mendapatkan wanita yang lebih baik lihatlah Rian tida mencintai anak kalian".. !


melihat Rian menolak dipeluk michael


"cepat Malik"...


pak Malik menghampiri mereka berdua


"nak sudahlah... jangan memaksakan kehendak seseorang kalo Rian cinta sama kamu pasti dia tida akan pergi begitu saja tanpa memberi tau kemana"...


"pipi Rian cuma mo nyari kerja apa salah Rian ga mau dianggap numpang dirumah Kalian".. berkaca-kaca

__ADS_1


Michael menyentuh kedua pipi Rian yang hampir menangis michael tau isi hati Rian


"kamu kan sydah dijamin disini Rian.. kamu gak usah kerja pipi mau kamu fokus sama hubungan kamu sama anak pipi"..


"pi.. liat omah ... dia sudah gak menyukai aku pi percuma saja"...


menangis juga akhirnya Rian


Malik tak tega dan memeluk Rian, rian menangis seperti inikah pelukan seorang ayah yang tida Rian dapatkan sedari kecil walopun pamannya selalu ada disamping Rian dulu


"Nak kalo Kalian saling mencintai biarkan lah Rian pergi dulu sementara omah disini"..menepuk Michael yang termenung


"sudah ga usah pipi".. kembali tersenyum


"Rian akan mandiri diluar sana"...


"tapi mimihmu pasti khawatir"..


"nanti Rian kabarin Kalian"...


"kamu tega mo ninggalin aku"..michael


"ya elaahh kita masih bisa ktmu"..nyengir..


Michael mengusap pipi Rian dan akan mengantarnya pergi tapi Rian menolak dia ingn di antar ervand


"kan nanti juga ervand kasih tau tempat tinggal nya".. alasan Rian


Malik pun menepuk pundak Michael ketika melihat kepergian Rian di bonceng lelaki lain sungguh Michael gak terima dengan semua ini mereka berdua pun kembali ke rumah, omah Wulan dan Rina menatapnya


"sudah michael hapus air matamu kamu itu laki laki.. tida pantas menangisi wanita yang belum jdiy milikmu"..


michael hanya tersenyum dan pergi


bu rina ikut pergi kecewa dengan suaminya Karena membiarkan Rian pergi


tiba tiba jantung omah kembali lemah dan hampir pingsan pak Malik dan wulan panik langsung membawa kerumah sakit terdapat milik ny sendiri


Marcel turun dia bersiap mau pergi Karena di telfon Sugeng supirnya kejadian tadi di halaman depan rumahnya Rian pergi


Marcel melihat papi omah dan Wulan pergi buru-buru melihat berapa sekuriti juga berkerumun


"pak Sugeng mo kemana mereka"..


"ke RS den nyonya besar pingsan"..


"cihhh kacau kacau ayo pergi apa mereka sudah jauh"..


"kata ervand mereka lagi berhenti di sebuah cafe katanya Rian mo ngelamar kerjaan disitu"...


gawat jangan-jangan kafe gue batin marcell


"den cafe Aden yang di *** lgiy nyari karyawan kan.. takutnya non Rian ngelamar disitu"...


"tapi itu bagus pak Sugeng biar Rian g jauh-jauh perginya"...


Marcel menelpon staf manager cafenya untuk menerima org yg bernama rianti Andriana kalo nama itu melamar kerja di cafenya*

__ADS_1


sementara Laura di antar ke tujuannya yupz Laura menemui Valent dan bersedia tidur di mension nya, mo kemana lagi coba lu cibir author 🤭


__ADS_2