Sinar Langit

Sinar Langit
Bukan Rumah Yang Baru


__ADS_3

Aliya baru tiba di rumah lamanya, rumah itu sudah lama dia tinggalkan. mungkin kurang lebih 5 tahun. alasannya karena pekerjaan sehingga dia harus pindah dan membeli rumah di sekitar tempat kerjanya.


Aliya lahir dan besar di Bandung. dia tinggal di rumah yang kini akan dia tempati. setelah lulus kuliah aliya menikah dan mempunyai 2 anak yang usianya 5tahun dan 3tahun. kini aliya hidup sendiri. 3 tahun lalu ayah dan ibunya meninggal dalam kecelakaan tragis saat hendak bepergian keluar kota dengan tujuan buat rekreasi ke pantai. waktu itu kedua orangtuanya berangkat berdua di temani supir pribadinya. supir nya selamat dan ke dua orang tuanya meninggal dunia.


Kurang dari 2 bulan kemarin suami aliya meninggalkan keluarga nya selamanya. penyakit yang di alami suami aliya tak kunjung sembuh, hingga akhirnya tuhan pun mengajak kembali pulang padanya. di rumah dulu putri anak bungsu dari aliya selalu teringat sama ayahnya. dia sering memanggil-manggil terus ayahnya. aliya yang ga tahan dengan kesedihan anaknya memutuskan kembali ke rumah peninggalan orang tuanya.


Rumah yang sudah lama tak di tempati itu, sangat kotor, bau dan agak sedikit rusak. aliya melihat-lihat kondisi barang di sekitar rumah itu, sesekali dia mengingat masa kecilnya dulu saat bermain-main dengan orang tuanya. terutama barang yang paling berkesan motor bebek taun 70an.


Ga mau terlalu di rendung kesedihan karena melihat ke dua anaknya yang kebingungan aliya segera bergegas untuk membersihkan rumah itu. putri yang menyadari bakalan menjadi rumah barunya bertanya pada aliya


Putri: mah... kita bakalan tinggal di sini??


Aliya: iya sayang


Putri: kalo kita tinggal di sini ayah gimana??


dengar kata putrinya berkata seperti itu, aliya kebingungan untuk menjawabnya. putri belum mengerti apa-apa, dia terlalu kecil untuk di jelaskan yang sebenarnya terjadi. Donnie yang aga sudah mengerti, layaknya seorang kakak menenangkan adiknya yang selalu menanyakan ayahnya. dan sesekali mengajak adiknya bermain.

__ADS_1


Aliya begitu senang melihat perilaku anaknya donnie, dia mirip sekali ayahnya. yang keseharian nya ga pernah bikin gabut ibunya. sangat perhatian dan mengerti keadaan ibunya walaupun usianya masih 5 tahun.


Hari sudah semakin siang donnie dan putri udah kelaparan dan kelelahan, aliya tak tega melihat kondisi itu. rumah yang masih berantakan dan ga ada stok makanan mengharuskan beli makanan yang sudah jadi. ga akan mungkin kalo aliya harus pergi ke depan komplek sementara rumah masih kotor. aliya memesan makanan menggunakan ojek online.


Mungkin kecapean donnie dan putri sampai ketiduran saat menunggu makanan tiba, mungkin restoran nya terlalu jauh sehingga dalam waktu 20 menit makanan belum tiba.


Aliya lupa membunyikan suara dering hpnya. di aplikasi ojek online ada chat dari pengemudi ojeknya yang menanyakan alamat aliya.


Di luar terlihat terdengar suara motor bolak balik, dan dia melihat pria berseragam ojek sedang menanyakan sesuatu. mungkin itu ojek yang di tunggu-tunggu. aliya memanggil pengemudi ojek online itu dan ternyata benar. rumah yang berantakan dan tidak ada balesan chat bikin ragu si pengemudi alamat yang di cantumkan di aplikasi tersebut. pria itu sudah bulak balik melihat rumah aliya. sempat pijit bell, karena bell rusak jadi tak terdengar ke dalam. di tambah lagi tetangga yang belum tau bahwa aliya sudah pindah ke rumah itu. hanya terlihat mobil yang terparkir di depan rumah, yang belum sempat aliya masukan ke dalam garasi teras.


