
Menatap kisaki yang baru saja datang, yuki tidak bisa tidak terlihat sedikit bodoh ketika mendengar apa yang baru saja di katakan oleh kisaki.
" Tunggu dulu Manager! Bukankah aku hanya karyawan paruh waktu di sini? Jadi kenapa aku yang harus mengantarkan pesanan ini? " terlihat bingung, yuki mulai bertanya.
" Ah? Kau bertanya kenapa? Bukankah saat ini hanya kau laki - laki yang tersisa di sini? Lihat saja kesampingmu dan kau akan mengerti kenapa aku memerintahkanmu untuk megantarkan pesanan ini dari pada orang lain " kata kisaki sambil menunjuk ke seluruh ruangan.
Menghela nafas ringan yuki kemudian berbicara.
" Tapi manajer, meskipun begitu aku tetap tidak bisa mengantarkan pesanan ini karena- "
" Aku akan memberimu Bonus jika kau mengambil pesana ini "
" Sip! Akan aku antar pesanan itu sekarang juga "
Dengan mengatakan itu, yuki segera mengambil pesanan yang di berikan oleh kisaki sebelum pergi menuju tempat parkir untuk mengambil sepeda miliknya.
Menginjak pedal sepeda miliknya yuki di kejutkan oleh notifikasi sistem yang muncul secara tiba tiba.
[ Ding* Priode Cooldown dari sub sistem {simulator sistem} telah selesai, apakah tuan rumah ingin melanjutkan simulasi ke 2? ]
" em? Apakah priode Cooldown telah selesai? simpan saja kesempatan simulasi untuk nanti, karena aku akan mengirim pesanan ini dulu sebelum pulang ke rumah "
Dengan mengatakan itu, yuki menginjak pedal sepedanya dengan keras sebelum mulai meluncur menjauh dari McDonald's.
Hari ini, langit malam dengan bulan purnama masih tergantung di atas langit dingin kota Shibuya, menatap ke sekeliling terlihat sebuah jalan besar di mana banyak mobil berlalu lalang, berkendara dk sampinha yuki mulai mengayuh sepedanya menjauh.
Dengan lampu - lampu jalan yang menerangi setiap tapak jalan yang di lalui oleh yuki, menghirup udara dingin di malam hari yuki melihat Google Maps untuk menemukan lokasi dari pelanggannya berada.
Dengan mengikuti setiap rute jalan yang di tunjukan oleh google Maps, yuki akhirnya sampai di pinggiran kota.
Di sana yuki melihat gunung? Tidak mungkin ini hanya bisa di bilang sebagai bukit tinggi yang terletak di pinggiran kota dengan banyaknya pepohonan yang mengelilingi di setiap tepiannya.
( A/N : sejujurnya aku tidak tahu apakah ada gunung/Bukit di Shibuya, jadi jika aku salah mohon di maklumi )
__ADS_1
" Oh Si*l! Apakah aku masih harus mendaki gunung ini? Dan kenapa orang yang tinggal di tempat seperti ini memesan makanan cepat saji dari restoran yang terletak jauh di tengah kota? " keluh yuki sambil memarkirkan sepeda miliknya di dekat pinggir jalan raya.
Mengambil pesanan yang di minta, yuki mulai berjalan mendaki gunung yang di penuhi oleh pepohonan lebat ini.
Mengikuti arah yang di berikan oleh google maps, akhirnya yuki sampai di sebuah bangunan kosong yang terbengkalai.
Di sana, yuki melihat sebuah kuil kecil yang terbuat dari kayu lapuk yang dapat roboh kapan saja, sejujurnya dengan kondisi yang tak terawat dan telah di tinggalkan seperti itu, cukup hebat bagi kuil itu untuk dapat terus berdiri tanpa ada orang yang merawatnya sama sekali.
Berjalan mendekati kuil kosong itu, yuki mulai meneriakan bahwa pesanan Burger Spesial yang di minta telah sampai.
Tidak mendapatkan tanggapan sama sekali, yuki akhirnya memutuskan untuk menjelajahi sekeliling kuil kosong itu.
Dengan kondisi yang agak gelap dan berkabut akibat udara dingin, membuat jarak pandang dari yuki menjadi terbatas.
Tapi seolah tidak mempedulikan udara berkabut yang menyelimuti tempat itu, yuki terus berkeliling kuil itu sampai beberapa menit.
