
malam hari Michael yang galau di kamarnya gak turun makan malam sehingga membuat mami papinya serta Marcel bingung
"Piih maik begitu gara-gara prustasi mencari Rian, mamih gak tega papi segeralah mencari keberadaan rian"...
"miih papi sudah menyerahkan urusan ini sama anak buah dan Michael, jadi tunggu michael yang memberitahukan kita apa yang sebenarnya terjadi"..
"hemmm apa Marcell kekampung nya Rian saja yah no bi Ina juga sudah gak bisa dihubungin"...
"perjalanan ke kampung halaman bi Ina itu jauh nak mami khawatir kamu mabok perjalanan".. senyum
"demi seorang Rian apa sih yang gak hehehe"... nyengir
"naakkk mami harap kamu jangan menyukai Rian seperti kaka kamu"..
"looh ko mami ngomongnya begitu"...? papi
"iya mami kenapa biasanya mami mendukung kalo diantara Marcel atau kaka salah 1 ada yang bisa mendapatkan Rian"..?
"Karena mamih ga mau hidup Kalian banyak masalah dan Saling bermusuhan apa lagi Kalian Kakak adek"..
"miih Marcel akan tetap menghormati dan menyayangi kak Michael wlopun nanti dia yang menjadi pendamping Rian gak ada yang namanya permusuhan"..
"papi jadi curiga mami habis kemana hari ini.. jangan-jangan ada yang menghasut mami nih"...
"mami tadi habis dari salon dan ketemu Karina
dia cerita kalo Michael dan Marcel bersaing meributkan Rian mami jadi panik kalo anak-anak mami harus bermusuhan gara-gara meributkan wanita"..
"sudah papi duga hemmmm" ..
"ciih wanita ular itu masih aja ngusik pih masukin penjara aja udah kan kita sudah megang kartu matinya"...
"sabar ada waktunya nanti...
"sabar Mulu"...
"ya sudah mami mau anterin makanan ke kamar michael dulu"...
***
tok tok tok...
"naak ini mamih nak buka pintunya sayang"...
Marcel yang sedang bersedih dan merokok di blangkon kamarnya sesekali air mata itu menetes betapa tulus nya cinta seorang Michael yang terjaga dari kecil sampai sekarang hanya buat Rian seorang tapi apalah daya orang yang dia harapkan tidak membalas cintanya akhirnya dan memilihnya tetap jadi kaka nya,mamih ny pun membuka Karena pintu gak dikunci setelah mengetuk beberapa kali tapi gak ada jawaban
"heemmm kemana anak ini''.. menaruh makanan di meja deket kasur
dan maminya menemukannya di blangkon sedang duduk di kursi sambil merokok dan melamun
"naaaak"...? memegang pundak
Michael kaget dan langsung mengusap air mata nya
"mamih kapan dong"...? Dengan tatapan sendunya
"mamih baru aja Dateng"... melihat iba anaknya berantakan dengan muka merah dan mata sembabnya dada Bu Rina sakit dan sedih
"naak sudahlah jangan menyiksa diri seperti ini mami jadi sedih kalo kamu begini" ...
"mam michael gak papa cuma kecapean ajah pusing banyak kerjaan"..
"naak seorang ibu tau apa yang terjadi dengan anak nya kamu pasti sedang mencari Rian dengan skuat tenaga sudah ikhlaskan dia mami juga sudah ikhlas".. membelai pipi Michael
mata michael berkaca-kaca menahan tangisnya lagi dia sudah berbohong ke keluarganya kalo Rian berada di villa resto nya dan yang membuat ny semakin sedih akan penolakan cintanya dia memeluk maminya dengan erat dan menumpahkan tangisnya
Rian kamu tega bikin anak Mimi menderita mencarimu kamu jahat Rian'.. batin ibu Rina
__ADS_1
"Pih si Alex sama pandu katanya habis dari kampung Rian kan"..?
"iyaa tapi Alex sepertinya menutupi masalah lain Karena setiap papi tanya jawabnya berbelit-belit"...
"nanti Marcel minta tolong mereka untuk kekampung halamannya Rian". .
"boleh ide bagus itu kamu kasih Bu Ina hp yang bisa dihubungi"..
"siapp besok Marcel otw ya udah Marcel kekamar dulu ya pih good night"...
**
"loh ko mami ga ada dikamar apa masih dikamar Michael". .
menuju kamar michael
langsung membuka pintu loh pada kemana orangnya pasti diluar
terkejut melihat mamih masih memeluk Michael yang lemas Karena kesedihannya seorang michael orang yang paling bijaksana dan tegas dan dingin terhadap perempuan yang mendekatinya, tapi bisa dengan gampangnya Rian menjinakkan nya dan membuatnya menangis dan cengeng
"mamih, michael, kalian ngapain? malam-malam disini ayo masuk nanti masuk angin"..
"piihh Michael" ..
"naak kamu kenapa"...?
"gak papa piih oh iyaaa Michael mo memberitahukan sesuatu maaf bukan bermaksud Michael bohong"..
suara serak Karena tangis yang menghabiskan energinya
"ngomong aja papi sama mami ga akan marah nak"...
Bu Rina hanya menangis melihat Michael yang kacau balau seperti orang prustasi Karena Bu Rina gak pernah melihat michael seperti itu wlopun putus cinta tapi michael dari dulu gak pernah mengenalkan pacar wlopun banyak wanita yang mendekatinya dan main kerumahnya tapi semua dianggap teman
"sayang ngomong ajaa"...
