
Oke semuanya, sebelum kalian lanjut membaca aku akan memberitahukan satu informasi penting, yaitu aku akan melakukan beberapa perubahan pada sifat karakter anime, yah walaupun gak semuanya akan aku rubah tapi, yah~ terserah.
Silahkan membaca
...****************...
" Ya, permohonan " dengan antusias, rubah putih itu kembali mengelilingi yuki dengan ekor panjangnya yang berkibar ketika melewati celah hembusan angin malam yang dingin.
Menatap rubah terbang yang tampak antusias itu, yuki terdiam sejenak sebelum kembali berbicara.
" Maaf, tapi aku tidak tertarik " dengan mengatakan itu yuki berjalan menjauh untuk mengambil Smartphone miliknya yang terjatuh.
" eh? Apa yang kau katakan? " dengan ekspresi bod*h yang terpasang di wajahnya, gadis rubah itu kembali menatap yuki dengan mata biru miliknya.
Seolah telah melihat hal yang paling tidak bisa dia percaya di dunia ini, gadis rubah itu memiringkan kepalanya ke samping seolah bingung.
" Aku mengatakan bahwa aku tidak tertarik " dengan mengatakan itu, yuki berjalan menjauh dari kuil dan mulai mendekati tangga yang menjadi jalan masuk utama menuju kuil.
Menghilang dari tempatnya saat ini melayang, gadis rubah itu langsung kembali muncul di hadapan yuki sekali lagi.
" Apa? Kenapa?! Jelaskan padaku? " memegang pundak yuki secara langsung, gadis rubah itu mulai bertanya dengan wajah yang di penuhi oleh kebingungan.
" Tidak ada alasan sama sekali, tapi jika kau memang sangat penasaran maka akan aku jawab bahwa saat ini aku sedang tidak ingin membuat permintaan apa pun " yuki berkata dengan ringan.
" Apa?! Tidak mungkin seorang manusia sepertimu tidak memiliki keinginan apa pun? " seolah bingung dengan apa yang di lihatnya, gadis rubah itu memiringkan kepalanya dengan bingung ketika melihat tingkah dari yuki.
Karena jika dia boleh jujur, dengan rentang masa dimana dia telah hidup, dia sendiri telah melihat sangat banyak sekali jenis sifat buruk dari manusia, dan walaupun mereka semua memiliki sifat yang berbeda dari satu ke yang lainnya.
Tapi dia masih memiliki pengertan dasar tentang mereka semua yang masih memiliki satu kesamaan antara satu dan yang lainnya, yaitu keserakahan yang terlihat jelas di mata mereka masing masing.
" Tidak, kau salah, Saat ini hal yang paling aku inginkan adalah kembali ke rumahku dan tidur di atas kasur lembut milik ku " Yuki berkata sambil menepis tangan dari gadis rubah itu yang masih mencengram pundaknya dengan erat.
" Apa? Tidak! aku tidak sedang berbicara tentang keinginan seperti itu, yang sedang aku bicarakan saat ini adalah tentang keinginan duniawi seperti kekayaan, Popularitas, Karir yang sukses dan banyak lagi, dan kau pasti punya ingin salah satu dari itu kan " Rubah itu kembali berkata dengan tegas.
Melihat apa yang sedang di lakukan gadis rubah di depannya, yuki hanya bisa menghela nafas sebelum kembali berbicara.
" yah, kau memang benar, karena sejujurnya sebagai seorang manusia biasa, aku memang menginginkan hal hal duniawi seperti itu "
" nah lalu? "
" Tapi aku tidak cukup bod*h untuk menukarkan jiwaku untuk hal sepele seperti kenikmatam duniawi seperti itu" yuki berkata dengan tegas.
Melihat dan mendengar apa yang di katakan oleh manusia di depannya, gadis rubah itu seolah telah melihat satu lagi sifat baru dari manusia, Tapi walaupun begitu tampaknya hal itu tidak di sertai dengan keserakahan di dalamnya.
