Sistem Buatan Sendiri!

Sistem Buatan Sendiri!
Arch 1 Bab 2


__ADS_3

Bab 2


*4 bulan kemudian


Selama 4 bulan, akupun menyadari 1 hal, nampaknya aku lahir disebuah keluarga kaya, mungkin konglomerat, kapitalis atau bangsawan? Jika kulihat berdasarkan furnitur ini seperti abad pertengahan jadi kemungkinan pedagang kaya atau bangsawan. Hal ini membuatku sangat bersyukur dilahirkan dalam keluarga ini, dilayani oleh pelayan, dan terkadang ibu yang membawa jalan jalan. Terkadang ayah juga memelukku dan mengajak jalan jalan.


*8 bulan kemudian


Tak terasa besok adalah hari ulang tahunku, akupun juga sudah mengerti bahasa dunia ini dan bisa berbicara namun ada beberapa kata yang susah diucapkan karena lidahku belum terbiasa. Wajar teman, umurku masih muda. Tapi, MANNNN! YO! WTF ternyata bukan bangsawan namun keluarga kerajaan?! Beruntung sih aku tak perlu khawatir soal uang namun menjadi penerus? Man, dapat kubayangkan kehidupanku pasti sangat merepotkan ini tidak seperti recana awalku yang ingin memiliki kehidupan santai karena memiliki banyak uang. Yah mungkin aku tak akan menjadi raja jika aku memiliki seorang adik? YA BENAR! Muehehe nampaknya aku jenius, entah mengapa aku sekarang dapat berpikir dengan cepat ini sungguh nyaman jika kau bertanya soal pendapatku. Terimakasih dewa Zen! Mari kita minta adik besok pada hari ulang tahunku muehehehe.


Esoknya pun instana sangat ramai karena ulang tahun seorang pangeran, bisa dilihat dari betapa gugupnya pelayan dalam menyiapkan sesuatu tapi dalam wajah mereka selain gugup, mereka mungkin menantikannya kurasa?


“selamat ulang tahun sayang” ratu


Dalam ruang makan, ada kue besar beserta keluargaku yaitu ayah dan ibu, kemudian para pelayan yang sedang melayani.


“terimakasih ibu” sebagai anak yang baik, tentunya aku menjawabnya sambil mencium pipi ibuku.


“kyaaa, manisnya alex ku” teriak ratu sambil balik mengangkatku dan mencium pipi dan keningku bertubi tubi


“i-ibu c-cukup!” aku berusaha menjauhkan wajah ibuku karena aku merasa ini berlebihan untuk dicium disemua sisi wajah secara bertubi tubi.


“muahahahaha” seperti biasa, ayah hanya tertawa melihat kami berdua, spertinya ia sangat menikmatinya kurasa.


“alex junior” panggil ayah dengan lembut


Aku pun menjawabnya dengan lembut juga


“iya ayah”


Kemudian kulihat ayah bertempuk tangan sekali hingga seorang pelayan datang membawa kotak, bisa kutebak ini adalah hadiah tapi aku penasaran tentang apa isinya.


“ini adalah pedang yang ditempa dengan inti naga api, nama pedang ini adalah [Fire Blade]”


MANN… ternyata didunia ini ada naga ya, menarik. Akupun tersenyum, mengatakan terimakasih dan mencoba mengangkat pedang tersebut.


“tungg..” raja


Sebelum ia selesai mengatakan kalimatnya pedang itupun terangkat namun karena berat hanya terangkat sedikit dan langsung tergelincir, akibatnya jatuh menimpa meja sehingga meja makan pun terbelah.


OOPS, aku kaget dan panik! Takut akan kemarahan ayah aku pun pura pura menangis dengan keras.


“huaa huaaa” tangisku


“kau tak apa sayang? Bagian mana yang sakit?” ibuku pun panik dan mengecek keadaanku


“panggil dokter segera!” raja


“baik yang mulia” pelayan 1


Dokter pun segera datang dan memeriksa kondisiku, ia mengatakan aku tak apa dan hanya kaget dan karena aku masih pura pura menangis, ayah pun tiba tiba tertawa.


“HAHAHAHA seperti yang diharapkan dari anak ku! Meja pun bisa dibelah pada umur 1 tahun!” ucapnya dengan bangga sambil mengangkat ku dengan tinggi.

__ADS_1


Akupun menghargai upayanya dalam menenangkan seorang anak sehingga aku berkata dengan sombong sambil mengusap airmata ku, yang palsu tentunya


“hmpph! Ini hanya meja, nanti akan aku belah naga itu sendiri!” Alexander Junior AKA Alexander Reynald


Ayah pun hanya tertawa bersama yang lainnya.


