Sistem Murid Bodoh

Sistem Murid Bodoh
32 : Dunia telah terbalik dan berubah liar.


__ADS_3

[Sistem Telah Aktif]


[Memindahkan Host ke tempat aman]


[Cost : -5 Poin Skill]


[ Total : 24.995 Poin Skill]


Perubahan yang terjadi terlalu besar, membuat Riki jatuh dalam kebingungan total dan kehilangan fokusnya.


Nyaris saja ia tertabrak mobil dan mungkin kehilangannya nyawanya karena semua kemampuannya tidak bisa digunakan.


"Lala, ke mana saja kamu? Kenapa situasi duniaku menjadi aneh begini? Kenapa kekuatanku tidak menghilang?" tanya Riki tak sabar.


Riki menumpahkan segala pertanyaan yang menumpuk dalam benaknya setelah dibuat cukup frustasi.


"Host, sistem harus mendata ulang dunia ini yang telah dikacaukan oleh Roki menggunakan kristal raja iblis," jelas Lala.


Saat ini, Riki tengah berada di salah satu atap gedung kota dan mendapati pemandangan yang berbeda dari dunianya sebelumnya.


"Lala, sejak kapan ada bangunan tower setinggi itu di kota ini?" tanya Riki heran.


Tinggi tower atau menara tersebut bahkan lebih tinggi puluhan kali lipat dari gedung tertinggi di kota tersebut.


"Host, kristal raja iblis telah dipecah menjadi tujuh bagian oleh Roki. Kemudian, setiap pecahannya berada di puncak masing-masing menara yang tersebar di dunia ini," terang Lala tentang tower menara tersebut.


"Apakah itu artinya misiku kali ini adalah harus menaklukan tower menara dan menghancurkan kristal tersebut?" tebak Riki.


Sementara Riki tengah berbincang dengan Lala, mereka tiba-tiba mendengar suara banyak jeritan atau teriakan histeris dari orang-orang yang sedang ketakutan.


"Bukankah itu adalah..." Riki melihat makhluk-makhluk mengerikan yang pernah ia lawan di Kota Elvina.


"Kenapa mereka bisa ada di sini?" kata Riki heran.


"Sudah pasti karena kristal raja iblis," sahut Lala.


"Haruskah aku turun dan membantu orang-orang?" ujar Riki bersiap-siap.


Skuknum!


Raknum!


Husna!


Boom!


Tiba-tiba Riki melihat beberapa orang gadis bertarung melawan monster iblis tersebut.


"Apa sekarang ada super hero juga? Tapi, kenapa mereka semua terdiri dari gadis-gadis?" ujar Riki heran.


Dalam pikirannya, Riki terbayangkan anime Sailor mun sama Powerpuff Girls.


Setelah diperhatikan lebih teliti, gadis-gadis itu adalah Lia, Ami, Kiran, Tasya, dan Rani.


"Semua orang! Kami, Power Buff Girls, sudah datang!" ujar Lia pada semua orang di lokasi tersebut.


"Hore! Pahlawan akhirnya muncul!" sorak-sorai beberapa warga yang senang dan lega melihat kedatangan mereka.



Riki hanya terdiam di tempatnya karena tidak tahu lagi harus berkomentar seperti apa.


Riki hanya berpikir bahwa mungkin masih banyak kegilaan lainnya yang akan dia temui sebelum bisa mengembalikan dunia ini menjadi normal kembali.


Meski demikian, itu menjadi tontonan menarik ketika menyaksikan kelima gadis Power Buff Girls itu bertarung.


"Lala, aku paham kalau monster iblis itu muncul karena kristal raja iblis. Tapi, dari mana sumber kekuatan kelima gadis itu berasal?" tanya Riki heran.

__ADS_1


Lala pun menjelaskan bahwa hal ini sama seperti alasan mengapa Riki mendapatkan sistem.


