SISTEM PEMUDAH HIDUP

SISTEM PEMUDAH HIDUP
BAB 1


__ADS_3

Perkenalkan Namaku Aji, aku hidup di desa lender bersama adik angkatku dia bernama Putri.


Aku dan Putri hidup di rumah yang kecil dan tidak layak pakai, Aku dan Putri tetap tingal disitu karena tidak punya uang sama sekali.


Aku bekerja sebagai kuli panggul di toko serba ada milik Pak Ahmat, walaupun gajinya kecil tapi aku tak pernah mengeluh yang penting bisa untuk makan sehari hari.


Pak Ahmat orang yang baik, dia sering membantuku dan pekerja yang lainnya. Aku disana tidak kerja sendirian disana ada Pak Ipul.


Pak ipul juga orang yang baik, dia selalu membantuku di saat aku sedang kesusahan.


Disuatu hari.


Putri membangunkanku karena sudah siang.


" Bang, bangun udah pagi siap siap mandi terus makan, putri udah bikin telur tu lumayan biar abang ada tenaga buat kerja. " Kata putri membangunkanku.


" Iya iya, ini udah mau bangun kok, kamu makan sekalian. " Kataku kepada putri.


" Iya bang, udah sana abang mandi. " Kata putri.


Akupun bangun dari tempat tidur dan berjalan menuju kamar mandi, setelah selesai mandi aku pergi ke ruang makan untuk makan bersama putri.


Di saat kami makan tidak ada yang di bicarakan, sesudah makan aku bersiap untuk kerja di tempat Pak Ahmat.


" Putri, abang kerja dulu ya kamu di rumah aja bersih bersih jangan keluar rumah. " Kataku.


" Iya bang, hati hati di jalan sama pas kerja, jangan ngalamun terus. " Kata Putri.


Aku pergi ke tempat Pak Ahmat, disana sudah ada Pak Ipul yang sedang membuka toko.


" Eh ji baru sampe? Tumben agak siang biasanya selalu kamu dulu yang udah sampai. " Kata Pak Ipul.


" Hehehe iya Pak, tadi malam gabisa tidur, jadi kesiangan deh. " Jawabku.


" Yaudah yuk lah kerja, itu Istri Pak Ahmat udah bikinin kopi ama gorengan, biar semangat pas kerja katanya. " Kata Pak Ipul.


" Wah gak Pak Ahmat gak istrinya sama sama baik ya Pak, yaudah yuklah kita kerja. " Jawabku.


Kami pun bekerja dengan semangat, semakin siang toko semakin rame, kami bekerja keras hari ini karena harus membantu para pelanggan untuk mengangkat barang belanjaan mereka.


Tak kerasa sore pun tiba dimana kita harus menutup toko dan pulang kerumah karena sudah tidak ada kerjaan.

__ADS_1


Aku berjalan menuju rumah, karena hari ini toko lumayan rame jadi uang yang aku dapat juga lumayan banyak, jadi aku belikan ayam goreng tepung untuk Putri karena dia jarang makan ayam.


Sesampainya aku dirumah Putri sudah menungguku di depan pintu.


" Wah bawa apa tu bang kayaknya enak tu. " Tanya Putri.


" Ini abang tadi beli ayam goreng tepung, tadi toko lumayan rame jadi abang beliin kamu ini. " Kataku sambil memberikan plastik kepadanya.


" Udah sana dimakan, abang mau bersih bersih badan dulu. " Kataku sambil berjalan menuju kamar mandi.


" Iya bang makasih ya, makin sayang deh sama abang heheh. " Kata Putri sambil senyum.


Setelah aku selesai mandi, aku pun menghampiri Putri yang berada di meja makan.


" Kenapa gak di makan Put? " Tanyaku.


" Emang abang udah makan? Nyuruh Putri buat makan. " Jawab putri.


" Ini mau makan, kan abang masih nyimpen telur sisa tadi pagi. " Kataku sambil membuka lemari berisi telur sisa tadi pagi.


" Yah masa Putri makan ayam abang makan telur si, gak adil lah bang. " Kata putri, dia berbicara dengan muka yang agak sedih.


