Sistem Kekuatan Mutlak

Sistem Kekuatan Mutlak
Chapter.2 Hadiah Pemula


__ADS_3

Pada saat ini Rizal yang sedang dalam suasana hati yang sangat baik. Rizal berpikir apa yang akan dia lakukan kedepannya. Dengan kemampuan yang sangat menakjubkan yang dia miliki, Rizal ingin memulai rencana hidup suksesnya.


"Hem... Meskipun aku merasa kuat saat ini, tapi aku sangat miskin? Dengan uang yang aku miliki, tidak mungkin bagiku untuk menjadi sukses. Aku perlu uang untuk mengembangkan hidup ku, kekuatan saja tidak cukup?" kata Rizal dengan wajah serius.


Rizal tahu aturan sederhana di dunia ini. Semua hal di kendalikan dengan uang, selama ada uang, akan selalu ada jalan. Uang bisa melakukan apa saja, bahkan membunuh musuh yang paling di benci sekali pun. Itulah kenapa banyak orang mencari uang dengan gila, bahkan sampai lupa waktu.


Pada saat Rizal yang asik berpikir, tiba-tiba mendengar sebuah suara keras. Rizal melihat ada suatu benda yang melayang di depannya di kelilingi cahaya yang menyilaukan. Ruzak menatap benda tersebut yang mengeluarkan aura yang menenangkan pikiran. Benda tersebut adalah sebuah buku dengan sampul yang sangat kuno dengan tulisan yang tidak di mengerti Rizal.


Rizal menatap buku tersebut dan melihatnya. Rizal mendekati buku tersebut dan menyentuh buku tersebut.


Bang!


Buku tersebut bersinar terang menyinari seluruh ruang Rizal, halaman-halaman yang ada di dalamnya terbuka dengan sangat cepat. Rizal menutup matanya karena cahaya ini sangat menyilaukan.


"Apa sebenarnya ini! Sialan! Ini bisa merusak mata ku jika terus berlanjut!" kata Rizal dengan suara yang sangat kesal.


Rizal berusaha maju dan menghentikan cahaya tersebut, namun, tubuhnya tidak bisa bergerak maju mengikuti perintahnya. Ini seakan-akan tubuhnya menolak perintah Rizal.


Cahaya tersebut bersinar selam beberapa menit dan akhirnya menghilang. Leon berusaha membuka matanya yang terasa menyakitkan.


"Akhirnya ini berhenti juga. Aku tidak tahu apa yang terjadi jika ini berlangsung lebih lama. Aku mungkin akan buta selamanya. Apa sebenarnya buku aneh ini, kenapa ini menimbulkan sesuatu yang mengerikan?" kata Rizal dengan penasaran mendekati buku tersebut.


"Halo Master. Senang bertemu dengan anda. Hem... saya sangat kaget ketika melihat Master hampir saja mati tadi. Jika saya tidak tiba tepat waktu, Master akan mati," kata sebuah suara kepada Rizal.

__ADS_1


Rizal yang tiba-tiba mendengar suara langsung kaget. Dia mencari disekelilingnya dan tidak menemui siapa pun yang bicara. Ini membuat Rizal merasa ketakutan.


"Ha-hantu... apa aku mendengar suara hantu. Sejak kapan di rumah ini ada hantu. Aku tidak pernah mengganggunya, kenapa dia muncul menghantui ku. Tu-tuan hantu yang baik, jika aku menyinggung anda dan membuat anda marah aku minta maaf. Jadi lepaskan aku," kata Rizal dengan gugup.


"Master, siapa yang anda maksud dengan hantu! Aku ini sistem terbaik dan terhebat sepanjang masa. Tidak pernah ada yang memanggil ku dengan panggilan tidak sopan seperti Master. Aku sangat marah dengan Master!" kata suara itu lagi.


Rizal yang mendengar suara tersebut semakin bingung. Suara ini memanggil dirinya sebagai Master, ini membuat Rizal penasaran. Rizal mencari asal suara, namun tidak ada sesuatu yang bisa bicara.