"sebenarnya Rian.. hemmmmh Rian udah disini pih mihh.. dan dia berada di villa restoran dia tidur disana dari kemaren" ...
"naak ini pertama kalinya kamu bohongin papi"..menatap tajam
"maafkan uhukk!batuk Karena Rian sendiri gaj mau balik kesini dan g mau Kalian tau keberadaanya please jangan salahkan Rian ini emang salah Michael yang menuruti kemauan dia tepi michael merasa bersalah kalaupun seandainya sembunyikan pasti akan ketahuan juga"...
"ya sudah kamu istirahat yaah terus kenapa kamu menangis seperti ini nak apa Rian melukaimu"...
"gak pih mih michael cuma menangisi kebodohan Michael'' ...
mami tau ini pasti ulah Rian batin Bu Rina
"ya sudah istirahat yah naak ayoo"...
menuntun Michael dari blangkon Karena tenaga nya sudah lemas dan membantu membaringkan ke kamar tidur Michael pun tersenyum dan menyuruh papi mami mereka segera tidur Michael bangun dan beranjak ke kamar mandi untuk cuci muka nya yang lusuh dan ganti baju tidur
**
dikamar papi mami..
"Piih pasti ini ulah Rian yang membuat anak kita sesedih itu"...
"hemm besok kita kesana,papih pikir michael ga akan ke resto diliat dari kondisinya itu"..
"Piih kenapa ini semua terjadi sama anak kita pih"..
"ini namanya tahap kedewasaan michael selama ini kita kenal anak yang kuat tegas bijak dan dewasa tapi Karena cinta membuat dia seperti anak kecil hemmm"... senyum
"papih ko malah senyum gitu liat anak kita sedih mami ga rela pih"..
"iya mih biarkan saja biar michael belajar apa yang namanya cinta itu terkadang sakit,sedih dan bahagia"...
__ADS_1
"hemmm ya sudah tidur yuuk"...
"loh ngomong-ngomong papih belum dikasih jatah loh mih heheheh"...
"iiiihhh ganjen".. ! mencubit lengan pak Malik
Rian yang gelisah karena memikirkan Michael dia pun mencoba menghubunginya lewat telfon rumah itu
tuuuuttt
Michael yang belum tidur masih dengan kegalauannya melihat hp nya langsung dia kaget dengan nomer yang menelponnya dia gak mau angkat karena suara nya sangat menyedihkan terlihat orang yang habis menangis tapi Rian menelfon berkali-kali sampai akhirnya michael berlari kekamar mandi dan kumur-kumur biar suaranya kembali giliran mau diangkat telfonnya mati
"emmm telfon balik gak yaahh"... michael bingung
"ahh!! biarin saja dia yang sudah membuatku begini dan mempermalukan ku didepan papi mami"...
"iihh ko g diangkat-angkat pasti Kaka marah dan ga mau Nemuin aku lagi huuhh Rian kamu bodoh sekali kalo suka kenapa Lo harus jual mahal dasar idiot"!.. gerutu Rian
**"
diruang pelayan
"hemmm leha kapan nih gue diangkat jadi pelayan dapur".. Teresa
"sabar kelihatanya keluarga ini lagi banyak masalah jadi gak memperhatikan kerjaan kita ...bagaimana kalo kita langsung aja terjun tinggal ancam Ira atau Rita buat tukar posisi"...
"Susi tadinya mau tugas bersihin kamar tapi gak ada teman yang 1 misi jadi ikut bi Teresa ajah bagian dapur"..
"laah terus gue sama siapa dong"...
"sama bi nur aja biar Rita sama Ira yang ambil kerjaan Susi dan BI nur"...
"ide bagus! besok langsung cus aja 8g usah nunggu perintah kelamaan"..
***
Ferdy yang sudah boleh pulang dr rumah sakit dia mencari markas teman-teman nya
"heyy kalian".. ! teriak Ferdy
"heey fer syukurlah lu udah baikan.. sini gabung"..
"cihh gue males gabung sama orang pengecut dan pecundang".. !!
"maksud lu apa fer"...?
"Kalian ngapain semua menghindar dan tida ada 1 pun yang menyelamatkan Rey yang hampir dikepung Genk musuh kita"..
"fer bukanya kami pengecut tapi kita kurang orang buat melawan"..
"ciihh bilang aja kalian takut mati... !!melotot
"fer jaga omongan lu ini semua demi keselamatan kita semua"...!
"keselamatan dari Kalian masing-masing lebih tepatnya, Rey butuh bantuan kita kenapa kita meninggalkannya"...! geram
"Fer sadar gak sih loh Rey diselamatkan sama anak buah Michael dan lu juga hampir mati konyol kalo nggak diselamatkan mereka".. !!
"gue gak butuh pertolongan siapapun! gue cuma minta kekompakan".. !! mata berapi-api
"okee fer kekompakan apa yang lu maksud mati bareng-bareng gitu ciihh"...
"hiihh! ga nyangka Kalian semua pengecut okee gue keluar dr Genk ini!"..! melempar gelang Genk dan pergi
"ferr tunggu ferrr"..!! teriak Beno
"sudah mungkin dia sekarang lagi emosi biarkan saja dulu"... aji
__ADS_1
Ferdi memutuskan untuk pulang kampung Karena berpikir Rian dirumah bersama neneknya
***