" ini…… Apakah manajer kisaki mendapatkan pesanan palsu? " menggaruk kepalanya seolah bingung, yuki memutuskan untuk duduk sejenak di tangga kuil sebelum kembali pulang.
Menatap cahaya bulan purnama yang menembus lebatnya hutan, yuki dapat melihat dengan jelas sesosok bayangan wanita yang berdiri di balik pohon yang tengah di selimuti kabut itu.
" Kemana dia menghilang? " mencari kesekeliling yuki masih tidak dapat menemukan sosok itu sama sekali.
Memutuskan untuk meninggalkan pesanan itu di depan kuil kosong itu, yuki berbalik dan segera bergegas pergi dari sana.
Tapi ketika yuki memutuskan untuk pergi meninggalkan kuil kosong itu, sesosok bayangan wanita yang terhalang kabut muncul di hadapannya.
Menghentikan langkahnya dalam sekejap, yuki segera memasang ekspresi serius dan sikap waspada pada saat yang bersamaan.
Tapi ketika yuki memutuskan untuk berjalan mundur selama beberapa langkah, sosok bayangan wanita hitam itu menghilang dan langsung muncul di hadapannya.
" Wuf~ "
" Aahhh!!! " berteriak kaget, yuki melompat kebelakang sebelum terjatuh ke tanah dengan keras.
__ADS_1
Buk*
" Bwahahahaha apa itu? Kenapa kau bisa terjatuh seperti anak kecil seperti itu? Hahaha…… " tawa sosok itu ketika melihat yuki yang baru saja terjatuh.
Mengalihkan pandangannya, yuki melihat ke arah tempat sosok itu muncul, menatapnya yuki melihat sesosok gadis cantik dengan telinga dan ekor rubah berwarna putih muncul di udara.
Mengenakan kimono, Gadis rubah itu berputar putar sebelum kembali muncul di hadapan yuki.
Menatap yuki yang baru saja terjatuh dengan mata biru langitnya, Rubah putih itu kemudian mulai berbicara.
" Apa yang kau lakukan di sini manusia? " dengan nada penasaran, rubah putih itu bertanya pada yuki.
Kembali berusaha berdiri sebelum menjawab pertanyaan dari pihak lain, yuki mulai menatap rubah putih yang tengah melayang di depannya itu.
Membuat penilaian singkat tentang rubah putih di depannya secara singkat, yuki mengangguk sebelum mulai kembali berbicara.
" Ah! Itu, aku mengantarkan pesanan pelanggan ke sini " kata yuki sambil menujuk paket makanan yang telah dia letakan di depan kuil kosong itu.
" ha? Mengantarkan paket makanan ke tempat seperti ini? " mendengar apa yang di katakan oleh yuki, rubah itu tidak bisa tidak memasang wajah aneh ketika melihat yuki..
Mengelilingi yuki sekali lagi, rubah itu kemudian kembali berbicara.
" Ne! Maaf sebelumnya jika menyinggung, tapi apakah kau sedikit……bod*h? untuk mengantarkan makanan ke tempat sepi seperti ini, maksudku bukankah seharusnya kau pergi saja jika tidak ada orang yang mau mengambil pesanan itu? "
" Hei! Tidak sopan mengatakan orang lain bod*h, bukannya aku ingin tinggal di sini, hanya saja, sejak awal kedatanganku ke sini aku sudah bisa merasakah hawa kehadiranmu walaupun hanya secara samar samar, yang membuatku yakin bahwa pemesan paket makanan itu ada di sini " jelas yuki
" Tunggu! Kau sudah merasakan kehadiranku sebelumnnya, " Seolah terkejut dengan fakta yqng di ucapkan oleh yuki, rubah putih itu sekali lagi mengelilingi yuki dengan penasaran.
" Yap! Aku sudah merasakannya, hanya saja aku tidak tahu dimana letak pasti kau berada "
" hm~ begitu ya, jadi itu alasan kenapa kau mengelilingi kuil ini sebelumnya " seolah telah menemukan kebenaran, rubah itu kembali berbicara.
" Ne~ Manusia-kun, karena kau sudah terlanjur mencapai tempat ini, kenapa kau tidak membuat permohonan kepadaku ? "
__ADS_1
" ha? Permohonan? "