
Pada saat ini Rizal terlihat sangat bahagia. Dia sekarang memiliki sistem luar biasa yang bisa membantu mengatasi masalah-masalah di masa depan. Dia tidak perlu khawatir tentang kehidupannya lagi, dia hanya akan fokus mengejar kesuksesan.
Rizal menatap buku tersebut dengan senyum lebar dan langsung berkata.
"Aku mengubah pikiran ku terhadap mu, aku akan percaya padamu dan semua yang kau katakan.Tapi, aku tidak ingin melakukan hal yang tidak sesuai dengan keinginanku. Kalau begitu, sebagai asisten ku, apa yang harus aku lakukan sekarang," kata Rizal dengan wajah serius.
Buku tersebut dengan cepat menjelaskan pada Rizal.
"Master, saat ini Master sangat lemah, dengan kemampuan Master, anda hanya bisa mengalahkan orang biasa. Master butuh kekuatan yang lebih besar dan lebih kuat. Master harus memperkuat tubuh dan fondasi Master terlebih dahulu, ini akan membantu Master menaklukkan dunia," kata buku tersebut menjelaskan.
Rizal mengangguk pelan, seperti yang di katakan buku tersebut, dia saat ini masih sangat lemah dan butuh kekuatan yang lebih. Rizal telah mendapatkan hadiah yang di berikan oleh sistem untuk pengguna pemula. Semua itu belum cukup untuk membuat dia menjadi tidak tertandingi. Rizal butuh kekuatan yang sangat besar untuk menaklukkan dunia, dia perlu kekuatan yang bahkan bisa menahan bom nuklir sekalipun.
"Katakan bagaimana aku bisa bertambah kuat? Kau harusnya sudah mempersiapkannya. Kau yang mengatakan ingin menjadikan ku penguasa di dunia ini, tunjukkan padaku sekarang. Jangan bilang kau cuma bisa bicara dan tidak memiliki solusi?" kata Rizal kepada buku tersebut.
Buku tersebut langsung berkata pada Rizal dan menunjukkan cara yang sangat simpel.
"Master tidak perlu khawatir. Untuk menjadi lebih kuat, caranya sangat mudah dan simpel. Master hanya perlu mengalahkan banyak musuh dan mendapatkan pengalaman agar Master bisa naik ke tingkat lebih lanjut. Master bisa membunuhnya monster dan makhluk lain yang memiliki kekuatan untuk meningkatkan pengalaman Master," kata buku tersebut.
Rizal mengerutkan keningnya, dia mendengar buku mengatakan untuk mengalahkan monster, bagaimana mungkin ada monster di dunia seperti ini. Ini membuat kepala Rizal terasa pusing.
Melihat kebingungan Rizal, buku tersebut melanjutkan kata-katanya.
__ADS_1
"Master, setelah aku bergabung dengan tubuh Master, aku telah mengidentifikasi dunia ini dan mendapatkan gambaran kasarnya. Dunia tempat tinggal Master adalah tempat dimana sains dan teknologi menjadi senjata utama. Tidak banyak orang yang berkultivasi di dunia ini. Energi spiritual juga sangat lemah yang membuat perkembangan manusia sangat lambat dalam bidang kultivasi. Namun ada beberapa kasus yang spesial, ada beberapa binatang dan manusia yang telah hidup ratusan tahun bahkan ada yang telah mencapai ribuan tahun. Mereka bisa di anggap sebagai monster yang berbahaya," kata buku tersebut menambahkan.
Rizal yang mendengar kata-kata buku tersebut langsung terkejut. Dia mengerti bahwa dunia ini memang berdasarkan sains dan teknologi. Namun, dia tidak pernah berpikir akan ada yang namanya kultivator. Ini adalah dongeng yang di ceritakan dalam novel, jadi bagaimana mungkin ada di dunia nyata. Bahkan sampai ribuan tahun, bukankah itu sangat menakjubkan.
Buku tersebut tahu kebingungan Rizal, dia telah mengerti dunia ini sangat jarang bagi kultivator muncul. Hanya segelintir orang yang mengetahui, dan sangat wajar Rizal tidak mengetahuinya.