Karena, sebagai eksetensi yang telah hidup selama ratusan tahun dan pernah mengalami masa di mana manusia memujanya, gadis rubah itu merasa bahwa dia lah yang paling memahami manusia di antara para siluman rubah lainnya.
" Tunggu dulu! Jika kau tidak ingin membuat permintaan pribadi yang bersifat memuaskan hasrat duniawi seperti itu, maka kenapa kau tidak membuat permintaan seperti perdamaian dunia atau semacamnya, yang akan sangat bermanfaat bagi orang lain? " kata gadis rubah itu dengan sedikit panik ketika yuki mulai pergi menjauh dari halaman dimana kuil itu berada.
__ADS_1
Melihat apa yang di lakukan oleh gadis rubah di hadapannya, yuki hanya bisa menghela nafas berat sebelum mulai kembali berbicara.
" ne, gadis rubah, sebelum kau membuat berbagai penawaran seperti itu, pertama tama apakah aku boleh bertanya sesuatu? " yuki bertanya dengan rasa penasaran di wajahnya.
" Ya, Apa itu? " denga antusias, gadis rubah itu mulai bertanya untuk menuntaskan keraguan yang di miliki yuki tentang dirinya sendiri.
Melihat bagaimana penawarannga sepertinya berhasil, mmebuat gadis rubah itu memiliki wajah yang cerah di sana.
" Pertama, Apakah kau tinggal di kuil terbengkalai ini? " yuki bertanya dengan penasaran sambil menujuk ke arah tempat di mana kuil kosong itu berada.
" ya? Aku……memang tinggal di tempat ini, memangnya kenapa? " menjawab pertanyaan yuki dengan sedikit rasa bingung di wajahnya. Gadis rubah itu mulai memiringkan kepalanya ke samping kanan seolah membuat ekpresi bertanya tanya.
Gadis rubah itu sama sekai tidak mengerti dengan apa yang ingin di tanyakan oleh yuki pada dirinya.
Melihat ekspresi bingung yang berasal dari gadis rubah itu, yuku mengangkat sudut bibir seolah sedang menampilkan senyum jahat kepada gadis rubah di depannya ini.
" Nah, jika kau memang dapat megabulkan permintaanku seperti yang kau katakan, maka kenapa kau tidak memperbaiki kuil ini terlebih dahulu? " yuki berkata dengan senyum indah di wajahnya.
Sejujurnya ketika yuki mendengar tentang kekuatan pengabul permohonan yang dimiliki oleh gadis rubah itu, yuki tidak bisa tidak mengerutkan dahinya sejenak.
Mengingat kekuatan seperti itu memiliki kemungkinan yang tak terbatas untuk memanipulasi realitas itu sendiri, sejenak membuat yuki merasakan bahaya besar dari gadis rubah yang saat ini tengah melayang di depannya.
Yah, Walaupun masih tidak ada jaminan sama sekali tentang kebenaran dari perkataannya. Tapi tidak ada salahnya bukan untuk sedikit berhati hati?
" eh? Tunggu dulu! Bukan seperti itu konsepnya! Kekuatanku tidak sesimpel yang kau pikirkan" dengan bantahan cepat, gadis rubah itu melompat untuk memelototi yuki denga mata birunya.
" Lalu? " yuki bertanya.
" Dan juga, aku tidak ingin jiwaku di jadikan energi tepat setelah kematianku "
" eh? Bagaimana kau tahu "
" Tentu saja aku tahu, hanya orang bod* h yang tidak akan mengetahui fakta sesedhana itu, lagi pula di balik keinginan yang besar akan ada pula bayaran besar yang menantinya, jadi untuk memohon mengabulkan permintaanku padamu, aku tidak bisa " dengan mengatakan itu, yuki mula kembali berjalan menjauh dari kuil itu, sementara gadis rubah itu langsung memeluk salah satu kaki yuki untuk menghentikan yuki pergi menjauh.