..."waktu itu mamah di suapin ayah, mamah keliatannya seneng banget" ucapan donnie sambil memasukan sesuap nasi...


..."iya nak... makasih ya, dengan adanya kamu mamah seneng banget kamu dewasa kaya ayah mu" jawab aliya kepada donnie, sambil mengelus kepalanya....


aliya berharap kedua anaknya bisa menjadi orang yang bermanfaat bagi orang-orang di sekitarnya. aliya sangat merasa berat atas tanggung jawab ini, dia harus membesarkan ke dua anaknya sendirian. sementara di hari-hari kemarin saat suaminya masih ada, dia banyak mendidik ke dua anaknya dan dia juga sangat dekat sama ke dua anaknya. walaupun di tengah kesibukan kerjaan suaminya dia selalu sempatkan untuk mengabari istri dan ke dua anaknya.


sangat sulit buat aliya melupakan kenangan masa lalu, dan kini dia harus berjuang sendirian tanpa ayahnya ataupun ke dua orang tuanya.

__ADS_1


Sambil aliya istirahat di tengah kesibukannya beres-beres rumah, aliya mengabari keluarga yang lain seperti kakak-kakaknya dan adik-adiknya.


aliya menelepon satu persatu, tapi sayang kakak-kakaknya tidak ada yang mengangkat teleponnya, hanya adiknya saja yang mengangkat teleponnya.


mungkin karena kakaknya lelaki jadi mereka sibuk dengan pekerjaannya, sementara adiknya seorang wanita dan sama-sama ibu rumah tangga. jadi masih punya waktu untuk menjawabnya telepon dari aliya.


aliya mengabari adiknya bahwa kakaknya itu sekarang sudah pindah rumah, dan bercerita keadaan saat ini. adiknya ikut prihatin dengan kondisi kakaknya yang perlu bantuan. adiknya hanya bisa mensuport kakaknya karena dia tidak bisa datang ke rumah kakaknya itu, karena belum ada izin dari suaminya di tambah lagi anaknya yang masih belum pulang sekolah.


aliya sangat memahami ke adaan itu, aliya lanjut beres-beres kembali dengan di bantu ke dua anaknya. tinggal beberapa ruangan lagi yang harus di bereskan yang penting ruang tamu dan ruang keluarga agar anak-anak bisa santai sambil nonton TV.


kasian mereka dari pagi belum istirahat, waktu bermain mereka terganggu dengan kesibukan ini.


Terdengar suara adzan ashar di mesjid komplek, saking sibuknya aliya sampai lupa shalat Dzuhur. dan kini dia ga mau kelewatan shalat ashar. pekerjaan sementara di tunda dulu. aliya mengajak ke dua anaknya untuk shalat berjemaah, kali ini donnie satu-satunya pria di keluarga itu dia menjadi imamnya. walaupun masih kecil dia hafal bacaan shalat dan gerakannya, dia sangat cerdas di bidang agama, bahkan cita-cita nya ingin masuk pesantren. tapi sayangnya karena sementara Aliya ga cukup modal untuk memasukan anaknya ke pesantren dia pun masuk SD umum.


Shalat mereka sangat khusu, karena pekerjaan masih banyak. Aliya menyuruh donnie untuk mengambil shalat di jamak dan qosor. selesai shalat mereka beroda agar mampu di berikan kekuatan dan kesehatan. sementara itu putri si anak bungsu hanya mengikuti sambil main-main. dengan usianya yang masih kecil dia hanya mengikuti gerakannya saja. terkadang terlihat lucu, sampai-sampai aliya yang berada di pinggir nya tersenyum melihat kelakuan bocah nya.


shalat mereka sudah beres dan akhirnya mereka kembali bekerja, karena takut jika sampai kemalaman.

__ADS_1


__ADS_2