"Master, anda bisa tenang. Anda juga bisa di anggap sebagai kultivator sekarang. Saat ini Master berada di tahap Awal lapisan pertama. Master telah menerima hadiah pemula dan sudah saatnya menggunakannya. Dan ada satu hal lagi yang harus Master ketahui, ada cara lain meningkatkan kekuatan. Master bisa mengumpulkan koin dari emosi yang di tunjukkan manusia. Semakin kuat emosi mereka, semakin banyak koin yang Master dapatkan," kata buku tersebut menjelaskan.
Rizal mendengar ini dan berpikir sejenak. Emosi adalah bentuk atau rasa yang muncul dari perasaan yang manusia rasakan. Jadi, jika dia ingin menjadi kuat, dia harus membuat banyak orang merasakan berbagai emosi kepadanya.
"Apa yang bisa di lakukan koin? Apa ini akan langsung menambah kekuatan ku dalam sekejap? Apa itu akan membuat ku menjadi lebih lincah? Apa aku bisa menggunakannya untuk menyelamatkan hidupku," kata Rizal dengan banyak pertanyaan di pikirannya.
Mendengar banyak pertanyaan yang di ajukan Rizal dalam satu waktu. Buku tersebut langsung membuka halaman, sebuah cahaya biru yang bersinar terang muncul dari dalam. Setelah cahaya menghilang, ada kata-kata yang muncul di dalamnya. Rizal mendekat dan melihat isi di dalamnya.
Toko Sistem, berisi segala jenis benda dan teknik yang sangat lengkap. Tidak ada yang tidak di miliki dalam Toko Sistem. Semua yang anda inginkan Bakan bisa di beli dengan koin yang sesuai.
Rizal memegang dagunya dan segera senyum muncul di bibirnya. Dia hanya perlu menari koin untuk membeli benda yang bisa meningkatkan kekuatannya.
.
.
__ADS_1
.
Pagi harinya Rizal menuju sebuah tempat di dekat pusat kota. Saat ini dia sangat miskin dan harus mencari sebuah pekerjaan untuk menghasilkan uang. Setelah mendengar cerita dari buku tersebut, Rizal mengetahui dunia ini lebih berbahaya dari yang terlihat. Banyak sosok-sosok kuat yang bersembunyi di balik bayang-bayang dan mengawasi dunia ini.
Rizal saat ini belum bisa bersikap gegabah dan memancing keluar monster tersebut. Dia akan langsung mati tanpa ada perlawanan sedikitpun.
Rizal tiba di sebuah gedung perkantoran dan segera masuk kedalam. Kemarin malam dia telah mencari informasi terkait lowongan pekerjaan. Kebetulan dia menemukan sebuah pekerjaan dengan gaji yang sangat mengiurkan. Dia hanya perlu menjadi pengawal seorang gadis SMA.
Rizal memutuskan untuk mengambilnya, karena menjaga seorang gadis tidak akan sulit. Pikir Rizal.
.
.
Pada saat bini Rizal berdiri di sebuah ruangan yang cukup besar. Di dalam ruangan ada banyak pria dengan tubuh kekar dan wajah yang tegas berkumpul. Rizal melihat lebih dari 300 pria yang hadir. Ini membuat Rizal tampak sangat kecil.
"Hahaha, apa yang di lakukan anak kecil seperti mu di sini?" kata pria tersebut dengan jijik menertawakan Rizal.
Salah satu peserta di sebelah Rizal tertawa dengan sangat keras. Ini membuat banyak orang langsung memperhatikan mereka. Rizal tahu apa yang ingin di lakukan orang di ini. Dia telah membuat keributan yang tidak di perlukan.
Rizal tetap diam dan mengabaikan tingkah bodoh pria ini. Saat ini Rizal sangat butuh pekerjaan ini, jadi dia tidak ingin membuat masalah yang menyebabkan dia di keluarkan.
__ADS_1
"Ada apa nak... apa kau tersesat sampai kemari? Di mana orang tua mu, mereka sangat tidak bertanggung jawab. Biarkan Paman mengantarmu ke orang tuamu," kata pria tersebut dengan wajah menghina.