" Tunggu! Kenapa kau menempel seperti ini padaku!!! "
" Tidak! Aku mohon, Buatlah permintaan sekarang juga!!! " rengek gadis rubah itu.
" Tidak! Aku belum ingin mati! Lagi pula aku belum menikah dan belum hidup bahagia "
" Kumahon! Aku tidak akan menelan jiwamu secara penuh! Aku hanya akan menelan 99% nya saja "
" Tunggu! Bukankah hal itu sama saja?! "
" Tidak, itu tidak sama! Bukankah kau masih meiliki 1% dari jiwamu saat mati nanti? "
" Sial*l! Logika mu rusak! Cepat lepaskan aku!!! "
__ADS_1
" Aaahh!!! Tidak! Tidak! Tidak! Cepatlah buat permintaan, kumohon! atau aku akan menghilang aaa!! A-apa kau tidak memiliki hati sampai sampai kau membuat gadis manis seperti diriku ini sampai memohon belas kasih seperti ini?! " dengan wajah yang seakan akan dapat menangis kapan saja, gadis rubah itu berkata dengan suara melengking.
" Sial! Aku tidak peduli dengan apa yang kau katakan, tapi yang pasti cepat lepaskan aku dasar Rakun bodoh!!! " Dengan tarikan kuat dari yuki, membuat gadis rubah itu perlahan mulai terlepas dari kaki yuki.
Dengan wajah kesalnya, yuki mencoba melemparkan gadis rubah itu menjauh dari tubuhnya.
" Apa?! K-kau menghinaku!!a-aku rubah dan bukan rakun!!! Sebagai ganti rugi atas luka bantin yang kau berikan, Cepat buat permintaan padaku!! " bantah gadis rubah itu dengan ingus yang masih menempel pada wajahnya.
Sekilas pemandangan ini terlihat cukup bodoh. Melihat apa yang di katakan oleh gadis rubah itu, yuki kemudian mulai kembali berbicara.
" Sial!!! Kenapa logikamu semakin rusak?! "
Perlahan waktu berlali dengan yuki dan gadis rubah itu yang telah tampak kelelahan satu sama lain.
Menatap gadis rubah iru dengan wajah yang penuh dengan keringat, yuki kemudian mulai berbicara.
" Ha~ha~ha~ Bagaimana jika kita berdua membuat kesepakatan " saran yuki kepada gadia rubah itu.
" Ha~ha~ Ya, kau benar ha~ lalu bagaimana kesepakatan yang akan kita buat? " tanya gadis rubah itu.
" nah, karena kau membutuhkan energi dari jiwa untuk terus mempertahankan keberadaanmu di dunia ini, dan aku juga tampaknya memperlukan seseorang yang mahir dalam bersih bersih rumah, jadi "
" Di tolak! " potong gadia rubah itu secara langang.
" Tunggu, aku bahkan belum selesai berbicara " Yuki
" Yang benar saja, kau ingin menjadiakan gadis cantik sepertiku sebagai pelayan di rumahmu? "
" lalu? Jika kau tidak mau terserah, aku akan segera pergi dari sini " Yuki
" Tunggu dulu! A-aku…… " menggigit bibirnya untuk sejenak, gadis rubah itu melanjutkan.
" Oke! Aku akan menjadi pelayan di rumahmu, Fapi aku tidak akan menerima permintaan aneh aneh "
" Tentu saja, Kau pikir aku orang seperti apa "
" Terserah "
" Oh yah! Ngomong- Ngomong, aku belum tahu namamu? " Yuki bertanya.
" Bukankah sebelum menayakan nama orang lain, ada baiknya kau memperkenalkan dirimu terlebeih dahulu? "
" Ah! Itu, namaku Yuki kato dan kau? "
" Shirakami Fubuki, itu namaku "
Shirakami Fubuki :
__ADS_1
Gambar Bukan milikiku, aku mendapatkannya dari internet