
" Tidak perlu sampai repot repot begitu senpai, aku melakukan hal itu juga untuk melindungi diriku sendiri, mengingat monster itu juga menergetkan aku tadi malam " yuki berkata dengan suara pelan sehingga hanya Utaha yang dapat mendengar perkataannya.
" Yah, aku tahu, tapi tetap saja, hal itu tidak akan merubah fakta bahwa kau telah menyelamatkan aku dari bahaya tadi malam, karena itu jika ada yang bisa aku bantu di masa depan walaupun hanya sedikit, kamu bisa datang kepadaku kapan saja, selama aku bisa membantu aku pasti akan membantumu " utaha berkata sambil kembali menyodorkan kotak makan siang yang di bawanya.
Mendengar perkataan Utaha, yuki tersenyum sejenak sebelum kembali berbicara.
" Tentu, aku pasti akan meminta bantuanmu jika aku mengalami masalah di masa depan nanti " yuki berkata dengan ramah.
Mendengar perkataan yuki, utaha tertawa pelan sebelum keduanya mengobrol sebentar.
Tapi ketika para siswa yang berada di dekatnya melihat keakraban antara yuki dan utaha, mereka tidak bisa tidak tercengang.
Mengapa tidak? sejujurmya dengan tingkat hawa keberadaan yuki di sekolah ini, Masih sangat sedikit orang yang benar - benar mengenalnya, tentu jika kita mengkecualikan beberapa orang dengan kekuatan magis yang dapat melakukan sihir pendeteksi, sangat sedikit orang yang mengenal atau bahkan mengetahui keberadaan yuki sendiri.
Waktu berlalu, dengan obrolan ringan yang dilakukan antara yuki dan utaha yang terus berlangsung, suara bel sekolah berbunyi, menandakan awal dari jam pembelajaran di mulai.
Mengucapkan selamat tinggal pada yuki, utaha berbalik dan pergi meninggalkan kelas yuki dengan suasana hati riang.
Seolah tidak peduli dengan kekacaun yang telah dia sebabkan di dalam kelas ini.
...****************...
Waktu berlalu, dan saat ini waktu makan siang telah tiba, dengan Yuki yang duduk di bangkunya seperti biasa, dia mulai mengeluarkan kotak makan siang yang di berikan utaha tadi pagi kepadanya, menatap makanan berkilau yang ada di depannya yuki mulai memakannya dengan perlahan.
' Ini! Enak ' pikir yuki dengan tenang
Tapi ketika yuki sedang makan siang, dia mengeluarkan Smartphone miliknya dan mulai mengunjugi situs web Library World sekali lagi.
Melakukan login pada akunya, yuki mulai melakukan beberapa revisi ringan sekali lagi pada Semua draf novel yang dia tulis semalam untuk memastikan bahwa tidak ada kesalahan ketik atau Typo.
Dan setelah yakin bahwa tidak ada Typo pada setiap kata di dalam novel itu, yuki mengklik Serahkan dan hanya akan menunggu waktu yang akan mengurus sisanya.
" aku menyerahkan seluruh harapan masa depanku padamu, Overlord! " kata yuki setelah mengirim sekitar 20 bab pertama ke Library world.
__ADS_1
...****************...
Sementara itu di tempat lain, di kantor utama Library World, terlihat banyak editor yang tengah sibuk dengan semua pekerjaan mereka.
Mengingat saat ini Library World tengah mengadakan even penghargaan untuk para pendatang baru yang menyebabkan banyaknya karya - karya novel dari para pendatang baru telah di kirim selama beberapa minggu belakangan ini
Dan pada saat ini, setelah satu harian bekerja terlihat Machida Sonoko yang memiliki lingkaran hitam di matanya, dengan mata mengatuknya, machida Sonoko mulai mengklik mouse pada komputernya untuk melihat karya yang telah di kirim oleh para pendatang baru itu.
" Ha~ " dengan nafas berat, machida Sonoko menghela nafasnya dengan perlahan.
" Kenapa tidak ada cerita yang bagus belakangan ini? Kenapa mereka semua menggunakan templet dan rutinitas yang sama pada setiap novel yang mereka tulis? " keluh Machida sonoko dengan nada yang terdengar lelah.
" Machida-San, Apakah kau ingin ikut dengan kami untuk makan siang bersama di kafetaria kantor? " tanya seorang wanita cantik yag merupakan rekan kerja machida sonoko.
