
Pada saat ini semua orang menatap Rizal dengan pandangan yang mengerikan. Mereka seperti singa yang melihat domba kecil yang tidak berdaya dan siap menerkam kapan saja.
"Kenapa kau masih diam dan tidak bergerak. Cepat tunjukan di mana orang tuamu berada. Aku dengan senang hati mengantarkan mu kepadanya. Ini adalah pelayanan spesial bagimu, kau akan diantar oleh pria hebat seperti ku. Kau pasti tidak membayangkannya bahkan dalam mimpi sekalipun," kata pria tersebut dengan bangga.
Rizal sangat kesal dengan pria idiot yang dari tadi bicara omong kosong. Dia tidak ingin membuat masalah, tapi pria ini malah membuat dia dalam masalah.
"Diamlah, sikap mu yang sangat tidak sopan ini, aka membuatmu terluka nanti," kata Rizal dengan nada perlahan namun di penuhi dengan sindiran yang sangat jelas.
Kata-kata Rizal membuat semua orang tertawa dan mengejeknya. Ini adalah ucapan yang sangat tidak masuk akal. Bahkan orang bodoh tidak akan mengatakan hal tersebut.
"Hahaha... lihat tubuhmu yang sangat kecil. Bagaimana bisa kau ingin menghajar orang dengan tubuh yang lebih besar dari mu. Aku yakin, bahkan kau tidak tahu cara menggunakan tinju dengan benar," kata salah satu pria mengejek.
"Hahaha... benar-benar kata-kata kosong. Jika kau ingin mati, jangan disini, ini akan membuat ruangan ini menjadi menjijikan dengan darah pecundang seperti mu," kata pria lainnya.
Hampir sebagian orang mengejek sikap arogan Rizal. Ini membuat mereka tidak bisa menahan untuk tidak mengejek Rizal.
Pria yang pertama mengejek Rizal dengan senyum lebar di wajahnya. Dia hanya ingin bermain-main dan menunjukan kekuatan, dia tidak menyangka respon dari orang-orang ini melebihi perkiraannya.
Pada saat ini suasana di ruangan menjadi sangat meriah ejekan orang-orang. Mereka semua sangat jijik dengan sikap Rizal. Mereka semua adalah orang yang berpengalaman dan telah banyak memiliki rekam jejak, mereka semua dengan pandangan menghina Rizal yang datang kemari dengan tubuh lemah.
__ADS_1
Pria yang pertama menghina Rizal mendekatkan wajahnya tepat ke depan wajah Rizal. Pria ini memasang wajah intimidasi kepada Rizal.
"Hai nak... Lihat, kan. Di sini bukan tempat untuk anak kecil seperti mu. Kau tidak punya hak untuk bicara sombong. Aku akan melupakan kata-kata kasarnya sebelumnya. Untuk saat ini lebih baik kau menunggu di sudut dengan tenang. Jangan menganggu pekerjaan orang dewasa jika kau tidak ingin terluka. Setelah semua ini selesai, aku akan mengantar mu ke tempat orang tuamu," kata Pria tersebut kepada Rizal.
Rizal saat ini mengerutkan keningnya, dia tidak bisa mentoleransi prilaku pria ini lagi. Awalnya dia tidak ingin menanggapi kata-kata pria ini, namun, bukan hanya menarik perhatian dan mempermalukannya, dia juga telah membuat wajah Rizal di penuh dengan air liurnya.
Rizal mengangkat tangannya dan menangkap kepala pria tersebut. Rizal dengan senyum yang sangat mengerikan memberikan perasaan menakutkan bagi pria tersebut.
Pria yang awalnya sangat percaya diri berubah menjadi penakut. Dia merasakan sakit yang luar biasa. Rizal mencengkeram kepalanya dengan keras hingga tengkorak kepalanya hampir retak. Ini membuat pria itu otomatis menjerit kesakitan.
"Le-paskan!... to-long lepaskan aku! A-ku minta maaf karena tidak punya mata untuk melihat keagungan mu. Tu-tuan, lepaskan!" kata pria tersebut menjerit kesakitan.