Mata Rizal hanya melihat sebuah buku yang melayang dan tidak ada yang lain. Rizal berpikir dan langsung mengkonfirmasi pikirannya.


"Apa kau sebuah buku?" kata Rizal.


"Benar sekali. Aku adalah sistem yang berwujud dalam sebuah buku. Aku di sini sebagai asisten yang akan membantu Master menjadi yang terhebat. Aku memiliki segalanya yang Master butuhkan untuk jadi yang terhebat di antara manusia lain. Tidak akan ada yang bisa mengalahkan Master," kata buku tersebut dengan aura yang membanggakan dirinya.


Rizal dengan wajah tidak percaya mendengar kata-kata yang keluar dari sebuah buku. Rizal bukan anak kecil yang bisa di bohongi dengan kata-kata yang terlalu di besar-besarkan. Bagaimana bisa buku ini membuatnya menjadi orang yang tidak terkalahkan. Ini sama saja dengan penipuan, seperti itu yang di pikir Rizal.


Faktanya memang benar yang di katakan. Sangat tidak masuk akal untuk menaklukkan dunia dan berdiri di atas segalanya. Dunia ini telah terbagi menjadi beberapa kekuatan yang sangat besar. Mereka punya senjata yang bahkan bisa menghancurkan kota dalam satu malam. Jadi, bagaimana mungkin orang biasa seperti Rizal bisa melakukannya.


Meskipun Rizal sangat senang dengan kekuatan yang dia miliki sekarang, tapi tidak mungkin baginya untuk melawan seluruh dunia. Dia akan mati dalam hitungan detik. Jadi, Rizal membuang pikiran konyol seperti itu.


"Hehehe... Master sangat pesimis. Aku punya semua yang Master butuhkan. Aku akan membuat Master menjadi penguasa, dan aku yakin akan hal itu. Seseorang yang di pilih oleh sistem memiliki takdir yang sangat besar. Jadi, Master akan melakukannya dengan bantuan ku," kata buku tersebut dengan suara yang masih percaya diri.


Rizal adalah orang yang di pilih sistem dari semua makhluk yang ada di dunia, bahkan mungkin di seluruh semesta. Jadi, kemampuan Rizal tidak mungkin diragukan lagi.

__ADS_1


"Bagaimana caranya? Tunjukan pada ku caranya. Jika memang ada cara seperti itu, aku akan dengan senang hati melakukannya. Siapa yang akan menolak kesempatan besar seperti ini," kata Rizal masih belum percaya.


"Hehe, akhirnya Master mengatakan kata-kata yang ingin aku dengar. Karena Master masih pemula, akan ada hadiah untuk Master," kata buku tersebut.


Ding....


Selamat kepada Tuan Rumah mendapatkan hadiah teknik Pedang Sang Raja.


Ding....


Selamat kepada Tuan Rumah mendapatkan cincin ruang.


Ding....


Selamat kepada Tuan Rumah mendapatkan 1000 koin.


Ding....


Selamat kepada Tuan Rumah mendapatkan Obat Penguat Tulang.


Ding....


Selamat kepada Tuan Rumah mendapatkan Pedang Bulan kelas Emas.

__ADS_1


Rizal dengan wajah tidak percaya melihat barang-barang yang muncul dari kehampaan. Ini membuat wajah Rizal tidak bisa menahan ekspresi senang dan takjub. Semua ini seperti mimpi yang menjadi kenyataan. Apa dia akan benar-benar menjadi seorang penguasa yang memerintah seluruh dunia. Rizal tidak memikirkan itu, dia saat ini hanya ingin hidup dengan lebih baik dan tidak menyia-nyiakan seperti sebelumnya.


Tujuan Rizal hanya ingin mendapatkan keuangan yang cukup dan mendapatkan istri yang baik. Dia hanya ingin hidup bahagia dengan istri dab membangun keluarga yang baik.


__ADS_2