" Tapi banggg " kata Putri.


" Udah gak ada tapi tapian, makan itu terus mandi, badan kamu bau tuh keliatan belum mandi. " Jawabku memotong ucapan Putri, karena aku tau kalau Putri tidak tega dengan aku yang makan dengan telur goreng saja, jadi aku langsung memotong ucapannya supaya dia cepat makan dan pergi untuk mandi.


Selesai mandi aku pergi ke dapur untuk membuat kopi, selesai dari dapur aku menuju ke depan rumah untuk minum kopi dan istirahat.


Hari pun semakin sore, aku yang sedang berada di depan rumah pun masuk kedalam rumah.


Aku menuju ruang tamu untuk melanjutkan istirahatku, Putri ku lihat sedang merapikan baju yang habis dia jemur tadi siang.


Malam pun semakin gelap, jam sudah menunjukkan pukul 21.00 saatnya untuk tidur karena besok harus bekerja lagi.


Tak terasa pagi pun datang, seperti biasa Putri selalu membangunkanku.


" Banggg, bangun udah pagi mandi terus sarapan. " Kata Putri sambil mengoyangkan badanku.


" Iyaaa, ini abang bangun kamu mandi juga terus sarapan bareng kita. " Ucapku sambil bangun dari tempat tidur dan pergi menuju kamar mandi.


Selesai mandi aku bergegas untuk sarapan, ya seperti biasa hanya makan dengan telur goreng.

__ADS_1


" Put, abang berangkat ya kamu ati ati dirumah, jangan keluyuran. " Ucapku sambil mengelus kepalanya.


" Iya abang, Putri dirumah sambil mau beberes rumah. " Jawab Putri sambil tersenyum.


Aku pergi ke tempat kerja, sesampainya disana aku bertemu Pak Ahmat dan Pak Ipul.


Mereka sepertinya sedang membicarakan sesuatu, aku pun menghampiri mereka berdua.


" Nah pas banget kamu datang, ada pesanan nih dari Kampung Mangga, lumayan banyak tuh nanti kalian berdua anterin ya agak siangan. " Kata Pak Ahmat sambil menjelaskan.


" Siap bos " jawab aku dan Pak Ipul scara bersamaan, kami pun bersiap siap membuka toko.


Hari pun semakin siang, sayangnya toko tak serame kemarin, bagi kami hal tersebut wajar karena gak setiap hari toko ramai pembeli.


Aku dan Pak Ipul bersiap untuk mengantarkan pesanan ke Kampung Mangga, kami berdua mengangkat barang yang mereka pesan.


" Banyak juga ya pak, untung tadi toko gak serame kemaren, coba aja kalau kaya kemaren bisa encok kita pak heheheh. " Kataku kepada Pak Ipul.


Pak Ipul hanya mengganguk dan ketawa kecil ke arahku.


Aku dan Pak Ipul pun naik ke atas truk pengangkut barang dan pergi menuju ke tempat tujuan.


" Pak ini Kampung Mangga agak jauh ya pak? " Tanyaku kepada Pak Ipul.


" Iya lumayan dari sini bisa 15 menitan kalau gak macet ya. " Jelas Pak Ipul.


" Owh jauh juga ya pak, lumayan sekalian jalan jalan ya pak hehehe. " Jawabku sambil tertawa.


Kami berdua menikmati perjalanan sambil bercerita.


Perjalanan terhambat karena ada kemacetan membuat kita memakan waktu yang cukup lama, Aku dan Pak Ipul bersantai sambil menikmati kemacetan yang sedikit panjang.


Saat sudah melewati kemacetan kita melanjutkan perjalanan dengan lancar tanpa ada hambatan sedikit pun.


Tak terasa kita sampai di Kampung Mangga, Kita turun untuk menanyakan alamat yang memesan barang.


Akhirnya kita sampai di rumah yang memesan barang itu, ternyata yang memesan adalah orang yang di pandang di di Kampung mangga.


Mohon maaf untuk semuanya jika cerita ini belum sempurna.


Terima kasih yang sudah membaca cerita ini, Semoga cerita ini bisa lebih baik lagi.

__ADS_1


__ADS_2