“sudah kuduga, anakku memang kuat, baiklah mulai besok kita akan mulai berlatih pedang untuk membelah naga!” raja


OOII! Tidakkah kau sadar ini hanya ucapan asal anak kecil? Aku satu tahun lhoo! Dimana logikamu! Tidak ingin merusak momen absurd ini aku hanya menganggukan kepala dengan yakin dan ibu yang melihat ini pun hanya tersenyum sambil geleng geleng seolah olah menertawakan kekonyolan kami berdua.


Kemudian aku teringat tujuan utamaku hari ini, yaitu seorang adik!


“ayah! Ibu! Aku ingin adik!” Alexander Junior


Ibu yang mendengarnya pun tersipu malu sambil menutup wajahnya, uwahh wajah ibuku imut sekali namun berbeda dengan wajah ayahku yang nampaknya, sedih? Tunggu kenapa ia sedih? Bukannya senang? Seharusnya bisa melakukannya dengan ibu sekali lagi sangat menyenangkan bukan?


“maaf nak, aturan kerajaan hanya mengijinkan 1 pangeran, jadi mustahil untuk mu memiliki seorang adik” raja


Oh sekarang ini mudah kupahami, mungkin dulu pernah terjadi pertumpahan darah akibat perebutan tahta sehingga aturan ini pun berlaku. Sial kehidupan malasku! Hmmm mari pikirkan cara lain seperti…


*ting!


Aha! Bawahan yang kompeten! Jika memiliki beberapa bukankah aku bisa bersantai? Boleh dicoba, mari masukan kedalam agenda. Ohh dan tidak lupa aku memeluk ayahku dan berkata itu tak apa, setidaknya aku memiliki ayah dan ibu yang menemaniku sehingga ayah tidak lagi bersedih dan menjadi bahagia kembali.


*11 tahun kemudian


“ayah aku bosan! Aku ingin keluar! Aku ingin berpetualang!” Alexander Junior


Kalian pasti bertanya mengapa aku ingin keluar? YAPS… karena umurku sekarang 12 tahun dan selama 12 tahun aku belum pernah keluar dari istana! CMON MAN… ini membosankan kau tau, selain belajar berpedang dan sihir, aku menghabiskan 11 tahun terakhir belajar soal politik, keuangan, stategi militer, manajemen dan juga hal favoritku adalah ensiklopedia monster. Membaca informasi mereka juga alasanku untuk pergi keluar menjadi petualang. Isekai tanpa petualang? BIG NO! jadi situasi itupun terjadi.


“mengapa ayah?” Alexander Junior


“berbahaya! jika ingin lebih kuat, bukankah kau sudah kuat? Lagipula sudah 11 tahun sejak kau berlatih pedang bersama ayah” raja


Sial terlalu overprotektif, tapi aku sudah menyiapkan alasan yang bagus


“ayah, sebagai calon raja, harus mengetahui kehidupan rakyatnya, anggap ini sebagai inspeksi. Petualang juga merupakan pekerjaan rata rata rakyat kerajaan kita, dari sana bisa dibilang dapat memeriku pengalaman. Terkadang berada dibawah juga diperlukan untuk memahami kondisi sehingga saat memutuskan sebuah keputusan untuk rakyat, aku bisa menggunakan sudut pandang mereka” Alexander Junior


“ayah, juga jika aku menjadi petualang, disana aku dapat mencari rekan terpercaya karena aku akan menyembunyikan identitasku, jika mereka tau aku adalah pewaris maka banyak orang yang akan berpura pura dan berusaha mendapat keuntungan, tidak seperti petualang yang terbiasa hidup di alam liar, hanya mereka diantara rekan yang saling mempercayai hidup dan mati” tegasku kembali untuk meyakinkan ayahku, dengan ini kuharap ia mengerti dan memberi ijinnya.


“huh baiklah, tapi hati hati, petualang sering mencumpai baha kematian, sehingga mereka terkadang licik ayah khawatir karena kau naif dan tidak tau bagaimana kepala mereka bekerja” raja


Yah masuk akal juga, tapi tenang bung, anakmu ini sebenarnya sudah dewasa, jika dihitung umurku totalnya 30 tahun jadi bagaimana pikiran seseorang bekerja? Berdasarkan pengalaman itu membuat ku semakin percaya diri.


“tenang ayah, aku tau apa yang aku kerjakan” jawabku dengan santai.


