
Hujan kali ini sudah aga reda, Mutia kembali memesan ojek online. Namun nampaknya para pengemudi ojek online masih belum aktif sudah beberapa menit menunggu masih belum ada yang ngambil pesanannya.
Mutia teringat dengan Aldi yang berprofesi sebagai tukang ojek. tanpa berfikir panjang Mutia mengambil payung dan bergegas untuk pergi menuju rumah Aldi. saat di depan pintu rumah ada dua mobil terparkir di depan rumah Aliya. Mutia pun terdiam melihat ke dua mobil itu menuju kesini.
Dan ternyata mereka adalah kakak Mutia dan Aliya, perasaan Mutia kali ini sedih dan senang. ke dua kakaknya itu memeluk Mutia dengan rasa rindu, sekian lama mereka tak pernah bertemu. dan kali ini mereka berkumpul di rumah dimana mereka di besarkan oleh ke dua orang tuanya. Tanpa lama-lama mereka masuk ke rumah
......Mutia berteriak memanggil Aliya "kak iya.... coba lihat siapa ini yang datang??"......
...Aliya yang berada di lantai dua, "siapa ti...??" jawab Aliya dari atas...
...Kakak pertama Aliya yaitu Rendi, "hey... Lia, kemari ngapain kamu di sana??"...
...Mendengar teriakkan itu, Aliya sangat kenal dengan suaranya "Kak rendi" sambil berlari ke bawah...
Mereka berpelukan, melepaskan kerinduan. Aliya sangat senang dengan kehadiran mereka, aliya mengira kalo ke dua kakaknya itu sudah melupakan adiknya yang malang itu.
...di tengah kegirangan Aliya bertanya kepada kedua kakaknya "kalian cuman berdua, mana keluarga kalian??"...
...kakak ke dua Aliya, Adi menjawab pertanyaan Aliya "Agni lagi di rumah, nanti sore dia jemput anak-anak sekolah. sehabis dari sekolah mereka nyusul ke sini"...
Agni adalah istri dari Adi, mereka di karuniai dua anak, anaknya perempuan yang pertama Bilqis sekolah kelas 3 SD dan yang ke dua Arni masih duduk di TK. Sementara istri Rendi bernama Sofi dan dia di karuniai 2 orang anak juga hanya saja anak pertama sudah dewasa, dia bernama Reni dan yang ke dua namanya Sandi. Reni sekarang duduk di bangku SMA dan Sandi masih SMP.
..."Nah... kalo ka Sofi, kemana ka Ren??" tanya Aliya...
..."Dia nunggu di jemput agni" jawab Rendi...
__ADS_1
Rendi dan Adi melihat seluruh ruangan di rumah itu. dan mereka melihat di lantai dua masih berantakan, mereka pun ikut membantu Aliya untuk membereskan rumah.
..."Nah... kalo ada cowo kan enak jadi lebih cepat" kata Aliya...
..."Lia, mana anakmu??" tanya Rendi...
..."Mereka lagi di kamar ka, kayanya tidur" jawab Aliya...
..."pantesan dari tadi aku ga liat mereka" kata rendi...
Saat mereka membersihkan rumah, Rendi melihat Mutia lagi duduk di kursi bawah. wajah Mutia mulai kembali pucat dan mutia kembali muntah. Mutia pergi ke kamar mandi.
..."uti... kamu sakit??" tanya rendi...
..."udah di cek ke dokter??" tanya Rendi kembali...
..."belum... mungkin cuman masuk angin ajah" jawab Mutia...
..."ya sudah kamu istirahat dulu ajah, nanti setelah ini kita pergi ke dokter" kata Rendi...
Tak lama Mutia masuk ke kamar untuk beristirahat, HP Rendi berdering dan Rendi pun mengangkatnya. Di situ rendi berbincang di telepon sangat lama sekali, Aliya yang mendengarkan percakapan kakaknya itu bikin mood Aliya kembali kesal. Bukannya cepat membereskan pekerjaan malah ngobrol di telepon.
...Mutia coba menegur kakaknya yang kelamaan menelepon "ayo dong kak... ini belum beres"...