Teriakan putus asa membuat mereka yang melihat kaget dan tidak percaya. Mereka melihat tubuh kecil Rizal yang memegang kepala pria yang sangat kekar dan kuat seperti memegang buah. Ini pemandangan yang belum pernah mereka lihat sebelumnya.
"Anak ini memiliki kekuatan yang kuat. Aku tidak ingin mencari masalah dengannya. Lihat... orang yang di cengkramnya itu bukan pria biasa. Dia telah menang 20 kali berturut-turut di pertarungan bebas dunia bawah. Dia di takuti karena membuat lawanya cedera parah saat bertarung dengannya. Tapi, sekarang dia sangat menyedihkan di tangan pria itu," kata salah satu pria menelan ludah.
Pertarungan dunia bawah sangat terkenal di kalangan banyak orang kaya dan petarung hebat. Ini adalah hiburan yang sangat menyenyabgkan dengan menyajikan kekejaman dalam kehidupan nyata. Dalam pertarungan mereka bisa melakukan apa saja.
Mereka yang mempunyai uang akan bertaruh untuk banyak uang, ini seperti mereka ingin mencari tempat untuk menghabiskan uang mereka.
__ADS_1
Sedangkan untuk para petarung yang memiliki kekuatan, mereka biaa bertarung sepuasnya dan mendapatkan uang dengan cepat mengandalkan kekuatan mereka.
Adegan ini membuat semua orang mundur beberapa langkah dan memberi ruang pada Rizal. Mereka tidak ingin ikut campur dalam masalah ini, dan orang-orang yang tadi ikut menghina Rizal hanya pura-pura tidak terlibat.
Rizal mencengkeram semakin kuat kepala pria tersebut. Dia membuat pria tersebut semakin kesakitan dan merasakan putus asa. Ini lebih menyakitkan dari pada kematian langsung, Rizal membuat pria ini merasakan penderitaan yang menyakitkan.
"Lain kali, jangan mencari masalah dengan orang yang tidak kau kenal. Aku sudah memperingatkan mu sebelumnya, tapi kau malah menghiraukan. Dan satu hal lagi yang paling membuatku marah, kalau kau bicara, gak usah pakai kuah!" kata Rizal melemparkan tubuh pria itu keatas dan menembus atap.
Bang!
Tubuh pria tersebut menyangkut dan hanya kelihatan sebagian tubuhnya. Rizal dengan cepat memasang sikap biasa seperti tidak ada yang terjadi. Mereka semua yang melihat ini juga langsung memalingkan wajah dan kembali ke tujuan mereka sebelumnya.
.
.
.
Satu jam kemudian semua orang telah hadir, mereka semua di sini punya satu tujuan. Mereka ingin di terima sebagai pengawal gadis SMA. Mereka biasanya tidak akan melakukan hal ini, namun, karena gaji yang di tawarkan sangat banyak. Semua orang ingin mendapatkan pekerjaan ini. Tapi bukan hanya itu saja, mereka semua yang hadir disini akan mendapatkan hadiah uang juga jika mereka gagal. Itu sebabnya banyak orang yang hadir ingin mendapatkan hadiah gratis. Itu salah satu alasan mereka memandang rendah Rizal. Mereka berpikir Rizal kemari hanya untuk hadiah uang gratis.
__ADS_1
Pada saat ini seorang pria dengan jas rapih dan kacamata masuk kedalam ruangan dengan sikap yang bermartabat.
"Selamat datang dan terima kasih untuk semua yang hadir disini. Aku mengumpulkan kalian semua di sini untuk mencari orang yang akan menjaga putri tercinta ku. Sebelum itu, kalian akan melewati beberapa tes dan yang berhasil akan mendapatkan pekerjaan tersebut. Hanya akan ada 1 orang yang di terima, untuk orang yang gagal, kami akan memberikan hadiah yang kami janjikan," kata pria tersebut dengan suara bermartabat.