\=== POV RAJA ===


*note : kutip satu ‘ adalah tanda sesseorang berpikir, dan kutip dua “ adalah tanda seseorang berbicara. Kurung persegi dalah tanda pengucapan sebuah skill atau item, semoga kalian mengerti


‘huh aku tau kau genius nak, dan itu terbukti saat anda masih kecil’


‘namun petualang terkenal dengan penghianatan, aku masih khawatir dengannya, sungguh dengan anak yang genius ternyata sangat merepotkan mengurusnya, semoga pilihanku benar’

__ADS_1


‘lebih baik aku mengutus pengawal kepercayaanku untuk menjaganya’


“tolong panggil Leon Axwel kesini” raja


“baik yang mulia” penjaga 1


Tak lama kemudian datang seorang ksatria muda yang berumur 17 tahun, dari tampangnya dia adalah seorang ksatira yang kuat dari ototnya yang terbentuk dengan rapi, wajah tampan dan mata tegas yang menandakan kepercayaan dirinya akan kekuatannya namun sikapnya yang rendah hati membuat raja berpikir dia adalah penjaga yang cocok untuk anaknya.


“Leon Axwel menghadap matahari kerajaan!” Leon Axwel berkata sambil berlutut didepan raja


“angkat kepalamu ksatria Leon, aku menugaskan mu sebagai penjaga pangeran, lakukanlah yang terbaik, kau menerima ijinku untuk bertindak bebas dalam melindunginya. Ingat keselamatan pangeran nomor satu!” raja


“sesuai keinginan anda yang mulia, hamba akan melindungi nyawa pangeran dengan milik hamba!” Leon Axwel


“kau dipersilahkan pergi” raja


“baik yang mulia” Leon Axwel


\=== POV MC ===


Setelah berhasil mendapatkan ijin dari ayah, tentunya aku langsung menghadap ibuku untuk meminta ijin, tidak lupa aku mengatakan bahwa ayah sudah memberi ijin agar ibu hanya perlu merestui perjalanan ini dan yah, sesuai perkiraan itu pun berhasil. Besok aku akan berpetualang, untuk waktu mungkin sekitar 4 tahun? Yah mari sabar dan menanti hari esok.


*esok hari setelahnya


Sejak pagi, aku merasakan ada kehadiran di depan pintu kamarku, mungkin sudah 2 jam ia menunggu. Serius mengapa ia menunggu selama itu? Tidakkah ia memiliki sesuatu untuk dikerjakan? Yah mari keluar untuk saat ini.


“menghadap calon matahari kerajaan” ucap seorang kstria sambil menunduk


“kau bisa bangun, apa keperluan mu?” alexander junior


Ternyata ia adalah leon axwel, seorang ksatria yang di utus oleh ayahku sebagai pendamping selama melakukan kegiatan petualangan di luar kerajaan. Yah bisa kurasakan orang ini lumayan kuat walau lebih lemah sedikit dariku tapi boleh juga, tidak tua dan masih muda.


“oke, jika itu kemauan ayah maka tidak perlu formalitas lagi, saat kita menjadi petualang, kau akan menjadi kakak ku, jadi mohon kerjasamanya axwel”


Kami pun bersiap siap, untuk menghindari dikenal sebagai anggota kerajaan, aku memotong rambut dan mewarnainya, kemudian menggunakan lensa kontak untuk merubah warna mataku. Selama menjadi petualang, aku memutuskan untuk menggunakan nama pada kehidupan sebelumnya yaitu reynald. Ksatria axwel ku beri nama jason. Kami pun kemudian berangkat menuju sebuah kota yang bernama kota Iban, kota yang berjarak 30 hari jika menaiki kereta, 45 hari jika berjalan kaki.


Tapi siapa aku? Hoho dengan sihir sprint dan buff stamina, kami berdua dapat menempuhnya dalam 20 hari dengan berjalan kaki.


Dalam 20 hari perjalanan yang bisa dibilang agak membosanku, aku selalu mengajak jason untuk mengobrol untuk meningkatkan hubungan kami agar penyamaran ini tak mudah dibongkar dan yah, awalnya dia agak susah untuk tidak formal padaku namun setelah beberapa hari dia pun mulai terbiasa.


“jason, apa kau merasakannya?” reynald


Mendengar pertanyaanku, dia mengangguk. Rupanya dia bisa merasakannya. Kami merasakan ada kumpulan monster didepan, kurang lebih berjarak 40 meter. Sepertinya mereka menyerang sebuah … tidak, seorang gadis dan seorang pria. Sepertinya mereka petualang yah mari coba selamatkan dulu. Lagi pula monster itu lemah jadi mari menahan diri.


[silent step]


[over speed]


Saat menggunakan 2 sihir barusan, langkah kakiku menjadi senyap dan pergerakan ku sangat cepat.


Whooosh! Slash!


Aku memenggal 2 goblin yang dekat dengan gadis itu.

__ADS_1


“butuh bantuan nona?” kataku dengan santai


Oh ** dia imut jika merona. Oke mari serius disini, masih tersisa 24 monster, 20 goblin, 4 hobgoblin.


__ADS_2