Menoleh untuk melihat asal dari suara itu, machida sonoko melihat rekan rekan kerjanya yang telah berkumpul di hadapannya.
" Tidak, kalian duluan saja, aku masih harus membaca satu karya yang baru saja dikirim ini sebelum kembali untuk makan siang " Kata Machida dengan lelah.
" Machida-san kau adalah editor senior di sini, serahkan saja pekerjaan itu kepada pendatang baru, tidak perlu repot repot seperti itu "
Yang mejadi indikasi bahwa dia telah mengalami kelelahan akibat bekerja terlalu lama.
" Itu……baiklah tapi kami harap kau tidak bekerja terlalu berlebihan sehingga melupakan kesehatanmu sendiri " saran dari rekan lerjanya dengan ekspresi khawatir.
" ya ya aku akan ingat itu "
Dengan mengatakan itu, Machida akhirnya berhasil mengusir semua rekan kerjanya yang membuatnya menjadi orang terakhir di ruangan ini.
Membuka karya pendatang baru ini, Machida menghela nafas sebelum bergumam.
" Aku harap kau tidak mengecewakanku, pendatang baru "
Dengan itu, machida Sonoko membuka novel yang baru saja dikirimkan itu, melihat nama dari pendatang baru ini, Machida Sonoko sedikit tersenyum dengan geli.
__ADS_1
" Shadow? Bukankah nama pena ini Agak…… terkesan Chuuni? "
Menghentikan tawa kecilnya, Machida mulai membaca sinopsis dari novel yang dikirimkan oleh shadow itu.
" ini- Bukankah ini kisah isekai klise yang populer beberapa tahun yang lalu? Tapi tampaknya kali ini Protagonisnya bukan seorang manusia sama sekali, hm~ menarik, tapi tidak peduli sebagus apapun sinopsis dari suatu novel, yang terpenting dari novel itu sendiri adalah isinya " dengan mengatakan itu machida sonoko mulai membaca overlord dengan seksama.
Ekspersi bosan yang awalnya terlihat di wajah Machida kuni mulai meghilang seiring dia mulai membaca overlord dengan lebih jauh.
Seolah terpesona oleh setiap kata dan kalimat di dalam cerita Overlord ini, Machida tanpa sadar membaca Novel ini cukup lama.
" ini! Apakah aku benar benar telah membaca novel ini 5 kali berturut turut " seolah tidak percaya dengan apa yang telah dia lakukan, Machida membuka dan melihat Jam di smartphone miliknya.
Di sana jam menujukan pukul 12 : 55 yang menjadi indikasi bahwa dia telah membaca novel ini selama 40 menit lamanya.
Dam seolah telah tersedot kedalam cerita itu sendiri, Machida bahkan hampir melewatkan jam makan siangnya sendiri.
" Novel ini…… Bagaimana aku harus mengatakannya, hm~ meskipun memiliki cerita yang menarik dan dapat menyedot pembaca kedalam ceritanya, aku masih agak ragu apakah penulis dapat mempertahankan situasi seperti ini untuk lebih lama lagi "
Nah, meskipun overlord memiliki cerita yang sangat menarik, machida sendiri masih lah harus bersikap profesional, mengingat ada banyak sekali penulis penatang baru yang menghentikan cerita mereka di tengah jalan membuat Machida mersakan sedikit keraguan tentang shadow ini.
Selain itu, meskipun machida masih agak ragu dengan perkembangan cerita di kemudian hari, Machida sendiri sudah melihat potensi dari overlord ini.
Secara kasar, dia dapat membuat tebakan bahwa jika novel seperti ini di adaptasi menjadi Light Novel, tanpa ragu novel tersebut akan terjual hingga 500.000 copy dalam satu tahun
Juga jika dia mengingat jumlah penjualan dari satu judul novel terbesar Library World dalam setahun, setidaknya bisa mencapai hingga 1.000.000 copy, dan jumlah dari 500.000 copy dalam setahun sendiri sudah merupakan hal yang sangat luar biasa.
Dan Machida sendiripun meiliki firasat bahwa hanya dalam satu minggu novel ini akan meledak yang membawa jutaa orang untuk membacanya.
Memikirkan itu machida hanya bisa meletakan novel ini di bagian rekomendasi untuk saat ini, karena pemutusan siapa yang memenagakan even bukanlah dia melainkan dari pembaca itu sendiri.
Machida Sonoko :
__ADS_1
Gambar bukan milikku, aku mendapatkannya dari internet