Munculnya kristal raja iblis di dunia ini memicu bangkitnya kekuatan-kekuatan misterius Bumi yang tersembunyi.


Kekuatan itu aktif untuk menjaga keseimbangan dunia ini.


Teori sederhananya... di mana ada kebaikan, di situ juga ada keburukan. Itu menjadi dua hal yang tak terpisahkan.


"Kurasa aku tidak perlu membantu mereka," kata Riki melihat kelima gadis itu berhasil mengalahkan monster-monster iblis tersebut.


Biasanya, ada penjaga yang berjaga di sekeliling menara yang bertugas menjaga monster-monster tersebut terlepas atau kabur dari menara.


Namun, insiden seperti ini kadang bisa jadi terjadi akibat kelalaian penjaga atau pun alasan lainnya.


"Baiklah, Lala. Sekarang aku mau pulang dan melihat bagaimana keadaan ayah ibuku," kata Riki merasa lumayan kangen pada mereka.


[Skill terbang aktif]


[Cost : -5 Poin Skill]


[ 2.4990 Poin]


Setiba di alamat rumah lamanya, Riki kembali tercengang dengan perubahan besar yang terjadi.


Rumah menjadi besar dan megah, benar-benar mencerminkan tempat tinggal dari keluarga kaya.


"Apa ini rumahku? Ke mana rumah kumuh yang sebelumnya?" kata Riki bingung.


"Tuan Muda, selamat datang!" sambut seorang kepala penjaga yang ternyata adalah Nona Quin.


Selain Nona Quin, di rumahnya juga ada Smile, Trisha, Riz, dan Lutfi.


Tentu saja peran mereka juga terbalik. Nona Quin menjadi kepala penjaga atau keamanan dan Smile serta tiga temannya menjadi asisten rumah tangga/pelayan.


Setelah masuk ke dalam rumah, Riki tidak bisa menemukan keberadaan orang tuanya di dalam rumah yang luas tersebut.


"Trisna, ke mana ayah dan ibuku?" tanya Riki mencarinya.


Setelah menggali lebih banyak, akhirnya Riki tahu bahwa kedua orang tuanya saat ini memiliki usaha kuliner atau perusahaan makanan terbesar di Nusantara.


"Tuan Muda Riri, waktunya makan siang," kata Trisha segera menyuruh yang lainnya menghidangkan makanan di meja makan.


"Sejak kapan namaku menjadi Riri?" gumam Riki masih belum terbiasa dengan semua perubahan tersebut.


Namun, perhatian mulai terfokus pada hidangan nasi putih hangat diendapkan di piring-piring kecil, disusul lauk-pauk yang beragam, dan hidangan penutup yang manis menggugah selera.


Riki pun tampak duduk dengan anggun di ujung meja, tersenyum melihat berbagai hidangan lezat yang dihidangkan di hadapannya.


Kemudian, ia memilih nasi goreng spesial dengan tambahan kerupuk garing di atasnya.


Trisha tersenyum melihat pilihan makanannya dan dengan cepat memberikan tambahan sambal pedas yang diminta Riri.


"Huek! Kenapa rasanya aneh sekali?" ujar Riki yang terkejut dengan rasa makanannya.


"Mungkinkah kualitas makanan juga telah berubah?" pikir Riki.


"Ada apa, Tuan Muda? Apakah makanannya terlalu pedas?" tanya pelayan Trisha penuh perhatian.


Riki masih penasaran dan mencoba makanan lainnya, tapi semuanya sama saja.


Akhirnya ia memutuskan untuk masak sendiri saja karena semua makanan di atas meja benar-benar tidak ada satu pun yang enak.


"Apa Tuan Muda benar-benar ingin memasak makanan sendiri?" tanya pelayan Trisha sedikit khawatir.


"Ya! Aku akan menunjukkan pada kalian seperti apa makanan yang enak itu," jawab Riki segera berjalan ke arah dapur.