...Seolah-olah hal itu tidak terlalu penting, Rendi menjawab "bentar lah... lagi ngobrol sama klien aku nih"...
__ADS_1
Aliya membiarkan kakaknya itu dengan sedikit kesal, tapi masih ada kakaknya Adi yang masih membatu beresin rumah. Hari sudah semakin sore, rumah sebentar lagi beres beberapa lantai lagi yang harus di pel. Aliya sudah mulai kelelahan tapi masih memaksakan pekerjaan itu.
Di kamar kembali terdengar Mutia akan muntah dan batuk-batuk. Rendi mengakhiri perbincangan dengan klien nya. lalu dia menyuruh adi untuk mengantarkan Mutia ke dokter. Adi dan Mutia pun pergi ke dokter. dan Rendi bukannya langsung membereskan rumah tapi dia malah kembali menghubungi klien bisnisnya. kini Aliya semakin kesal dengan tingkah kakaknya itu. kelakuannya belum berubah dari dulu, dia seolah-olah boss di rumah ini.
Di masa kecil Aliya dan Rendi sering sekali bertengkar dan berbeda pendapat. mereka tak pernah akur. berbeda dengan sikap Rendi kepada Mutia dia selalu membela adiknya. bahkan Aliya beranjak dewasa gara-gara tidak sempat menjemput Mutia, Aliya sempat di tampar oleh Rendi.
Hari itu sangat membekas di hati Aliya, sampai sekarang Aliya masih mengingatnya. kalo bukan karena almarhum ibunya, Aliya ingin sekali membalasnya. tapi ibunya berpesan kepada Aliya "jangan sekali-kali ganggu dia, sewaktu-waktu dia akan menjadi tulang punggung bagi keluarga, dengan penyakit ayahmu ibu takut ayah pergi duluan meninggalkan kita" seperti itu ibunya berpesan kepada Aliya di waktu Aliya masih duduk di bangku SMA.
Dengan rasa kesal Aliya mengakhiri pekerjaan itu, Aliya pergi ke kamar dan berkumpul bersama anak-anaknya yang sudah terbangun. Aliya tiduran di kasur bersama anaknya sambil nonton TV. Rendi yang sudah beres berbincang dengan kliennya, kembali menuju ke lantai dua. dan dia melihat lantai yang masih belum di pel.
...Rendi mencari Aliya, dan iya menemukan nya di kamarnya "Lia... itu lantainya, belum di pel. kamu bereskan dulu donk"...
Dengan perasaan yang sangat kesal, Aliya menuruti perkataan kakaknya itu. tanpa sepatah katapun Aliya melanjutkan pekerjaan. Di waktu bersamaan, Rendi pergi ke dapur buat bikin kopi. dan dia malah duduk di meja makan sambil memakan cemilan yang ada di meja makan. cemilan putri pun dia makan. makin jengkel Aliya kepada kakaknya.
Aliya pun khilaf dengan kondisinya, Aliya menyiram Rendi dengan air bekas pel lantai. Rendi sangat marah yang tiba-tiba di siram dengan air bekas pel. Rendi menampar aliya sambil berkata "kamu apa-apaan, udah gila kamu??"
Aliya langsung pergi ke kamar sambil menangis, ke dua anaknya pun bertanya-tanya ada apa dengan ibunya. Dan di luar Rendi mengganti bajunya lalu mendatangi ke dua anaknya.
..."ibu kalian itu gila ya... kalian harus hati-hati sama ibu kalian" kata Rendi...
Aliya hanya terdiam dan menangis di kasur. Putri yang pernah di marahi sama ibunya dia terlihat ketakutan dan mempercayai om nya itu. Putri lari ke luar kamar mencari tantenya mutia.
..."Tante.... Tante...." teriakan putri...
Rendi yang melihat putri, dia hanya membiarkannya. Rendi sangat kesal dengan kelakuan adiknya yang sudah menyiram dirinya. tak tega Rendi melihat Putri yang mencari Mutia di rumah itu, Rendi memanggilnya tapi Putri enggan buat mendekat. karena buat Putri Rendi masih asing di hadapnnya.
__ADS_1