Pelayan Trisha pun mengikuti Riki ke dapur dengan raut wajah yang tampak sedikit kebingungan.

__ADS_1


Meskipun dia sudah melihat banyak orang memasak, dia belum pernah melihat anak majikannya memasak sebelumnya.


Riki mulai membuka lemari dapur dan mencari-cari bahan-bahan yang ada.


Dia tidak tahu persis apa yang akan dimasaknya, tapi dia berharap bisa menghasilkan sesuatu yang lezat.


Riki mengeluarkan beberapa sayuran, potongan daging, dan bumbu-bumbu yang dia temukan di dalam lemari.


Dia memikirkan resep-resep yang pernah dia buat sebelumnya, dan mencoba mengadaptasinya dengan bahan-bahan yang ada.


Pelayan Trisha yang merasa tidak enak akhirnya ikut membantu dengan membersihkan sayuran dan meletakkan bahan-bahan yang sudah dipotong di atas meja.


"Sudah selesai, tuan muda," kata Pelayan Trisha sambil menyodorkan sayuran yang sudah bersih.


Riki tersenyum dan berterima kasih kepada Trisha, lalu dia melanjutkan memasak dengan semangat.


[Skill memasak aktif]


[ Cost : -5 Poin Skill]


[ Sisa : 24.985 Poin]


Riki mulai menyalakan kompor untuk menghangatkan wajan dan menumis bawang putih dan bawang merah.


Setelah itu, dia menambahkan potongan daging dan sayuran ke dalam wajan.


Dia merasa senang melihat bagaimana bahan-bahan tersebut berubah warna menjadi lebih cerah dan harum.


Hatinya berdebar-debar saat dia mencoba untuk mencicipi masakan yang dia buat.


Setelah mencicipinya, Riki tersenyum dan tampak merasa senang.


Masakan tersebut terasa lezat dengan rasa yang berpadu dengan sempurna.


"Ini baru bisa disebut makanan!" ucapnya dalam hati.


"Host, Anda benar-benar hobi memasak," kata Lala yang baru saja kembali entah baru dari mana.


Riki dengan cepat menyiapkan piring untuk menyajikan hidangan itu. Dia meletakkan hidangan itu di meja makan dan mengundang Trisha untuk mencicipinya.


"Bagaimana menurutmu?" tanya Riki pada pelayannya, Trisha.


Trisha segera menyicipi hidangan itu dengan hati-hati, dan kemudian tersenyum. "Wow, Tuan Muda! Masakanmu sungguh luar biasa! Rasanya lezat dan berbeda dari makanan biasa yang ada di restoran."


Kemudian, Riki pun mengajak semuanya untuk makan bersama dan semua orang tampak sangat menyukai masakan buatannya.


[Ding! Berhasil menyenangkan para pelayan dengan masakan buatan Host]


[Mendapatkan +100 Poin Skill ]


[ Total : 24.085 Poin Skill]


Selesai makan, Riki pun memutuskan untuk istirahat dan pergi ke kamarnya.


"Tisha, aku mau istirahat," kata Riki meminta pelayannya untuk tidak mengikutinya.


"Apakah Tuan Muda tidak perlu bantuan saya untuk ganti pakaian?" tanya pelayan Trisha.


"Tidak usah. Aku bisa ganti baju sendiri," tolak Riki.


Pelayan Trisha akhirnya pergi setelah mengantar Riki sampai ke depan pintu kamarnya.


"Kenapa ada gantungan aneh di pintu kamarku?" kata Riki heran, tapi ia mulai menebak bahwa dalamnya pasti lebih aneh.


"Astaga Lala!" ujar Riki terkejut meski sudah menebak akan melihat keanehan.


"Ada apa, Host?" tanya Lala penasaran.

__ADS_1


Lala yang penasaran segera melihat ke dalam kamar Riki dan akhirnya terkejut.


Bersambung.


__ADS_2